Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
.........


__ADS_3

"Kamu mau tulis ya?"



Cindy menganggukkan kepala dengan semangat.



"Kamu termasuk pintar, aku tanya apa, kamu cukup tulis saja. Kalau kamu berani sembarangan tulis, aku akan kasih kamu pergi surga dan kembali ke kampung halaman!"



Cibdy menganggukkan kepala dengan penuh semangat.



Marry menyilangkan lengannya dan menatapnya, "Kamu suka sepupuku atau suka identitas dan statusnya?"



Cindy berpikir sejenak dan segera menulis : Identitas dan status.



Marry merasa sangat puas dengan sikapnya, dia tersenyum sinis dan lanjut bertanya lagi.



"Cara apa yang kamu gunakan untuk goda sepupuku? Tulis dengan jelas!"



Cindy menatapnya, kenapa harus suruh dia menulis dengan jelas, apakah dia ingin melakukan berdasarkan cara tersebut?



Bagaimana tulis agar bisa memuaskan dia?



Tulis trik yang biasanya paling suka digunakan Marry saja.



Dia berpikir sejenak dan menuliskan sebuah kalimat : lakukan apa yang dia suka, terus berjuang jangan menyerah.



"Bacot!"



Marry berteriak dengan marah, sejak dia tinggal di kediaman Ducal, dia telah berusaha sekuat tenaga melakukan hal-hal yang disukai Zenitsu selama lima tahun, terus berjuang tanpa menyerah juga sudah pernah dicoba olehnya, tetapi tidak berfungsi.



Jika trik ini berguna, mana mungkin Zenitsu akan membawa wanita seperti CIndy yang tidak tahu diri pulang ke rumah.



Ketika melihat wajah Marry yang garang, Cindy merasa bahwa dirinya terlalu ceroboh.



Meskipun Marry suka menggunakan trik ini, tetapi trik ini jelas tidak berguna bagi Zenitsu, jadi hal itu malah sebaliknya.



Dia menulis ulang : Mundur dan menjauh tetapi tetap menghormatinya.



Setelah melihat ini, Marry semakin marah, dia terus mengejar saja tidak berguna apalagi mundur dan menjauh. Jika memang demikian, bukankah dia harus berkemas-kemas dan pergi dari sini?



"Kamu suruh aku pergi, apakah kamu ingin nikah dengan sepupuku? Puih! Kamu benar-benar tidak tahu malu!"



Cindy menggelengkan kepala dan menulis lagi setelah mempertimbangkannya : Suka tapi tidak menunjukkan secara langsung. Ingin mendapatkannya, tapi sengaja melepaskannya terlebih dahulu.



Emosi Marry agak mereda sedikit, dia merasa bahwa apa yang dituliskan Cindy, kali ini benar-benar merupakan trik yang digunakannya.



"Tulis lebih jelas, bagaimana cara tidak menunjukkan secara langsung dan sengaja melepaskan dulu?"



Ketika Cindy melihat dia lanjut bertanya, Ia berpikir dulu sebelum menulis: Misalnya, jika dia suka makan anggur, kamu bawa ke kamarnya, tapi kamu jangan kasih dia makan, tahan dia agar dia tidak bisa mendapatkannya.



Selesai menulis, Cindy tiba-tiba merasa bahwa dirinya juga mendapatkan sesuatu.



Tidak tahu apakah metode ini akan berfungsi pada Renxy?



Marry mencerna kata-katanya dengan hati-hati, dia merasa sedikit masuk akal.



Marry memutuskan untuk mencari kesempatan dan mencobanya.



Ketika melihat dia sedang merenung, Cindy menulis di atas kertas lagi: Bisa lepaskan aku?



Sebuah tatapan menghina melintas di mata Marry, dan senyuman yang aneh muncul di wajahnya.



"Aku bisa lepaskan kamu, tapi tidak boleh pulang dalam kondisi seperti ini."



Jika tidak melepaskan dia, Marry takut Zenitsu akan mencari orang untuk menyelidiki masalah ini. Bagaimanapun, sekarang Zenitsu sangat peduli dengan wanita ini.



Tetapi jika melepaskannya, mulutnya pasti akan sembarangan ngomong.


__ADS_1


Jika bukan karena takut menimbulkan masalah, dia ingin segera mengakhiri hidup Cindy yang tidak berharga itu!



Oleh sebab itu, hanya ada satu cara.



Dia mengedipkan mata pada pelayan yang berada di sampingnya. Pelayan itu langsung mengerti dan mengambil satu botol obat racun kemari.



Marry mengambil dan menyerahkannya kepada Cindy , "Makan saja, aku bisa langsung lepaskan kamu".



Cindy mengerutkan kening, matanya terlihat panik.



Apa isi di dalamnya? Mungkinkah ini adalah racun yang akan merenggut nyawanya?



Marry merupakan wanita yang kejam.



Tidak, dia tidak boleh konsumsi obat ini, sama sekali tidak boleh konsumsi.



Ketika melihat kepanikannya, Marry menunjukan senyuman yang menggoda, nada suaranya tiba-tiba menjadi lembut.



"Jangan takut, ayo, makan, tidak akan mati, hanya akan buat kamu jadi idiot. Jadi orang idiot ada makanan dan minuman, tidak ada beban terasa sangat bahagia".



Jadi idiot-----



Tidak! Dia tidak mau, dia tidak mau jadi idiot!



Dia mengatakan bahwa orang idiot itu bahagia?



Kalau bahagia, mengapa kamu tidak minum obat itu jadi orang idiot?



Cindy terus berjuang dalam ketakutan, di dalam hati terus memanggil Rendy segera datang menyelamatkan dia!



"Kasih dia telan!"



"Ok, Nona Letisha!"




Mulut Cindy yang tersumbat mengeluarkan suara penolakan.



Pengawal itu menekannya dengan erat, kemudian pelayan itu mengeluarkan barang yang disumbatkan di mulut Cindy.



"Tolong--"



Dia baru saja berteriak, mulutnya tiba-tiba ditekan oleh seseorang, lalu dimasukkan obat itu ke dalam mulut. Dia belum sempat muntahkan, pelayan itu langsung mengangkat rahangnya dan membuatnya menelan obat itu dengan beberapa gerakan yang cepat.



Cindy sangat panik.



Mati, mati, aku akan jadi idiot!



Tuhan, kenapa begitu?



Kenapa?



Anak-anakku... Rendy...



Dia berjuang untuk mengingat hal-hal yang paling penting, dia ingin mengukir mereka di dalam otaknya, bahkan jadi orang idiot juga harus mengingat mereka!



"Antar dia pulang. Diam-diam ya."



"Oke".



Cindy dipukuli hingga pingsan dan dimasukkan ke dalam karung. Pengawal bergerak dengan cepat dan menggendongnya di pundak kemudian keluar.



Pengawal itu takut ketahuan orang, sehingga dia sengaja berjalan di sepanjang danau yang tidak ada lampu.



"Jika kamu masih mau hidup, lepaskan orang ini!"



"Kamu siapa?"

__ADS_1



Setelah pengawal bertanya, orang yang menghalangi jalannya segera mengeluarkan ponsel dan menyalakan senter.



Pengawal itu menggigil ketika melihat wajahnya.



"Jangan sebarkan kejadian hari ini, kalau tidak--"



"Baik!"



Jika dia menyebarkan hal ini, maka bukan orang yang berada di depannya tidak akan mengampuni dia, tetapi Marry juga tidak akan mengampuni dia.



Demi bertahan hidup, dia memutuskan untuk berada di sini sebentar sebelum kembali, kemudian menganggap semuanya telah selesai dan tidak terjadi apa-apa.



Orang ini melangkah maju dan membawa CIndy ke sebuah ruangan.



Ketika melihat Cindy tidak sadar diri, dia segera mengecek denyut nadinya.



Denyut nadi tidak teratur dan aliran darah berantakan. Jika kekuatan yang dahsyat ini menyerang ke otak, maka orang ini akan lumpuh!



Dia menatap Cindy dengan ekspresi suram, diam-diam bergumam, gadis, hari ini kamu termasuk beruntung.



Dia berbalik dan mengambil sekotak jarum perak, menusuk titik akupunturnya dengan lincah.



...



Keesokan harinya.



Cindy hanya merasakan sakit seperti digigit semut di sekujur tubuhnya.



Dia menepuk kepalanya, semua hal yang terjadi tadi malam melintas di depan matanya seperti sebuah film.



Marry, Marry telah memaksanya menelan obat menjadi idiot.



Apakah dia benar-benar akan jadi idiot?



Dia mengulurkan jarinya dan segera memeriksa hitungannya, "Satu, dua, tiga, empat, lima ..."



Sialan, tidak bodoh kok, masih bisa hitung.



Apakah obatnya belum ada reaksi?



Dia buru-buru memeriksa denyut nadinya, tampaknya denyut nadi masih normal.



Mata jarum yang berada di pergelangan tangannya telah menarik perhatiannya, sepertinya ini merupakan bekas dari akupuntur.



Ternyata ada orang yang menusukkan jarum padanya.



Dia memeriksa tubuhnya dengan hati-hati dan menemukan bahwa semua tusukan itu adalah titik akupuntur.



Dia mahir dalam akupunktur dan mengetahui efek dari titik akupuntur ini dengan jelas.



Dia langsung mengerti bahwa akupunktur ini yang menghilangkan obat yang terpaksa dia telan itu, sehingga dia tidak menjadi idiot.



Mungkin David juga tidak bisa melakukan teknik akupunktur yang begitu luar biasa. Ini adalah ilmu unik dari Guru, mungkinkah Guru yang menyelamatkannya?



Cindy memikirkannya lagi dan merasa tidak mungkin.



Meskipun keberadaan guru sangat misterius, tetapi mustahil muncul begitu pas di kediaman Ducal.



Selain itu, ini bukanlah tempat yang bisa dimasuki sembarangan.



Cindy memikirkannya dengan cermat, apakah dia?



Apakah dia adalah orang yang dulu belajar akupunktur dengan ibunya, apakah ayah kandungnya yang menyelamatnya?



Apakah dia berada di kediaman Ducal ini?

__ADS_1


__ADS_2