Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Meminta bantuan paman


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


"Presdir adiguna, kamu sebenarnya ingin membawaku kemana?"


Pria ini menggedongnya ke halaman belakang dan terus berjalan, apa yang akan dia lakukan?


Mengurungnya atau menyiksanya?


Segala fikiran buruk melintas di kepala cindy,dan membuatnya merasa gugup.


Rendy hanya diam saja.


"Rendy, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?"


Rendy mengejeknya."Takut?"


"Jika kamu melakukan sesuatu padaku, adrian akan membencimu seumur hidup,aku ini adalah mami yang dia nantikan siang dan malam"


"Kamu berani mengatakan kamu adalah maminya?" rendy cemberut.


"Tidak.. tidak.. " Cindy segera membantah.


Saat ini rendy berjalan di jalan menenjak dan jalanan di lapisi batu kerikil.


Setelah diatas pondok yang tinggi,rendy menurunkan tubuhnya.


Cindy tercengang melihat kebawah, jalanan ini penuh kerikil dan menanjak.


"Kamu.. kamu ingin mendorongku jatuh ke bawah?" cindy sudah ketakutan.


Rendy mendengus."Jika aku ingin membunuhmu, mengapa aku harus repot-repot menggendongmu keatas?"


"Lalu apa yang ingin kamu lakukan?"


"Apakah kamu tidak menyadari jalanan naik ini penuh dengan kerikil?"


Apa maksudnya?


Cindy merasa bingung dengan niat pria ini?


"Tidak ada maksud lain, aku hanya ingin kamu turun dengan kaki telanjang"


Kaki telanjang?


Saat cindy tertegun, rendy melepas paksa sandal yang dipakai cindy, lalu melemparkan ke bawah.


"Nona cindy yang manis,kamu bisa berjalan secara perlahan, tidak perlu buru-buru untuk sampai ke bawah, jika 1 jam tidak cukup, bisa satu hari"


"Rendy, kamu sangat jahat"


"Terima kasih atas pujiannya" rendy langsung berjalan di atas batu kerikil dan tidak menoleh ke belakang.


"Hei.. kamu lelaki bajingan, jangan pergi" melihat punggung rendy semakin menjauh, amarah cindy semakin memuncak.


Ia mencoba berjalan dua langkah,setiap langkahnya terasa menyakitkan seperti menginjak silet.


Cindy mengutuk."Rendy bajingan,manusia idiot, yang tidak punya otak"


Bagaimana ini?


Oh ya, adrian dan bobby pasti akan pergi mencarinya.


Tapi, mereka begitu kecil, tidak mungkin bisa menggendongnya turun.


Berteriak minta tolong, sama saja percuma, ini daerah kekuasaan pria gila itu.


Cindy menghela nafas, ia sedang berfikir mencari solusi untuk turun dari sini.


Saat rendy kembali ke ruang tamu, anton menatapnya dengan curiga.


"Kamu menggendong wanita cantik itu, kemana?"


"Ini, tidak ada hubungannya denganmu" rendy meliriknya dan berjalan ke ruang kerja.


Kemudian adrian keluar dari kamarnya dan berjalan ke ruang kerja.

__ADS_1


"Adrian, apakah kamu mencari ayahmu?" anton bertanya


Adrian bahkan tidak melihatnya dan berjalan ke ruang kerja.


Sialan, kenapa anak ini tiba-tiba menjadi dingin?


Ia mengikuti berjalan ke ruang kerja.


"Dimana dokter jenius Chloe?" andrian bertanya.


"Ada masalah apa, kamu mencarinya?"


"Kamu menggendongnya kemana?"


Rendy meliriknya."Pergi,lakukan saja apa yang harus kamu lakukan"


"Aku ingin bertemu dengannya" adrian berteriak marah padanya.


Rendy mengerutkan alisnya, mengapa anaknya berteriak demi wanita itu?


Menyebalkan?


"Kembalilah ke kamarmu" rendy mengusir adrian.


Adrian kembali kamarnya dengan amarah.


Melihat situasi ini, anton berjalan ke arah adrian, namun bocah kecil bahkan tidak meliriknya dan terus berjalan.


"Heh! benar-benar mirip dengannya, temperamen buruk ini"


"Apa katamu?"


Nafas anton tertahan,Ia berbalik badan, tersenyum,lalu berkata."Aku bilang dia mirip dengamu, sama-sama bertemperamen baik" anton menambahkan dua jempol tangan.


"Pergi dari sini"


"Kakak, ini sudah tengah hari, aku akan pulang setelah makan siang,atau aku akan melapor pada orang tua, kamu mengusirku dari rumah dan mengatakan kamu menyimpan wanita cantik di rumah dan.... "


"Kamu pergi sendiri ke dapur, pesan makanan yang lezat"


Anton tersenyum,lalu keluar dari ruang kerja, ternyata kakaknya masih takut dengan ancaman.


Adrian mengunci pintu dan sedang berdiskusi dengan bobby.


Bobby mengedipkan matanya."Haruskah aku pergi menanyakannya?"


"Kamu?"


"Iya, aku akan menggantikanmu,kamu sembunyi dulu"


Mereka berdua bergantian pakain, bobby pergi mencari rendy.


Baru tiba di bawah, ia melihat anton di ruang tamu.


"Paman, apakah ayahku masih di ruang kerja?"


Anton menatapnya heran!


Bocah ini barusan memanggilnya paman!


Barusan mengabaikannya dan sekarang menyapa memanggil paman.


"Paman, ada apa denganmu?"


Anton kembali tersadar.


"Masih ada disana"


"Kalau begitu, aku akan pergi mencarinya"


Saat bobby berjalan dua langkah.


"Adrian, tunggu"


Anton berjalan mendekat, kemudian berbisik.


"Kamu harus bersikap lebih lembut dengan ayahmu,jangan keras, dia tidak akan mau mengalah"


Bobby mengangguk dengan semangat.


Adrian mempunyai karakter dingin dan kaku seperti tuan muda, tetapi bobby tidak seperti itu, trik membujuk orang di adalah ahlinya.

__ADS_1


"Terima kasih paman, kamu sudah mengingatkan"


Bobby buru-buru masuk ke ruang kerja rendy.


"Daddy" suara imut, membuat rendy merasa sedikit risih.


Rendy menatapnya dengan tidak senang.


"Buat apa kamu kembali lagi?"


Bobby tertawa kecil,lalu meraih lengan rendy.


"Daddy, kamu jangan marah-marah,itu dapat merusak kesehatan"


Apakah anak ini sudah tahu salah?


"Sudah daddy tidak marah lagi, kamu kelurlah bermain"


"Daddy, benar-benar sudah tidak marah lagi?"


"Huum" rendy merasa andrian sekarang banyak. bicara.


"Bagus sekali, aku tahu daddy adalah orang terbaik di dunia"


Rendy tersenyum, ia sekarang baru menyadari, anaknya pintar membujuk orang.


Bobby tersenyum, melihat rendy Tersenyum, ia berfikir masih ada harapan.


"Kalau begitu,daddy paling baik di dunia harus memberitahuku, dimana dokter jenius Chloe?"


Dokter jenius Chloe


Mendengar kata ini, senyuman di wajah rendy memudar.


Ternyata membujuk bahagia, hanya untuk wanita itu.


Heh!


Putranya benar-benar berjuang, dengan karakter sombong dan dingin,demi wanita itu, berusaha keras membujuknya.


"Adrian, aku akan mengatakan untuk terakhir kali, jangan menanyakan wanita itu lagi"


"Tapi... Dia harus memberiku akupuntur besok! aku masih membutuhkannya untuk penyakitku"


Adrian perduli wanita itu, karena kesehatannya sendiri.


Rendy tersenyum kecil."Kamu jangan khawatir, penyakitmu tidak akan terganggu, daddy berjanji"


"Tapi..." ucapan bobby di potong oleh rendy.


"Keluarlah,daddy ingin bekerja"


Bobby mengela nafas di dalam hatinya, ia berjalan keluar masih melihat pamanya di ruang tamu.


"Bagiamana apa ayahmu memberitahumu?"


Bobby menggelengkan kepala.


Anton mengulurkan tangan mengelus kepalanya."Jangan khawatir,wanita itu tidak akan apa-apa ,ayahmu hanya memberinya pelajaran"


Bobby matanya berbinar."Paman,dokter jenius Chloe pasti masih di villa ini, Bagaimana kalau kamu pergi mencarinya?"


"Bukankah hanya seorang dokter? apakah itu sepadan dengan kekhawatiranmu?"


Apaan yang hanya dokter, dia adalah maminya.


Bobby membantah dalam hati.


"Paman, apakah kamu tidak penasaran, apa yang dilakukan daddy padanya?"


Anton teringat wanita itu berani memarahi rendy,itu juga karena akibat perkataannya sendiri.


"Ini tidak ada hubungannya denganku, ayahmu tidak ingin aku ikut campur"


"Paman, kamu adalah paman terbaik di dunia, kamu bantulah aku.. boleh.. boleh..?"


Anton benar-benar tidak bisa mengabaikan, keponakannya yang genit ini.


"Baiklah, aku akan membantu mencarinya"


"Terima kasih paman"

__ADS_1


__ADS_2