Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Membantu akting


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Bobby kembali ke kamar tidur adrian, menceritakan tentang meminta bantuan dari anton.


Adrian terkejut."Mengapa membiarkan dia mencarinya?"


"Sekarang hanya dia satu-satunya yang dapat membantu kita,jika kamu keluar dan mencarinya,pelayan pasti akan memberitahu daddy, jika kebebasanmu di batasi, maka akan gawat"


Analisa bobby cukup cerdas dan pintar.


Setelah mendengar ini adrian tidak membantah, namun expresinya tidak senang.


Bobby juga tidak keberatan, biar bagaimanapun adrian sama seperti daddy, berwajah es batu.


Setalah setengah jam.


"Bang... bang.. bang.. " ketukan keras terdengar di pintu kamar adrian.


Bobby buru-buru sembunyi di lemari.


"Kenapa kamu" adrian merasa tidak senang.


Jelas-jelas anak ini meminta bantuan darinya untuk membantu melakukan sesuatu.


"Keponakan, aku tidak suka dengan nada bicaramu ini,dan tatapanmu ini, mengapa melihatku seperti musuh?)Paman ini sedang membantumu"


Anton dengan sungguh-sungguh memberikan ceramah pada adrian.


Adrian menjadi tidak sabar."Bicara yang serius"


Sial! anak ini benar-benar arogan.


"Panggil paman, panggil paman, maka aku akan memberitahumu" anton melipat kedua tangannya di dada.


"Tunggu sebentar" adrian menutup pintu dengan keras dan mengunci pintu.


Adrian merasa bingung


Trik macam apa ini?


"Kamu.. kamu bocah yang kejam! jangan harap di masa depan, aku akan membantumu" setelah berkata anton membalikkan badannya.


Bobby segera berlari menghampiri dengan senyuman di wajahnya.


Barusan menatapnya seperti musuh, sekarang tersenyum cerah...


Wajah es batu sudah mencair menjadi air jernih menyegarkan mata.


Hei! anak ini terlalu cepat mengubah expresi wajahnya.


"Paman, dimana dokter Chloe?" bobby memegang lengannya,bertingkah manja.


Anton menatapnya dengan marah."Mengapa kamu menutup pintu barusan?"


Eh...


Barusan adrian yang menutup pintu, Adrian tidak mau memanggil paman dan berbicara banyak dengannya, jadi bobby keluar menggantikan.


"Aku.. barusan..Paman menurutmu apa?"


"Eh... kamu yang menutup pintu barusan dan bertanya padaku alasannya?" anton merasa bingung.


"Aku barusan.. aku barusan..sepertinya nelihat daddy, makanya menutup pintu"


"Benarkah?" anton merasa tidak melihat kakaknya barusan.

__ADS_1


"Iya" bobby mengangguk."Paman cepat beritahu aku dimana dokter Chloe?"


"Baik-baik, aku akan katakan padamu" Anton segera berbisik di telinga bobby.


"Apa katamu?" bobby merasa terkejut.


Bobby mendengar mami berada di halaman belakang yang menanjak,hatinya menjadi cemas, daddynya terlalu jahat, dia ternyata menggendong mami ke tempat tinggi.


"Hei! dia pasti tidak akan bisa turun, trik ayahmu benar-benar kejam" anton berkata pelan.


Saat bobby ingin kembali ke kamar mendengar pengurus tua memanggil untuk makan bersama.


Mata anton berbinar, ia tadi sudah memesan makanan lezat di dapur, kebetulan bisa makan enak hari ini.


"Ayo,pergi makan" anton memegang tangan kecil bobby.


"Sudah waktunya makan" rendy berkata dengan tegas.


"Kakak, makanan apa yang disiapkan orang dapur?" tadi anton hanya menyuruh memasak makanan lezat.


"Makanan laut"


Anton sudah memikirkan kepiting laut, ikan laut, sirip hiu dll. Anton berkata pada bobby."Kali ini, kamu akan mendapatkan berkah dari paman"


Rendy tersenyum mendengar ucapan adiknya.


"Tuan muda kedua, makan dengan perlahan"


"Apa ini?" anton merasa aneh hidangan di piringnya.


Pelayan menjelaskan."Makanan laut.. rumput laut yang segar"


"Ini.. ini termasuk makanan laut?" anton menatap kakaknya.


Rendy mengangguk."Iya! jika kurang, di belakang masih ada banyak"


"----"


"Paman, daddy sedikit keterlaluan kali ini"


Bobby berkata.


Anton mendengus."Ini bukan lagi sedikit, tapi sangat keterlaluan."


Bobby mengedipkan mata."Bagaimana jika kamu balas dendam dan melampiaskan amarahmu?"


Jika anton mau membantu, pasti mami akan selamat.


"Bagaimana caranya membalas dendam?" anton menatap bobby dengan serius.


Bobby berbisik di telinga anton.


Setelah mendengarkan anton terkejut."Adrian, ini tidak bisa dibilang sebagai balas dendam, kamu ini ingin menggunakan paman sebagai tameng,paman tidak berani"


"Ayah memang yang paling hebat,kamu layak ditindas"


"Adrin, kamu jangan memaksaku, aku tidak akan terangsang"


Bobby meliriknya."Kamu memang orang yang tidak berguna"


"__"


Bocah kecil ini, benar-benar mengatakan dirinya tidak berguna?


"Adrian.... kamu keterlaluan"


"Kedepannya aku tidak mau memanggilmu paman,terlalu pengecut, aku tidak mau bermain denganmu lagi" setelah berkata pergi ke kamar tidur dengan marah.


Anton tidak dapat diandalkan,jadi harus mendiskusikan masalah ini dengan adrian.


Melihat punggung kecilnya masuk kamar, anton tersenyum tidak berdaya.

__ADS_1


Kamar tidur


Sikecil saling memandang.


"Kita berdua terlalu kecil,kita tidak menggendongnya, haruskah kita memberikan makan dan minum?"


"Baik, aku yang pergi, kamu sembunyi dulu" kata adrian.


Bobby berpikir sebentar, lalu mengangguk. Di halaman belakang lebih familiar adrian, jadi adrian lebih cocok mengantar makanan.


Adrian berjalan ke dapur, mengambil makanan dan minum,berlari menuju halaman belakang yang berbatu.


Saat berlari melihat anton berada di dekat dokter Chloe.


Adrian penasaran, saat akan berjalan mendekat melihat anton menggendongnya di belakang punggungnya.


Apakah anton sedang membantu melakukan hal benar?


Adrian terkejut! lalu bersembunyi


Saat sampai di jalanan rata anton menurunkannya dan berbicara beberapa kata dan pergi dengan tergesa-gesa.


Adrian berjalan ke arah cindy.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Adrian?"


"Um, kenapa dia tidak membawamu langsung masuk?"


"Takut ayahmu tahu, bisakah kamu membantuku mencari sesuatu?"


Adrian mengangguk.


Satu jam kemudian.


Saat rendy keluar dari ruang kerja, melihat cindy sudah berada di ruang tamu, ia merasa terkejut.


"Kamu turun sendiri?"


Cindy mengangguk


Wanita ini benar-benar bisa berjalan turun ke bawah, mungkinkah luka di kakinya tidak serius.


Rendy mengerutkan alisnya,Kain kasa berwarna merah darah mencolok.


Pakaiannya juga berlumuran darah.


Wanita ini berani berjalan turun, benar-benar cukup kejam!


"Saat turun aku terpeleset beberapa kali, aku rasa tulangku ada yang patah,aku merangkak untuk sampai disini"


"Merangkak?"


Rendy menatap lantai kayunya, ada banyak bekas darah.


Di berjalan ke samping dengan jijik.


Cindy pura-pura menangis,lalu berkata.


"Presdir adiguna,kakiku ini mungkin akan lumpuh,aku akan tinggal disini,jadi setiap hari bisa makan dan minum secara gratis, aku juga bisa melihat adrian setiap hari,aku adalah maminya, jadi aku mengandalkan adrian untuk menjagaku seumur hidup"


Heh! masih ingin tinggal disini?"


Masih ingin adrian merawatnya?


Bermimpi saja!


"Cindy, dulu kamu adalah orang yang meninggalkan adrian,mengapa sekarang kamu tidak punya malu membiarkannya merawatmu?"


"Aku juga tidak punya pilihan lain, selain itu kamu yang menyiksaku sampai begini"

__ADS_1


"Kamu sedang bermimpi" wajah rendy sedingin es.


__ADS_2