Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Tidur bersama


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Rendy dan cindy duduk terdiam linglung.


"Tuan adiguna,apakah kamu mau minum teh?"


"Aku tidak nyaman kamu terlalu sopan padaku, kamu tidak perlu pura-pura kuat di depanku"


Cindy tersenyum."Tuan adiguna, sekarang sudah larut malam, kalau kamu ada kerjaan bisa di kerjakan dulu, adrian dan bobby sudah tidur, jadi biarkan mereka tidur disini malam ini"


"Kamu sedang mengusirku?" rendy mengerutkan alisnya,expresinya tidak senang.


Wanita ini benar-benar tidak mau berbicara dengannya.


Cindy menggelengkan kepalanya."Tidak, waktumu kan berharga, aku khawatir kalau kamu cuma duduk-duduk begini membuang-buang waktumu"


"Tidak buang-buang waktu kok, aku khawatir bobby dan adrian tidur disini, jadi, aku akan menginap disini"


Ehhhh..


Apa dia mau menginap?


Apa yang perlu di khawatirkan jika kedua anak itu tidur disini? cindy kan ibunya sendiri, apakah bakal menyiksa mereka?


Karena rendy sudah berkata seperti ini, cindy tidak bisa mengusirnya lagi.


Apalagi rumah ini adalah rumahnya.


Tapi dimana dia tidur?


"Tuan adiguna,biarkan shelly dan shella tidur di denganku, kamu bisa menggunakan kamar mereka"


Rendy pernah menginap sekali dan tidur di kamar anaknya.


"Tempat tidur Mereka kecil banget, tidak cocok untuk orang dewasa"


"--"


Terus cocoknya dimana?


Apakah dia ingin tidur di ranjang besar?


Hanya ada satu ranjang besar dirumah ini, jadi dirinya harus tidur dimana?


Cindy tersenyum."Tuan adiguna, cuma buat semalam saja, kamu pasti bisa tidur disana"


"Aku tidak mau"


"Kalau begitu aku akan tidur sofa, kamu bisa menggunakan kamarku"


Rendy merasa prihatin."Jangan tidur di sofa, itu pasti tidak nyaman"


"Terus aku gak boleh tidur tuan adiguna,kalau tidak tidur di sofa?"


"Kalau begitu, kita berdua jangan tidur di sofa"


"---"


Ehhh! apa maksudnya?


Tak satupun dari mereka akan tidur di sofa, jadi tidur dimana?


Rendy bangkit dan berjalan ke kamar utama dengan mantap.

__ADS_1


Maknanya sangat jelas, mereka berdua akan tidur di kamar utama..


Cindy.."---"


Bisa-bisanya rendy membuat keputusan seperti ini!


Cindy belum menyetujuinya, ia mengikuti rendy ke kamar utama.


"Tuan adiguna,aku lebih baik tidur di sofa, aku.."


"Barusan kita sudah sepakat untuk tidur bersama,kenapa apakah kamu keberatan tidur di ranjang yang sama denganku?" rendy berkata dingin.


"---"


Seorang pria akan tidur di ranjang yang sama dengannya, cindy merasa keberatan.


"Jangan khawatir, aku tidak akan melakukan apapun padamu, aku janji"


"Tuan adiguna,aku merasa... "


"Sudah diam, cepat tidur"


"---"


Ini, cindy merasa rendy sangat keterlaluan.


Cindy masih membeku, rendy langsung mengunci kamar, dan berjalan ke ranjang menata dua bantal.


Cindy merasa tidak nyaman.


Ia membuka lemari dan mengambil piyama, lalu berjalan ke kamar mandi, di bawah pancuran,jantung cindy berdebar kencang.


Rendy terlalu menyimpang hari ini.


Rendy tidak menyukaiku, kenapa dia berinisiatif untuk mendekatinya?


Shittt! bahkan rendy membawa piyama tidur, pasti dia sudah menyiapkannya sebelumnya.


Cindy berbaring di sisi paling jauh dari rendy, tubuhnya tegang.


Saat ini kamar sudah redup, cahaya bulan menerangi ruangan, cindy merasa adegan ini adalah mimpi.


Namun ini kenyataan.


Rendy berbaring di sebelahnya dan diam-diam menatapnya.


"Kamu tidak usah gugup, aku bersumpah tidak akan menyentuhmu"


Cindy tidak tahu harus mempercayainya atau tidak,ia menanyakan keraguan dalam hatinya.


"Tuan adiguna,kenapa kamu mau tidur seranjang denganku?"


Rendy tersenyum tipis."Kamu adalah mami dari adrian dan bobby,apakah kamu pernah berpikir untuk mendekatkan hubungan kita, jadi bisa memberikan mereka keluarga yang lengkap"


Rendy untuk saat ini hanya bisa berkata seperti ini, kalau mengatakan menyukainya pasti cindy tidak percaya padanya.


Apa yang di maksud mendekatkan hubungan? apakah rendy ingin tinggal bersama dengannya?


Rendy mengambil langkah ini hanya karena kedua anaknya dan bukan karena mencintainya.


"Tuan adiguna,aku belum kepikiran hal seperti itu"


"Pikirkan sekarang" rendy berkata serius.


Cindy berpikir,jika dirinya mengatakan bisa, maka rendy mempunyai alasan untuk berbuat aneh-aneh padanya.


Sialan, rendy memang bos yang mendominasi, dia ingin memuaskan kebutuhan pribadinya.


Pria ini sedang tidak bernafsu, kan?

__ADS_1


Ini terlalu berbahaya.


Tidak boleh memberikan rendy kesempatan untuk memanfaatkannya.


"Untuk saat ini aku belum memikirkan hal itu"


Apakah cindy tidak ingin hidup bersama dengannya?


Rendy menghela nafas.


Tidak masalah, kalau cindy tidak mau sekarang, suatu hari nanti akan membuatnya menerima dirinya.


"Cepat tidur, sudah malam" rendy berkata lembut.


Suara lembutnya membuat hati cindy sedikit menghangat.


Rendy berinisiatif menyelimuti tubuh cindy dan mengucapkan selamat malam.


Cindy memejamkan matanya, namun hatinya tidak bisa tenang.


Pada awalnya cindy extra waspada dan berpikir dirinya pasti tidak dapat tidur.


Tapi tanpa di duga, dirinya tertidur dengan cepat.


Ia bahkan tertidur nyenyak dan bermimpi indah.


Dan ketika terbangun matahari sudah terbit.


Cindy memutar kepalanya dan melihat kesamping,ternyata sudah kosong, rendy sudah bangun duluan.


Ia melihat jam dinding, ternyata sudah jam sembilan pagi.


Cindy yang rambutnya masih acak-acakan dan duduk di tepi kasur.


Apakah ini beneran sudah jam sembilan pagi?


Kenapa anak-anaknya tidak berisik? apakah mereka masih tidur, kalau begitu, mereka akan terlambat ke sekolah?


Cindy bangun dengan panik dan berlari ke kamar anaknya, ternyata sudah kosong.


Keempat anaknya sudah tidak ada disana.


Ia segera kembali ke kamarnya dan menelepon rendy.


"Tuan adiguna,apakah kamu mengantar anak-anak ke sekolah?"


"Iya"


"Terima kasih"


"Tidak perlu bilang makasih padaku, sarapanmu ada di microwave,kamu bisa keluarin dan langsung makan"


Rendy membuat kan sarapan untuknya?


Hati cindy menghangat dan bergetar dengan hebat.


Ia sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri dan rasanya menyenangkan bisa di urus oleh orang lain.


Setelah menutup telepon, cindy kembali ke kamarnya untuk mandi, lalu sarapan, saat makan memikirkan kembali kejadian semalam.


Yang diingat adalah rendy membantu menyelimuti tubuhnya dan mengucapkan selamat malam.


Semalam dirinya tertidur sangat nyaman dan nyenyak.


Ketenangan yang sudah lama hilang dalam hidupnya.


Cindy tersenyum dan wajahnya berseri-seri.


Setelah mencuci piring, cindy pergi ke perusahaan amanda.

__ADS_1


__ADS_2