Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Tamat


__ADS_3

“Nyonya, sebenarnya Tuan Ducal yang telah memerintahkan untuk membiarkan mereka pergi, kalau tidak bagaimana mungkin kami bisa membiarkan orang keluar dan masuk seenaknya dari kediaman Ducal.”



Mendengar perkataan ini, Nyonya Ducal pun berdiri dan pergi menghampiri Peter di ruang baca dengan emosi.



Sepertinya Peter tahu kalau dia akan datang, jadi dia sengaja menunggunya.



Begitu Nyonya Ducal melangkah masuk, ekspresi wajahnya yang dingin meminta penjelasan pada Peter.



“Peter, semalam kamu sudah berjanji, maka kamu harus memberikan sebuah penjelasan padaku dan pada Marry!”



"Membiarkan mereka pergi adalah penjelasan yang paling baik!”



Peter menatap dirinya, suaranya terdengar mantap, sepertinya dia sudah memikirkan kalimat ini begitu lama dan sudah memperkirakannya.



Wajah Nyonya Ducal terlihat tidak senang, lalu dia membalas dengan ketus, “Mereka telah melukai Marry, tapi kamu malah membiarkan mereka pergi begitu saja, apakah ini yang kamu sebut penjelasan? Peter, aku tidak terima cara penyelesaianmu!”



Seluruh kata-kata yang diucapkan oleh Nyonya Ducal, Peter sudah bisa menebaknya.



Lalu dia bertanya dengan wajah suram, “Apakah kamu benar-benar tidak tahu kenapa anak-anak itu melukai Marry?



“……” Apa maksudnya, kenapa dia malah balik bertanya?



“Kalau diperiksa dari awal, memang Marry yang salah! Dia sendiri yang mencari gara-gara!” Bentaknya dengan marah.



Lalu Peter melanjutkan, “Jika kamu dan keponakanmu masih ingin tinggal di sini, lebih baik kamu diam dan melupakan masalah ini. Jangan ganggu Cindy dan anak-anaknya lagi. Anggap saja itu balasan yang pantas kalian terima.”



Nyonya Ducal menatap Peter dengan tatapan penuh kecewa.



Ternyata Peter sudah mengetahui semuanya. Mau tidak mau dia dan Marry hanya bisa pasrah, tidak berani berkutik dan mengusik Cindy serta anak-anaknya lagi. Daripada mereka harus kehilangan kehidupan nyaman dan diusir menjadi gembel.



Kemudian Nyonya Ducal berjalan keluar.


__ADS_1


Peter membela Cindy karena Agata.



Cindy adalah anaknya dan Agata, seumur hidupnya dia selalu merasa bersalah telah meninggalkan Agata karena perjodohan keluarga. Hanya saja dia tidak punya pilihan saat itu.



Cintanya terhadap Agata tidak bisa tergantikan oleh apapun!



Peter diam-diam menghela napas melihatnya pergi.



Zenitsu segera menghampiri Nyonya Ducal dengan tergesa-gesa.



Dia pasti datang karena masalah Cindy.



“Ma, apakah kamu yang memaksa mereka pergi?”



Nyonya Ducal melirik Zenitsu sekilas, kalau bukan karena dia yang membawa siluman rubah itu kesini, mana mungkin masalah ini akan terjadi, dan membuat dia kerepotan.



“Kenapa? Apa kamu ingin mencari dan membawanya kembali?” Nyonya Zenitsu bertanya dengan geram.




Nyonya Ducal tersenyum dingin, “Kamu jangan coba-coba memfitnah diriku, aku sama sekali tidak memaksanya pergi, dia sendiri yang diam-diam pergi tengah malam, kalau tidak percaya tanyakan pada ayahmu.”



Setelah mendengar itu, Zenitsu segera pergi menghampiri ayahnya.



“Ayah kenapa kamu mengusir Cindy dan anak-anaknya?” Tanya Zenitsu.



“Aku hanya melindunginya. Lagi pula dia tidak mencintaimu. Dia sudah memiliki suami. Dia sudah pergi bersama suami dan anak-anaknya, jadi kamu tidak perlu menganggunya lagi.”



Peter sebenarnya sudah tahu kenapa Cindy dan Zenitsu berpura-pura di depan mereka. Semua itu karena Zenitsu ingin mendapatkan kedudukan sebagai Tuan Ducal, karena Zenitsu sebenarnya sudah tahu jika Cindy adalah anak Peter dan Zenitsu bukan anak kandungnya. Jadi jika dia menikahi Cindy, dia akan mendapatkan kedudukan itu.



Peter juga mengetahui alasan Cindy tinggal di kediaman Ducal. Semua itu hanya untuk mencari ayah kandungnya, sehingga dia menerima semua pengaturan Zenitsu.



Sejak awal kedatangan CIndy , Peter sudah merasa curiga dia memiliki motif tersembunyi dan lagi Cindy sangat mirip dengan Agata, jadi dia menyuruh seseorang untuk menyelidiki serta mencari Master Indrajaya untuk bertanya tentang Agata dulu karena dia adalah orang yang paling dekat dengan Agata saat itu. Baru saat itulah Peter mengetahui jika saat dia meninggalkan Agata, dia sedang mengandung. Cindy adalah anaknya dan Agata.

__ADS_1



Anak buah peter bahkan menemukan informasi jika Zenitsu pernah berusaha mencelakai Rendy, suami Cindy agar mati karena kecelakaan pesawat. Hanya saja Rendy menyadari lebih dulu dan tidak jadi naik ke pesawat itu dan saat ini menyamar sebagai pengawal Cindy.



Karena itu Peter ingin melindungi Cindy.



Zenitsu sama sekali tidak percaya.



Ternyata Rendy belum mati dalam kecelakaan pesawat yang sengaja dibuatnya.



Setelah itu, Zenitsu berbalik dan pergi.



Sementara itu Cindy, Rendy serta Bimo bersiap-siap membawa keempat bocah tersebut pergi dari hotel.



Setelah sampai di rumah, keempat anaknya segera bermain bersama, meninggalkan Cindy dan Rendy berdua.



Mungkin mereka berempat sangat rindu dengan rumahnya yang damai, tidak seperti di kediaman Ducal.



Sementara Bimo sedang membantu membereskan barang-barang mereka.



Kemudian Rendy berkata pada Cindy, “Apakah kamu masih ingin mencari ayah kandungmu? Aku sudah menemukan Master Indrajaya, jika kamu mau aku bisa mengatur pertemuan untukmu.”



Lalu Cindy menjawab, “Aku pikir tidak masalah untuk tahu ayah kandungku atau tidak. Setelah mengingat kita bisa bersama lagi, itu sudah cukup bagiku. Aku sudah cukup bahagia bersama denganmu dan anak-anak. Masa lalu biarkan berlalu, lebih baik kita jalani hidup kita yang sekarang.”



Rendy merasa sangat terkejut dengan ucapan Cindy.



Padahal sebelumnya Cindy sangat ingin mencari siapa ayah kandungnya sampai rela tinggal di kediaman Ducal dan membuat dirinya dan anak-anak berada dalam bahaya.



Rendy menjadi lega.



Akhirnya Cindy bisa melupakan masa lalu dan kedepannya mereka berenam bisa hidup bahagia bersama.



(TAMAT.)

__ADS_1


__ADS_2