Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Tidak mau membicarakannya


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


Rendy pergi ke kamar anaknya, ia melihat kedua anak itu dan menghela nafas, dua anak ini bahkan tidak bisa pura-pura tidur.


Ia meremas pantat kecil bobby dan adrian.


Kedua anak kecil menahan rasa sakit dan tetap menutup mata.


"Kalian tidak bisa berpura-pura tidur seperti ini, pasti bakal ketahuan dan diusir oleh mami kalian"


"Daddy, kamu gak mau pergi?"


"Daddy, apakah kamu mau nginep juga?"


"Tidak! daddy cuma mau nunjukin pada kalian pura-pura tidur yang benar" rendy tidak ingin mengaku pada anaknya.


Rendy menutup kamar dan mengajari mereka berdua dengan sabar pura-pura tidur.


Melihat Kedua anak sudah mengerti.Rendy menginstruksikan mereka berpura-pura tidur di depan maminya nanti.


Ketika rendy pergi, bobby menyeret adrian ke kamar shelly dan shella."Kanyaknya kita harus mengajak mereka pura-pura tidur juga"


"Kenapa?" adrian merasa heran.


Bobby tersenyum nakal."Coba kamu pikir, kalau shella dan shelly tidur di kamar mereka, pasti daddy dan mami bisa tidur bersama, kan?"


"Itu masuk akal sih"


Mereka berdua segera ke pergi ke kamar dan memberikan tugas untuk berpura-pura tidur.


Shelly sangat setuju untuk berpura-pura tidur, ia telah di janjikan paha besar dan makanan enak, rendy akan mengajaknya makan besar.


Shella sedikit ragu-ragu,tapi, akhirnya bersedia bekerjasama karena rendy sudah mencarikan studio lukis terbaik untuknya.


Setelah selesai, bobby dan adrian kembali ke kamarnya, lalu keempat anak mulai tugas mereka pura-pura tidur.


Cindy selesai bersih-bersih di dapur dan berjalan ke ruang tamu, ia mengerutkan keningnya saat melihat anak-anaknya tidak ada suara dan bermain.


Jam segini biasanya anak-anaknya bermain dengan gembira, kenapa sekarang tidak mendengar apapun?


Karena penasaran pergi ke ruang mainan, ternyata kosong, tapi mainan masih berserakan.


Keluar dari ruang mainan melihat rendy berbaring di sofa dan memainkan ponselnya. Cindy bertanya padanya."Dimana anak-anak?"


Rendy meliriknya dan menggelengkan kepala.


"Tidak tahu"


Kemudian cindy pergi ke kamar adrian dan bobby, melihat kedua anaknya sudah menutup mata dan tidak bergerak.

__ADS_1


Tidur?


Kenapa dua anak ini tidur lebih awal?


Ia berjalan ke samping tempat tidur, menyelimuti tubuh mereka, lalu pergi dengan perlahan.


Kedua putrinya biasanya tidur larut malam, cindy memutuskan untuk pergi ke kamar putrinya.


Begitu masuk Expresi wajahnya terkejut.


Kenapa mereka Juga sudah tidur?


Tumben mereka berdua tidur seawal ini.


Cindy khawatir mereka tidak enak badan dan bergegas menyentuh dahi putrinya,tapi, mereka berdua tidak demam.


Ada apa ini? kenapa keempat anaknya kompak tidur lebih awal?


Cindy juga menyelimuti mereka dan keluar Secara perlahan.


Dengan penasaran berkata pelan pada rendy.


"Aneh banget, tumben anak-anak tidur seawal ini"


Rendy terbatuk."Normal bagi anak-anak tidur awal dan terlambat"


Tapi shella dan shelly tidak pernah tidur seawal ini.


Rendy dengan santai mengangkat bahunya.


Saat ini rendy berpikir,kedua anak perempuan itu, ternyata sangat pengertian.


"Anak-anak sudah tidur, ayo bicara"


Cindy sedikit gugup berjalan dan duduk di sampingnya,apa yang ingin dikatakan rendy padanya?


"Tuan adiguna,aku sangat berterimakasih padamu atas bantuan untuk perusahaan amanda"


Rendy tersenyum tipis."Kita sudah bicarakan masalah bisnis di kantor, sekarang kita bicarakan hal lain"


"Hal lain? tuan adiguna,kamu ingin membahas soal apa?"


Sebenarnya rendy ingin mengetahui kondisi cindy, setelah dirinya meninggalkan villa mawar.


Bagaimana kehidupannya di keluarga amanda?


Ia ingin mengetahui posisi dirinya di hati cindy?


Tapi, rendy bingung,mulai darimana membicarakannya.


Cindy selalu menutup mulut tentang masa lalunya.


"Sebelum kamu mendapatkan perusahaan amanda, aku ingat ayah dan ibu tirimu membuatkan makam untukmu padahal kamu belum meninggal, mereka pasti memperlakukanmu sangat buruk,kan?"


Mendengar rendy menyebutkan tentang masa lalunya,hati cindy merasa menegang.

__ADS_1


Ketika itu adalah masa-masa terburuk dalam hidupnya, dadanya terasa sesak.


"Tuan adiguna,kenapa kamu tiba-tiba menanyakan hal ini?"


"Aku cuma bertanya saja"


Senyum pahit muncul di hati cindy.


Di masa-masa sulit cindy selalu teringat dengan lelaki masa kecilnya.


Kekuatan dan kehangatan lelaki itu memberikan dirinya ketenangan dan keberanian untuk menanggung semuanya.


Cindy berharap akan bertemu dengan pria masa kecilnya, tapi ia tidak pernah membayangkan akan bertemu dengannya lagi.


Anak laki-laki di masa lalunya adalah presdir dari perusahaan adiguna.Dan perbedaan mereka berdua bagaikan langit dan bumi.


Yang lebih penting lagi rendy menganggapnya wanita yang tidak berharga.


Tapi memang kesan yang diberikan cindy setelah kembali dari luar negeri memang buruk.


Semuanya itu membuat ilusinya hancur.


"Kamu tidak ingin berbicara tentang masalah itu?"


Melihatnya terdiam, rendy sengaja mengejar pertanyaannya.


Cindy menggelengkan kepalanya."Tuan adiguna, aku rasa tidak ada yang perlu di bahas tentang masa itu, ayo ngobrol tentang kamu saja"


Meskipun Cindy tidak mengeluh tentang masa sulitnya, rendy dapat melihat kesengsaraan hidupnya dari kedua matanya yang memerah.


Hati rendy ikut merasakan sakit.


"Kamu pengen tahu soal apa?"


Cindy berpikir sejenak."Tuan adiguna, orang sepertimu pasti menjalani kehidupan yang mulus dan tidak pernah menjalani masa-masa sulit, kan?"


Cindy merasa aneh, mengapa dengan status rendy yang tinggi bisa tinggal di villa mawar dan menjalani kehidupan yang buruk.


Rendy sedikit membeku dan mengerti apa yang ingin cindy ketahui.Ia memandang serius wajahnya."Aku juga pernah mengalami masa-masa buruk, anak dan cucu keluarga adiguna akan di hukum berat kalau membuat kesalahan, aku pernah dihukum oleh kakekku untuk tinggal di villa mawar dan menjalani kehidupan biasa-biasa saja seperti pelayan"


Dulu cindy berpikir rendy adalah anak dari bawahan keluarga adiguna, ternyata rendy tinggal di villa mawar karena menjalani hukuman.


Cindy tersenyum,lalu berkata." Sepertinya keluarga adiguna benar-benar ketat soal kedisiplinan"


"Apa kamu pernah tinggal di villa mawar sewaktu kecil?"


Pertanyaan rendy sangat mendadak, cindy mengepalkan tangannya diam-diam dan menggelengkan kepalanya.


"Aku tumbuh besar di keluarga amanda dan belum pernah kesana"


"--"


Rendy mengetahui cindy berbohong dan bersikap defensif padanya.Tapi, karena cindy tidak ingin menjawab, rendy tidak meneruskan pertanyaannya.


Rendy sudah memutuskan dalam hatinya, bahwa suatu hari nanti akan membuat cindy percaya lagi padanya.Sama saat masi kecil, gadis kecil itu selalu percaya padanya.

__ADS_1


Gadis kecil itu dulu sering bercerita jujur padanya dan mengatakan kesulitan hidupnya.


__ADS_2