
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
"Adrian,ayah akan menemani teknik peretasan, bagaimana?" rendy bertanya.
Tenik peretasan!
Ini adalah kesukaan bobby.
Ia mengangguk dengan semangat, saat mereka sedang berjalan ke ruang kerja, tiba-tiba ponsel rendy berdering.
Tetua adiguna yang meneleponnya, paman adrian sudah pulang ke dalam negeri,dan meminta membawa adrian untuk kesana makan bersama.
Adrian tidak suka berkumpul dengan mereka, rendy melihat anaknya dengan tatapan rumit.
"Ayah, ada apa?"
"Apa kamu ingin makan di tempat kakek?"
Kakek?
Mata bobby langsung berbinar saat mendengar kata kakek!
Ia tidak pernah bertemu dengan kakek dan sekarang ada kesempatan untuk bertemu,ini membuatnya senang hingga ingin melompat dan menari.
"Mau.. mau.. sangat mau"
"---" rendy merasa sangat aneh dengan sikapnya.
"Kamu benar-benar mau?"
"Tentu saja,apa kita akan pergi sekarang? perlukah aku ganti baju dan bersiap sebentar?"
"Tidak perlu ganti baju"
Rendy mengamati adrian dari atas sampai ke bawah, putranya tetap paling tampan dan keren.
Mobil rendy melaju dengan stabil, lalu berhenti di kediaman kakek.
Turun dari mobil bobby mengikuti rendy berjalan menuju ruang tamu.
Mengamati hiasan dan dekorasi villa gunung batu, ia sangat menyukainya.
Ini adalah hiasan dekorasi yang mewah dan alami.
Tempat ini sangat bagus,menunggu setelah ia tumbuh besar dan menghasilkan uang, ia ingin membangun rumah yang hampir sama dengan ini untuk di hadiahkan untuk mami.
Begitu masuk pandangan orang-orang kepada mereka berdua.
Bobby merasa sedikit tidak nyaman.
Mengapa semua orang menatapnya seperti itu, ia juga bukan panda yang imut.
"Oh! bocah kecil ini, sudah sangat menghargai pamannya untuk bersedia datang, ini sangat langka"
Kata anton adiguna, ia adalah adik kandung dari rendy! lalu ia berjalan ke depan bobby.
__ADS_1
"Karena adrian begitu nurut, biarkan paman beri pelukan,oke?"
Ternyata paman.
Melihat paman yang begitu senang, bobby membungkuk memberi hormat."Halo paman"
Gerakannya membuat anton tercengang.
Memanggilnya paman dengan inisiativ sendiri saja sudah membuat anton takjub.
Dan sekarang adrian membungkukkan badan dengan begitu ramah!
Ia ingin tahu,sebenarnya apa yang akan dilakukan keponakannya ini? yang selama ini adian menganggapnya musuh.
"Ini.. "
Tidak hanya anton, semua orang disini merasa terkejut.
Pada hari biasa tidak perduli anton ingin bersahabat dengan adrian,anak ini hanya akan menampakkan wajah dingin dan di tambah dengan berkata kasar padanya.
Mengapa hari ini sikapnya berubah 180 derajat?
"Adrian. sini,ke samping kakek" dengan wajah ramah dan suara lembut, Harris adiguna memanggilnya.
Bobby menganggukkan kepala, berjalan ke depan harris, lalu tersenyum dan menyapa.
"Halo kakek"
"Halo!" harris mengulurkan tangannya dan memegang tangan kecil bobby.
"Adrian, kamu mau apa, suka apa, katakan pada kakek, selama kamu suka, kakek akan berikan semua padamu"
Bobby menggelengkan kepalanya.
"Iya! aku sudah punya segalanya di rumah,ayah sudah persiapkan semua untukku,tidak kurang apapun, terima kasih kakek"
Saat berbicara terus menatap harris, wajahnya terlihat tulus.
"Sejak kapan anak ini menjadi begitu dewasa? sebelum aku pergi ke luar negeri, anak ini menatap keluarga ini seolah berhutang 200 milyar kepadanya,kakak,bagaimana kamu cara mengajarinya,mengapa begitu cepat sudah menjadi orang yang baru?" Anton berdiri sambil menggaruk-garuk kepala, ia ingin Meminta petunjuk rendy.
Rendy menatap adiknya."Aku tidak mengajarinya"
"Tidak mengajari, terus bagaimana bisa ada perubahan sebesar ini?"
"Putraku adalah anak yang luar biasa"
"""____"""
Rendy menatap adiknya dengan sombong.
Kedua mata anton terus mengamati adrian yang sedang dekat dengan kakek, ia merasa ada yang aneh.
Bocah ini, apakah benar-benar sudah berubah menjadi dewasa?
Ada bagusnya, setidaknya kedepannya musuhku berkurang satub atau mungkin bisa berteman baik.
"Kakek,perutku sudah lapar! kapan makannya?"
"Segera"
Begitu harris berkata pelayan membawa makanan ke ruang makan.
__ADS_1
Sekeluarga duduk mengelilingi meja.
Melihat satu meja penuh dengan makanan lezat, bobby diam-diam menelan air liurnya.
Ia belum pernah melihat hidangan-hidangan ini sebelumnya.
Matanya berbinar,anton sengaja mengambil kepiting terbesar lalu dikupas dan diberikan ke bobby.
"Ayo makan"
"Terima kasih paman"
"Tidak perlu berterima kasih,aku sangat senang melayanimu"
Selesai berkata anton mengambil piring, ia berniat mengambilkan makanan untuk bobby.
"Makan yang banyak,kamu beritahu paman suka makan apa?"
"Aku... " melihat meja penuh dengan makanan lezat,bobby teringat kepada shella,shelly dan maminya.Mereka belum pernah makan makanan semeawah ini.
Betapa bagusnya, kalau bisa membawa pulang untuk mereka,sikecil rakus pasti makan dengan lahap.
"Katakan, katakan dengan tegas ! laki-laki tidak boleh ragu, pria di keluarga adiguna tidak boleh memiliki kebiasaan ini" anton memberi semangat.
"Semua hidangan ini sangat lezat, aku ingin membawanya sedikit"
Bawa pulang?
Kata-kata ini membuat rendy merasa terkejut.
"Kamu suka makan apa, setelah pulang nanti aku akan menyuruh orang dapur untuk memasaknya secara khusus untukmu"
Di masak khusus hanya ada paling dua hidangan, bobby ingin membawa banyak jenis makanan pulang, agar mami dan adiknya bisa mencicipinya.
Bobby menggaruk-garuk kepalanya."Aku merasa semuanya enak"
Begitu bobby selesai berkata,harris segera memberi perintah. "--"
Anton sangat terkejut."Ayah, persiapan ini untuk menyambut kepulanganku, sekarang langsung tidak boleh makan,dan membiarkan semua hidangan di bawa pulang oleh adrian,ini terlalu berlebihan bukan?"
"Diam! selama adrian suka, kenapa tidak boleh?"
Rendy juga sangat terkejut.
Rendy sedang ingin mencelupkan udang ke sambal,tiba-tiba hendy berteriak."Letakkan! semuanya tidak boleh makan"
Rendy meletakkan udang kembali, lalu saling pandang dengan anton.
Bobby merasa terkejut dengan harris yang tidak masuk akal ini,karena memanjakan adrian, bobby dalam hati merasa iri dan cemburu dengan adrian.
Selanjutnya nenek menyuruh orang dapur untuk membungkus semua makanan di meja, semua diberikan pada adrian untuk di bawa pulang.
"Kalau dari awal tidak makanan disini,mending aku tidak usah pulang, aku bahkan belum makan dari sebelum naik pesawat" anton menjadi kesal.
"Kalau begitu kamu pergi saja! kamu sudah tidak muda dan belum punya istri, bahkan pacar saja tidak punya,dasar tidak berguna, melihatmu saja aku sudah kesal"
"___"
Situasi macam apa ini?
Anton tercengang, sebelum adrian datang,ia tidak diperlakukan seperti ini,dan sekarang tiba-tiba berubah drastis.
__ADS_1
Sebelumnya memperlakukan ia seperti tamu, ramah dan sekarang mengusirnya pergi!
Anton merasa kesal,sejak awal ia sudah merasa curiga dengan perubahan musuh kecilnya,jeleknya mungkin sudah direncanakan, agar ia tidak memakan makanan disini.