
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Linda berdiri menghampiri bobby."Adrian,cepat katakan pada ayahmu, aku tidak mengatakan semua itu"
Bobby bergegas berlari di belakang punggung rendy, ia menunjukkan wajah ketakutan.
"Supir juga dengar kok! dia bilang tidak ada gunanya mengadu pada ayah,dan dia juga bilang akan mengirimku ke rumah kakek nenek"
Supir!
Ternyata anak ini sudah menyiapkan rencana dari awal.
Rendy langsung menyuruh pelayan memanggil supirnya linda,wajahnya menakutkan."Kalau kamu berani berbohong sedikit saja, kamu akan tanggung akibatnya, seharusnya kamu tahu cara kerjaku"
Suaranya tidak keras, namun penuh kekuatan dan ancaman.
Supir linda buru-buru berlutut di lantai, badannnya gemetaran.
Sang supir menceritakan semua tanpa ada detail yang lewat,bahkan sikap linda dua hari lalu juga di ceritakan.
Kaki linda sudah gemetaran, sambil menundukkan kepala, tidak berani melihat wajah rendy.
Akhirnya linda merasa pasrah dan tidak berdaya, di dalam mimpi pun tidak pernah membayangkan akan di kalahkan oleh anak kecil.
Bobby baru mengerti, mengapa adrian mengingatkan harus hati-hati dengan wanita berbisa ini.
Ia benar-benar wanita yang bermuka dua dan jahat.
Rendy menatap tajam linda, ia teringat dengan ucapan cindy, tidak boleh membiarkan wanita seperti linda mengantar jemput adrian.
Waktu itu mengira cindy berbicara omong kosong.
Kelihatannya ia telah salah, omongan cindy benar adanya!
Linda sudah ketakutan, ia berfikir sudah tidak mungkin membersihkan namanya lagi.
Ia berinisiatif meminta maaf, berharap rendy mau mengampuni dirinya
"Rendy, maaf, ini semua salahku,semua ini, karena aku tidak berfikir panjang"
"Linda, aku telah salah menilai dirimu, rupanya kamu bersikap buruk di belakangku" rendy berkata dengan marah.
"Rendy, aku minta maaf, aku memang salah, namun sikap adrian padaku kamu juga seharusnya sudah melihat, aku tidak bisa menahan diri, barulah aku memarahi seperti itu,
rendy, aku bersedia meminta maaf pada adrian, aku berjanji, hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, aku jamin"
Linda tidak berani menatap wajah marah rendy yang menakutkan.
Menjamin?
__ADS_1
Rendy mendengar seperti bercanda,lalu tersenyum dingin."Aku tidak perlu jaminanmu, setiap kata-katamu yang mengancam adrian, maka keluarga baker harus membanyar dengan kehilangan satu proyek yang ada"
Satu kata mengancam dan harus di ganti 1 proyek?
Kalau begitu, keluarga baker akan...
"Rendy, hanya beberapa kata saja, masak kamu akan membuat keluarga baker hancur"
Bukankah hanya beberapa kata?
Kedengarannya sangat mudah diucapkan!
Rendy tertawa mengejek."Tenang saja,itu semua tergantung pada keberuntungan keluarga baker akan bangkrut atau tidak"
Satu kata darinya,bisa membuat bangkrut keluarga baker!
Linda langsung panik,kalau ayahnya tahu dirinya membuat masalah, ia tidak akan berani bertemu dengannya.
"Rendy,aku mohon... aku mohon padamu"
"Pergi"
Rendy mengelus kepala bobby, lalu melanjutkan makan.
Bobby sangat puas dengan hasilnya.
Kelihatannya ayah sangat memanjakan adrian, dan sekarang telah membuat wanita itu menyesal dan mengerti, apakah mengadu pada ayah akan berguna atau tidak?
Bobby menjulurkan lidahnya kepada linda yang menangis terduduk di lantai.
Linda sempat melihat bobby mengejeknya dengan lidahnya, ia ingin sekali merobek wajah setan kecil ini.
Akan tetapi ada rendy, mana mungkin dirinya berani.
Linda merasa menangis disini tidak ada gunanya, ia pergi meninggalkan villa gerhana dengan hati hancur.
Selesai makan rendy mengajak anaknya ke ruang baca, adrian mengulurkan tangannya minta di gendong.
Rendy dengan senang hati menggendong anaknya ke ruang baca.
"Ayah, aku tidak ingin bibi baker mengantarku lagi ke sekolah"
"Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan dia mengantar jemput kamu lagi" rendy mengelus kepalanya untuk menenangkan.
Masalah ini benar-benar luput dari pantauannya,ia tidak meyangka linda akan berbuat seperti itu dan melukai hati anaknya.
Bobby memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekatkan mami dan daddy."Ayah, aku ingin mama yang mengantarku ke sekolah"
Rendy langsung suram, begitu mendengar kata mama, wanita itu telah berbohong padanya beberapa kali.
Kalau bukan karena adrian, ia sudah membuangnya di kolam buaya.
"Adrian, besok biar paman,atau bimo yang mengantarmu ke sekolah bagaimana?"
Bobby mengetahui sekarang ayahnya tidak akan setuju, ia tidak mengungkitnya lagi,kalau semakin di ungkit ayah akan semakin benci ibunya.
__ADS_1
Kelihatannya harus mencari cari lain untuk menyatukan papa dan mama!
Bobby tidak bisa mengambil keputusan, biarkan adrian sendiri yang memilihnya.
Melihatnya diam rendy berkata."Aku memberimu waktu satu hari untuk berfikir"
Di sisi lain.
Disekolah bobby, adrian mengikuti pelajaran pertama.
Guru menyuruh untuk melatih otak untuk berfikir dan melatih kekuatan tangan.
Bagi adrian bermain lego adalah salah satu keahliannya.Ia berhasil membuat sebuah mobil balap dalam waktu yang cukup cepat, bahkan membuat boneka ayah dan ibu, ini benar-benar menyejukkan hati.
Shelly menatap adrian kagum, lalu memujinya.
"Bobby, kamu sangat hebat"
Adrian menundukkan kepala dan tersenyum, skill aktingnya yang bagus atau shelly yang terlalu polos.
Shella juga dibuat kagum dengan kecepatan tangan bobby memainkan lego, ia merasa bobby lebih cepat dari biasanya.
Yang membuatnya pangling adalah bobby biasanya menyukai bentuk robot, namun hari ini membuat orang-orangan dan mobil balap.
Dalam perlombaan kali ini"bobby" mendapat juara pertama dan mendapatkan sekotak cookeis rasa stroberry.
Mata besar shelly tidak lepas dari kotak tersebut, ia menelan air liurnya.
"Bobby, biskuit ini sepertinya enak?"
Melihat adiknya yang bertingkah seperti kucing rakus, adrian tertawa."Panggil aku kakak, aku akan memberikan padamu sebagian"
"Kakak?kenapa aku harus memanggil kakak?"
"Aku kan memang kakakmu" adrian berkata penuh kepastian.
Meskipun penasaran, shelly yang ingin memakan cookies,langsung memanggil dengan manis."Kakak"
Adrian membuka bungkus cookies dengan bahagia, ia memberi shelly dan shella tiga potong biscuit.
"Dia kan tidak memanggil kakak, kenapa juga dapat?"
Mendengarnya, shella segera memangil."Kakak, kakak, kakak"
Shelly terkejut, ia tidak menyangka shella akan berusaha keras untuk mendapatkan biscuit.
Mereka berdua mendapat tiga bagian, adrian memberikan sisanya pada anak-anak yang lain.
Anak-anak yang mendapat bagian cookies berbagi makanan pada shelly, shella dan adrian.
Adrian merasa gembira bisa mencicipi makanan dari anak-anak yang lain.
Shelly merasa bahagia mendapatkan makanan gratis yang bermacam-macam."Terima kasih kakak"
Dan saat ini adrian merasa sedikit iri dengan bobby, di sekolah pelita harapan adrian tidak pernah bermain dengan anak-anak yang lain, sedangkan disini tidak hanya bermain bersama, masih saling berbagi makanan dengak teman sekelasnya,ia merasa sangat senang.
__ADS_1