Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
pergi ke makam yang salah


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Saat membahas tentang kakek buyutnya bobby terus memujinya.


Shella sampai mengambil kesimpulan."Mmmm! berarti kakek buyut adalah orang yang baik"


"Apakah kamu ingin bertemu dengannya?"


"Tidak, aku hanya bertanya saja"


Bobby dan adrian kembali ke villa gerhana dan membicarakan akupuntur pada kakek buyutnya. Kakek buyut tertawa."Kalian berdua masih kecil, bagaimana bisa mengetahui tentang akupuntur?"


"Kakek buyut, waktu nenek sakit punggung, mami memberikan akupuntur padanya dan hasilnya manjur"


"Iya, apakah kakek pernah mendengar tentang dokter jenius Chloe?"


Kakek berpikir sejenak dan mengangguk.


"Apakah ibu kalian dokter jenius Chloe?"


"Iya kakek buyut, mami adalah dokter jenius Chloe"


Kakek buyut terkejut, ia tidak menyangka wanita yang melahirkan kedua cicitnya adalah seorang dokter jenius yang terkenal.


Bobby menghela nafas."Sayang sekali padahal akupuntur mami bisa menyembuhkan banyak orang, tapi daddy tidak memberikan kamar yang lain untuk mengobati pasien"


Kakek buyut menegur keras rendy karena tidak memberikan kamar tambahan pada cindy.


"Kamu seharusnya mendukung dia untuk melakukan perawatan dan penyembuhan pada orang-orang sakit,beri dia beberapa kamar tambahan, jika suatu hari villa mawar menjadi terkenal, itukan bagus"


Rendy sendiri tidak perduli dengan villa mawar terkenal atau tidak.Ia marah karena cindy memanfaatkan anak-anaknya untuk memohon pada sang kakek.


Saat sampai di villa mawar langsung ingin mengusirnya.


"Kalau kamu ingin kamar banyak, aku bisa memberikan padamu, asalkan kamu pergi dari villa mawar"


"Tuan adiguna,kenapa kamu ingin sekali mengusirku dari villa ini?"


"Karena seseorang"


"Siapa?" cindy cukup penasaran.


"Seorang wanita"


"Wanita seperti apa?"


"Emang ada hubungannya denganmu?" rendy bersikap dingin.


Cindy menggelengkan kepala."Tidak, aku hanya tanya saja"


"Cindy, kenapa kamu ingin sekali tinggal disini?"


"Karena... seseorang"


"Siapa?"

__ADS_1


"Seorang pria"


Apakah wanita ini sengaja menirunya."Siapa? bukan aku kan?"


"Bukan kamu, orang itu memperlakukanku dengan baik"


Orang itu sangat baik, hingga dikepung dan dipukuli oleh beberapa orang.


Ketika mendengar ini rendy mengira cindy mengada-ada.


Bagaimana bisa ada seorang pria yang memperlakukan dia dengan baik bisa berhubungan dengan villa mawar?


Villa mawar ini milik keluarga adiguna.


Dulu kakeknya yang membangun villa ini dengan kerja kerasnya. Rendy menatapnya infil.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"


"Kamu pinter sekali omong kosong"


"---"


Aku mengatakan yang sebenarnya.


"Tuan adiguna,biar bagaimanapun aku tidak mau pindah dari villa ini dan sediakan tempat untukku untuk melakukan akunpuntur"


Rendy hanya memandangnya sekilas dan pergi keluar.


Di malam hari setelah menidurkan kedua putrinya cindy berdiam diri di ruang tamu.


Tiba-tiba ponselnya berdering.


"Cindy, ini aku gerard" ayahnya cindy.


"Cindy, beberapa hari lagi peringatan kematian ibumu,aku ingin kamu pulang dan membicarakan sesuatu"


Cindy menjadi sakit kepala.Ibunya selalu mendukung gerard untuk membuat beberapa prestasi dan bahkan mengambil sumber daya dari perusahaan kakek.Dan apa yang telah terjadi pada ibunya membuat cindy mengambil banyak pelajaran.


"Cindy, bagaiamana?"


"Ayah, kamu mau ngomong apa?"


"Kamu sekarang hidup nyaman bersama tuan adiguna, kan? kamu juga harus memikirkan kami dan meminta tolong pada tuan adiguna untuk menjadikan perusahaan bangkit lagi"


"Tapi, jawab dulu pertanyaanku"


"Apapun akan aku jawab"


"Aku mau tahu, bagaimana ibuku meninggal?"


"Cindy, kamu tahu sendiri,ibumu meninggal karena sakit"


"Sakit! kamu pikir aku percaya.Kamu dan asnia ingin aku dan ibuku cepat meninggal, jadi waktu membeli kuburan untuk ibuku, kamu juga membeli untukku dan bahkan sudah menaruh batu nisan.Bagaimana ada ayah yang begitu kejam sepertimu?"


"Cindy, semua itu hanyalah salah paham, waktu itu aku tahu kamu belum mati dan membawa kam pulang"


Cindy tidak mau mendengarkan pembelaan ayahnya.Ia mematikan telepon.


Ia teringat fotonya batu nisan di sebelah makam ibunya.Ia dulu menghancurkan foto di batu nisan dengan marah.


Karena cindy belum mati untuk membuat citra perusahaan tetap baik tidak bisa mengusirnya dan menjadikan sebagai pelayan.

__ADS_1


Lima hari kemudian.


Setelah mengantar anak-anaknya ke tk, cindy membeli bunga favorit ibunya dan membawa ke kuburan untuk mengenang kematian ibunya.


Tiba-tiba mobilnya mogok di tengah jalan dan menambah suasana buruk di dalam hatinya.


Setengah jam kemudian mobilnya sudah di perbaiki oleh perusahaan perbaikan mobil.


Saat sampai di kuburan dan membawa bunga masuk ke komplek pemakaman.Ia berpapasan dengan rendy.


"Tuan adiguna, kebetulan,apakah kamu datang untuk berziarah?"


Rendy tidak menjawabnya dan pergi dengan wajah dinginnya.


Saat sampai di makam ibunya, ia melihat bunga di makam milik dirinya sendiri.


Dia teringat sebelum pergi keluar negeri setiap tahun saat peringatan kematian ibunya.Seorang pasti menaruh bunga di makam miliknya.


Siapa yang gigih menaruh bunga disitu?


Tapi dirinya masih hidup dan sehat. Orang itu pasti salah menaruh bunga pada makam.


Memang makamnya tidak ada nama dan foto. Mungkin orang itu salah menaruh bunga.


Lain kali harus datang lebih awal dan mengetahui siapa yang menaruh bunga di makamnya.


Setelah mendoakan ibunya cindy pergi.


Saat sampai di villa mawar melihat rendy sedang membuat karangan bunga dan tidak pergi ke perusahaan.


Melihat rendy yang tampak sedih dan murung pasti ada hubungannya dengan kunjungannya di makam hari ini.


Tapi, bagaimana mungkin keluarga konglomerat membeli kuburan kumuh seperti itu?


Mungkin orang itu bukan berasal dari keluarga adiguna.


Entah siapapun orang itu, cindy merasa harus menjauhi rendy yang sedang dalam suasana hati yang buruk.


Setelah berganti pakaian, cindy memutuskan untuk menemui ayahnya dan asnia.


Bagaimanapun kondisi keluarga ayahnya tidak sebaik sebelumnya.Villa mereka sekarang hanya kecil dan kumuh.


Mungkin villa sebelumnya sudah disegel oleh bank sebagai jaminan.Begitu memasuki rumah asnia menatapnya dengan permusuhan.


"Cindy, apakah kamu sudah ziarah ke makam ibumu?"


"Sudah, kamu tidak pergi kesana kan? lagipula ibuku juga tidak ingin bertemu denganmu"


"Cindy, kamu jangan keterlaluan,aku dan ibumu adalah suami istri dan aku berencana pergi sore ini"


"Aku bisa membuat keluarga ini bangkit lagi, tapi aku punya syarat"


"Katakan"


"Perusahaan harus menjadi milikku, aku mulai sekarang menjadi pemilik sah perusahaan"


"Apa?" asnia melotot padanya.


"Dasar serakah, kalau kamu menjadi pemilik sahnya,semua perusahaan akan menjadi milikmu dan semua akan menjadi milikmu, dasar tidak punya perasaan.Ayahmu tidak memiliki apa-apa lagi, dasar wanita lacur"


Cindy mengambil buah apel yang berada di meja dan melemparkan ke arah asnia.

__ADS_1


Jika asnia tidak menghindar tepat mengenai wajahnya."Dasar wanita gila,kamu harus kasih dia pelajaran"


"Diam! jika kamu berbicara lagi, aku akan pergi dan tidak akan memberikan keluarga ini kesempatan" Cindy menatapnya dengan tajam


__ADS_2