
Setelah mengatakan demikian, dia berjalan keluar dari ruang tamu bersama keempat anak itu.
Cindy menatap punggungnya dan meliriknya dengan kesal.
"Siapa takut? Kamu pikir aku akan takut dengan ancaman seperti lempar ke kolam untuk beri makan pada ikan? Tidak mungkin!"
Karena dia sudah pernah melihatnya, kolam itu dangkal saja, orang tidak akan tenggelam. Di dalam juga tidak ada ikan besar, hanya ada sekelompok ikan kecil dan kura-kura berusia seribu tahun yang sedang merangkak.
Ketika memikirkan penampilan Rendy yang kesal itu, Cindy merasa bahwa dia akhirnya bisa melampiaskan amarah ini.
Setelah melampiaskan kemarahan ini dan menemukan tempat yang bagus, dia akan membawa keempat anak ini pergi, pergi jauh dari serigala berekor besar yang nakal ini!
Ketika memikirkan hal ini, dia tersenyum dengan bangga. Dia merasa bahwa Rendy berada di ketinggian satu kaki, dan dirinya berada di ketinggian setara dengan 10 kaki.
Bagaimanapun, dia tidak akan jatuh ke tangannya.
Tentu saja, kebanggaan ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja. Setelah menjawab telepon, hatinya runtuh mendadak.
Bella mempertimbangkan sepanjang malam sebelum meneleponnya.
Pertama-tama, dia mencoba untuk bertanya tentang hubungan antara dia dan Rendy.
Setelah mengetahui bahwa Cindy memiliki ide untuk berpisah dengan Rendy, Bella menyadari keseriusan dari masalah ini. Bella mengepalkan tangan dan mengambil keputusan, Bella memberitahu padanya tentang sebab dan akibat dari masalah tersebut.
"..."
"Bella, apa yang kamu bicarakan?"
Gerard masih hidup, Rendy sedang menyelidiki masalah ini?
Kok bisa?
Apakah daging yang berdarah dan mencolok itu bisa dipalsukan?
Bella ragu-ragu sejenak, "Kakak ipar, kamu, kamu jangan bilang aku yang sampaikan padamu, aku tidak dengar peringatan Anton, aku diam-diam bilang sama kamu punya. Kamu harus jaga rahasia ini!"
"Apakah benar?"
Dia masih tidak percaya.
"Benar!" Bella mengatakan dengan tulus, "Jika kamu tidak percaya, aku bisa sumpah. Kalau bohong, aku minum teh susu tanpa sedotan, kaleng minuman tanpa cincin tarik, makan semangka yang dalamnya penuh biji, masuk toilet tersumbat..."
"Oke, oke, aku percaya kamu!"
"Kakak ipar, Presdir Adiguna benar-benar sangat baik terhadapmu, kamu juga harus memperlakukan Presdir dengan baik. Jika tidak, kamu tidak punya hati nurani!"
Setelah menutup telepon, Cindy terus memikirkan kata-kata yang dikatakan Bella tadi.
Jika Gerard masih hidup, berarti selama ini dia salah paham dengan Rendy.
Tapi kenapa Rendy tidak mau menjelaskannya!
Ketika melihat apel yang digigit oleh Rendy berada di tong sampah, dia teringat bahwa dia tidak membiarkan Rendy makan malam dan beberapa hari yang lalu menggigitnya, dia tiba-tiba merasa bersalah.
Dia menjulurkan tangan dan menampar wajah diri sendiri.
Rendy membawa keempat anak pergi jalan santai. Memanfaatkan waktu ini, apakah dia masih memiliki kesempatan melakukan sesuatu untuk menebus dosa?
Di lantai bawah.
__ADS_1
Rendy menggandeng tangan Shelly yang gemuk dan kecil itu, menaiki tangga selangkah demi selangkah.
“Daddy, aku capek, aku mau gendong.” Ekspresi Shelly tampak cemberut dan bertingkah seperti bayi.
Rendy berjongkok, meletakkan tangan di pundaknya, menatapnya dengan penuh kasih sayang dari seorang ayah, dan mendorongnya, "Shelly , kamu pasti bisa! Tahan sebentar lagi. Setelah satu putaran ini, kita pulang tidur, oke?"
" kamu pasti bisa."
" semangat."
Kedua kakaknya, Adrian dan bobby juga ikut ayahnya untuk memberikan semangat pada Shelly.Sepertinya Shelly telah mendapatkan kekuatan, dia terdiam sejenak kemudian menganggukkan kepala dengan penuh semangat.
Dia terus mengingat tiga kata "dia pasti bisa", dia mengangkat kakinya yang besar dan memutar pinggangnya yang gemuk, kemudian menggandeng tangan Daddy yang hangat itu terus maju ke depan.
Pada saat berjalan kembali ke ruang tamu, wajahnya dipenuhi dengan senyum manis.
"Daddy, besok aku masih mau jalan santai."
"Oke, Shellybluar biasa!"
"Shelly sangat hebat."
"Shelly harus berjuang, kamu pasti bisa kurus."
"Terima kasih kakak."
Bobby dan Adrian tersenyum, Shella mengeluarkan kartu yang paling cantik dan memberikan kepadanya.
"Ini penghargaan dari kakak. Kamu berjuang selama tiga hari, kakak kasih kamu satu hadiah."
Shelly tiba-tiba merasa shella memperlakukannya dengan baik.
"Sayang! Ayo, kakak bawa kamu pergi tidur."
Ketika melihat dua putra dan dua putri berjalan kembali ke kamar tidur, Rendy tersenyum bahagia.
Setelah menoleh, dia melihat Cindy berdiri di pintu kamar tidur utama, senyuman yang ada di matanya tiba-tiba menghilang dan berubah menjadi ekspresi yang dingin.
Oh ya, dia belum menyelesaikan masalah itu dengan Cindy!
Cindy menundukkan kepala, berjalan ke arahnya seperti anak kecil yang telah melakukan kesalahan, dan tersenyum menyanjung padanya.
Rendy mengerutkan alis, penampilannya tampak terkejut.
Selanjutnya, Cindy mengulurkan tangan untuk menggandeng tangannya.
Perubahan dari sikap hingga tindakannya yang mendadak ini telah membuat Rendy merasa waspada.
Dia merasa ragu apakah ada sesuatu yang tersembunyi di tangannya, dan trik apa yang hendak dia lakukan?
Dia segera meletakkan tangannya di belakang dan menatapnya dengan waspada.
Pandangan ini membuat Cindybmerasa tidak nyaman.
Tapi, dia tidak peduli, siapa suruh dia yang salah paham dengan Rendy? Dia merasakan perlakuan seperti itu karena ulah diri sendiri!
"Apakah kamu lapar? Aku sudah siapkan hidangan yang lezat untukmu, aku bawa kamu pergi makan."
Rendy berkata dengan ekspresi yang dingin, "Masak satu panci bumbu ya?"
__ADS_1
Huft.
Tadi dia seharusnya tidak menyuruhnya untuk makan irisan jahe dan adas bintang.
"Tidak, aku janji."
Rendy tercengang, mengangkat kakinya dan mengikutinya. Rendy ingin melihat bagaimana cara Cindy mempermainkannya.
Dia berjalan ke ruang makan, Cindy meletakkan sup ubi wolfberry dan dua lauk yang sudah siap masak di depannya.
"Makanlah selagi panas! Kalau kamu tidak suka, aku buatkan yang lain lagi."
Ketika melihat tampilan Cindy yang begitu rendah hati, Rendy terus menatap makanan yang berada di depannya.
Hal itu tidak wajar, pasti ada sesuatu yang aneh.
Apa yang ingin dia lakukan?
Rendy mengambil sendok sup dan mengaduk sup itu dengan hati-hati. Sup itu tampak normal, tidak mirip ada campuran sesuatu. Dia mencicipinya, rasanya murni dan keterampilan memasaknya lumayan bagus.
Hanya saja--
"Mengapa tiba-tiba begitu baik denganku? Katakan padaku apa alasannya."
Jika tidak bertanya, dia tidak bisa makan dengan tenang.
Mata Cindy terus berputar, dia menatapnya dengan penuh kasih sayang, "Kamu adalah ayah dari anakku, aku wajib memperlakukan kamu dengan baik."
"Sebelumnya aku juga merupakan ayah mereka, kenapa sebelumnya kamu tidak memperlakukan aku dengan baik?"
"..."
Cindy tercengang ketika mendengar pertanyaan ini.
Bella sudah memperingatkannya untuk tidak mengeksposnya, jadi masalah terkait dengan kesalahpahaman ini lebih baik tidak dibicarakan lagi!
Cindy sedang berpikir ingin mengatakan alasan apa.
Cindy menarik napas dalam-dalam, menunjukkan wajahnya yang cantik dan menatapnya dengan malu-malu, "Hmm, kalau aku bilang bahwa aku tidak bisa kontrol, dari lubuk hati ingin memperlakukan kamu dengan baik, tidak ada yang bisa menghentikannya, apakah kamu percaya?"
Tidak bisa mengontrolnya.
Lalu, tidak bisa menahan diri untuk bersikap baik padanya.
Perbedaannya terlalu besar!
Rendy tersenyum dingin, tentu saja dia tidak mempercayainya, tetapi dia juga tidak bertanya lagi. Orang-orang pada mengatakan bahwa hati seorang wanita itu sangat dalam, tidak peduli sikap Cindy berubah karena hal apa, dia merasa sangat senang Cindy dapat bersikap demikian terhadapnya.
"Oke, kali ini aku percaya kamu dengan terpaksa."
Selesai berbicara, dia menikmati makanan lezat yang telah dimasak oleh cindy dengan serius.
Setelah mandi, keduanya berbaring di atas tempat tidur.
Cindy tiba-tiba teringat dengan masalah yang berhubungan dengan Gerard, Bella mengatakan bahwa Rendy sedang menyelidikinya, tidak tahu apakah dia telah menemukan sesuatu.
Berdasarkan rasa ingin tahu yang tinggi ini, dia ingin bertanya kepada Rendy secara tidak langsung, tetapi dia takut akan mengekposkan Bella, jadi dia sembarangan mengarang sebuah alasan.
Dia batuk ringan dan menatapnya dengan serius, "Semalam aku mimpi Gerard, dia bilang padaku bahwa dia belum mati, dia masih hidup. Menurutmu, apakah hal ini benar?"
__ADS_1