Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
.........


__ADS_3

Tidak apa-apa kalau Rendy tak mau bilang, dia bisa mencoba cari tahu dari Bimo.



Memikirkan hal ini, dia melangkahkan kaki untuk keluar.



Segera setelah dia mengambil dua langkah, tiba-tiba terdengar suara magnetik dari Rendy.



"Jangan lacak Marry lagi, dia tidak punya guru akupuntur! Dan ... Zenitsu bukan anaknya Peter."



"Apa?" Cindy sangat terkejut.



Dia tiba-tiba teringat Peter pernah mengatakan bahwa posisinya tidak akan menjadi milik Zenitsu.



Saat itu dia tidak mengerti kenapa Peter berkata demikian. Sekarang dia baru mengerti. Ternyata Zenitsu bukan anak kandung Peter, bukan anggota keluarga Peter.



Tepat ketika dia sedang merenung, Rendy berbalik dan melangkah ke hadapannya, menatapnya dengan dingin.



“… Zenitsu sudah menargetkanmu sejak lebih dari setahun yang lalu!” Kata-katanya ini penuh makna.



Cindy bingung dan kaget.



Zenitsu menargetkannya sejak lebih dari setahun yang lalu?



Kenapa?



"Setahun lebih yang lalu, kamu dan Zenitsu pernah bertemu?"



Cindy dibuat tercengang oleh pertanyaan Rendy. Setelah dipikir dengan cermat, dia masih tidak bisa mengingat kapan dan di mana dia bertemu Zenitsu.



Tatapan Rendy membeku. Suaranya yang lembut terdengar dingin, "Pertemuan itu meninggalkan kesan yang dalam pada Zenitsu, itu sebabnya dia ingin menikahimu, benar?"



"..."



Cindy menggelengkan kepalanya.



Pertemuan apaan, kesan apaan. Setelah berusaha mengingat kembali, dia sama sekali tidak ingat adanya kejadian semacam ini.



Melihat Cindy diam, Rendy mengira dia mungkin memiliki sesuatu yang tak terkatakan.



Cindy menjauhinya, berjaga jarak dengannya, dan merahasiakan hal-hal darinya. Semua ini kemungkinan besar ada hubungannya dengan Zenitsu.



Mungkin terdapat masa lalu di antara mereka yang tidak dia ketahui.



Jadi, Cindy mungkin benar-benar telah jatuh cinta pada Zenitsu.



Kalau begitu--



Apa yang harus dia lakukan?



- Menyerah?



Begitu pikiran ini keluar, jantungnya seolah jatuh ke dalam jurang maut, napasnya menjadi agak cepat.



Merestui wanita yang dicintainya dengan pria lain terlalu sulit baginya. Dia merasa dia tidak bisa melakukannya.



Bagi dia yang sangat posesif, wanita yang dicintainya hanya boleh menjadi miliknya untuk selamanya!



Dia mengangkat garis pandang, melihat Cindymengepalkan tinju, berbalik dan pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi.



Dia harus memikirkan apa yang harus dilakukannya?



Rendy pergi secara diam-diam. Ketika Cindy tersadar kembali dan mengangkat kepala untuk melihatnya, hanya terlihat punggung yang sudah menjauh, tampak kesepian.



Kata-kata Rendy barusan sepertinya salah paham tentang hubungan antara dia dan Zenitsu?


__ADS_1


Tidak, tidak sama sekali.



Jika Rendy benar-benar berpikir begitu, maka ini sungguh kesalahpahaman besar.



Oleh karena itu, dia harus mencari tahu sesegera mungkin mengapa Zenitsu menargetkan dirinya sejak lebih dari setahun yang lalu.



Pertanyaan ini – harus ditanyakan langsung kepada Zenitsu. Dia mau tahu apa yang akan dikatakan Zenitsu.



Tanpa ragu, dia melangkah dan berjalan menuju kediaman Zenitsu.



Zenitsu sedang duduk linglung di ruang kerja. Dia berpikir kapan Cindy akan menerimanya?



Sekarang Cindy tinggal di mansion, dekat di sisi Peter. Entah akan terjadi apa lagi ...



Cindy memasuki pintu, membuyarkan lamunan Zenitsu. Zenitsu segera berdiri, mengesampingkan kekhawatirannya, memasang senyuman menawan di wajah.



"Cindy, aku punya banyak urusan dalam beberapa hari ini, sehingga aku tidak sempat mencarimu. Apa kamu dan anak-anak lainnya nyaman dengan rumah ini?"



Nyaman.



Hanya saja dia dan beberapa anak lainnya diusik oleh Marry beberapa kali.



Dia percaya anak-anaknya akan membalaskan dendam ini berkali-kali lipat.



Oleh karena itu, dia pun tidak bermaksud memberitahukan hal-hal sepele ini kepada Zenitsu.



Ada urusan yang lebih penting!



Dia memasang senyuman juga, "Nyaman, semuanya baik-baik saja."



"Baguslah. Kamu harus menganggap ini sebagai rumahmu sendiri. Ke depannya ini juga akan menjadi rumahmu."



"..."




Tapi dia tidak akan bersamanya! Ini juga tidak akan menjadi rumahnya.



Dia terbatuk dengan canggung, beralih ke topik lain, "Zenitsu, apakah kita pernah bertemu di suatu tempat lebih dari setahun yang lalu?"



Zenitsu menatapnya. Setelah berpikir sejenak, dia menggeleng-geleng.



"Kenapa kamu bertanya demikian? Lebih dari setahun yang lalu, aku tidak ingat kita pernah bertemu."



Cindy mengernyit. Kalau tidak pernah bertemu, kenapa Rendy bisa mengatakan bahwa Zenitsu telah menargetkannya sejak lebih dari setahun yang lalu?



Apakah Rendy mendapatkan informasi yang salah atau Zenitsu memiliki rahasia yang tidak bisa diberitahukan kepadanya?



Melihat Zenitsu mencicipi teh dan tidak berani menatap langsung ke arahnya, Cindy tahu bahwa Zenitsu pasti merahasiakan sesuatu darinya.



Karena Zenitsu tidak mau mengatakannya, maka tidak ada gunanya dia bertanya lagi.



Setelah berbasa-basi sejenak, Cindy beralasan bahwa dia harus menjaga anaknya, kemudian dia pun keluar.



Melihat punggung Cindy yang menjauh, mata Zenitsu melotot dalam.



Dia memang pernah bertemu dengan Velina lebih dari setahun yang lalu. Ketika dia menemukannya, dia pernah berpikir untuk membawanya kembali ke rumah Peter.



– Dengan demikian, dia bisa memberikan kejutan kepada Peter!



Tapi ketika dia tahu tujuan sebenarnya mengapa Peter mau mencarinya, dia berubah pikiran.



– Dia tidak akan membiarkan siapa pun menggantikan posisinya.



Daripada menunda dan khawatir terlalu lama, hubungan antara mereka harus dipastikan secepatnya.

__ADS_1



...



Cindy kembali ke kediamannya sambil melamun. Begitu dia memasuki halaman, terlihat keempat anaknya sedang berkumpul dan berbisik.



Mereka sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang besar.



"Apa yang kalian inginkan untuk makan malam?"



Pertanyaannya yang tiba-tiba ini mengejutkan keempat anak di depan.



Shella menatapnya dengan kaget, "Mami, kami sedang mendiskusikan hal-hal besar."



"Mami, rencana balas dendam telah direncanakan. Rencana akan segera dilaksanakan. Pada saat itu, dendam kita akan terbalaskan semua."



Cindy langsung mengerti bahwa anak-anak ini masih mendiskusikan rencana untuk mengusik Marry.



"Kalau begitu mami tidak akan mengganggu kalian. Mami lihat apa yang bisa dimasak untuk makan malam nanti."



"Mami, saya rasa mami harus menyiapkan semeja hidangan mewah dan lezat untuk menyemangati kami."



Suara yang datang dari belakang membuat Cindy terperangah kaget.



Alasan keterkejutannya adalah: Dia merasa kata-kata ini seharusnya dikatakan oleh Shelly yang merupakan pecinta makan. Tapi sekarang malah Adrian yang mengajukan permintaan itu?



Dia menoleh, melihat Adrian, lalu melihat Shelly yang berkedip dengan mata sebening bintang.



Shelly tampak bingung dengan tatapan maminya yang kaget.



Dia berpikir bukan dirinya yang mengajukan permintaan itu, tapi kenapa mami menatapnya dengan tatapan seperti itu?



Terlebih lagi, apa pecinta makan tidak boleh kelelahan makan di suatu saat, dan apakah Adrian tidak boleh mengidam makanan lezat di suatu saat?



Kenapa mata mami terus berbolak-balik di antara mereka?



Setelah Cindy yakin dia tidak salah dengar, dia menatap Anaknya dan bertanya, "Adrian, kamu mau makan apa biar mami masak."



Adrian menyebutkan banyak makanan, tapi sepertinya semua itu makanan favorit shelly.



Sebelumnya gara-gara Shelly merusak baju Shella, Shella memaksanya menyerahkan semua makanan ringannya. Karena mengidam makanan, Shelly menggambar banyak makanan di kertas untuk memuaskan diri secara psikologis, hal ini kebetulan dilihat oleh Adrian



Jadi, dia berharap Shelly bisa makan makanan lezat hari ini.



Wajah tembem Shelly dipenuhi kekagetan saat mendengar Adrian menyebut satu demi satu makanan yang diinginkannya.



Kebetulan sekali, apa yang diinginkan Adrian merupakan semua makanan kesukaannya.



Setelah mendengarkan semua yang disebut Adrian,Cindy mengerti bahwa Adrian melakukan ini untuk Shelly.



Tak disangka, Adrian adalah abang yang begitu memanjakan adik.



Anak ini benar-benar cuek di luar dan ramah di dalam. Wanita yang beruntung untuk bisa menjadi istri Adrian pasti akan sangat bahagia karena selalu dimanjakan.



"Mami akan memasaknya sekarang."



Adrian mengangguk.



Shelly menjulurkan lidah kecilnya, berjalan ke arah Adrian, "Abang, kamu baik sekali, aku suka kamu."



"..."



Pengakuan ini membuat Adrian sedikit malu. Senyum muncul di wajahnya yang selalu tampak keren.



Shella terlihat cemburu. Dia menoleh ke arah Bobby, "Bobby, kamu abangku, bisakah kamu baik padaku juga?"

__ADS_1


__ADS_2