
Cindy yang memegang barang curian di tangannya, seperti tikus, berharap tidak ada yang melihatnya dan tidak ada yang menyapanya.
Akhirnya, dia kembali ke kamar dengan panik, begitu meletakkan kotak itu di lemari, dia mendengar Roni kembali dari jalan-jalan santai dengan keempat anak.
“Mami——”
“Mami——”
“Mami aku mau mandi”
“……”
Cindy segera keluar kamar, dan Shelly langsung memeluk kakinya minta dimandikan.
“Sini mami mandiin.”
Cindy memegang tangan gemuk yang lucu berjalan ke kamar tidur mereka, dan mengabaikan Roni seperti udara.
Sikap Cindy membuat Roni terheran-heran, sebegitu tidak ingin melihat dia?
Roni mengerutkan kening, berpikir sambil menatap punggung Cindy yang berjalan beberapa meter tiba-tiba menoleh menatapnya, lalu dengan cepat memalingkan wajahnya.
Roni merasa ada yang tidak beres, tatapan dan responnya …… sangat aneh.
Cindy memandikan Shelly dan Shella lalu merasa gelisah melihat perut buncit Shelly.
Ingin membiarkan Shelly makan apa pun yang dia inginkan, tapi khawatir makan terlalu gemuk akan mempengaruhi kesehatannya.
Untungnya Shelly tidak rakus, dia tahu menahan diri.
“Mami, beberapa bulan lagi aku kurus.”
Tangan gemuk Shelly menepuk perut buncitnya, sambil tersenyum pada Cindy.
Cindy kut tersenyum sambil menyentuh perut buncitnya, “Kalau kurus, Kamu bisa lebih sehat.”
“Roni juga bilang begitu, dulu daddy juga bilang begitu.” Begitu mengungkit Rendy. Shelly, “Mami, kapan daddy pulang?”
“……”
Jantung Cindy seperti mau copot, melihat tatapan berbinar Shelly.
Tapi Cindy menekan kesedihan di hatinya, terus berbohong padanya, “Sebentar lagi daddy pulang, nanti daddy bawa Shelly panjat gunung ya?”
Shelly mengerutkan kening dan mengangguk.
Entah kenapa Shella menghela napas, bergumam sebentar lagi sebentar lagi, perkataan ini hanya untuk membujuk anak-anak.
Kalau tidak, kenapa tidak kunjung melihat daddy pulang?
Cindy diam seribu bahasa melihat Shella bergumam, dan terus memandikan Shelly.
Setelah memandikan dan menidurkan mereka berdua, Cindy berjinjit keluar dari kamar, dan kembali ke kamar sendiri.
Cindy duduk di tempat tidur, menahan rasa sedih di hatinya sambil mengingat sorot mata Anaknya, saat mengungkit Rendy.
Cindy bangkit, saat membuka lemari mengambil piyama, dia melihat kotak yang dia ambil dari Roni.
Cindy menaruh piyamanya kembali, mengambil kotak itu duduk di tempat tidur mengamatinya dengan cermat.
Bagaimana cara membuka ini?
“Sebenarnya apa kata sandi kotak ini?”
Cindy bergumam sambil mencoba berulang kali.
Roni kembali ke kamarnya, saat membuka laci ingin mengambil sesuatu, ia menyadari kotaknya hilang.
Roni memicingkan mata dan hatinya berdegup kencang.
Siapa yang mengambil kotaknya?
Roni berpikir, kotak itu seharusnya hilang di saat sedang makan malam hingga dia kembali ke kamar.
Setelah terdiam beberapa saat, tiba-tiba ada sebuah adegan terbesit di benaknya.
Saat membawa anak-anak pulang dari jalan-jalan, dia melihat Cindy menatapnya dengan tatapan aneh.
Setelah melirik sekilas, Cindy pergi dengan gelisah.
Aneh sekali.
Jangan-jangan pencurinya dia?
Roni berjalan keluar kamar.
__ADS_1
Cindy yang sudah mengutak-atik cukup lama, tidak kunjung bisa membukanya.
“Kata sandi apa yang dipakai Roni, kenapa begitu susah!”
Kesabaran habis, amarah memuncak!
Cindy mendesah marah, meletakkan kotak itu kembali ke lemari, merasa tempat itu tidak aman dan takut Roni mengetahui dia yang mencurinya, bukankah usahanya akan sia-sia?
Cindy berpikir sejenak, meletakkan kotak itu di tempat yang aman.
Kemudian mengambil piyama ke kamar mandi. Suara air mengalir deras, sosoknya yang berdiri di bawah pancuran tampak kesepian.
Mau tidak mau mengingat adegan ketika Rendy membantunya mandi.
Cindy memejamkan mata, seolah merasa Rendy tepat berada di depan mata. Tapi tidak bisa dijangkau.
Jika tahu seperti ini, lebih baik biarkan dia membantunya mandi beberapa kali.
Tidak.
Jika tahu begini, Cindy tidak akan membiarkan Rendy pergi ke negara k.
Sayangnya, tidak ada jika.
Setelah keempat anaknya tumbuh dewasa dan memiliki keluarga masing-masing, Cindyvakan pergi mencarinya.
“Rendy, tunggu aku!”
……
Setelah mandi, Cindy mematikan lampu dan berbaring di tempat tidur.
Saat mau tidur, Cindy merasa ada suara di kamar, “Siapa?”
Jawaban yang di dapat hanyalah keheningan ruangan.
Setelah mendengar dengan seksama tidak ada suara, Cindy yang gugup mencurigai dirinya salah dengar.
Saat mengantuk, Cindy merasa ada yang menyentuhnya, “Siapa?”
“Tsst, kamu lagi mimpi.”Terdengar suara rendah dan seksi seperti memiliki sihir hipnotis.
“Mimpi……”
Ternyata mimpi.
Pria itu membelai pipinya, tersenyum sinis, “Mencuri itu akan dihukum.”Suara ini lembut dan dalam.
Setelah itu, mulai menghukumnya karena mencuri barang.
……
Keesokan hari.
Cindy merasa tubuhnya seperti ditabrak mobil.
Sangat susah duduk, dan matanya tiba-tiba membelalak besar.
Anj1r, jelas-jelas dia memakai piyama, kenapa sekarang tel4nj4ng?
Tidak hanya telanjang, bahkan ada banyak bekas ******.
Bekas sebelumnya belum hilang, sekarang……
Apa yang terjadi?
Cindy mengingat kembali apa yang terjadi tadi malam, tapi tidak bisa mengingat apa-apa.
Dia mengamati ruangan dengan seksama, samar-samar dia ingat saat mau tidur, ada suara di kamar……
Apakah ada orang masuk?
Setelah tidak menemukan apa-apa, Cindy segera berpakaian dan memeriksa kamar.
Tidak ada yang ditemukan.
Cindy merasa sangat aneh kejadian ini terulang kembali.
Tampaknya perlu mengambil beberapa tindakan.
Cindy memutuskan untuk memasang CCTV.
Mencari seorang petugas profesional, memasang CCTV di pagi hari.
Setelah selesai, CIndy pergi ke perusahaan. Bahkan sengaja mengeluarkan kotak Roni yang dia curi tadi malam.
__ADS_1
Memutuskan untuk mencari tukang kunci profesional untuk membukanya, Cindy percaya bisa segera mengetahui apa yang tersembunyi di dalam.
Gudang Anggur Kozy.
Zenitsu berdiri di depan jendela, matanya memandang ke kejauhan.
Setelah terdiam beberapa saat, tiba-tiba menoleh memandang manager, “Kamu tahu cara mengejar wanita?”
Mengejar wanita.
Manager tercengang, buru-buru mengingatkan, “Tuan, biasanya wanita yang mengejarmu sampai tidak sempat menghindar, kenapa hari ini tiba-tiba tanyakan ini?”
Ya.
Dulu, ada ribuan wanita menggunakan segala macam cara untuk masuk dalam pelukannya.
Zenitsu tidak hanya acuh, bahkan ingin menendang mereka jauh-jauh, tapi hari ini, ia tiba-tiba menanyakan pertanyaan ini.
Dia juga merasa aneh.
“Tuan muda, kamu ingin kejar siapa?”
“Cindy .”
Manager yang mendengar nama ini tersenyum, “Tuan muda, kupikir kamu jatuh hati pada wanita mana, ternyata pada nona Cindy yang tidak bisa kamu dapatkan.”
“Aku 100% tulus padanya.”
Manager: “……”Benarkah yang kamu katakan?
“Pergi sana, cari Mentor cinta ajari aku.”
Mentor cinta.
Masalah percintaan masih butuh mentor?
Entah kenapa manager memandangnya sambil berpikir sejenak, tidak peduli tuan muda tulus atau tidak, nona Cindy harus segera ditaklukkan.
Mungkin saja dengan bantuan dewa, bisa segera membantu tuan muda mencapai tujuan!
Manager menelepon banyak orang, akhirnya memilih satu dari sekian banyak orang yang berpengalaman tentang cinta.
“Tahukah kamu apa yang harus dilakukan?”
“Tidak tahu.”
“Bantu tuan muda kami dapatkan wanita yang dia kejar, selama tuan muda kami mencapai tujuan, aku akan memberimu imbalan.”
Selesai mendengar manager berbicara, mata orang itu berbinar, benaknya penuh dengan imbalan banyak uang. Demi beberapa kata ini, dia bersedia menerima pekerjaan ini!
“Tenang saja, aku ahlinya, sejujurnya pengalamanku cukup banyak.”
“Baguslah, ayo ikut aku temui tuan muda.”
Manager membawa orang ini ke hadapan Zenitsu dan Zenitsu memandangnya, merasa tampangnya sangat tidak profesional.
“Kenapa cari orang seperti ini?”
Manager menjelaskan, “Tuan muda, orang seperti ini, bertahan di antara seratus bunga, dia sudah melihat wanita apa pun, bahkan sudah merasakan semua jenis bunga, pengalamannya sangat banyak!”
Zenitsu ragu, agar dirinya tenang dia memutuskan untuk mengujinya.
“Kamu tahu cara mengejar wanita?”
Orang ini sangat percaya diri, “Aku ahlinya! Mengejar wanita itu seperti merayu wanita, proses merayu wanita itu seperti proses dirayu wanita. Jadi, pertama-tama kamu harus sangat memahami wanita ini, mengetahui apa yang disuka dan dibencinya, baru bisa biarkan dia bersedia kamu rayu, dan barulah taklukkan dia.”
“……”Zenitsu yang tidak berpengalaman dalam cinta, mendengar dengan seksama, merasa apa yang dikatakan cukup masuk akal.
Zenitsu yang tidak memiliki cara apa pun, memutuskan untuk mencobanya.
Mendengar Zenitsu setuju mempekerjakannya, orang ini senang kegirangan.
Tidak disangka, pengalaman menghabiskan uang untuk merayu wanita pada suatu hari bisa menghasilkan uang.
Hidup ini penuh kejutan.
“Ceritakan situasi nona Cindy padanya, biarkan dia menulis strategi untuk mengejar wanita.”
Perintah Zenitsu memandang manager.
Strategi?
Tuan muda sungguh serius melakukan sesuatu, hal seperti ini langsung dipraktikkan saja, ingin menulis strategi untuk dipelajari lebih dulu?
“Baik tuan muda.”
__ADS_1
Manajer membawa mentor cinta keluar dari ruangan, dan kegembiraan tergambar jelas di wajah Zenitsu.
Cindy, kali ini aku datang dengan persiapan, tidak takut tidak bisa taklukkan kamu!