
“Bukankah ada Shella? Percayalah padanya, dia pasti bisa merias Roni seperti daddy.”
“Tapi, nanti daddy pulang marah enggak lihat dia?”
“Kalau daddy pulang kita kasih dia uang, suruh dia pergi.”
Adrian berpikir sejenak, melihat tatapan kabur mami, merasa itu ide yang bagus.
Adrian melambaikan tangan pada Roni, dan Roni berjongkok, lalu berbisik padanya, “Bisakah kamu bersikap baik pada ibuku tanpa ada maksud jahat?”
Roni menatapnya, seolah tidak mengerti apa yang dia katakan.
Adrian menjelaskan, “Daddy terus dinas tidak pulang, mami kami sangat rindu padanya, saat malam kami sering melihat mami diam-diam meneteskan air mata. Kamu anggap bantu kami saja, untuk sementara gantikan daddy kami temani mami, biarkan mami bahagia. Setelah daddy kami pulang kamu baru pergi, kami akan beri kamu uang, ok?”
Sekalipun tidak pergi, mami juga tidak akan jatuh hati padanya.
Adrian merasa, si Roni tidak mengancam posisi daddy.
Ada kilatan kebingungan di mata Roni. Tapi ada semacam kekhawatiran pada Cindy.
Bobby melihat kekhawatirannya, berbisik di telinganya untuk tenang, semua ini akan diatur oleh dia dan Adrian, biarkan dia melakukan apa yang mereka katakan.
Bobby berkata, “Mami, kami ingin dia jadi pengawal kami, lindungi kami.”
“Mami, tolong setujulah.”
Pengawal.
Shelly mengedipkan mata besarnya, “Kulihat paman ini pasti bisa takuti orang jahat.”
Shella juga membantu di samping, kalau bisa biarkan Roni menjadi pengawal, Dirinya bisa praktekkan make-up nya pada Roni.
Selama bisa membuat wajahnya yang mengerikan dan menakutkan terlihat tampan, tekniknya meningkat ke tahap lebih tinggi.
Mengingat anak-anak sering menanyakan kapan Rendy kembali, Cindy merasa ada seseorang yang bisa menemani keempat anak ini mungkin bisa mengalihkan perhatian mereka, agar mereka tidak setiap saat menanyakan kepulangan daddy mereka, mungkin ini ide bagus, Cindy mengangguk setuju.
“Maukah kamu jadi pengawal anak-anakku? Gaji bisa dibicarakan.”
Roni mengangguk.
“Terima kasih, aku janji gajinya tidak akan kecewakan kamu.”
Roni mengangguk lagi.
“Baguslah, mulai sekarang, paman kamu ikut kami.”
“Paman, nanti pulang aku dandan wajahmu.”
“Paman, kamu bisa Taekwondo? Nanti pulang temani aku latihan Taekwondo, ya?”
Roni mengangguk lagi.
Anak-anak menggandeng tangannya, senyum bahagia muncul di wajah kecil mereka.
Cindy yang mengikuti dari belakang merasa sedih, membayangkan betapa baiknya kalau dia adalah Rendy.
Sayangnya.
__ADS_1
Takdir manusia dipermainkan.
Berita anak-anak menggandeng Roni dan pergi ke mall, segera menjadi trending topic.
Orang yang mengambil gambar hanya mengambil bagian belakang Roni, yang sangat mirip dengan Rendy.
Untuk sesaat, situasi bergejolak.
Hendy dan Agnes melihat trending topik itu dan menjadi sangat bersemangat.
“Rendy ? Putraku?”
“Pakaiannya tidak mirip, kenapa Rendy pakai pakaian lusuh seperti itu?”
“Bajunya tidak sama tapi punggungnya sama, enggak bisa aku harus telepon Cindy tanyakan yang jelas.”
Agnes berdiri, berpikir sejenak, “Tidak, tidak, lebih baik aku lihat sendiri benar bukan putraku? Apakah Rendy sudah kembali!”
Setelah itu, dengan semangat mengajak Hendy pergi melihat bersama.
Bella dan Anton juga sangat terkejut, sambil bergumam melihat foto-foto yang diperbincangkan, apakah itu Kakaknya?
“Aku lihat mirip.”
“Mirip enggak boleh, harus sama.”
“Sama? Kalau mau pastikan iya atau bukan, harus lihat wajahnya baru bisa.”
“Lihat wajah? Begini, aku telepon Bobby, tanyakan mereka dimana, terus kita pergi ke sana lihat.”
Anton mengambil hp, menelepon Bobby.
Pada saat yang sama.
Vani juga membaca trending topik, dirinya terkejut seperti melihat hantu.
“Di-dia hidup lagi?”
“Enggak, aku lihat bukan dia! Dengan selera Rendy dan kualitas hidupnya, pakaian yang dikenakan pria ini sangat biasa, Rendy tidak akan pernah memakainya.”
“Bukan? Tapi kamu lihat punggung ini……”
“Punggung bisa tunjukkan apa, harus lihat wajah!”
“Kalau begitu, ayo pergi lihat?”
“Tidak usah, ada orang yang lebih cemas dari kita, kita ke Pantai Kapuk.”
Iya, Hendy dan Agnes pasti tidak sabar ingin memeriksa kebenaran, kita tunggu kabar saja.
“Ayo pergi.”
Villa Royal Garden.
Shella menarik tangan Roni, ingin meriasnya.
Roni tidak keberatan dan membiarkannya meriasnya.
__ADS_1
Ketiga anak, mereka bertiga menatap tanpa berkedip, sambil memberikan Shella beberapa kosmetik
Mereka semua ingin melihat apakah Roni bisa terlihat tampan setelah dirias.
Setelah dirias lebih dari satu jam, wajah Roni berubah total.
Shelly tercengang ketika melihatnya.
“Waa, ini Roni atau daddy?”
“Benar-benar mirip daddy.”
“Shella, sayang sekali tidak manfaatkan make-up kamu dengan baik, nanti setelah dewasa harus jadi make up artis, kalau enggak sayang sekali bakatmu.”
Melihat mereka bertiga memuji dirinya, Shella tersenyum bangga.
“Enggak bisa hanya kalian bertiga yang bilang mirip, harus biarkan mami lihat, mami bilang mirip baru bisa!”
“Iya, biarkan mami lihat, lihat mami terkejut tidak.”
Ada tatapan bingung di mata Roni, tapi dia tetap berdiri dengan sangat kooperatif.
Kedua menarik tangannya, mengetuk pintu kamar Cindy.
Saat ini, Cindy sedang berbaring melihat hp, melihat foto Rendy satu per satu.
Mendengar suara ketukan pintu, Cindy segera menyimpan hp-nya, membukakan pintu.
Saat dia membukanya, wajah yang dia nantikan siang dan malam muncul di depan matanya, wajah Rendy.
“Rendy, ka-kamu sudah kembali?”
Cindy melihat wajah ini dengan heran. Tiba-tiba seperti mimpi. Ia sangat gembira seperti jatuh ke awan.
Melihat keheningannya, Ia mengerutkan kening, menyentuh pipinya.
Tiba-tiba, suara tawa keempat anak terdengar di telinganya. Cindy menghentikan tangannya, melihat keempat anak berjongkok di bawah, menatapnya.
“Mami, riasan Shella hebat enggak? Apakah kamu melihatnya seperti daddy?”
riasan。
Dia?
Cindy seketika bangun dari mimpinya, matanya sayu, wajahnya dipenuhi kekecewaan.
Bukan Dia .
Dia Roni.
Cindy tiba-tiba menjadi cemas, meneriaki Shella, “Siapa yang ijinkan kamu rias dia seperti ini? Lain kali enggak boleh rias dia seperti ini lagi! Daddy kalian hanya ada satu, bukan dia!”
Setelah itu, air matanya mengalir, berbalik ke kamar, mengunci pintu.
Kegembiraan sesaat hilang dalam sekejap, sesingkat kembang api.
Kebersamaan bersama Rendy sebelumnya muncul dibenaknya bertubi-tubi seperti banjir, membuatnya tidak berdaya.
__ADS_1