
Cindy berpikir sejenak, kemudian menggelengkan kepala.
Rendy tiba-tiba berdiri, menatap lurus ke arahnya dengan mata yang serius dan berjalan selangkah demi selangkah ke arahnya.
Cindy merasa tidak terbiasa dengan kontak sedekat itu, dia sengaja berdiri dan bersembunyi di samping.
"Presdir Adiguna, sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?"
Ketika Cindy selesai berbicara, tiba-tiba ada sebuah tangan yang besar menariknya secara mendadak.
Dia berbalik, dalam waktu sekilas, dia hampir tumbang di atas meja dan dilindungi oleh tangan besarnya.
Ketika melihat wajah tampan Rendy dari jarak yang begitu dekat di depannya, hati Cindy tiba-tiba berdebar- debar.
Apa yang ingin dia lakukan?
"Kamy curi gen aku, bagaimana hitung masalah ini?
Hah?"
Napas hangat menyebar di telinga, terasa agak gatal wajah Cindy langsung memerah.
"Apakah kamu ingin buka kartu lama? Aku Sudah berikan Bobby padamu, apa yang kamu inginkan lagi"
Rendy mengerutkan bibirnya, senyuman tipis muncul wajahnya yang tampan, kemudian bertanya.
"lya, sudah kembalikan Bobby padaku, bagaimarna dengan mereka berdua?"
Mereka berdua?
Ketika Cindy mendengar dia bertanya demikian,
matanya langsung melebar Apa maksud dari ucapan Rendy? Apakah yang dimaksud dia itu Shella dan Shelly ?
Dia, apakah dia sudah tahu?
Kok bisa?
Hatinya tiba-tiba bedebar kencang, terdapat
kepanikan di dalam matanya.
"Merasa bersalah ya?" Setelah menangkap perubahan pada ekspresinya, jari-jari ramping Rendy membelai pipi putihnya dengan lembut.
Sekujur tubuh Cindy gemetaran, dia berusaha untuk mengendalikan dirinya, pura-pura seperti tidak mengerti maksudnya.
Ketika Rendy melihatnya berpura-pura bodoh, dia menabraknya dengan kuat. Cindy yang ditahan di bawah itu sudah berdebar-debar,
"Jika kamu tidak mau bilang dengan jujur, aku akan paksa sampai kamu akui."
Setelah mengatakan demikian, dia mengulurkan jari jari tanganya yang ramping dan hendak membuka kancing pakaiannya.
Cindy buru-buru menghentikannya.
"Presir Adiguna, ini adalah kantor, tidak baik kalau dilihatin orang."
Rendy melirik ke luar, menarik kembali pandangannya, dan menjawab dengan tidak setuju, "Aku tidak peduli"
"Kamu tidak peduli, tapi ini adalah kantor dan
perusahaanku, aku peduli! Jika nanti seseorang masuk dan melihat adegan ini sangat memalukan"
__ADS_1
Tetapi sepasang tangan Rendy tidak bisa tenang dan terus berkeliaran di sekitar tubuhnya dengan nakal.
Sepanjang jalan menyalakan api, dan Cindy segera menyuruhnya untuk berhenti.
"Rendy, apa yang ingin kamu lakukan?"
"Aku ingin selesaikan masalah dengan kamu"
Ketika mengatakan demikian, dia mengeluarkan hasil tes DNA dan menunjukkannya pada Cindy.
Cindy langsung tercengang.
Mana mungkin Rendy akan melakukan tes DNA?
"Cindy, kamu diam-diam bawa anakku pergi dan terus menipuku. Kamu katakan saja, bagaimana kamu menebusku?"
Cindy terkeput sesaat, kemudian dia mendorongmya dengan kuat.
"Presdir , selesaikan masalah bukan begini, aku besarkan ketiga anakmnu sendirian, bagaimana kamu berterima kasih padaku!"
Rendy merasa sangat gembira ketika mendengar pengakuan darinya secara langsung.
Dia berpikir sejenak, "Kamu ingin aku berterima kasih padamu dengan cara apa?"
Hah?
Dia tidak berdebat dengannya, justru menyetujui untuk berterima kasih padanya?
Perubahan sikapnya sangatlah cepat!
Cindy tertegun sejenak, "Aku belum pikir, aku perlu waktu untuk pikirkan baik-baik."
"Dan aku tidak akan berikan shella dan shelly padamu Mereka berdua dibesarkan olehku dengan susah payah, mereka adalah nyawaku. Jika kamu ambil semua anakku, aku akan bertarung nyawa denganmu! Aku akan
Tatapan Rendy jatuh pada wajahnya yang keras kepala, menahan pupil matanya yang gelisah. Tiba-tiba, dia mengulurkan tangan dan menariknya ke dalam pelukannya dengan kuat, kemudian memeluknya erat-erat.
"Aku tidak akán suruh mereka pisah dengan kamu,Kamu belum terpikir bagaimana minta aku berterimna kasih padamu, aku sudah bantu kamu pikirkan"
"Mulai sekarang, aku, termasuk semua yang kumiliki akan menjadi milikmul"
Setelah dia mengatakan demikian, susana hati Cindy seolah-olah bercampur-aduk, tidak tahu rasanya seperti apa.
Suasana hati sangat kacau,Dia semakin mencurigakan bahwa dirinya sedang mimpi
Bahkan di dalam mimpi dia juga tidak berani.
memikirkan hal baik seperti itu akan menimpa pada dirinya.
"Aku akan gunakan sisa hidupku untuk perlakukan kamu dan anak dengan baik!"
Rendy mengatakan akan memperlakukan mereka dengan baik.
Dalam sekejap, air mata cindy langsung menetes. Setelah mabuk melakukan tindakan tidak senonoh dan cinta satu malam langsung memiliki empat anak..
Dia terus melarikan diri dan menghindar, dia sama sekali tidak berani berpkir untuk memintanya menebus kesalahan ini.
Tetapi ketika mendengarkan dia mengatakan
demikian, dia tetap merasa hangat.
Tampaknya semua tantangan dan penderitaan
__ADS_1
sebelumnya telah mendapatkan penghiburan.
Tapi, apakah dia memenuhi syarat untuk memberikan kesempatan pada Rendy?
Dia sama sekali tidak cocok dengannya!
"Rendy kita tidak cocok"
"Omong kosong! Kami adalah pasangan yang paling serasi di dunia!"
"Kedepannya jangan bilang kata seperti itu lagi, aku akan selesaikan semuanya, jangan- khawatir."
Cindy menyukainya, dia bisa merasakannya.
Dia tahu apá yang dikhawatirkan oleh cindy. Masalah orang tuanya dan yang lainnya, dia akan menyelesaikan semuanya!
Pantai Kapuk.
Hendy menatap Shelly dan Shelly dengan teliti. Mereka sama sekali tidak mirip dengan Rendy.
Dia mengerutkan kening dan menatap Agnes, "Tes DNA tidak ada masalah?"
"Bimo menjamin dengan kepalanya sendiri, tidak ada masalah!" Agnes menjawab dengan tegas.
Hendy berpikir bahwa hal ini sungguh tidak terduga, Cindy benar-benar melahirkan empat anak sekaligus?
Kesempatan seperti ini sangatlah kecil!!!
Tetua juga bergegas kemari setelah mendapatkan berita itu, dia tersenyum bahagia begitu memasuki ruang, Bobby dan Adrian segera mengelilingi dan memanggil Kakek buyut dengan senang hati.
Tetua sangat senang hingga bermain dengan mereka berdua.
Dia memuji mereka berdua cerdas dan lincah, mereka adalah anak-anak yang baik.
Kemudian percakapan tiba-tiba berubah, "Aku dengar aku tambah dua cicit perempuan lagi ya? Aku sengaja datang lihat."
Agnes membawa Shelly dan Shella ke depannya,seperti membawakan harta karun.
"Ayah, lihat, dua ini adalah putri cantik dari Rendy, Cicitmu yang cantik."
Tetua itu menatap Kedua cicitnya dengan mata yang bersinar-sinar, wajahnya yang memiliki banyak pengalaman itu menunjukkan kasih sayang yang tidak dapat disembunyikan.
"Kulit kedua gadis ini putih dan badan berisi, sangat imut! Rendy sangat beruntung!"
"lya, dua putra dan dua putri, pintar, lincah, cantik dan imut,Rendy kita sangat beruntung bisa ketemu Nona Amanda"
Agnes sengaja menyebutkan nama Cindy di depan tetua. Dia ingin mendengar pendapatan Tetua terhadap Cindy seperti apa.
Putranya menyukai Cindy Sebagai seorang ibu, dia berusaha ingin membantu putranya mendapatkan kesempatan untuk hidup bersama dengan wanita yang dia cintai.
Tetua itu mengangguk berulang kali, 'Nona Amanda menambahkan empat anak pada keluarga Adiguna kita, membesarkan mereka bertiga sendirian. Dia adalah orang yang berjasa pada keluarga Adiguna kita, benar-benar tidak gampang"
Ketika mendengar apa yang dikatakan Tetua, Hendy segera mengusulkan pandangan yang berbeda. Dia menggunakan skandal sebelumnya sebagai alasan untuk melarang hubungan Rendy dengan cindy.
"Bagaimanapun, gaya perilakunya bukanlah calon yang paling cocok untuk Rendy. Menurutku, nona yang berasal dari keluarga orang kaya seperti Nissa lebih cocok dengan Rendy"
"Dasar bajingan! Apa yang kamu bicarakan! Menurutku tingkah laku Nissa mirip dengan Agus yang tidak jujur, mana bisa bandingkan dengan seorang ibu yang membesakan tiga anak sendirian itu? Selain itu, Nissa juga tidak akan memperlakukan anak-anak dengan baik,Menurutku, Nona Amanda lebih cocok dengan Rendy"
Ketika melihat Tetua itu menghentakkan tongkat dan berbicara dengan alasan yang masuk akal, Hendy tidak berani membantah lagi.
Agnes mengambil kesempatan ini untuk menyarankan agar semua orang berkumpul untuk makan bersama saling mengenal, dan ulang mengenali Cindy lagi.
__ADS_1
Hendy meliriknya dan bergumam di dalam hati, "Jika dia benar-benar nikah dengan Rendy, kedepannya terjadi konflik denganmu, jangan harap aku akan bantu kamu!"