Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Membantunya


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


"Aku gak punya waktu buat pulang."


Rendy menjawab langsung.


Anton membeku, "Gak bisa kakak, Ayah udah marah banget karena skandal itu, kalau kamu gak pulang, dia pasti bakal makin marah."


Rendy terdiam beberapa saat dan melanjutkan pekerjaannya.


Anton sedikit curiga, sikapkakaknya terhadap skandal kali ini terlalu aneh, Rendy tidak langsung menyuruh orangnya untuk menghapus pencarian panas itu, bahkan Anton


mendengar orang lain kalau Rendy secara khusus menginstruksikan untuk membiarkan berita panas ini bertahan lebih lama.


Hal ini membuatnya tidak berhenti berspekulasi.


Skandal ini tidak baik untuk citra Rendy, tapi bagi cindy ini cukup menguntungkan. Jika dia terlibat dengan Rendy dan Grup Adiguna,


Perusahaan Amanda dan Cindy pasti akan meningkat nilainya.


Jadi sudah pasti bahwa kakaknya hanya memiliki satu tujuan untuk melakukan ini, yaitu untuk membantu Cindy dan Perusahaan Amanda.


Setelah memikirkan urusan ini, Anton berjalan ke meja Rendy dan menatapnya yang sedang bekerja dengan serius."Kak, sikapmu ke kakak ipar bedabanget dari sebelumnya, kamu gak


jatuh cinta sama dia, kan?"


Rendy mengangkat kepalanya dan menatap Anton yang terlihat kepo, matanya yang tajam sedikit menyipit.


"Apa kamu masih bergaul sama Bella? Apa kamu mau aku atur pekerjaan lain buat kalian biar bisa kerja berdua?"


Wajah Anton tenggelam dan segera membuang energi kepo pada dirinya, dia menatap Rendy dengan sungguh-sungguh.


"Kak, kamu kan kakak kandungku, kamu gak bisa terus bantuin si Wedhus Gembel itu, coba mikir deh."


Rendy benar-benar memikirkannya dengan serius, tapi akhirnya berkata, "Kamu sama dia pasangan yang serasi"


Rendy mengatakan itu untuk membuat anton kesal.

__ADS_1


"Kak, kalau kamu bilang aku sama


si Wedhus Gembel itu pasangan yang


serasi, semua orang juga bakal mikir


kalau kamu sama si Nissa itu pasangan yang serasi banget. Tapi kamu juga gak suka dia, kan? Jadi, cocok sama serasi itu beda, mending


jadi serasi daripada cuma cocok aja,kalau kamu gak suka sama dia, gak ada gunanya meskipun kelihatan cocok."


Anton terlihat seperti dewa cinta yang berdiri di depan meja Rendy dan membual.


Rendy tidak menyangka anton sudah tumbuh begitu banyak sampai dia bisa berkhotbah di depannya. Dia menatap anton dengan wajah


dingin dan serius, dan menunggunya untuk melanjutkan.


Melihat ekspresi wajah rendy, Anton segera menyadari bahwa dia sudah berbicara terlalu banyak dan buru-buru menutup mulutnya.


"Itu, aku masih punya pekerjaan, aku pergi dulu."


Setelah mengatakan itu, Anton buru-buru meninggalkan kantor.


Sudut mulut Rendy tersenyum samar, dia berpikir bahwa Anton yang bejat dan tidak terkendali itu sangat takut untuk bersama dengan Bella.


Dia harus mengingat hal ini di masa depan, mungkin saja bisa berguna.


Ketika Anton baru saja pergi untuk menghadiri rapat, ponselnya tiba-tibabberdering.


Ketika dia melihat ID penelepon, dia merasakan sakit kepala dan tanpa daya memegang dahinya dengan satu tangan. Apa wanita ini hantu?


Dia baru saja keluar untuk menghirup udara segar dan dia sudah menelponnya.


Setelah beberapa saat, anton akhirnya menjawab telepon itu."Kenapa?"


"Anton! Dokter nyuruh kamu buat istirahat, kemana aja kamu?"


"Aku di kantor, ada urusan yang harus aku urus, aku bakal langsung pulang kerumah orang tuaku nanti malam, jadi aku gak bisa pulang ke Vila Mawar hari ini, kamu cepat pulang ke


rumahmu juga."


"Gak pulang? Anton, apa kamu bakal di kantor seharian?"


"Aku, aku ada urusan yang harus aku kerjain, udah dulu ya, bye Wedhus Gembel"

__ADS_1


"Astaga, kamu berani manggil aku Wedhus Gembel..." Sebelum Bella menyelesaikan


kalimatnya, anton sudah menutup teleponnya.


Setelah berhari-hari tidak bangun dari tempat tidur dan kesulitan untuk bergerak, Anton sudah pasti tidak akan kembali ke Vila Mawar dengan mudah setelah baikan. Dia tidak mau diganggu


oleh Wedhus Gembel yang suka mencabik-cabik dan tidak membiarkannya hidup dalam damai untuk sesaat, bahkan tidak satu detik


pun.Anton akan bersenang-senang


untuk hari ini.


Bella menghela nafas ketika dia melihat layar ponselnya yang gelap saat mengingat kembali hari-hariketika Anton kesulitan bergerak, dia


merasa sepertinya dia terlalu baik padanya.


Dia pernah mendengar bahwa Anton pernah menyukai seorang wanita, dia benar-benar jatuh cintabsampai tergila-gila padanya.bKemudian, mereka putus karenabsuatu alasan.


Bella khawatir jika anton masih belum bisa melupakan wanita itu dalam hatinya, jika mereka bertemu lagi..


"Gak bisa kayak gini, aku harus mengawasinya. Dia tunanganku sekarang jadi gak ada wanita yang boleh nyentuh dia!"


Bella selalu menepati kata- katanya, dia adalah orang yang penuhaksi. Dengan sifatnya yang sepertitu,dia segera menelpon seseorang dan


memintanya untuk mengawasi pergerakan Anton.


Perusahaan Amanda.


Cindy sibuk sepanjang hari, tapi meskipun dia lelah, dia masih sangat senang Perusahaan-perusahaan yang ,awalnya menolak kerja sama dengan Perusahaan Amada datang ke


tempatnya hari ini dan ingin bekerja sama dengannya.


Dalam hatinya, dia mengerti alasan kenapa orang-orang ini sikapnya berubah drastis terhadap dirinya, semua ini karena skandal yang mendominasi di internet itu. Karena Rendy dan Grup Adiguna .


Apa Rendy sengaja membantunya dengan tidak menanggapi berita itu? Atau apa dia terlalu sibuk untuk mengatasinya?


Mungkin di matanya, skandal ini tidak masalah sama sekali.


Cindy merenung sejenak dan merasa bahwa apa pun alasannya, tindakan Evan ini sudah membantunya.


Oleh karena itu, dia ingin berterima kasih padanya dengan benar. Dia melirik jam tangannya, sudah waktunya untuk menjemput anak-anak dari sekolah.


Ia pergi ke taman kanak-kanak shella dan shelly.

__ADS_1


__ADS_2