Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Membelanya


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Adrian berteriak ada batang kayu di dekatnya, cindy mengambil batang kayu tersebut.


"Adrian, katakan pukul bagian mana?"


"lengan! kaki" tadi orang ini menggendongnya secara paksa dengan lengannya, dan kaki untuk berjalan ke arah mobil.Semua itu harus di pukul.


"Oke"


Cindy memegang kuat batang kayu, memukul kakinya tiga kali, dan lengannya juga sebanyak tiga kali.


Saat ingin menambah pukulan, melihat 2 pria berlari ke arah mereka, apakah dua orang itu adalah satu komplotan dengan orang ini?


Cindy bergegas menarik tangan adrian,ia merasa tidak akan sanggup melawan mereka berdua."Adrian, lari"


Mereka berdua berhenti setalah keluar dari jalan setapak.


"Kamu tidak apa-apa?"


"Kamu tidak apa-apa?"


Mereka berdua hampir bersamaan bertanya.


"Aku tidak apa-apa, kamu?"


Adrian menggelengkan kepala, matanya melihat kaki cindy yang berdarah,ia bahkan merasakan sakit.


Cindy mengikuti pandangan adrian, saat melihat darah di kakinya.Ia berteriak."Aduh"


Tadi cindy hanya kepikiran untuk menyelamatkan adrian,meski merasakan sakit saat berlari di atas kerikil, tidak menyangka akan seperti ini.


Sekarang kakinya terasa panas dan sakit, bahkan takut untuk melangkah.


"Sepatu kamu?"


"Aku buang di jalan setapak, jangan ambil, mungkin mereka masih belum pergi"


"Kalau begitu pergi ke rumah sakit dulu dan pergi beli sandal"


Cindy mengangguk,lalu berjalan dengan susah payah dan pincang.


Setiap langkahnya menyakitkan.


Adrian melihat ini,ia teringat saat mereka berlari bersama dengan sekuat tenaga, ini bisa menghemat waktu ke rumah sakit,bukankah itu akan mengurasi lama rasa sakitnya.


Adrian menoleh ke belakang.


"Cepat lari, mereka mengejar di belakang"


Cindy juga merasa panik berlari dengan cepat, ia tidak perduli dengan rasa sakit di kakinya.


Setelah masuk ke dalam mobil, nafas mereka berdua terengah-engah.

__ADS_1


Cindy melihat ke belakang, kenapa tidak ada satu orang pun yang mengejar.


"Apakah kakimu masih sakit?"


Cindy melihat kakinya yang berdarah,muncul rasa perih.


"Aduh, sangat sakit"


"Pergi dulu ke rumah sakit" adrian menatapnya, seperti memberi perintah.


Nada bicara yang dingin ini,tiba-tiba cindy teringat dengan pria bajingan itu, Pria itu sering berbicara dengannya dengan nada seperti barusan.


Cindy selalu kesal saat bertemu dengan rendy.


Mmm, oh iya.


Karena kakinya sakit, kalau begitu, bukankah besok tidak perlu pergi ke villa gerhana?


Cindy menolek menatap adrian,jika besok tidak pergi ke villa gerhana,kalau begitu bobby dan adrian tidak perlu bertukar secepat itu, ia bisa langsung memberikan akupuntur di rumah.


Apakah tidak tahu apakah rendy akan setuju, dirinya tidak datang ke villa?


Cindy mengela nafas dan akan melihat situasinya nanti.


Ia berjalan masuk ke ruangan medis.


Cindy juga merupakan dokter,saat dokter memeriksa lukanya, ia tidak tahan,lalu berkata.


"Semua ini hanya luka luar,meski terdapat banyak luka, namun hanya di permukaan kulit, hanya perlu desinfektan untuk membersihkannya"


Dokter menatapnya dengan tidak senang."Aku tahu,bagaimana harus menanganinya, akulah yang dokter"


Melihat cindy di tegus, adrian berkata sini kepada dokter." Dokter? dibandingkan dengan dokter jenius di luar dan dalam negeri,apakah orang seperti kamu pantas dan memiliki kemampuan untuk mengobati orang lain?"


"---" perkataan adrian membuat cindy merasa terkekut.


Adrian sedang membantunya bicara? benar-benar sangat diluar dugaan, ia dalam hati sangat bahagia sampai tidak tahu harus berkata apa.


Wajah dokter memerah marah,ia mendongak melihat wajaha adrian."Bocah, apa yang barusan kamu katakan?"


"Aku bilang kamu tidak pantas mengobati orang lain" adrian berkata dengan angkuh dan sombong.


Dokter semakin bertambah marah."Kamu.. "


"Adrian" cindy kembali berkata."Maaf dokter, aku seharusnya tidak mengganggu kamu"


Tujuan kemari bukan untuk bertengkar dengan dokter, cindy mengerti adrian berusaha melindunginya! tapi tidak ingin adrian berdebat karena masalah sepele.


Adrian tidak menyangka,cindy akan meminta maaf, ia memandang sinis cindy."Dasar tidak berguna"


"Anak ini" dokter menatap adrian.


"Anak ini dibesarkan di lingkungan keluarga kaya raya,dia dimanjakan sehingga menjadi sesuka hati, tolong dokter tidak usah permasalahkan dia dan segera beri pengobatan padaku"


Setelah itu sang dokter tidak mempermasalahkan adrian lagi dan adrian yang marah berjalan keluar.


"Adrian, mau kemana kamu?"


Adrian menoleh, lalu berkata ingin membeli sandal untuknya,lalu dengan angkuh kembali berjalan pergi.

__ADS_1


"Adrian, kamu tidak membawa uang?"


Dia tidak menjawab terus berjalan menjauh.


"Anak kamu sangat luarbiasa, baru umur segitu sudah mirip seperti seorang pangeran"


Cindy tersenyum,adrian memang seorang pangeran kecil dari keluarga adiguna.


Cindy sudah selesai di perban dan memakai sandal yang di beli adrian,berjalan dengan pelan sambil memegang dinding.


Ia memutuskan memanggil jasa sopir untuk mengantar kembali ke rumahnya.


Setelah sampai di rumah, cindy memberitahu adrian tentang pertukaran dia dan bobby akan dilakukan setelah beberapa hari ke depan.


"Adrian,jika kamu tinggal bersamaku, ini akan mempermudah aku untuk memberimu pengobatan,aku juga tidak perlu pergi ke villa gerhana" cindy melihat ke kakinya yang dibalut perban."Keadaanku benar-benar tidak leluasa untuk banyak bergerak, bagaiamana?"


Adrian ragu-ragu, ia tidak masalah jika harus tinggal disini, namun ayahnya."Harus tanya ayah dulu"


Adrian setuju!


Dalam hati cindy merasa senang."Tenang saja, aku akan menelepon ayahmu, dia pasti akan setuju"


Cindy meminta no rendy dan meneleponnya.


Rendy sedang duduk di kursi ruangannya mendengar hp berdering, segera mengangkatnya.


"Siapa?"


"Presdir adiguna,ini aku,aku ingin beritahukamu, beberapa hari ini aku tidak bisa memberi akupuntur pada adrian,minta dia untuk memperhatikan makan, minum dan... "


"Tidak bisa, penyakit adrian tidak bisa di tunda"


"Presdir adiguna,ini tidak termasuk di tunda, kesehatan adrian juga tidak akan berdampak apapun,aku benar-benar tidak bisa pergi"


"Mengapa tidak bisa?"


"Aku.. aku terluka, tidak leluasa saat bergerak"


"Oh, kan belum mati?"


"Mati, rendy apa yang kamu katakan?" cindy sudah emosi.


"Kalau belum mati,maka datanglah tepat waktu! jika tidak aku akan mengirim orang untuk membawa dirimu secara paksa kemari"


"Kamu... kamu.. "


Tiba-tiba telepon dimatikan oleh rendy.Cindy sudah emosi dan tidak bisa menahannya lagi.


"Rendy brengsek, kamu yang mati! bajingan, tidak masuk akal"


"Tidak boleh memarahi ayahku"


"Aku... " cindy menolek ke adrian, wajahnya yang serius persis dengan wajah rendy.


Cindy merasa tak berdaya, ia sekarang sedang marah dan emosi, namun tidak dapat meluapkannya.


"Malam ini kamu tukarlah dengan bobby, besok pagi aku akan pergi ke villa untuk melakukan akupuntur padamu"


Melihat raut wajah cindy yang menyedihkan, adrian merasa ayahnya benar-benar sedikit keterlaluan"

__ADS_1


__ADS_2