Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Peri rakus malu-maluin


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Saat malam tiba, adrian memanfaatkan cahaya yang redup untuk menyelinap masuk ke kamarnya.


Adrian mengetuk kaca jendelanya."Bobby"


Bobby segera membuka jendela."Akhirnya kamu pulang, apakah bermain senang hari ini?"


Adrian tidak tahu senang apa tidak? tapi saat teringat dirinya hampir diculik dan cindy menghajar penculik, tadi sangat mendebarkan dan mengasikkan.


"Termasuk lumanyan,apakah kamu lancar?"


"Lancar" bobby memberikan kartu atm pemberian nenek."Aku hari ini bertemu dengan kakek nenek,makan besar bersama,dan membawa pulang beberapa makanan,aku ingin membawa pulang dan membagi pada orang rumah, apakah boleh? atm ini pemberian nenek untukmu"


"Aku tidak mau"


"Mereka mengira aku adalah kamu, ini untukmu, ambil"


Adrian memalingkan wajahnya.


Bobby ragu-ragu, namun teringat nenek adrian juga neneknya, anggap saja ini uang untuk cucunya.


Karena adrian tidak mau! maka tidak ada salahnya jika di ambil.


hehehhe, bobby menyimpan dengan hati-hati dalam sakunya.


"Kalau begitu,aku pergi dulu"


Adrian mengangguk, bobby mengambil makanan di dalam kulkas,ia membawa plastik besar berjalan hampir setengah jam baru nyampe rumahnya.


Saat masuk ke dalam rumah


Bobby berteriak dengan gembira."Cepat kemari untuk makan besar"


Shelly yang sedang menggambar,langsung keluar saat mendengar kata makan besar, dalam fikirannya langsung muncul ayam goreng, babi rebus, dll.


Ia melempar pensil dan segera berlari keluar.


Bobby tertawa."Shelly aku tahu kamu pasti yang pertama datang."


Shelly melihat banyak makanan di meja matanya berbinar."Bobby,ini makanan apa?"


"Ini semua makanan dari gunung dan laut, kamu sebelumnya belum pernah melihat, dimana shella dan mami"


"Mami dikamar, shella tidak makan"


Perkataan ini di dengar shella yang baru keluar dari kamarnya,ia menatap shelly dengan tidak senang."Siapa bilang aku tidak makan?"


Shelly balas menatapnya."Bukankah kamu ingin menjadi peri,peri hanya makan embun?"


"Kamu sendiri saja yang minum embun, cocok. untuk membakar lemakmu"


"Dasar kamu peri rakus, malu-maluin"


"Kamu, makan terus seperti babi gemuk, malu-maluin"

__ADS_1


Bobby segera menenangkan adik-adiknya.


"Sudah, kalian jangan bertengkar lagi, makanan ini sangat banyak, cukup untuk di makan kalian, panggil mami kemari" bobby ingin mengambil piring.


Shella berkata."Aku saja yang ambil piring,kamu pergi lihat mami, dia terluka"


Terluka..


Bobby menatap shella."Apa yang kamu bilang? kenapa mami bisa terluka?"


Shella menggelengkan kepala, dan berjalan ke dapur.


Bobby segera pergi ke kamar maminya,ia duduk disamping ibunya sambil memberikan perhatian.


Setelah tahu kenapa bisa terluka, bobby mendesah.


"Aku baru satu hari tidak di sisimu,dan kamu orang dewasa, bahkan tidak bisa menjaga diri dengan baik"


"Pada saat itu kejadianya sangat mendesak"


"Apa masih sakit?" bobby matanya memerah.


"Tidak apa-apa, tidak sakit"


Pintu kamar terbuka, shelly membawa piring di dalamnya ada kepiting besar."Mami, makan"


"Dapat darimana?"


"Bobby yang membawa pulang"


Barang rendy?


Cindy marah dan bilang tidak lapar.


Benar!


Tapi tidak mau memakan kepiting, yang berasal dari rumah rendy.


"Aku tidak lapar, kalian makan saja"


"Kalau begitu, saat kamu lapar makanlah, kami akan sisakan untukmu" shelly perhatian.


"Oke"


Tengah malam perut cindy demo dan berbunyi, ia bolak balik di kasur tidak dapat tidur."Meski marah pada bajingan rendy, tapi tidak seharusnya membiarkan perut sendiri kelaparan,bukankah yang akan rugi diriku sendiri"


Cindy menyakinkan diri sendiri dengan beberapa kata bijaksana,kemudian turun dari tempat tidur, berjalan dengan sangat lambat dan berpegangan pada dinding untuk pergi ke dapur.


Wah..


Ternyata benar-benar makan besar!


Kepiting, abalon, ikan peony fillet dll... ia duduk dan makan dengan lahap.


Mengapa pria bajingan itu bisa memakan makanan lezat dari gunung dan laut,ini pasti tuhan sedang berpihak padanya.


Setelah memakan telur kepiting, ia tersenyum puas, ternyata tuhan juga sedang berpihak padanya, makanan ini sungguh lezat.


Selesai makan cindy mulai memikirkan rencana untuk menghadapi rendy besok, jika menggunakan kekuatan terpaut terlalu jauh, makanya harus menggunakan siasat dan otak..


Pagi hari

__ADS_1


Cindy turun dari tempat tidur, setiap langkahnya terasa sakit, sudah lewat satu malam seharusnya sudah membaik, mengapa masih terasa menyakitkan?


Shella sudah membuat sarapan, selesai makan bobby mengusulkan untuk mengantar kedua adiknya ke sekolah dan setelah itu akan ikut cindy ke villa.


"Tidak bisa, jika ketahuan sama rendy"


"Mami, kamu tenang saja, tidak akan muncul dan akan sembunyi"


"Begitu juga sangat berbahaya"


"Tidak apa-apa,aku sudah familiar dengan villa tersebut,tidak akan ketahuan! kamu harus percaya dengan IQ tinggi anakmu" bobby sangat percaya diri.


"---" cindy mengelus kepala putranya."Jika begitu, kamu harus hati-hati "


"Tenang saja"


Setelah berkemas keduanya pergi naik taxi untuk ke villa gerhana.


Untuk berjaga-jaga bobby turun agak jauh dari villa dan cindy turun pas depan villa.


Ia berjalan ke arah ruang tamu dengan susah payah,kakinya terasa lebih sakit dari kemarin, dahinya berkeringat, ia tidak ada mood melihat rendy langsung duduk di sofa.


Rendy menatapnya tajam.


Wanita itu!


Benar-benar tidak merasa sungkan.


"Siapa yang menyuruhmu untuk duduk?"


Terdengar suara dingin rendy, dalam hati cindy sudah emosi,namun ia teingat tidak boleh membalas dengan kekerasan..


Cindy mati-matian menekan emosinya."Presdir adiguna,kakiku benar-benar terluka,sangat sakit dan tidak sanggup berdiri lagi"


Selesai berkata mengangkat kakinya di atas meja."Kamu lihat sendiri, lukanya sangat parah"


Rendy melihat luka di kakinya."Kenapa bisa terluka?"


Cindy berbohong."Aku tidak hati-hati menginjak sesuatu yang tajam"


"Injak apa?"


"Batu"


"Menginjak batu saja bisa seperti ini, kamu benar-benar luar biasa"


"Menginjak tumpukan batu kerikil yang padat, kamu coba saja berlari di atas kerikir dengan kaki telanjang"


Rendy mendengus."Aku masih waras! sebaliknya kamu, otakmu bermasalah atau punya rencana lain! sehingga menyiksa diri sendiri sedemikian rupa"


"Kamu yang otak bermasalah, aku karena terpaksa"


"Orang yang melakukan hal jahat selalu banyak alasan"


Api amarah sudah muncul di tubuh cindy, pria idiot ini, bahkan memfitanah sesuka hatinya,ia ingin memukul wajah dingin rendy.


"Sudah ngaku?"


Suara dingin rendy,membunyarkan lamunan cindy.


Cindy menatap tajam rendy."Aku tidak melakukan hal jahat, aku bertemu dengan perampok,lalu ingin melarikan dengan buru-buru ,makanya membuang sepatu hak tinggiku, membuat kakiku terluka parah"

__ADS_1


"Perampok itu ingin merampokmu?" rendy mengerutkan kening dan merasa tidak yakin.


__ADS_2