
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Adrian masih ingin mengataka sesuatu, pengurus tua sudah membawanya ke kamar.
"Rendy, kamu begini bisa membahayakan adrian"
"Membiarkannmu mendekatinya, baru akan membahayakan dia! kamu pergi ke sekolah bertengkar dengan orang tua siswa,sama sekali tidak perduli dengan penampilan,benar-benar perempuan jahat! aku takut adrian menirukan perbuatan burukmu ini"
"Aku bertengkar dengan orang tua siswa, karena wanita itu menindas adrian,rendy,kamu jangan asal membuat keputusan, bahwa aku adalah wanita jahat"
Rendy mencibir."Aku melihat penampilanmu sama persis dengan wanita jahat"
"Kamu... "
"Kamu sudah boleh pulang,lain kali jangan membawa pergi anakku secara sembarangan,
atau aku akan membuatmu menyesal! pergilah"
"---"
Tampaknya harus mengalah dulu.
Cindy pergi dengan perasaan gelisah, ia takut wanita itu akan memperlakukan adrian dengan tidak baik.Tidak menyangka bertemu dengan linda di pintu keluar.
Linda melihat dengan teliti, meskipun wanita ini berpakaian biasa, namun body dan wajahnya lebih bagus darinya.
Lantas apakah wanita punya niat jahat mendekati rendy?
"Anda siapa?"
"Aku adalah neneknya adrian"
Cindy Meliriknya sekilas dan berjalan pergi, terlalu malas meladeni wanita yang berani menindas anak kecil.
Linda melihatnya pergi dengan mobilnya, ia merasa terkejut, adrian punya nenek secantik itu?
Begitu masuk langsung memberikan perhatian pada adrian."Rendy, apakah adrian sudah kembali?"
"Dia sudah pulang dengan aman"
Cepat sekali dia pulang!
Linda merasa kecewa,akan lebih baik jika adrian tidak pernah kembali.
"Bikin kaget saja,untung adrian tidak terjadi apa-apa,apakah yang membawa pergi adalah maminya adrian?"
"Bukan"
Rendy menjawab dengan tegas! wanita seperti cindy tidak pantas menjadi seorang ibu.
"Kalu begitu siapa?"
"Orang gila"
Linda mengerutkan alisnya,permasalahan ini pasti tidak semudah itu.
__ADS_1
Rendy memberi peringatan."Linda,masalah ini aku anggap sudah selesai,aku harap kamu kedepannya harus lebih memperhatikan perasaan adrian, buatlah dia lebih gembira"
Hati linda tersentak, apakah adrian mengadukan pada rendy?
"Rendy, kamu tenang saja, aku akan lebih memperhatikan adrian"
Malam hari
Cindy mengkhawatirkan adrian, saat memasak jadi tidak fokus, sedangkan saat makan shella dan shelly bertengkar.
"Mami,sayur ini terlalu asin! kebanyakan garam ya?"
"Apanya yang asin, ini sama sekali tidak asin, aku rasa mami lupa kasih garam"
"Kamu ini terlalu banyak makan makanan manis, jadi indera perasamu menjadi kacau?"
"Kamu yang indera perasamu kacau, ini sama sekali tidak asin"
"Asin"
"Tidak asin.. tidak asin.. dan selamanya tidak asin"
"--"
Cindy semakin gusar dengan pertengkaran kedua putrinya,akhirnya mengambil sendok dan mencobanya.
Bobby tertawa terkikik,ia menunjuk tumis udang yang berada di depan shella."Yang ini memang terlalu asin" lalu menunjuk ikan rebus di depan shelly."Yang ini memang tidak asin"
Cindy mencobanya."Yang bobby bilang benar,
sepertinya mami menaruh garam ke satu makanan,kalian tunggu dulu, mami akan memasak ulang"
"Tidak usah, ini masih bisa dimakan"
Cindy tersenyum."Tidak ada apa-apa " ia memutuskan untuk memasak sup untuk ketiga setan ciliknya.
Shella berdiri membantu ke dapur, sedangkan shelly tetap melahap makanan yang tidak asin dengan rakus.
Bobby yang cerdas bisa menebak, pasti mami sedang ada masalah,bahkan bisa menebak sumber masalahnya.
Hari ini mami pergi ke taman pelita harapan, pasti ada hubungannya dengan adrian.
Selesai makan bobby ke kamarnya dan mengirim pesan pada adrian,Namun sampai ia ketiduran tidak ada balasan adrian.
Pagi hari
Bobby merasa khawatir dengan adrian memutuskan untuk melihatnya ke tk pelita harapan,ia sengaja memakai masker anak-anak.
Saat ini adrian sedang sarapan, linda datang tepat waktu dengan mainan lego baru.
"Ini adalah hadiah dari bibi, apakah kamu suka?"
Adrian hanya meliriknya sebentar dan tidak mau menerimanya.
"Adrian, apakah kamu tidak mendengar, apa yang bibi baker katakan?" rendy menatap serius anaknya.
Adrian masih tidak menjawab, hanya melotot ke arah linda sebentar, memberi isyarat tidak mau menjawab.
"Rendy,kamu jangankan salahkan dia, adrian masih kecil,dia bisa memainkan lego setelah pulang sekolah, aku antar adrian dulu ke sekolah"
Ia mengulurkan tangan ingin memegang tangan adrian, namun adrian menghindar dan berjalan keluar duluan.
__ADS_1
Di dalam mobil.
Linda menatap adrian dengan tersenyum dingin."Kamu mengadu pada ayahmu juga tidak ada gunanya, ayahmu hanya melihat bagaimana aku memperlakukan kamu dengan baik, jika kamu berfikir mengadu ada gunanya, apakah aku bisa mengantar jemput kamu di sekolah?"
Di depan dan di belakang tingkahnya berbeda! dasar wanita bermuka dua.
Adrian tidak perduli dengannya, ia melihat ke jendela luar.
"Kamu.. huh.. aku bersikap baik denganmu, demi untuk menjadi ibu tirimu"
Andrian menoleh dan melotot padanya,lihat saja! ayahku pasti punya kesempatan untuk meringkus dirimu.
Tk pelita harapan
Adrian masuk ke kelasnya,tiba-tiba di kelilingi dan di tertawakan oleh teman-teman sekelasnya.
"Tidak bisa menang,lalu memanggil orang tua ke sekolah, dasar tidak berguna"
"Iya, tidak berguna"
Adrian menaruh tasnya di kursi,lalu berkata dengan lantang."Siapa yang bilang tidak berguna, aku tantanh dia?"
"Kami mana mau berkelahi denganmu lagi, kalau kalah paling memanggil orang tuamu kemari"
"Iya, dasar tidak berguna, mamimu seperti macan betina"
Kalimat terakhir ini membuat adrian marah membara.
Ia tidak bisa mentolelir ada yang memarahi maminya, ia memukul wajah anak yang mengejek maminya.
Yang terjadi adrian terus mengejar beberapa anak yang mengejek maminya sampai di depan ruang guru.
"Bu guru, kami di pukul oleh adrian"
"Iya, dia terus mengejar dan memukul kami"
"Dia harus di beri hukuman"
"Adrian, apa yang kamu lakukan?" guru berkata dengan kasar.
"Mereka mengejek mamiku"
"Lalu kamu memukulmya? kamu tahu memukul orang adalah tindakan tidak benar"
"Lalu mengejek orang,apakah di benarkan?" adrian mendebat guru tanpa rasa takut.
"Mengejek orang juga tidak di benarkan! semua di hukum berdiri selama satu mata pelajaran, adrian kamu dihukum 3 hari berdiri karena memukul orang, hukuman ditambah dengan hukumanmu yang kemarin 3 hari"
Hanya dengan hukuman satu mata pelajaran mereka bisa memakan pizza, mereka kembali ke kelas dengan perasaan senang.
Sedangkan adrian masih memendam amarah yang belum di lampiaskan.
Ayahnya mengatakan sekolah ini adalah sekolah elit dan berkualitas tinggi.
Ia merasa ayahnya hanya membohongi dirinya saja!
Ia juga tidak tahu, apakah sekolah bobby juga seperti ini!
Selesai pelajaran adrian berdiri di pojokan, tidak ada yang mau bermain dengannya.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.
__ADS_1
Kemudian melihat wajah yang sama persis dengan dirinya, hanya saja bobby sedang memakai masker.