
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Cindy menghela nafas."Iya, adapun alasan mereka ingin merampokku,aku benar-benar tidak tahu"
Rendy malah tertawa bahagia."Karena mereka buta"
"---" cindy mati gaya.
Kamu yang buta! aku memang tidak punya uang banyak, tapi tubuhku lebih berharga daripda uang.
Bukankah waktu itu pria ini tunduk pada kecatinkannya! jika tidak darimana anak-anaknya lahir?
"Sudah cepat! lakukan akupuntur pada adrian"
"Presdir adiguna,aku benar-benar kesakitan saat berjalan"
"Ingin,aku gendong kamu?" kata rendy asal.
"Buk.. bukan" pria ini tidak mungkin akan sebaik itu.
Cindy berjalan sangat lambat dan pincang.
Rendy yang berada di belakangnya tidak sabar, ia meraih tubuhnya dan membawa ke kamar adrian.
Wajah mereka berdua sangat dekat, hanya saja pria keparat ini masih mengerutkan alisnya tidak senang.
Pria ini benar-benar menggendongnya!
Pria ini sangat tidak normal, apakah nanti akan menjatuhkan dengan sengaja?
Memikirkan hal ini, cindy melingkarkan kedua tangannya ke lehernya dengan kuat.
Rendy memandangnya dengan jijik."Menyerah saja, aku tidak akan tertarik denganmu, meskipun kamu menggodaku"
Menggoda pria ini?
Bukankah rendy yang menggendongnya lebih dulu?
Dan ia hanya berjaga-jaga bila di jatuhkan.
"Aku tidak akan, dengan sengaja menggodamu"
Rendy mendengus."Memeluk leher pria dan berkata seperti ini! dimana wajahmu?"
"Wajah ya ada diwajah! hanya orang buta yang tidak bisa melihatnya"
Begitu sampai di kamar adrian, rendy menurunkannya di atas ranjang.
"Cepat lakukan,akupuntur pada adrian"
"Presdir adiguna, kotak medis masih berada di luar"
Rendy menatapnya dengan kesal dan berjalan keluar mengambil kotak obat..
"Adrian, apakah ayahmu tadi malam menyadari keanehan?"
"Tidak ada"
"Bagus, kalau begitu"
"Hai, dokter jenius"
"Bobby" cindy merasa terkejut, ternyata anaknya bersembunyi di dalam lemari.
__ADS_1
Bobby tidak bisa memanggil cindy,mami di depan adrian,hanya bisa memanggil dokter jenius.
"Kamu jangan khawatir tempat ini sangat aman" bobby menatapnya dengan nakal.
Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar, adrian menyuruh bobby untuk sembunyi kembali,lalu menutup lemari kembali.
"Sudah kubawa kemari, cepat mulai"
rendy berkata dengan kesal.
"Oke"
Baru saja menyiapkan jarum perak, terdengar teriakan seseorang.
"Kakak, kakak, kamu dimana?"
Selajutnya seorang pria masuk ke kamar dengan buru-buru.
Saat melihat wanita cantik anton tercengang beberapa saat.
"Siapa wanita ini?"
"Dokter adrian"
"Aku kaget, kirain ibu adrian, kakak iparku"
"Kamu tidak punya kakak ipar! lagipula mami adrian sudah mati"
"Ada! aku ada mami" adrian membantah dengan marah.
"Mamimu sudah tidak perduli dengan hidup atau matimu! anggap saja dia sudah mati"
Rendy sengaja melirik ke arah cindy.
Melihat cindy menatapnya tajam, rendy merasa bahagia.
"Mamiku belum mati" adrian terus mendebatnya.
Cindy tersenyum."Adrian, menurut kamu orang yang selalu mengharapkan orang lain mati, apakah normal?kita jangan terlalu dekat dengan orang gila" setelah mengatakan menatap wajah rendy dengan percaya diri.
Anton merasa terkejut, darimana asal usul wanita ini?
Ternyata berani mengatakan kakaknya" tidak normal,gila"
Apakah wanita ini benar-benar kuat,atau benar-benar tidak takut mati?
Jika bukan karena kakaknya disini, anton akan mengacungkan dua jempol. untuk wanita ini.
"Dokter jenius Chloe, ada pepatah yang mengatakan bahwa bencana datang dari perkataan mulut, nanti kamu akan paham"
Kata-kata rendy tersirat makna yang mendalam membuat cindy panik.
Pria bajingan ini, apa yang akan dilakukan padanya?
Kakinya sudah terluka, apakah rendy akan memanfaatkan kesempatan ini?
Anton diam-diam merasa kasihan pada wanita ini, tamat sudah riwayatnya,wanita cantik ini akan ditimpa kesialan besar.
Saat melakukan akupuntur untuk adrian,cindy gugup dan selalu melirik ke rendy.
Wajah dingin, mata tajamnya terus menatapnya,pasti sedang berfikir, bagaimana cara menyiksanya nanti?
"Dokter Chloe, jika kamu tidak konsentrasi lagi, maka aku akan menusukmu dengan semua jarum di dalam kotak"
Cindy sadar dari lamunan,ia melihat bagian kaki adrian kelewatan satu jarum.
"Maaf" cindy segera menambah jarum dan berkonsentrasi lagi.
Setelah selesai cindy sengaja memperlambat mengemasi barang-barangnya,gerakannya sangat lambat.
__ADS_1
Siapa yang rela cepat-cepat,jika bisa menunda kesialan.Masih tidak tahu trik apa yang di gunakan rendy untuk menyiksanya.
Anton bergegas ke samping adrian."Apakah masih sakit?"
Adrian meliriknya sebentar,lalu mengabaikannya.
"Anak ini, paman sengaja datang kemari untuk bermain denganmu,tadi malan paman sudah mengatakan ingin memberi kamu hadiah, paman juga sudah membawanya kemari, nanti bermain bersama,ya"
Selesai berkata mengulurkan tangan ingin menyentuh kepala adrian.
Adrian menghindar dengan cepat."Jangan sentuh aku"
Melihatnya kesal dan marah, membuat anton terkejut.
Kemudian adrian sengaja berpindah menjauhi anton dan sengaja mengabaikannya.
Kemarin adrian mengatakan bahwa dirinya adalah paman terbaik di dunia,bahkan memberikan kecupan dan ciuman di wajah, hari ini mengapa sikapnya kembali seperti semula?
"Ada apa, adrian? paman baru saja datang kesini dan tidak menyinggungmu"
Adrian tetap diam dan mengasingkan anton.
Apakah anak ini tidak stabil emosinya setelah melakukan akupuntur?
Anton merasa bingung.
"Sesuatu yang bisa dilakukan dalam waktu satu menit,berapa lama waktu kamu akan menyelesaikannya?" suara rendy dingin
"Jangan diam saja, jika sudah selesai, keluarlah"
"Gerakannku tidak leluasa"
"Masih ingin aku menggedongmu?"
"Tidak, bukan maksudku,gerakanku sedikit lebih lamban, kamu bisa menunggu di luar"
Sayangnya rendy tidak memberikan kesempatan dirinya untuk memperlambat.Ia segera mendekati tubuhnya dan segera menggendongnya seperti sebelumnya.
Cindy merasa terkejut, pria ini tidak menyulitkannya.
Saat di gendong cindy diam-diam menatap wajah tampannya,wajah seperti benar-benar modal besar untuk menarik perhatian wanita.
Hanya saja terlihat terlalu dingin dan kaku.
Expresi di wajahnya, sangat sulit untuk menebak isi hatinya.
Menggendong wanita cantik seperti dirinya bahkan sama sekali tidak melirik kecantikannya, jika bukan karena memiliki anak dengannya, cindy merasa pria ini seorang penyuka sesama jenis.
"Begitu menyukai wajah tampanku?" suara dingin rendy, membunyarkan lamunan cindy.
Cindy terbatuk."Aku hanya penasaran, mengapa kamu melakukan ini?"
"Tidak perlu penasaran, kamu akan segera mengerti"
"___"
Cindy merasa khawatir.
Rendy menatap sejenak wajahnya,melihat bulu matanya yang tipis,kulit putih,wajah cantik seperti sebelumnya.
Meskipun tidak melakukan pujian pada wanita ini,tetapi harus diakui wajah wanita ini memang cantik dan bibirnya begitu menggoda.
Tapi.
Rendy sudah bertekad dalam hatinya,setelah meninggalkan adrian, mencari Pria lain dan melahirkan anak. ...
Memikirkan hal ini,amarah rendy kembali muncul.
Ia mempercepat langkah kakinya.
__ADS_1