
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
"Adrian, apakah kita punya dendam besar dan paman lupa?"
Kamu bahkan tidak membiarkan makan! ini terlalu kejam.
Bobby mengedipkan mata tiga kali,berdiri,lalu memberikan dua porsi hidangan yang sudah di bungkus kepada pamannya.
"Ini untuk paman makan"
Ehhh...
Anton merasa terkejut,berdasarkan gaya adrian sebelumnya,pasti akan mengejeknya dengan puas dan mengatakan ia pantas mendapatkannya! lalu membuatnya kesal setengah mati.
Tetapi ini..
"Bocah kecil, ini tampaknya sebagian dari rencanamu?"
Bobby tersenyum,berjalan mendekat ke arah anton,lalu memberikan kecupan."Kamu adalah terbaik di dunia"
Kecupan yang tiba-tiba membuat anton semakin takjub,ia mengelap air liur di wajahnya.
"Kamu.. kamu barusan menciumku?" setelah terkejut beberapa detik, anton berdiri lalu menggendong bobby."Katakan, apa tujuan kamu?"
"Aku suka paman"
Aduh ini!
Memberinya kecupan dan mengatakan suka padanya, ini membuat anton merasa tidak percaya.
"Ponakan, jika kamu terus begini, jantung pamannmu tidak akan tahan,bagaimana kalau paman berikan kamu hadiah?"
"Aku tidak mau hadiah" bobby mencubit-cubit ringan wajah pamannya."Paman, kamu makan dulu, tidak enak kalau sudah dingin"
"Tidak apa-apa,paman bisa makan nan.. " belum selesai berkata, ia merasa ada yang aneh.
Eh...
Dimana makanan yang diberikan adrian?
Anton memutar kepala, sudah melihat rendy makan dengan lahap dan senang hati di belakangnya.
"Kakak,makanan itu diberikan adrian untukku, mengapa kamu bisa dengan senang hati memakannya?"
Rendy meliriknya."Aku memang makan dengan senang hati"
"-----"
Anton segera menurunkan bobby, ia mengambil satu bungkus makanan yang belum di sentuh rendy, ia sekarang benar-benar sudah lapar.
"Adrian kemari,Ini uang saku dari nenek, di dalamnya ada satu milnyar,simpan untuk membeli makanan ringan"
Mata bobby berbinar.
__ADS_1
Satu milyar, ini gaji mami dalam setahun belum tentu setinggi ini dan ini adalah... uang saku?
"Biasanya kamu juga tidak suka pemberian dari nenek,kalau begitu, apa yang kamu bisa meminta ayahmu belikan"
Bobby segera menggelengkan kepala."Aku tidak mau"
"Ambil, harus ambil! "
Nenek tidak menerima penolakan dan memaksa tangan kecil bobby untuk menerima.
Bobby melihat kearah rendy.
"Ambil saja! nenek akan sangat gembira,jika kamu mengambilnya"
Bobby dengan sedikit terpaksa menerimanya.
"Terima kasih nenek"
"Cucuku sayang, kamu tidak perlu sungkan pada nenek"
"Lain kali perlu apa, bisa telepon kakekmu?"
Bobby melihat mereka berdua, di dalam hatinya merasa hangat,belum ada selama ini orang yang bersikap baik padanya selain mami,Ini pertama kali merasakan kehangatan dari sebuah keluarga.
Sebelum meninggalkan villa gunung batu,anton berpesan untuk sering main kesini.
Bobby mengangguk.
Sampai di villa gerhana.
Rendy tersenyum ke arah anaknya.
Bobby menggaruk kepala dan tersenyum.ia tidak melakukan apapun hari ini, hanya pergi makan bersama dan mendapatkan uang dalam jumlah besar, serta membawa pulang makanan lezat yang banyak,ia bahkan sudah merasa untung banyak.
"Ayah, apakah makanan ini boleh aku sendiri yang menanganinya?"
Rendy berpikir sejenak, lalu mengangguk.
"Semua makanan ini tidak boleh disimpan dalam waktu yang lama,jika sampai malam tidak habis harus dibuang"
"Terima kasih, ayah"
Rendy mengelus kepalanya sebentar dan berbalik pergi ke perusahaan..
Bobby berlari ke arah dapur, memasukkan makanan yang di bawa pulang ke dalam kotak besar dan memasukkan kedalam plastik besar untuk memudahkan untuk membawa pulang. Saat ini makanan di masukkan ke dalam kulkas.
Selesai mengemas makanan, bobby masuk ke kamar adrian, ia bermain lego untuk menunggu adrian pulang.
****
Setelah berpesan kepada kedua putrinya untuk bermain di dalam rumah dan melarang mereka keluar rumah.
Ia mendekati adrian."Adrian, kamu ingin pergi kemana, aku akan mengantar kamu?"
Adrian berpikir sejenak, ia merasa bingung harus pergi kemana.
Lagipula sebelumnya ia di dalam rumah seharian.
Adrian sepertinya tidak menyukai taman rekreasi,cindy berpikir sejenak."Adrian,aku akan membawamu ke suatu tempat, pasti kamu akan merasa senang"
__ADS_1
Adrian menatapnya dengan wajah tanpa expresi."Kemana?"
"Ikut saja denganku, setelah sampai nanti, jika kamu tidak suka, kita bisa pergi lagi"
Adrian mempertimbangkan sejenak,lagipula masih punya banyak waktu untuk bertukar dengan bobby.
Setalah tiba di tempat tujuan, cindy menatap wajahnya."Kamu suka tidak?"
Adrian menatap banyak hewan di di dalam kandang, hatinya timbul rasa kegembiraan.
"Itu adalah monyet, itu panda, dan itu harimau"
Cindy mengenalkan beberapa hewan.
Adrian meliriknya."Aku bisa melihat sendiri"
selesai berkata adrian melihat panda yang sedang memakan bambu.
Cindy terkejut, temperamen adrian jauh berbeda dengan ketiga anaknya.Ia juga tidak terlalu perduli dengan sikap adrian padanya.
Pada dasarnya, ini adalah sebuah hutang kepada adrian sebagai seorang ibu!
Cindy tidak berbicara lagi, ia mengikuti dari belakang andrian kemanapun pergi, saat adrian tidak tahu baru bertanya, cindy menjelaskan dengan sabar dan lembut.
Dan setelah menjelaskan akan diam kembali.
Rasa hati-hati cindy membuat adrian merasa sikapnya terlalu keterlaluan.
Ia menatap cindy."Katakan saja, apa yang ingin kamu katakan, jangan melihat diriku?"
Cindy melihat punggung kecilnya, ia tiba-tiba tersenyum senang,adrian masih perduli dengan perasaan orang lain,hanya saja pembawaan dirinya yang berbeda.
Adrian selalu berwajah dingin dengan orang lain.
Saat merenungkan ini, tanpa sadar kaki cindy melambat,ia menyadari adrian sudah hilang.
Dimana dia?
"Adrian, adrian" cindy berteriak dengan panik.
Tiba-tiba tiba mendengar suara merengek, cindy langsung melihat ke arah sumber suara.
Adrian sedang digendong oleh orang lain, dan mulutnya disumbat,makanya hanya bisa mengeluarkan suara tertahan.
"Adrian"
Cindy segera membuang sepatu hak tingginya, berlari mengejar ke arah adrian dengan cepat.Ia tidak perduli menginjak kerikil atau lantai yang panas.
Jalan setapak di kebun binantang sangatlah sepi,di buat dengan batu kerikil kecil dan sangat tidak rata.
Saat orang yang membawa adrian akan sampai di mobil,cindy menancapkan jarum perak di leher orang tersebut.
"Berani macam-macam dengan adrian kamu, aku tusuk sampai mati"
Cindy sangat mahir dengan akupuntur tradisional,makanya ia tahu titik-titik akupuntur manusia,ia mengetahui titik mana yang sakit saat di tusuk,saat menusuk dua kali, orang yang ingin menculik berguling di tanah dan berteriak.
Cindy menendang beberapa kali ke badannya dengan sekuat tenaga.
"Wanita sialan,kubunuh kamu"
__ADS_1
Cindy mengambil kerikir dilembar ke arah kepalanya, tiba-tiba darah keluar dari kening pria tersebut.