Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Menghasut anak yang lain


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Linda menjelaskan kepada rendy, kejadian perkelahian adrian di sekolah.


"Rendy, hari ini adrian memamerkan kotak pensilnya pada teman sekelasnya, para siswa penasaran ingin melihatnya, tetapi dia malah memukul siswa yang ingin melihatnya, sepertinya beberapa siswa terluka lebih parah daripada dia"


Rendy menatap adrian."Kenapa kamu memamerkannya?"


"Aku tidak ada" adrian menyangkal.


"Siapa yang memulai duluan?"


Adrian tertegun, memang dia yang memukul duluan,karena siswa tersebut merebuk paksa dan menjatuhkannya, baru ia memukulnya.


"Pamer, memukul orang"


Ini bukan kebiasaan yang baik!


"Rendy, kamu jangan salahkan dia,anak kecil berkelahi itu normal"


"Besok semua peralatan akan diubah yang biasa"


Tidak membiarkannya memiliki modal untuk pamer,kalau begitu tidak akan terjadi masalah, umur sekecil ini sudah suka pamer, ini bukan hal bagus.


Adrian meneteskan air mata, ia penuh keluhan menatap rendy, dan cemberut masuk ke kamar tidurnya.


Linda tersenyum melihat anak kecil itu masuk kamar, anak itu memang perlu dibimbing sedikit keras.


Malam hari.


Bobby mengirim pesan kepada adrian.


"Apakah kamu sudah pergi ke taman kanak-kanak?"


"Pergi,tk pelita harapan"


Bobby merasa sedikit iri."Mommy pernah bertanya,Itu adalah Tk anak-anak bangsawan, adrian kamu benar-benar bahagia"


Adrian cemberut."Taman kanak-kanak tidak bagus"


Terdengar pintu terbuka,pesan masih belum dikirim,kemudian menyembunyikan ponsel di bawah bantal.


Bobby tidak mendapat balasan, ketiduran di kasurnya.


Rendy menatap anaknya yang sedang terpejam,


Ia duduk di tepi kasur membujuknya."Taman kanak-kanak merupakan lingkungan baru untukmu, kamu mesti berusaha adaptasi, setelah kamu menyesuaikan diri, tidak akan terjadi masalah lagi" rendy mengelus wajah adrian yang terluka.


"Aku sudah mengoles obat yang paling bagus untukmu, akan sembuh dengan cepat, kamu harus mengingat pelajaran ini, apakah kamu tahu?"


Adrian tidak menghiraukannya, ia masih berpura-pura tidur, rendy mencium dahinya, menyelimuti dan kemudian berjalan keluar.


Setelah ayahnya menutup pintu,adrian tahu ayahnya mencintainya.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Cindy sudah selesai menyiapkan sarapan pagi untuk ketiga anaknya dan menyuruhnya makan.


Shelly seperti biasa datang pertama ke ruang makan,mata indahnya melihat menu makanan dan memikirkan apa yang harus dimakan duluan.


Shella sok cantik, ia selalu paling terakhir,jika rambutnya sedikit berantakan akan ditata ulang kembali.


Bobby selalu di belakang shelly untuk duduk di ruang makan.


Ia mengambil susu dan meminumnya."Mami, rasa susu ini paling disukai adrian"


Menyebut nama adrian, hati cindy terusik.


"Tidak tahu adrian sekarang bagaimana, apakah dia sudah pergi ke taman anak-anak?"


"Sudah pergi, dia masuk ke Tk pelita harapan"


Shella yang baru keluar dari kamar mendengarnya."Ayah memang kaya"


"Iri? apakah kamu ingin tinggal bersama ayah?"


"Jangan sembarangan bicara! sekaya apapun ayah, aku tidak akan meninggalkan mami"


Shelly menyeka keju di mulutnya."Aku juga tidak akan meninggalkan mami,mami adalah mami terbaik di dunia"


"Cie.. cie.. shelly kamu kebanyakan makan yang manis-manis, sekarang mulutmu menjadi sangat manis dan membuatku merasa mual"


"Terserah aku dung" shelly kesal dengan shella padahal,dirinya hanya memuji mami.


"SUdahlah, kalian bertiga cepat makan, jangan sampai terlambat" cindy tahu kalau dibiarkan kedua pitrinya akan bertengkar


Setelah mengantar anak-anak ke sekolah,cindy teringat yang dikatakan bobby, ia takut adrian tidak bisa beradaptasi dengan baik di sekolah.


Sampai di tk kebetulan melihat adrian turun dari mobil audy hitam,terlihat tidak senang.


Cindy segera menundukkan kepala dan bersembunyi takut di kenali.


"Segera masuk, jangan menunda-nunda waktu"


Suara bentakan membuat hati cindy merasa tidak enak.


Ia melihat wanita cantik sedang menatap marah adrian.


Adrian masuk dengan tas di punggunnya, linda masih berbicara di belakangnya."Hari ini jangan berkelahi lagi, aku merasa malu saat menjemputmu."


"Astaga! darimana harimau betina ini berasal?


Cindy merasa jengkel menatap wanita yang menjengkelkan itu,tiba-tiba mengingatnya.


Wah! bukankah wanita ini yang bertengkar dengan shella di bandara.


Mengapa wanita ini bisa mengantar adrian ke sekolah?


Mendengar kata yang di ucapkan tadi, ini bukan pertama kali mengantar.


Bagaimana bisa rendy membiarkan wanita tidak waras ini mengantar adrian ke sekolah?


Cindy melihat kepergian adrian, tubuh kecilnya seperti kesepian.


Ketiga anaknya yang lain kalau pergi ke sekolah akan begitu senang, jangan-jangan ada hal yang tidak baik terjadi pada adrian?


Ia ingat adrian merasa senang saat membicarakan masuk sekolah.

__ADS_1


Melihat wanita yang mengantar adrian masuk ke mobil, cindy mengikuti adrian masuk ke sekolah.


Belum sempat duduk adrian sudah di dorong oleh orang tua siswa, tubuh kecilnya terhuyung sampai terduduk di lantai.


"mengapa mendorongku?" adrian buru-buru berdiri menatap tajam orang yang mendorongnya.


Cindy mengepalkan tangannya, berjalan mendekat.


"Aku memang sengaja mendorongmu! kamu lihat bagaimana kamu memukul anakku, wajahnya sampai memar kebiruan, tangannya juga kamu gigit hingga membekas,kamu benar-benar anjing gila dan tidak beretika"


"Dia duluan yang menjatuhkan kotak pensilku"


"Satu kotak pensil saja, bisa membuatmu memukul orang"


Wanita itu ingin mendorong adrian lagi, tiba-tiba tangannya di pegang kuat oleh seseorang.


"Ah.. siapa yang memegang tanganku" wanita berteriak kesakitan.


"Nenekmu"


"Ah! sakit.. sakit.cepat lepaskan"


Cindy menghempaskan tangannya dengan kuat.


Adrian tidak menyangka maminya akan datang di saat ini, ia buru-buru menundukkan kepala.


Kemarin di pukul hingga memar di wajahnya, sekarang masih terlihat, adrian tidak mau maminya melihat penampilan yang kacau ini.


Cindy melihatnya menundukkan kepala berjongkok di depannya."Adrian, jangan takut, mami ada disini"


Ia melihat wajah memar anaknya, hatinya seperti teriris.


"Siapa yang berani memukul anakku?"


Suara bentakan keras,membuat suasana kelas menjadi hening.


Cindy merasa sangat marah, dirinya saja belum pernah mencubit anaknya.


Tatapan cindy mengarah pada wanita itu.


"Apakah anakmu yang memukulnya? "


"Tidak.. tidak.. anakmu duluan yang memukul anakku"


Cindy melihat anak kecil di samping wanita itu, lukanya hanya sedikit, lebih banyak luka di wajah adrian.


Padahal adrian yang dirugikan, wanita ini masih berani mendorong anaknya.


Sepertinya tadi adrian berkata, kotak pensilnya di jatuhkan duluan.


"Adrian, apakah dia yang memukulmu?"


Andrian menggelengkan kepala."Anak itu berkata siapa yang membantu memukul akan ditraktir makan pizza hut"


Membantu memukul, ditraktir makan pizza hut!


Astaga!


Cindy tercengang, anak sekecil ini bisa menyogok orang, berarti adrian dipukul banyak anak-anak?


"Anakmu menghasut anak yang lain untuk memukul anakku, kamu harus minta maaf pada anakku,anakmu juga minta maaf, semua anak yang demi makan pizza hut memukul adrian, semua harus minta maaf" cindy berkata dengan tegas

__ADS_1


__ADS_2