Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Ikuti dia


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Melihatnya pergi tatapan rendy menjadi serius, ia memberi perintah pada pengawal.


"Ikuti dia"


"Oke, tuan muda"


Setelah keluar dari villa keluarga adiguna, cindy sengaja mampir ke toko dessert untuk membelikan shelly kue kesayangannya.


Melihat mami pulang dengan selamat, ketiga anaknya merasa lega.


"Mami, apakah kamu ketahuan?"


"Tidak" cindy menggelengkan kepala.


"Aku sudah mengatakan, kalau kemapuan meriasku sangat hebat, sangat sulit untuk dikenali"


Cindy mengusap kepalanya dan mengangkat kedua jempolnya."Shellaku memang paling hebat"


"Mami, apakah dessert ini untukku?" Shelly matanya sudah berbinar menatap kotak kue.


"Benar, ini semua kesukaan shellyku?" cindy mengelus kepalanya.


"Terima kasih mami"


Shelly menerima kotak dengan senyuman di wajahnya, lalu membukanya.


"Makan terus, adik kamu hanya tahu makan saja"


"Aku kalau makan akan senang! daripada kamu dari siang hanya bermain dengan kotak riasanmu"


"Aku, akan jadi cantik dan menyenangkan! daripada kamu hanya makan, cepat atau lambat akan gendut seperti babi"


"Kau" shelly sangat kesal.


"Sudahlah shella, sini bantu mami menghapus make up dulu"


Melihat kedua putrinya bertengkar, cindy segera menarik shella ke kamarnya.


Bobby yang berada di samping menghela nafas,kedua adiknya setiap hari memainkan drama dengan seru dan penuh keributan.


***


Rendy melihat lokasi gps di ponselnya,ia mengerutkan alisnya dan matanya tajam melihat ponsel.


"Presdir adiguna, ini adalah titik lokasi orang yang merusak sistem perusahaan,daerah gardenia,gedung no 108" bimo baru menjelaskan, pengawal yang mengikuti cindy masuk.


"Presdir adiguna,orang yang aku buntuti, masuk ke gedung gardenia dan tepatnya gedung no 108"


Bimo merasa aneh,alamatnya sama persis dengan orang yang meretas perusahaan.


Bagaimana bisa begitu kebetulan?


Wajah rendy langsung sedingin es, kedua tangannya mengepal kuat.


"Chloe adalah orang memaki dirinya?"


Bagus sekali!

__ADS_1


Pengawal dan bimo saling menatap,mereka berdua bisa merasakan amarah sang presdir.


Detik berikutnya rendy berdiri dan berjalan keluar.


Bimo bisa mengetahui presdir akan pergi kemana,lalu berkata pada pengawal.


"Ayo,ikuti presdir"


Sekelompok orang berjalan di belakang rendy.


30 menit kemudian


Mobil rendy berhenti mendadak di bawah gedung gardenia.


Begitu turun dari mobil, rendy berjalan dengan cepat ke lokasi yang dituju,bimo merasa orang yang tinggal disini pasti akan sangat sial.


Tiba di gedung no 108


Rendy memberi isyarat, bimo langsung mengetuk pintu.


"Tokk.. tokk.. tookkk"


Suara pintu yang cukup kencang membuat cindy sedikit panik.


"Siapa?"


Tidak ada yang menjawab, suara ketukan masih terdengar.


Mengapa orang ini seperti rentenir yang sedang menagih hutang?


Cindy membuka pintu dengan emosi dan kesal.


"Mau apa datang!... eh...ada dewa neraka datang"


"Ternyata kamu?"


Rendy tersenyum dingin, ia ingin melangkah masuk


Namun cindy membentangkan kedua tangannya menghalau masuk."Presdir adiguna, ini adalah rumahku, kamu tidak boleh masuk dengan sembarangan! silahkan anda pergi"


Jantung cindy berdetak kencang, ia takut rendy akan melihat ketiga anaknya.


Rendy mengabaikan ucapan cindy,ia tersenyum meremehkan."Masuk rumah dengan sembarangan? dibandingkan dengan perbuatanmu yang rendahan, ini bukan apa-apa, ya kan?"


Perbuatan rendahan....


Rendy pasti sudah menemukan sesuatu, dia pasti sudah tahu dokter jenius adalah dirinya.


"Takut?"


Melihat cindy yang terdiam rendy mengejeknya.


"Presdir adiguna,ada yang mengatakan perasaan orang tua pada anaknya adalah sama, aku melakukan ini semata-mata hanya ingin mengobati adrian"


Mendengar nama adrian disebutkan, amarah rendy semakin memuncak.


"Tutup mulutmu! kamu tidak pantas menyebut nama adrian dan kamu lebih tidak pantas menjadi maminya."


"Mami, siapa mereka?"


Shelly keluar dari kamarnya,ia melihat banyak orang di depan menjadi penasaran,ketika melihat wajah rendy, shelly berkata."Wah, wajahmu mirip sekali dengan bobby"


Rendy menatap anak kecil yang barusan keluar dari kamar, anak ini wajahnya sama dengan cindy, apakah dia adalah putrinya?


"Mami, ada apa?"

__ADS_1


Saat ini shella keluar dari kamarnya.


Ketika melihat wajah rendy,amarah di hati shella langsung naik.


Dia adalah daddynya?


Selama beberapa tahun ini sudah mengabaikan mereka,sekarang malah membawa segerombolan orang untuk masuk ke dalam rumah... ini benar-benar keterlaluan.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" shella berdiri di depan ibunya sambil marah-marah.


Benar-benar anak kecil ini sangat mirip dengan ibunya tidak mempunyai sopan santun.


Adrian sejak kecil merindukan kasih sayang ibunya dan sampai sekarang belum merasakan kasih kasang seorang ibu.


Namun wanita malah langsung melupakannya dan langsung berhubungan dengan lelakin lain.


Begitu memikirkan ini,kedua mata rendy memerah.


"Kedua anak ini adalah putrimu?"


"Benar,presdir adiguna, kalau kamu merasa tidak senang lampiaskan saja padaku,mereka masih anak-anak dan jangan melukai mereka"


"Mami, aku tidak takut padanya" shella sangat angkuh dan menatap tajam wajah rendy.


Rendy hanya tersenyum dingin dan meremehkannya,dimatanya,shella hanya anak liar yang tidak tahu tatakrama,apakah wanita seperti cindy,hanya bisa mendidik anaknya seperti ini?


Perasaan cindy menjadi tidak senang,postur tubuh kedua putrinya memang lebih pendek sedikit dibanding bobby,wajahnya memang mirip dengannya,ini wajar rendy tidak mengenali wajah putrinya.


Namun berbeda dengan bobby,ia kembar dengan adrian, tinggi badannya juga hampir sama, kalau saat ini bobby keluar, pasti rendy akan mengenali sebagai anaknya,maka ia akan kehilangan anaknya.


"Bukankah kamu biasanya pintar memakiku, kenapa sekarang hanya diam membisu?" ejek rendy pada cindy.


Cindy meras bingung dengannya, kapan dia memaki rendy?


"Presdir adiguna,saya tidak mengerti maksud anda?"


Berani melakukannya, tapi wanita ini tidak mengakui, dia benar-benar wanita tidak berakhlak.


"Hanya kamu yang berani bertindak sembarangan,aku sangat penasaran darimana kamu mempelajari ketrampilan medis dan meretasmu?"


Cindy tidak heran dia menanyakan ketrampilan medisnya, namun ketrampilan meretas..


Apakah bobby melakukan sesuatu?


Jawabannya sangat jelas


Bobby pasti melakukan balas dendam dengan meretas perusahaan adiguna.


"Teknik hack dan meretas, semua di ajarkan oleh guru-guru ternama"


"Akhirnya kamu mengakui, apakah kamu tidak mati atas perbuatanmu ini?"


Rendy menyipitkan matanya dan menatap tajam cindy.


Apakah pria ini benar-benar menginginkan ia mati?


Namun ia tidak boleh mati!


Demi ketiga anaknya dan juga untuk menyebuhkan adrian, ia tidak boleh mati.


"Presdir adiguna, jika kamu ingin mencelakaiku mungkin pengobatan adrian akan tertunda dan berbahaya untuk keselamatannya"


Ketika menyebutkan nama adrian,wajah rendy sedikit berubah, harus diakui bahwa akupuntur cindy untuk adrian benar-benar bermanfaat.


Lebih baik membiarkan wanita ini hidup dulu untuk menyembuhkan penyakit adrian terlebih dahulu, anggap saja untuk penebusan dosa telah menelantarkan anaknya.

__ADS_1


__ADS_2