
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
"Kalau begitu,kamu biarkan aku mati disini, setelah adrian tahu, dia akan membencimu seumur hidupnya."
Wanita sialan,apakah dia mengancam dengan kematian?
Namun, rendy tidak bisa benar-benar mengabaikannya,jika wanita ini beneran mati disini, adrian pasti akan sangat membencinya.
Rendy menelepon sebentar dan membawa cindy ke rumah sakit.
Dokter sangat terkejut."Bukankah presdir adiguna mengatakan ini sangat serius, ternyata ini hanya luka kulit biasa"
"Iya, seolah-olah yang dia katakan adalah manusia lumpuh"
Cindy mendengar gumaman dokter tersenyum bangga."Kalian tidak tahu,presdir adiguna sangat baik padaku,biasanya aku tertusuk jarum kecil saja,dia akan tertekan untuk waktu yang lama.Terlebih lagi ini... dia merasa sangat tertekan, makanya berbicara sangat serius"
Mendengar apa yang dikatakan cindy,para dokter dapat melihat wanita ini sangat di manjakan oleh presdit adiguna dan pasti wanita ini punya latar belakang.
Setelah itu, cindy menerima pelayanan seperti ratu.
Malam hari
Setelah pulang kerja rendy ingin melihat cindy ke rumah sakit dan menemukan bangsal sudah kosong.
"Mana orangnya?"
"Presdir adiguna, nyonya mengatakan ada urusan, jadi dia pergi"
Nyonya?
Apa yang dibicarakan dokter ini adalah cindy?
"Dia.. bagaimana bisa pergi dengan luka separah itu?" rendy merasa curiga.
Bukankah dia sudah terjatu beberapa kali dan tulangnya ada yang patah?
Baru setengah hari sudah bisa berjalan?
"Presdir adiguna, nyonya hanya terluka di permukaan kulit bagian luar saja,kebetulan sudah di tangani sebelumnya dan anda jangan khawatir, dia akan segera sembuh"
Luka di permukaan kulit!
Sudah di tangani sebelumnya?
Jadi noda darah yang berada di tubuhnya?
Rendy mengepalkan tangannya, dasar wanita sialan, dia menipuku lagi...
"Preasdir adiguna, nyonya"
"Katakan nyonya lagi, aku patahkan tulangmu"
Tampang rendy yang sedang marah, membuat dokter merasa takut.
"Iya.. iya. "
Rendy buru-buru ke mobilnya dan pergi ke villa gardenia.
Mengetuk pintu dengan keras, namun tidak ada jawaban.
__ADS_1
Mendapatkan informasi dari tetangga cindy, mengatakan dia sudah pindah rumah.
"Pindah kemana ya?"
"Kalau ini saya tidak tahu"
Sialan!
Rendy terus curiga, bagaimana wanita itu turun dari bebatuan? Ada lagi darimana noda darah itu?
Semua pertanyaan ini, hanya bisa di selesaikan saat kembali ke villa gerhana.
Baru saja masuk ke dalam rumah, pengurus tua menghampiri dengan panik."Gawat tuan, tuan kecil menghilang"
"Apa?" rendy terkejut.
Bagaimana adrian hilang? jangan -jangan...
"Pergi periksa bagaimana wanita itu bisa turun dan darimana noda darah itu?"
"Tuan.. noda darah itu tuan kecil memberi obat merah.. kenapa tidak ada yang melihat turun?"
Bobby dan adrian melakukan sesuatu hal tidak seteliti orang dewasa.
Cindy!
Pasti wanita itu yang menghasut adrian untuk melakukannya.
Berani sekali, wanita itu memainkan trik di belakangnya,ia mengempalkan tangannya, ingin. meremas cindy hingga menjadi abu.
***
Cindy sedang terduduk di rumah barunya, ia merasakan panas di kaki yang terluka.
Tadi kabur dari rumah sakit dengan memesan taxi.
Lagipula adrian ikut keluar bersama dengannya.
"Mama,tidak perlu khawatir, seharusnya papa tidak dapat menemukan kita"
Bobby melihat wajah ibunya yang gelisah, mencoba untuk menenangkan.
Adrian yang sedang memindahkan barang, mendengar bobby memanggil cindy, seketika tertegun.
"Kamu memanggil dia apa?" mata adrian menatap cindy dan bobby.
Cindy tidak tahu harus bagaimana, kebetulan malah terdengar oleh adrian.
Bobby merasa bersalah,ia tidak memperhatikan sekitar saat berbicara.
Tapi tidak ada masalah di mengetahui lebih cepat.
Cepat atau lambat adrian akan mengetahui.
Bobby menoleh ke arah adrian."Mama, dia adalah mami kita"
Mama?
Adrian mengedipkan mata terus menatap cindy.
Cindy menjadi gugup, tidak apa tanggapan adrian."Maafkan aku nak"
"Kamu benar-benar mamaku?"
Cindy mengangguk dengan semangat.
__ADS_1
"Lalu kenapa kamu meninggalkan aku?lalu membuang diriku? mengapa membiarkan aku tidak ada mama sejak kecil?" suara adrian tampak tidak senang
"Adrian, pada saat itu mama juga terpaksa,aku sendirian harus membesarkan empat orang anak.." cindy menghela nafas."mama bukan sengaja meninggalkanmu, mama selalu merindukanmu setiap hari, seperti kamu merindukan mama setiap hari"
Adrian terdiam
Air matanya mengalir deras.
Beberapa tahun ini,ia selalu menganggap anak. yang terbuang dan anak yang diabaikan mama
Melihat adrian menangis, cindy merasakan sakit hati,namun dirinya tidak bisa melangkah ke arah adrian.
Adrian juga diam membisu di tempat.
Bobby tahu ibunya sangat merindukan adrian setiap hari,ia menepuk bahu adrian.
"Mama sangat mencintaimu, dia bukan sengaja meninggalkanmu, dia. sudah bekerja keras utuk membesarkan kita bertiga, kamu tidak ada mama, kita bertiga juga tidak ada papa,, aku tidak menyalahkan papa, bisakah juga kamu jangan menyalahkan mama?"
Adrian masih terdiam.
Bobby terus menasehati."Demi menyembuhkammu, mama menyamar dan pergi ke villa gerhana,takut ayahmu tidak memberikan izin untuk mendekatimu,ada lagi, demi menolongmu kakinya sampai terluka, adrian mama sangat mencintaimu dan mencintai kita"
Adrian teringat pertama kali bertemu dokter Chloe,dia menyamar dan ada tanda lahir di wajahnya, saat itu sangat jelek.
Ternyata demi menolongnya dan takut di ketahui ayah, makanya menyamar menjadi jelek.
Teringat beberapa kali menolongnya dan membantah ayah.
Teringat demi menolongnya,kakinya terluka...
Teringat dia mengajak ke taman bermain dan menemani makan dessert..
Seharusnya mami mencintainya!
Ia bukan anak. tang terbuang, mama mencintainya!
Adrian berjalan ke arah cindy, ia memanggil dengan pelan."Mama"
Cindy mengulurkan tangannya, memeluk. tubuhnya."Adrian, mama yang bersalah, ke depannya mama akan lebih baik padamu, mama ingin mengembalikan waktumu yang terbuang, "
Melihat adrian dan cindy saling mengenal, bobby merasa bahagia.
"Mami, siapakah diantara kita berdua, yang menjadi abang dan menjadi adik?"
"Adrian adalah kakak, kamu adalah adik"
Cindy merasa bahagia adrian sudah mau menerinya dengan baik.
Adrian tinggal bersama dengan cindy selama beberapa hari,setiap hari melakukan akupuntur dan dikombinasikan dengan ramuan tradisional sehingga kondisi adrian menjadi lebih baik.
Suatu hari, Rendy sedang melakukan wawancara di televisi, sekarang tubuhnya tampak lebih kurus, adrian menatap ayahnya yang semakin kurus, mata kecilnya mengeluarkan air mata.
"Kamu merindukan papamu?" bobby yang di sebelahnya bertanya.
Adrian mengangguk."Aku ingin kembali"
"Kamu ingin tinggal bersama dengan ayah?"
"Aku tidak di sampingnya, ayah pasti merasa kesepian,aku akan menemaninya beberapa hari"
"Benar juga! kapan mama dan papa bisa bersama, jadi kita sekeluarga bisa reuni"
"Baiklah, kita harus bekerja sama"
"Baik,kita harus bekerja sama"
__ADS_1
Kedua bocah berdiskusi,setelah beberapa saat, adrian berkata pada cindy ingin kembali. '