
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Setelah beberapa saat rendy mendapatkan telepon dari seseorang mengabarkan posisi vanda.
Ia menyerahkan kartu atm secara sukera pada cindy.
"Bertindak secara terpisah! kamu tunggu info darinya dan beri kartu, aku dan bimo akan pergi menyelamatkan orang"
Setelah berkata rendy mengajak bimo untuk segera pergi ke lokasi vanda.
Ternyata kakaknya masih ada rasa takut dan cemas!
"Kak, kamu jangan lupa, aku memenangkan taruhan ini"
Rendy mengabaikan ucapan anton dan bergegas ke mobil..
Cindy merasa heran dan bingung, lalu berkata.
"Kakakmu sudah menemukan posisi vanda dan untuk apa uang di kartu ini?"
"Tentu saja untuk menstabilkannya! biarkan mereka fokus akan mendapatkan uang dan tidak berhati-hati, sehingga kakakku bisa melumpuhkannya dengan mudah"
Cindy mengangguk dan berharap mereka memperlakukan bobby dengan baik.
Asnia dan vanda sedang berbagi kebahagiaan, mereka akan segera mendapatkan uang 400 milyar.
Asnia mengutuk dengan kasar."Pelacur kecil, bukankah tetap mengeluarkan uang dengan patuh?pelacur ini tampaknya cukup kaya, mungkin dia habis menemukan orang Kaya Baru-baru ini"
"Bu, menurutmu, apakah uangnya kali ini ada hubungannya dengan ayah dari anak haram tersebut?"
"Ayah dari anak haram? Aku pikir itu tidak mungkin, dia dulu menggoda pria sembarangan saat mabuk, mungkin saja itu seorang preman, aku rasa dia mendapatkan pelanggan yang kaya raya sekarang"
Mereka berdua sangat senang bergosip dan melupakan bobby yang sedang diikat dan dikurung di kamar dengan kunci kombinasi.
20 menit kemudian.
Asnia dan Vanda sangat panik,bagaimana kunci kombinasasi ini bisa dirusak oleh anak sekecil itu?
Saat mereka sedang bingung
Pintu di dobrak dengan kuat.
Begitu masuk bimo langsung menendang kuat asnia hingga terjatuh dan menginjak perutnya.
"Ohhh! bajingan mana ini?" tepat saat asnia mengutuk kepalanya di injak dengan kuat.
"Bajingan itu di tunjukkan pada siapa?"
"Kamu... kamu bajingan,cepat lepaskan aku" asnia memberontak,namun tidak berarti.
"Aku memang bajingan yang akan menghancurkanmu" bimo berkata tegas.
"Kamu.. "
Vanda menatap rendy, tiba-tiba menjadi ketakutan.
"Kamu... kamu ceo grup adiguna?"
"Penglihatanmu cukup bagus"
__ADS_1
"Kami tidak menyinggung grup adiguna,ceo adiguna, untuk apa kedatanganmu kemari?"
"Panggilan anak haram, apakah itu begitu menyenangkan?"
Wajah vanda menjadi pucat, apakah anak itu punya hubungan dengan ceo adiguna?
Rendy segera mengeluarkan belati.
"Kamu... ceo adiguna,kamu tidak bisa melakukan ini, aku tidak tahu anak itu punya hubungan denganmu.. "
"Sudah melakukan kesalahan,maka harus membayar harga yang pantas" rendy memegang lehernya dengan satu tangan dan menggores wajahnya dua kaki dengan belati.
Vanda seketika berteriak kesakitan, noda merah keluar dari bekas luka di wajahnya, setelah rendy melepaskan cengkraman, vanda berguling di lantai.
Vanda merasakan sakit di wajah dan sakit hati, bagaimana bisa meneruskan hidup dengan bekas luka di wajahnya?
Rendy malas melihat vanda yang menangis dan berguling di lantai, ia berjalan mendekati asnia dan berjongkok..
"Jika kamu tidak ingin berakhir seperti dia, cepat katakan dimana anak itu?"
Asnia yang gemetaran langsung mengaku.
"Anak itu melarikan diri, dia memutuskan tali dan membuka kunci kombinisasi"
Melarikan diri?
Rendy melihat sebuah ruagan memang melihat gembok yang rusak dan melihat tali yang putus di dalam ruangan. Sepertinya apa yang dikatakan wanita ini benar.
Sebelum pergi rendy menendang perut asnia dengan kuat dan segera meninggalkan kedua wanita yanh sedang menangis di lantai.
Ia sangat panik dan mencari keberadaan bobby di luar.
Cindy sendiri masih di dalam mobil anton menunggu intruksi dari vanda.
Setelah setengah jam menunggu ada telepon dari anaknya shelly dan membuka mode speaker.
"Apa bobby sudah pulang?"
"Baik, mami pulang sekarang"
Sebelum pergi anton menelepon kakaknya.
"Kak, kamu dimana?"
"Aku sedang mencari bobby, sebelum kita datang dia sudah melarikan diri" Rendy berkata dengan cemas.
"Kak, bobby sudah pulang ke rumah.."
Begitu mendengar bobby sudah sampai di rumah rendy segera mematikan telepon dan menyuruh bimo. mengendarai mobil dengan cepat ke rumah cindy.
Mobil rendy lebih cepat lima menit sampai di rumah cindy.
Rendy mengetuk pintu rumah dan berusaha memberi kesan baik pada putranya..
Shelly mengira mami yang pulang dan segera membuka pintu, namun malah melihat rendy yang berdiri depan pintu.
"Aku datang untuk melihat bobby"
Shelly ragu-ragu,apakah boleh membiarkan dia masuk?
Namun pria jahat ini membantu menyelamatkan bobby.
Rendy tersenyum memandang gadis gemuk di hadapannya."Paman datang untuk menemui bobby, nanti bawa kalian makan enak, bagaimana?"
Makan enak!
__ADS_1
Shelly langsung mengangguk.
"Kamu bukan paman, tapi daddy"
Rendy mengerutkan alisnya, putri yang diasih oleh cindy memang sama dengannya, begitu melihat ada keuntungan langsung memanggil daddy.
Rendy menyentuh kepala shelly dan berjalan masuk ke dalam.
Saat sampai di dalam melihat bobby yang sedang bermain tablet.
Anak ini persis dengan adrian
Wajah dan tingginya hampir sama.
Tidak perlu melakukan verifikasi,rendy sudah sangat yakin ini anaknya.
Ia berjalan mendekat dan menyentuh kepala bobby.
Bobby mendongak dan kaget.
Kenapa daddy bisa berada disini?
Apakah kali ini akan diperlakukan sebagai adrian lagi?
Ia baru saja keluar dari bahaya dan belum melihat mami, apakah akan dibawa pulang lagi ke villa?
Rendy tersenyum cerah."Maukah pulang bersama daddy ke villa?"
Bobby mengangguk dengan patuh, pasti dikira sebagai adrian lagi.
Melihat anaknya setuju rendy menggendongnya dan berjalan keluar dari rumah.
Shelly berlari dan menghalangi rendy di depannya."Bukankah setelah kamu melihat bobby, kamu mengajak kita makan enak"
"Lain kali, aku bawa kamu pergi makan" rendy ingin segera kabur dari sini..
"Tidak Sekarang" shelly keras kepala.
Rendy mengeluarkan atm dan memberikan pada shelly."Ini cukup untuk kamu makan seumur hidup,biarkan ibumu membawamu pergi"
Shelly melihat kartu di tangannya tiba-tiba menangis..
Apakah daddy tidak menyukai anak perempuan?
Shelly membuang kartu ke tanah dan berlari ke kamarnya dengan marah.
Gadis ini, memiliki temperamen buruk seperti ibunya.
Tapi ini cukup bagus, uangnya di tolak begitu saja!
Saat sampai di depan melihat cindy yang berjalan cepat dan merentangkan kedua tangan.
"Kamu tidak bisa membawa pergi bobby"
Bobby mengedipkan matanya ke arah ibunya..
"Mami, daddy akan membawaku kembali ke villa gerhana,aku akan melihatmu lain kali"
Cindy menghela nafas."Bobby, dia sudah tahu keberadaanmu,dia ingin kamu meninggalkan mami"
Bobby tampak terkejut.
Bagaimana daddy bisa tahu?
Bobby memandang rendy."Kamu.. kamu apakah sudah tahu aku bukan adrian?"
__ADS_1
"Kamu, berpura-pura menjadi adrian?"
Bobby menjulurkan lidahnya, ia memang sudah beberapa kali bertukar tempat dengan adrian.