Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Sama persis dengannya


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Rendy juga sangat terkejut,ia melihat boneka yang tergeletak di tempat tidur,lalu mengerutkan keningnya."Adrian,ada apa ini?"


Bobby sedikit ragu."Saat aku barusan tidur,aku memeluk bonekanya,tidak boleh kah?"


Pengurus tua berkata."Memeluknya tidur?tuan kecil,bukankah kamu akan membersihkan tempat tidur saat akan tidur"


Ehhh!


Ternyata adrian punya kebiasaan ini.


"Kebiasaan juga bisa berubah,sekarang aku terbiasa memeluknya saat tidur,ini sangat lembut dan lucu,saat aku sedang kesal bisa mencubitnya, dengan begitu aku akan merasa lebih baik"


Saat berkata bobby berjalan ke tempat tidur dan memeluk boneka sebagai demontrasi.


Melihat dia mencubit boneka beruang, rendy dan pengurus tua mengerutkan alisnya.


Rendy tahu anaknya, tidak akan melakukan gerakan kecil tidak bermanfaat.


"Kenapa? kalian merasa ini tidak menyenangkan, coba saja sendiri" selesai berkata bobby menyerahkan boneka kepada rendy..


Rendy menatapnya dengan curiga,ia menaruh boneka di kasur, lalu bertanya."Apakah tubuhmu sudah merasa lebih baik?"


Mata bobby melihat sekeliling, ini adalah kesempatan bagus untuk memuji ketrampilan medis mami, tidak boleh di lewatkan.


"Sudah sangat baik, kemampuan dokter jenius sangat brilian,dalam beberapa hari saja tubuhku sudah penuh dengan energi, kalian lihatlah"


Selesai bicara bobby merasa ini adalah momen pas untuk sedikit menyakiti pria ini, ia sengaja menendang kaki rendy dengan keras, ia sekalian untuk menunjukkan kekuatannya.


Kejadian ini sangat mengejutkan pengurus tua.


"Tuan muda,tampaknya nona Chloe benar-benar dokter jenius! tidak hanya penyakit tuan kecil bisa disembuhkan, tapi membuat tuan kecil lebih bersemangat"


Rendy merasakan sedikit sakit di kakinya, ia melihat dengan teliti tubuh anaknya, merasa ada sesuatu yang aneh.


Adrian jarang-jarang berbicara banyak dan bahkan berani menedang kakinya dengan keras.


Tapi hari ini, sepertinya anaknya menjadi orang lain


Memperhatikan wajahnya dengan teliti, ini benar-benar putranya, tidak ada yang salah.


Bobby merasa tidak nyaman dengan tatapan rendy, ia harus menjalankan tugas mami dengan mulia, kalau sampai ketahuan akan menyakiti maminya.


Bobby pura-pura menguap."Daddy,bolehkah aku tidur sebentar?"


"Tidurlah,kamu ingin makan apa?aku akan menyuruh dapur untuk memasaknya"


"Aku ingin makan... " bobby merasa sulit.


Ia tidak mengetahui makanan kesukaan adrian, apa yang harus dia katakan?

__ADS_1


"Tuan kecil,kamu katakan saja, aku akan menyuruh orang dapur untuk memasaknya"


pengurus tua sedikit mendesak.


Bobby menyentuh kepala kecilnya."Aku ingin makan...iga babi asam manis, tahu tumis, dan beberapa sayuran"


"---" pengurus tua terkejut, tuan kecil belum pernah memakan ini sebelumnya, apakah tuan kecil akan memakannya?


Rendy juga terkejut..


Mungkinkah cindy yang memberitahunya? selain cindy, rendy tidak memikirkan orang lain.


"Tuan kecil, koki belum pernah memasak hidangan ini,aku tidak tahu,apakah mereka bisa membuatnya?"


"Biarkan orang dapur memasaknya! adrian ingin memakannya, maka harus dibuatkan"


"Baik tuan muda"


Pengurus tua buru-buru pergi ke arah dapur..


Bobby kepikiran dengan makanan lezat yang di masak maminya, ia berpenampilan seperti kucing kelaparan.


Raut wajah rendy berubah menjadi jelek seketika.


Cindy memang wanita sangat licik.


Wanita ini ingin merayu adrian dengan ketrampilan memasaknya, dia pasti tahu para koki disini tidak bisa memasaknya dengan enak, lalu wanita itu akan unjuk ketrampilan memasak untuk adrian dan anaknya akan tergantung dengan masakannya.


Sungguh licik!


Tidak boleh membiarkan rencana ini berhasil!


Kedua orang meninggalkan kamar adrian, bobby berguling-guling di kasur yang empuk, ia memikirkan kapan mami dan adrian akan kembali.


Disisi lain


Adrian meragukan cindy, kalau mereka berdua tidak ketahuan oleh ayahnya.


Ayahnya sangat pintar, bagaimana caranya bersembunyi darinya?


"Apakah kamu yakin, ini tidak akan ketahuan?"


"Tentu saja,jangan khawatir, kamu nanti diam-diam menyelinap masuk ke kamarmu,jangan biarkan orang lain melihatmu saat masuk ke kamar, aku jamin tidak akan terjadi masalah"


Adrian menatapnya dengan curiga.


Kali ini keluar tanpa hasil sama sekali,bimo mengatakan vidio sudah terhapus, karena sudah terlalu lama.


Agar tidak ketahuan cindy parkir mobil sengaja agak jauh dari villa, lalu mengikuti adrian berjalan ke arah villa, sebelum memanjat cindy mengingatkan untuk berhati-hati.


"Tenang saja" adrian memanjat dinding samping kamarnya.


Cindy mengirim pesan ke bobby, untuk keluar dari villa dengan hati-hati.


Sudah boleh pergi, bobby sedikit kecewa, ia memikirkan beberapa hidangan yang lezat.


Tidak boleh membuang-buang makanan, ia harus menyuruh adrian mewakili dirinya makan.

__ADS_1


Memikirkan hal seperti, bobby memutuskan untuk menunggu adrian sebelum pergi dari sini.


ia juga sangat penasaran dengan saudara kembarnya.


Ia berbaring di tempat tidur, sambil menunggu adrian kembali.


Terdengar suara derit jendela, lalu masuk sesosok pemuda kecil.


Bobby duduk dan membesarkan matanya melihat anak kecil yang masuk.


Wah! wajahnya sama persis saat melihat di televisi,sekarang seperti melihat cermin, sangat ajaib.


Adrian juga tercengang, ia membuka matanya lebar-lebar, melihat anak yang duduk di ranjangnya.


Bagaimana bisa persis dengan dirinya, bahkan lelaki kecil ini memakai pakaiannya?


"Siapa kamu?" Adrian sangat terkejut saat ini.


Bobby berjalan ke arahnya sambil tersenyum.


"Kita berdua terlihat sama persis,apakah kamu tidak bisa menebaknya?aku ini abangmu... eh.. mungkin juga adikmu"


Adik, kakak!


Adrian bahkan lebih bingung,ayahnya tidak memberitahu apapun tentang saudaranya, mengapa tiba-tiba muncul orang persis seperti dirinya?


Mungkinkah?


Mami membawanya kembali!


Memikirkan hal ini, secerah harapan muncul di hati adrian.


Baru hendak menanyakan mami, terdengar langkah kaki mendekat dari luar.


Bobby menjadi panik."Aku sudah menyuruh orang dapur untuk memasak makanan kesukaanku,kamu harus makan lebih banyak, aku harus segera pergi, jangan katakan apapun mengenai diriku pada orang lain"


Setelah selesai berkata bobby berlari ke arah jendela, sebelum turun melambaikan tangan ke arah adrian.


Mengapa tidak boleh orang lain menemukannya?


Adrian tidak mengerti!


Tetapi karena saudara lelaki yang mirip dengannya yang mengatakan, adrian memutusakan untuk merahasiakan.


Kemudian terdengar suara ketukan di pintu.


Adrian menjawab dengan tidak senang."Ada apa?"


"Tuan kecil,makanan yang ingin kamu makan sudah siap,ayahmu mengundangmu makan bersama"


Adrian mengingat intruksi dari bobby barusan, ia penasaran dengan menu yang di masak.


Saat sampai di meja makan, ia mengerutkan alisnya, melihat menu diatas meja.


Hidangan macam apa ini, sangat aneh, aku sebelumnya belum pernah memakan makanan seperti ini.


Rendy menatap anaknya,dengan fikiran rumit.

__ADS_1


Sekarang sudah dimasak dan sekarang tidak ingin memakannya.


__ADS_2