
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Rendy belum sampai di perusahaan polselnya berdering dan langsung mengangkatnya.
"Rendy, apakah aku mengganggu waktu kamu?"
"Kakek, anda bilang saja"
"Kakek dan kedua orangtuamu akan sampai di villa satu jam lagi, apakah siang ini punya waktu luang untuk makan siang bersama?"
"Kakek, aku akan segera pulang untuk menyambutmu"
"Baiklah"
Dua puluh menit kemudian rendy sudah sampai di villa.
Cindy mengira rendy melupakan sesuatu.
"Aku ingin berbicara denganmu"
Mereka berdua pergi ruang buku."nona cindy, villa hari ini kedatangan tamu penting,jadi aku minta kamu.. "
"Aku akan pindah dari sini"
"Kalau begitu anak-anak?"
"Aku akan menyerahkan semua pada anak-anak,aku dan kedua putriku akan pergi dari sini dulu"
Setelah menyusun barang-barang,cindy menghela nafas meninggalkan villa.
Rendy menyambut tetua adiguna dan orang-orang yang ia sayangi di depan villa.
"Rendy, villa gerhanamu sangat bagus"
"Kakek, jika kamu suka bisa tinggal disini"
"Mana bisa? setelah kamu beristri,kalian merasa tidak nyaman kalau aku tinggal disini"
"Kakek, aku merasa senang kamu mau tinggal bersama denganmu dan tidak akan menikah"
"Dasar! tujuanku pulang adalah untuk membahas pernikahanmu"
Rendy tertegun,lalu menatap kedua orang tuanya.
"Kakek mendengar hubungan dan nona cindy lumanyan baik, jadi ingin temui dia, dimana dia?"
"Bu, kamu jangan bicara sembarangan,aku dan dia tidak seperti yang kamu pikirkan"
"Kemarin anton meneleponku, kalau kami pulang sudah bisa menghadiri acara pernikahanmu"
Anton yang bilang?
"Bu, apakah omongan anton bisa di percaya? tujuan dia adalah mobil sport,jadi dia bohongi kamu"
Agnes langsung menelepon ponsel anton.
"Kakakmu dan nona cindy sudah seperti apa hubungan mereka?"
"Bu, kebetulan aku mau meneleponmu, terjadi sesuatu lagi dengan hubungan mereka, hubungan mereka penuh dengan liku-liku.
Setelah ibu membelikanku mobil sport, aku jamin hubungan mereka.... "
"Siap-siap kamu akan aku kirim ke afrika"
rendy langsung memotong perkataannya.
Anton kembali melihat no yang menelepon, ini nomor ibunya, kenapa bisa ada suara kakaknya?
__ADS_1
"Anton, kamu ingin mobil sport,cepat datang ke villa gerhana dan kita diskusikan dulu"
Ibunya sudah pulang?
Anton panik, saat akan mematikan telepon mendengar suara kakeknya."Anton, segera datang villa, kakek sudah merindukanmu"
"Baik kakek, aku akan segera kesana"
Anton terlihat panik dan bagaimana harus menemui orang tua dan kakeknya.
Ia menemukan sebuah ide dan semoga bisa menyelamatkannya.
"Rendy, apakah kamu tidak memikirkan untuk menikah?"
"Kakek, untuk masalah ini dibicarakan pelan-pelan saja"
Agnes langsung memarahi anaknya.
Tetua adiguna menyuruh kedua orang tua rendy pergi dari ruang tamu dulu.
"Rendy, umurmu sudah tidak muda lagi, kamu harus pikirkan baik-baik?"
Rendy hanya tersenyum saja.
"Rendy, apakah kamu masih ingat gadis yang di villa mawar?"
Rendy terlihat murung dan sedih mengingat masa lalu.
"Rendy, gadis di villa mawar pernah mengisi hatimu,kamu dan dia pernah hidup susah bersama-sama,tetapi dia sudah meninggal dan ini sudah bertahun-tahun,kamu harus melepaskannya"
"Kakek, aku tidak bisa melupakan dia! gadis itu seperti lampu yang menerangi hatiku dan perasaan seperti ini tidak bisa di gantikan oleh orang lain"
"Rendy, aku tahu perasaanmu, namun kamu harus memikirkan adrian, dia juga butuh kasih sayang seorang ibu"
Kasih sayang seorang ibu!
Namun cindy sudah bersuami,dia tidak mungkin menjadi ibu untuk kedua putranya.
"Kakek, aku tahu maksudmu, aku akan berusaha mencari ibu untuk adrian"
Pengurus tua mendekat dan berkata."Tuan muda kedua sudah datang"
"Suruh dia masuk"
"Baik"
Anton berjalan ke dalam dan memanggil kakeknya."Kakek"
"Anton, aku sudah sangat merindukanmu"
"Kakek, aku juga rindu padamu, aku akan menampilkan sebuah pertunjukan yang sangat seru,anda pasti suka"
Rendy sudah menebak, apa yang akan di tunjukkan oleh adiknya, dan membiarkan saja, asalkan bisa membuat kakek merasa bahagia.
"Pertunjukkan apa?"
"Sulap orang"
"Cepat lakukan"
"Aku butuh persiapan kakek dan aku punya satu permintaan,jika kamu merasa senang harus membelaku di depan kedua orang tuaku"
"Oke! jika kamu bisa membuatku senang, aku akan bantu kamu"
"Oke, anda tunggu sebentar"
Anton berlari ke arah halaman belakang.
"Kalian berdua akan tampil sebentar lagi"
"Paman, siapa orang itu?"
"Dia adalah orang terpenting di keluarga adiguna, dia adalah kakek ayahmu"
__ADS_1
Oh! ternyata kakek ayahnya, apakah orang itu baik?
Adrian tidak penasaran dengan kakek buyutnya, dia adalah orang yang paling di hormati daddy.
Setelah diskusi secara matang, anton kembali ke ruang tamu dengan percaya diri.
"Kakek, sebentar lagi pertunjukkan akan dimulai"
Agnes segera menjewer kuping anton.
"Kakek tolong"
"Agnes, stop dulu, kamu bisa memberikan hukuman setelah melihat pertunjukan"
Setelah itu adrian berlari melewati pintu ruang tamu.
"Bukankah anak itu harus sekolah?"
"Bu, kamu diam dulu, lihat saja"
Agnes menutup mulutnya dengan kesal.
Mereka melihat bobby berlari melewati pintu ruang tamu.
Bobby dan adrian saling bergantian melewati pintu ruang tamu dan semakin cepat bergantian.
Pakain Adrian berganti dengan begitu cepat.
Adrian dan Bobby muncul secara bersamaan dan menampilkan wajah nakal mereka.
"OMG! adrian ada dua? apakah aku salah lihat?" agnes merasa terkejut.
Saat semua orang merasa tercengang, anton menyuruh mereka untuk mendekat.
"Kakek, aku sudah menjadikan dua adrian? apakah kalian merasa terkejut?'
"Kenapa bisa menjadi dua? apakah kamu mendandani satu anak dan menjadi mirip adrian?" harris menganalisa triknya.
"Aiyo! aku sudah tua, aku pikir adrian ada dua"
"Kakek, kalau cicitmu beneran ada dua, hadiah apa yang akan kamu berikan padaku?"
"Apa yang kamu mau?"
"Aku mau supercar dan buat ibuku membelikannya" anton melirik ibunya.
Agnes mendengus."Jika kamu bisa menjadikan dua adrian, aku akan membelikanmu dua sekaligus"
"Ibu, kamu janji"
"Aku selalu menepati janjiku"
"Kakek, ayah, kamu menjadi saksi, ya"
Anton mendekati mereka berdua dan menyuruhnya menyapa kakek buyut.
Mereka berdua berjalan ke hadapannya." Selamat siang, kakek buyut"
Tetua takjub memandang mereka berdua, anak ini persis sekali dan seperti rendy saat kecil.
Tetua memegang adrian dan expresinya masih sama dingin. Ketika menyentuh wajah bobby.
Bobby tertawa keras.
"Wah! darimana anak ini berasal?"
"Kakek buyut,aku berasal dari orang tuaku"
"Oiya, siapa nama ayahmu?"
"Ayahku adalah rendy adiguna"
Suara bobby tidak keras, namun sudah mengagetkan orang-orang.
__ADS_1
"Kamu bilang ayahmu rendy adiguna"
Bobby mengangguk dan tersenyum."Iya, aku dan adrian kembar"