
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
"Aku beri kamu waktu dua hari untuk keluar negeri, jika aku masih melihatmu, aku akan mengantarmu ke penjara,anak-anakmu akan.. "
"Kamu mau melakukan apa? kamu tidak bisa melukai anak kecil"
"Mau tahu? kamu bisa mencobanya"
Cindy merasa hampir gila,ia sangat cemas dengan kondisi anak-anaknya.
Mendengar sampai disini, kedua anaknya sudah tidak tahan lagi dengan ayahnya.
"Shelly, apakah kamu sudah siap?"
"Sudah, ayo beraksi"
Shella memegang pistol air dan shelly membawa bedak di tangannya,mereka berdua keluar dari kamar bersama.
Shella berteriak."Saatnya mendidik pria jahat"
Pintol air dan bedak mengarah ke badan rendy.
Rendy tidak ada persiapan dengan serangan mendadak ini, ia menoleh ke belakang melihat kedua anak perempuan menyerangnya..
"Shelly, arahkan ke wajahnya"
"Baik"
Shelly menyerang sesuai intruksi kakaknya.
Rendy mengepalkan tangannya."Kalian berdua berhenti, nanti rumah kalian akan kotor"
"Kami tidak akan mendengarkan kata-katamu"
shella berkata dingin.
Melihat kedua bocah tidak mau berhenti, rendy berjalan keluar dengan penampilan kacau, saat sampai di depan pintu menoleh ke arah cindy.
"Hanya wanita sepertimu yang bisa melahirkan anak-anak yang gila, pasti sang lelaki adalah pria bodoh dan idiot"
Apa!?dengan pria bodoh dan idiot?
Cindy merasa senang, silahkan marah lebih lanjut!
"Presdir adiguna,kamu benar, ayah mereka adalah pria yang punya kelainan di otaknya"
"Suatu hari, jika aku bertemu dengannya akan memukulnya, agar bisa menjadi ayah yang baik"
Melihat rendy masih cerewet,dua bocah mengejar ke depan.
"Jangan semprot lagi" rendy segera berjalan menjauh.
Dari kejauhan anton dan bimo berjalan mendekat,mereka kaget dengan penampilan rendy.
"Kakak.. kamu.. "
"Presdir adiguna,kamu..."
Rendy segera menatap tajam keduanya, anton dan bimo segera menutup mulut dan menundukkan kepala.
__ADS_1
Rendy berjalan cepat ke arah mobil, bimo dan anton mengikuti di belakangnya.
"Apakah itu adalah perbuatan cindy?" tanya bimo.
"Aku merasa ini adalah ulah kedua anak perempuannya" bimo teringat dengan shella yang tidak bersahabat.
Di dalam mobil bobby menjauh dari ayahnya, ia melihat ayahnya begitu kotor oleh bedak.
"Adrian, mulai sekarang,kamu menjauhlah dari cindy dan kedua anak perempuannya yang liar. Kedua bocah sangat tidak beretika,ini akan membawa pengaruh buruk untukmu"
Bobby baru mengerti,ternyata kedua adiknya masih berguna dan bisa melindungi mami.
Ia menundukkan kepala dan tersenyum senang.
Melihat anaknya tersenyum,rendy semakin kesal."Daddy lagi berbicara serius denganmu, bersikaplah lebih serius"
"Baik, aku tahu"
Rendy mendesak supirnya untuk mengendarai mobil lebih cepat ke villa.
Ia ingin segera mandi dan mengganti dengan pakain yang bersih.
"Mami, bobby dikira adrian oleh pria jahat, bagaimana ini?" shella menjadi panik.
Ia menelepon adrian untuk sementara waktu bersembunyi dengan baik, karena bobby di bawa pulang oleh daddy.
"Mami, kita tidak perlu pergi,kalau rendy si pria jahat datang lagi, aku dan shelly akan mengusirnya" shella berkata tegas.
"Benar mami,aku dan shelly sangatlah pintar"
Mereka berdua merasa menjadi pemenang saat berhasil mengusir rendy.
Cindy menatap perabot rumah yang terkena bedak dengan expresi khawatir.
"Mami, kami akan membersihkan ini semua"
"Kami berdua janji akan membuatnya seperti semula"
"Tidak, mami saja yang bersihkan"
"Tidak boleh, kami berdua yang membuat seperti ini, jadi ini tugas untuk kami" shella bersikeras ingin membersihkan.
Mereka mengambil kain lap dan air untuk mengelap semua perabotan.
Melihat tubuh kecil mereka sibuk sana sini, cindy tersenyum senang.
Anak gadis baik seperti ini, mana mungkin tidak beretika?
Rendy memang suka berbicara sembarangan dengan mulut kotornya!
Villa gerhana
Saat rendy sampai di villa pengurus tua merasa terkejut dengan tuan muda yang sangat kotor.
Kalau nyonya melihat penampilan tuan muda yang begitu kotor pasti akan merasa kaget.
"Siapkan air hangat"
Saat rendy berjalan menjauh, pengurus tua mengambil beberapa gambar dari belakangnya dan mengirim ke nyonya adiguna."Tuan muda bekerja keras".
Begitu melihat penampilan anaknya yang berantakan,agnes mengira anaknya pergi ke lokasi kontruksi.
Setelah berfikir sejenak, agnes mengirim foto ke anton untuk meminta verifikasi.
Setelah melihat foto kakaknya, anton berfikir cindy mengadu pada ibunya!
__ADS_1
Anton membalas pesan."Itu bukan pergi ke lokasi kontruksi,itu semua karena salah kakak sendiri"
Dibuat seperti itu? siapa yang berani melakukannya?
Agnes tersenyum,sepertinya ada cerita yang menarik.
"Beneran bukan salahnya sendiri?"
"Itu adalah karma untuk kakak"
"Kalau kamu berani berkata bohong, aku akan mengirimmu kencan buta selama satu bulan penuh, mengerti"
''Ampun bu, aku bilang, aku akan bilang semuanya"
Anton berfikir, ia sudah berjanji pada cindy untuk menyembunyikan masalah tiga anakya. Kalau berterus terang, bukankah sedang menghianati cindy?
Tidak boleh seperti itu!
Tapi, kalau tidak jujur,gambaran wanita memakai riasan tebal dan memainkan trik, benar-benar menakutkan.
Anton berfikir dengan keras, akhirnya menemukan solusi yang tepat.
Setelah mendapatkan pesan singkat, agnes membaca dengan teliti, ternyata anaknya mencari masalah dengan dokter Chloe.
Agnes sangat tercengang dengan informasi selanjutnya, ia sangat kaget.
Anton tidak menghianati cindy, hanya memberi tahu dokter Chloe adalah ibunya adrian.
Anton juga menjelaskan Dokter jenius Chloe adalah cindy amanda.
Setelah membaca berulang kali dan mencermati pesan,agnes langsung menelepon anton dengan tidak sabar.
melihat ibunya menelepon,anton langsung menjawab.
"Bu, apakah kamu senang bermain di luar?"
"Jangan bahas hal lain, cindy adalah dokter Chloe,Chloe adalah ibunya adrian, apakah ini benar?"
"Tentu saja benar, kalau tidak mana berani,aku sembarang berkata"
"Kalau begitu,kakakmu dan cindy?"
"Mereka ada anak, ada cerita,ada rasa... oh tidak, untuk masalah perasaan masih sulit untuk mengatakannya sekarang"
Agnes tidak mengerti mengapa anaknya sangat membenci dokter Chloe,sekarang baru mengerti alasannya!
Ternyata mereka berdua memiliki hubungan yang unik.
"Mereka berdua pasti ada perasaan.Begini saja, sebelum aku pulang,kamu bertanggung jawab untuk menyatukan mereka berdua,kamu juga bisa sambil belajar, kamu sudah tidak berusia muda lagi,kamu juga belum memiliki pacar, apakah kamu tidak merasa malu?"
Melihat arah pembicaraan ke arah yang tidak benar, anton segera mengakhiri telepon dengan alasan masih ada kerjaan.
Ibunya tersanyang adalah raja khawatir!
Setelah anton merasa lega, ponselnya berdering pesan dari ibunya.
"Masalah kakakmu kamu harus sukses menyatukan mereka, kalau tidak, aku akan mengirimmu ke afrika"
"---" anton merasa tugas ini terlalu sulit!
"Masalah hubungan tidak bisa di paksa, harus melihat takdir mereka sendiri"
"Tugas kita hanya menyatukan mereka dengan sekuat tenaga, Ada takdir atau tidak, kita tidak perlu perduli"
"----"
__ADS_1