Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
.........


__ADS_3

Keesokan harinya.



Cindy setelah sarapan mulai bertanya-tanya, sebenarnya ada petunjuk apalagi yang bisa digunakan.



Sebelum bisa menemukan sebuah jawab, ia melihat Rendy datang.



Menggunakan rencana pria sempurna dengan wajah tampan kemudian juga mengenakan topeng manusia yang jelek, yang akan berubah jika dikatakan untuk berubah, yang ditakutkan hanyalah hatinya ikut sama-sama berubah, benar-benar munafik!



Cindy membuang pandangan mata kepadanya, kemudian membalik badan dan kembali ke kamar tidur.



Apakah ia ini sedang marah?



Rendy sedang ragu apakah ia harus mengejarnya tidak.



Bobby melihatnya dan dengan segera berlari kedepannya dan memberitahunya, mommy sedang marah jadi harus menghiburnya baru bisa.



Dan dengan serius bertanya kepadanya, “Daddy, apakah kamu bisa menghibur wanita?”



Rendy berpikir sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya.



“Kalau begitu kamu bisa berlatih terlebih dahulu, mulai menghibur dari yang paling kecil.”



Bobby tersenyum hihihi kearahnya, menunjuk kearah kamar tidur Shelly.



Kemudian dari dalam terdengar suara tangis Shelly, menangis beberapa saat kemudian berhenti, kembali menangis beberapa saat dan berhenti lagi.



“Ada apa dengan Shelly?”



“Shelly, dari pagi ingin makan kue chesnut, tetapi kue chesnut di buat oleh koki dari Villa Royal Garden, koki disini tidak bisa membuatnya, tidak mendapatkannya ia menjadi tidak senang.”



Rendy terdiam sejenak, mengangkat kakinya dan berjalan menuju kamar Anaknya.



Shelly dengan rambut bangun tidurnya yang berantakan dan wajah yang memelas duduk diatas ranjang, dengan rupa seperti seekor serigala kecil yang menunggu daging.



Melihat Rendy berjalan masuk, ia kembali terlihat memelas “Huhuhu——” menangis.



“Kenapa?”



Shelly mengulurkan lengan kecilnya meminta untuk digendong.



Rendy menggendongnya kedalam pelukan dan menghapus air matanya.



“Jangan menangis!”



Shelly mendengarkan dan menghisap ingus, “Daddy, aku ingin makan kue chesnut. Sangat ingin hingga menangis mengidamnya.”



“Shelly. Kita akan makan itu setelah kembali ke Villa Royal Garden ok, orang-orang disini tidak bisa membuatnya.”



Shelly mengerucutkan mulut kecilnya, menggosok-gosok tangan kecilnya tidak bersuara.



Rendy mulai mengalihkan perhatiannya, menyuruhnya untuk mengenakan sendiri bajunya.



Ia mengambil sebuah jaket luaran yang sangat cantik, membesarkan matanya melihat kemudian memberikannya kedepan Rendy.



“Daddy, kamu lihat gambaran diatas baju ini, terlihat seperti kue chesnut?”



Rendy “……”



Melihat daddy tidak bersuara, ia menurut dan mengenakan bajunya.



Turun dari atas ranjang, mengenakan sepatunya dan berjalan keluar dari kamar, melihat Bobby dan Adrian sedang bermain lego.


__ADS_1


Shelly berlari kearah mereka dan melihat mereka berdua, bertanya: “Kalian sedang main apa?”



“Permainan pertarungan.”



“Kalau begitu jika menang, apakah akan mendapatkan cake chesnut?”



Bobby: “……”



Adrian: “……”



Mereka berdua saling bertatapan kemudian kembali ke kamar tidur, Shelly sudah terkena sihir kue chesnut, harus bersembunyi jauh-jauh darinya.



Menolehkan kepala melihat Shella yang sedang makan pisang dan berjalan kemari, Shelly dengan segera berlari kedepannya: “Pisang yang kamu makan apa rasanya?”



“Pisang tentu saja berasa pisang.” Shella menjawab pertanyaan yang pasti itu.



“Mungkin tidak berasa chesnut?”



Shella : “……” kamu benar-benar bisa sekali!



Anak ini benar-benar mengidam parah!



Rendy berjalan kemari, mengelus-elus kepala kecil Anaknya, “Daddy membawamu keluar untuk beli bagaimana?”



Shelly mendongakkan kepala menatapnya, ia mengangguk seperti seekor itik kecil mematuk nasi.



Rendy menunjuk kearah pintu kamar Cindy, “Pergi bertanya kepada mommy, apakah ingin ikut pergi?”



Shelly melangkahkan kaki kecilnya yang gendut kearah pintu kamar Ibunya, mengulurkan tangan kecilnya mengetuk pintu.



Cindy membuka pintu kamar menatapnya, “Ada apa?”




Cindy melihat sekilas kearah Rendy yang berdiri tidak jauh, baru saja ingin berkata tidak pergi, Bobby, Adrian, Shella, tiba-tiba berlari kemari.



“Mommy, kita juga ingin pergi.”



“Mommy, kamu ikut pergi dengan kita ok?”



“Mommy, ayok ikut pergi!”



Melihat anak-anak yang melekatnya seperti itu, Cindy tahu jika ia tidak pergi, anak-anak ini pasti tidak akan ada habisnya.



Tetapi pergi bersama Rendy——



Ia benar-benar takut tidak dapat menahan emosi yang terpendam didalamnya, jika bertengkar sengit dengannya didepan anak-anak, akan mempengaruhi mereka.



“Mommy, Adik mengidam hingga menangis, kamu ikut pergi sajalah!”



“Iya, bukankah kamu paling sayang Shelly?”



Melihat beberapa anak yang memohon kepadanya ini, dan juga kedua mata besar Shelly yang penuh dengan air mata, Cindy memutuskan untuk memberikan cinta seorang ibu dan dengan enggan pergi bersama Rendy.



Cindy tidak akrab dengan tempat-tempat perbelanjaan yang ada di negara K, ia hanya tahu lokasinya adalah daerah pusat kota yang ramai dengan lalu lintas yang sibuk dan orang-orang datang dan pergi.



Salah satu tangannya menggandeng Shella dan yang satunya lagi menggandeng Shelly, ia takut anak-anaknya menghilang.



Kedua gadis kecil itu berkedip dan menatap ke sekeliling, melihat semuanya dengan rasa penasaran.



“Mommy, disini ada banyak sekali makanan.”



“Mommy, menurutmu apakah bahan-bahan makeup disini sama dengan milik kita disana?”

__ADS_1



Cindy menundukkan matanya dan melihat mereka berdua, mengerti keduanya yang satu ingin makan dan yang satu lagi ingin makeup.



“Suka apa, mommy akan membelikannya untukmu.”



Shelly mengulurkan tangan gendutnya yang kecil, menunjuk kearah sebuah toko yang tidak jauh.



“Mommy, disana ada toko makanan manis, ayo kita pergi kesana melihat-lihat.”



“Baik.”



Cindy menggandeng mereka berdua berjalan menuju ke toko makanan manis itu.



Shella menolehkan kepalanya, melihat Daddy, Bobby dan Adrian yang masih berjalan lurus, merasa bingung, kenapa mommy tidak memanggil mereka?



Bagaimana jika nanti mereka terpisah?



“Mommy, tidak mau memanggil ayah ikut bersama.”



“Tidak perlu memanggilnya!”



Melihatnya langsung emosi naik.



Ia bahkan lebih marah lagi ketika mengingat tadi malam ia menggunakan rencana pria tampan terhadap Marry!



Shella yang melihat raut wajahnya terlihat tidak baik, tidak bertanya lebih banyak lagi.



Didalam toko makanan manis, ada berbagai jenis makanan dan makanan penutup. Kedua mata Shelly sangat kewalahan.



Disini baginya benar-benar seperti sebuah surga, kedua matanya mengedipkan cahaya menatap chesscake yang lezat dan menelan air liur nya, sudah lama tidak makan banyak.



“Mommy, aku boleh makan lebih banyak?”



Shella meliriknya dan menghela nafas dengan cemas, “Kamu sudah naik dari tingkatan babi menuju ke beruang bodoh, makan lagi dan lagi akan membuatmu menjadi beruang besar. Bahkan berjalan saja tidak akan bisa.”



Shelli menatap dirinya sendiri, meskipun lengan dan kaki kecilnya semuanya sangat berisi, perut kecilnya sangat bulat, tetapi tidak separah yang dikatakan oleh Shella.



Shella sangat pintar membual.



Shelly tidak terima dan melemparkan pandangan malas kearahnya, “Kamu kurus, kamu adalah monyet kurus, tongkat bamboo, tongkat besi tipis, mie kurus.”



Shella dengan bangga mencubit pinggang kecilnya, “Aku adalah mie, aku bangga!”



“Aku, aku……”



Eii, Shelly memutar kedua matanya, apakah aku juga perlu berkata aku beruang gendut juga bangga?



Sepertinya, tidak ada yang bisa dibanggakan.



Seketika tidak tahu harus berkata apa.



“Sudah, kalian berdua jangan bertengkar. Shelly, cara kakak berkata tidak benar, tetapi ia demi kebaikanmu, kita makan sedikit ok? Lain kali mommy akan membawamu kemari lagi.”



Shelly berpikir sejenak, kemudian menganggukkan kepalanya.



Memilih beberapa jenis yang disukai, 3 orang itu duduk di daerah makan, Shelly diam-diam mempelajari rupa Kakaknya, makan sedikit demi sedikit dan perlahan-lahan.



Cindy menjulurkan tangannya dan mengelus kepala kecil Shelly yang bulat, ia tahu, sebenarnya, Shelly juga memiliki niat untuk diet, hanya saja, mudah dikalahkan oleh mulut kecilnya yang suka makan ini.



Anak kecil memiliki kemampuan kontrol diri yang lemah, ia sebagai mommy, harus membantunya di masa depan.



Makan dan makan ponsel Shella tiba-tiba berbunyi, Rendy menolehkan kepalanya dan menyadari mereka bertiga tidak terlihat, ia sedang panik mencari mereka!

__ADS_1


__ADS_2