Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
.........


__ADS_3

Dari Shella ia mengetahui mereka sedang berada di toko makanan manis, Rendy membawa Bobby dan Adrian menuju kesana.



“Mommy, kenapa kamu tidak memanggil kita, aku mengira kalian menghilang?”



“Iya, daddy sangat panik.”



Cindy melirik tajam Rendy sekilas, ia orang dewasa yang sebesar ini, bagaimana mungkin semudah itu tersesat.



Dia itu tidak ingin bertemu dengannya.



Bobby dan Adrian melihat daddy dan mommy yang tidak saling menghiraukan, saling bertatapan kemudian dengan sengaja membuatkan kesempatan untuk mereka memiliki waktu untuk saling berbicara.



Bobby mendorong Daddy duduk disamping Cindy, Cindy membuang pandangan kepadanya, bergeser kesamping, menjaga jarak dengannya.



Rendy melihatnya menghindar dari dirinya, bola matanya menjadi gelap, dengan sengaja bergeser kesampingnya.



Cindy mengerutkan keningnya, menolehkan kepalanya dan berbicara dengan suara rendah, “Jangan dekat-dekat denganku, ada 4 kata diantara kita, kamu tidak dapat melihatnya?”



Rendy bertanya-tanya, melihat kearah diantara mereka berdua, kemudian dengan penasaran menatapnya, “4 kata apa?”



“Jangan dekat-dekat aku!”



“……”



Ia menyelesaikan perkataan dengan mengeratkan giginya, Rendy tertawa pahit.



Kecemburuan seseorang, tidak menghilang dalam waktu semalam, malah menjadi begitu kuat.



Tidak apa-apa, wanitanya ia bisa menahan diri.



Ia malah ingin melihat, ia bisa cemburu sampai kapan.



Menolehkan kepalanya.



Melihat Adrian yang memotong kue kelapa menjadi sebuah gambaran, menjadikan kue seperti wajah orang, Shella yang mengoleskan cream dan mayonnaise, Shelly yang meneguk seteguk keju dan diam-diam berkata sendiri kemudian melihat kearah perutnya.



Rendy tiba-tiba mengerti, mengapa melahirkan 4 anak yang begitu ajaib?



Itu menurunkan seseorang!



Seorang ibu yang suka bersandiwara, dapat melahirkan anak yang normal baru aneh!



Memikirkan hal ini, ia menggunakan pandangan yang aneh menatap Cindy.



Cindy yang dipandang olehnya dibuat tidak nyaman, ia membuang pandangan mata, menjulurkan tangannya menutupi sebelah wajahnya, menutupi pandangan matanya.



Rendy mencibir, “Beberapa anak ini begitu ajaib, hanya wanita sepertimu ini yang bisa melahirkannya.”



“……”



Perkataan ini seperti semuanya adalah karenanya.



Bibitnya tidak ada masalahkah?


__ADS_1


Melepaskan tanggung jawab begitu saja.



Cindy mendengus dingin, “Yang jadi masalah utama disini adalah genetikmu sendiri kamu tidak mengerti?”



Rendy menatapnya, tersenyum iblis, “Apakah genetikku bermasalah, melahirkan satu lagi untuk membuktikan?”



Cindy dengan kejam melemparkan pandangan menusuk kepadanya, “…… pergi!”



Ia saja tidak ingin menghiraukannya, masih ingin melahirkan anak!



“Kalian ber-4 makan baik-baik, makanan manis ini jika bisa bersuara, mereka semua pasti menggugat kalian mencelakai mereka.”



Keempat anak itu saling bertatapan, mommy ini menyalahkan mereka tidak berbuat baik kepada makanan manis kah?



Bukankah hanya membiarkan makanan manis mereka, mengeluarkan kegunaan yang tidak dimiliki mereka sendiri!



Sudahlah, tidak makan.



Shella membuang garpu dan pisaunya kesamping, “Aku tidak makan lagi, mommy kamu temani aku membeli peralatan make up saja?”



“Baik!”



Keluar dari toko makanan mais, Rendy secara sengaja membungkuskan Shelly dua porsi untuk dibawa pulang.



Shelly sangat menyukainya, mulutnya seperti dioleskan madu, berkata ia adalah daddy terbaik yang ada didunia.



Setelah selesai membelikan Shella make up, juga membelikan BObby dan Adrian beberapa mainan versi terbaru, sekeluarga ber-enam itu dengan perut kenyang pulang kerumah.




“Bibi, seorang wanita membawa 4 orang anak secara sembarangan keluar masuk ke Kediaman Ducal dan berbelanja sembarangan, memiliki gambaran yang tidak bagus bukan?”



Nyonya Ducal menghela nafas, “Zenitsu kenapa menyayangkan hal seperti ini?”



Wanita yang membawa 4 orang anak, tidak bisa mencapai pintu Ducal dengan menginjak tangga, Zenitsu benar-benar telah di butakan olehnya, otaknya menjadi tidak jelas.



“Bibi, hal ini kamu harus campur tangan, sekarang apa yang dikatakan oleh Kediaman Ducal semuanya ada, jika ini tersebar keluar akan mempengaruhi nama baik Keluarga Ducal.”



Nyonya Ducal seperti berpikir dan menganggukkan kepalanya, Zenitsu begitu ditunjuk-tunjuk oleh orang-orang, ia sebagai ibu ini, juga akan dikatakan tidak bisa mendidik anak.



Keesokan harinya, ia secara sengaja mencari kesempatan untuk pergi ke tempat tinggal Cindy.



Marry Letisha mengikuti disamping, ia dalam hati berpikir sebentar lagi akan ada permainan seru untuk ditonton, didalam hati ia sangat senang.



Selama bertahun-tahun, tidak pernah melihat Zenitsu begitu baik dengan wanita manapun, jika Zenitsu benar-benar menyukai Cindy, jika Cindy meninggalkan Kediaman Ducal, apakah Zenitsu akan marah dan ikut pergi dengannya?



Seperti ini, kedudukan Peter Ducal, lebih memiliki angka kemenangan.



Dan selanjutnya saat bertemu kembali dengan Dival, mempersiapkan dengan baik apa yang harus dilakukan selanjutnya.



Ia merasa, Dival sebelumnya tiba-tiba pergi, pasti karena dikejutkan oleh hal mengejutkan yang jatuh dari langit hari itu, ketika ia sudah berpikiran jernih nanti, ia pasti akan datang mencarinya.



Dival bisa menyelamatkannya tanpa mempedulikan apapun, berarti ia juga menyukainya.



Godaan dari rasa suka ini dan identitas mengejutkan yang begitu menguntungkan ini, Dival pasti akan menjadi orang yang berada didalam satu kapal dengannya. Ditakdirkan untuk berjalan bergandengan tangan.

__ADS_1



Zenitsu, jangan salahkan aku, kamu yang memaksaku! Kamu tidak berperasaan denganku, jangan salahkan aku tidak adil!



Aku akan membuatmu melihat seorang pria yang jauh lebih tampan dan sempurna daripadamu, duduk di kedudukan yang kamu inginkan seumur hidup ini, menghabiskan sisa hidupku.



Sesampainya di tempat tinggal Cindy, melihat keempat anak sedang bermain bersama-sama.



Nyonya Ducal yang melihat keributan mereka, seketika merasa sangat berisik.



“Sebuah tempat Kediaman Ducal, sejak kapan berubah menjadi tempat penitipan? Anak-anak yang begitu nakal juga layak tinggal disini?”



“Bibi, benar katamu! Anak-anak tidak berpendidikan ini, tinggal disini pasti menimbulkan masalah.”



Marry Letisha disamping mengipasi api.



Ia mengerti, Nyonya Ducal semakin emosi, akan semakin ingin untuk mengusir mereka!



“Kalian, kemari!”



Mendengar ada orang yang berteriak, keempat anak itu berhenti bermain.



Mereka secara tidak sengaja melihat Nyonya Ducal, Marry Letisha, dan juga beberapa pelayan dari kejauhan dan mengerutkan kening kecil mereka.



Bobby mengalihkan mata hitamnya dan dengan suara pelan berkata kepada mereka, “Marry Letisha adalah wanita jahat, orang-orang yang bersama dengan wanita jahat, 80% juga bukanlah orang baik, kalian harus berhati-hatilah.”



“En! Baiklah, mengerti!” 3 anak yang lain hanya mengangguk mengerti.



“Kalian adalah anak Cindy ?”



Nyonya Ducal bertanya, keempat anak itu menganggukkan kepalanya.



Rupa wanita ini terlihat sedikit menakutkan.



“Kalian tidak punya rumah kah? Kediaman Ducal ini bukanlah tempat kalian bisa berada.”



Nyonya Ducal menatap mereka dengan pandangan menjijikan.



Keempatkan anak itu mengerti makssudnya, ia membenci mereka dan ingin mengusir mereka!



Tetapi mommy masih belum memeriksa siapa daddy mereka, masih tidak bisa pergi.



Shelly mengdipkan mata besarnya, “Kita ada rumah, kita tidak akan terus-menerus tinggal disini.”



“Baguslah kalau begitu, berbereslah dan suruh mommy kalian membawa kalian pergi.”



Shella melihat Nyonya Ducal yang begitu mendominassi, dan juga wajah percaya diri penuh kepuasan Marry Letisha, dengan emosi berjalan maju.



Mendongakkan kepalanya dan tanpa sedikitpun rasa takut menatap mereka, “Mommy kami adalah tamu yang diundang oleh paman Zenitsu, paman Zenitsu tidak bersuara, kami tidak pergi!”



He, bocah kecil ini ternyata dapat terpikirkan untuk menggunakan Zenitsu, benar-benar membuatnya membuka mata.



“Membawa Zenitsu menekanku, kalian tahu siapa aku? Aku adalah ibu Zenitsu, Zenitsu ia mendengarkanku!”



Ini, ternyata adalah ibu paman Zenitsu?

__ADS_1


__ADS_2