Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Kecelakaan yang mencurigakan


__ADS_3

Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""_""


"Mulai sekarang kamu tidak boleh menemui bobby dan adrian lagi"


"Kenapa?"


"Karena aku tidak mau anakku terpengaruh wanita sepertimu! nyonya lesmono"


Nyonya lesmono! nama ini membuat wajah cindy merasa malu,apakah dirinya harus menjelaskan pada rendy?


Jika tidak menjelaskan dengan baik-baik takutnya tidak akan bertemu dengan anaknya lagi.


"Tuan adiguna,ini tidak seperti yang kamu pikirkan,aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan david"


"Aku tidak tertarik dengan hubunganmu, kamu hanya perlu ingat kata-kataku" setelah berkata rendy berjalan ke taman kanak-kanak.


Cindy merasa sakit hati, mengapa rendy tidak pernah percaya dengannya?


"Mami, ini akhir pekan, katanya kamu mau menjemput bobby dan adrian" kata shelly sambil memegang tangan ibunya.


"Iya, dia juga menjemput adrian dan bobby, pasti bobby dan adrian akan memilih mami"


Cindy ragu-ragu,meskipun kedua anaknya akan memilih dirinya, pasti rendy akan menyulitkan mereka, jadi lebih baik tidak muncul di hadapan mereka.


"Mami, tiba-tiba tidak enak badan,kita jemput mereka besok saja ya"


Kedua putrinya saling memandang,mereka mengetahui ibunya sedang berbohong dan ini semua salah daddy yang jahat.


Sebelum kembali ke mobilnya shella menelepon bobby dan menyuruhnya menangani daddynya yang jahat.


"Daddy, kenapa kamu yang jemput kami?"


"Iya daddy, mami bilang ingin menjemput kami ,kenapa kamu tidak pulang saja? kami bakal menunggu mami"


Mereka berdua merindukan ibunya setelah tidak bertemu beberapa hari.


"Dia tidak akan menjemput kalian lagi"


"Kenapa?"


"Gak ada alasan,cepat pulang"


Kedua anak membeku, kenapa daddy begitu sombong dan tidak membiarkan mereka bertemu dengan mami?


Rendy semakin kesal melihat kedua anaknya cemberut.


Suasana di dalam mobil begitu dingin, tidak ada orang yang berbicara.

__ADS_1


Akhirnya mereka kembali ke rumah neneknya.


Agnes memandang kedua anak yang cemberut.


"Bukankah mamimu berjanji akan menjemput kalian?"


"Tuan adiguna,tidak mengizinkan kami bertemu dengan mami"


"----"


Agnes terkejut mendengar perkataan bobby.


Rendy yang datang lebih lambat merasa kesal setelah mendengar bobby memanggilnya tuan adiguna.


Cindy dan bobby memang sepasang ibu dan anak yang mirip.


Agnes menghela nafas saat teringat berita hangat kemarin,ia pikir rendy dan cindy adalah pasangan kekasih..ternyata mereka sudah mempunyai pasangan masing-masing.


"Rendy, anak-anak adalah anak-anak, mereka masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu"


"Bu, aku paham maksudmu,aku takut wanita itu akan memberikan pengaruh buruk pada anak-anak"


Ucapan rendy keras, ini cukup mengejutkan agnes.


Apakah ini karena kedalaman cinta anaknya pada wanita itu?


Semakin dia perduli, semakin besar reaksinya.


Tidak lama setelah rendy pergi, kedua anak mulai menunjukkan pertujukannya.


"Nenek, aku kangen mami, mami bukanlah wanita yang jahat,tidak mudah untuk membesarkan kami"


"Nenek, aku juga kangen mami"


Agnes membujuk kedua cucunya dengan sabar dan besok akan menyuruh anton mengantar mereka.


... Anton teringat dengan hal penting yang harus dikatakan ke kakaknya, ia meneleponnya.


"Kakak, aku akan mengatakan sesuatu yang penting padamu"


"Apa?"


"Tidak enak lewat telepon,aku akan datang kesana"


"Oke"


Vanda yang sedang makan malam dengan rendy bertanya dengan penasaran.


"Siapa yang menelepon?"


"Anton"


Mendengar nama itu muncul kegelisahan di hati vanda.Dalam beberapa hari terakhir ia sudah mengetahui anton menyelidikinya dengan diam-diam.

__ADS_1


"Rendy,kamu makan dulu, aku akan pergi ke dapur untuk mengambil sup"


Rendy mengangguk.


Vanda menelepon seseorang dan memberikan tugas, setelah itu hatinya merasa lebih tenang.


Vanda duduk di sebelah rendy dan sesekali melihat ke arah ponsel rendy, akhirnya ponselnya berdering.


"Apa?"


Melihat rendy terkejut, vanda diam-diam merasa senang, pasti anton sudah mengalami kecelakaan.


Tampaknya tugas itu di laksanakan dengan sangat baik.


Rendy menutup telepon dan bergegas keluar.


Vanda buru-buru menelepon seseorang.


"Bagaimana keadaannya?"


"Belum mengetahui kondisinya,namun orang-orangku terluka juga"


Tidak tahu kondisinya!


Kegembiraan di hati vanda memudar menjadi kekhawatiran,ia berdoa dalam hatinya semoga tuhan menolongnya,Yang terbaik adalah anton tidak membuka mulutnya.


"Vanda, sini bantu" terdengar suara teriakan rendy.


Rendy berjalan bersama dengan orang yang tampak lusuh, vanda langsung terkejut melihat anton datang.


Tuhan benar-benar tidak membantunya, anton masih muncul di villa mawar dengan kondisi yang menyedihkan.


Vanda tidak tahu, apa yang dilakukan geng pecundang suruhannya?


Beberapa pelayan membantu membawa anton ke ruang tamu.


Rendy segera menelepon dokter keluarganya.


Vanda mendekati anton dan berpura-pura bertanya."Kamu kenapa?"


"Aku bertemu dengan orang-orang bodoh yang mengikuti di jalanan, saat mau sampai villa mawar mereka menabrak mobilku seperti orang gila" anton mengepalkan tangannya.


Mereka tidak melakukan apa-apa di sepanjang jalan dan malah menabraknya saat mendekati villa mawar, memang orang-orang itu sangat bodoh.


"Ini juga salahku, aku membeli mobil sport keluaran terbaru, dan membuat orang merasa iri denganku,begini bisa kan?"


Vanda melamun dan expresi panik terlihat di wajahnya,namun ia tersadar dan menenangkan hatinya."Aku.. aku tidak paham maksudmu"


Anton menatap vanda dengan serius,ia dapa melihat kepanikan di wajahnya.


"Lebih baik aku tidak mengetahui pelakunya! kalau sampai tahu, aku akan membakarnya hidup-hidup"


Kata-kata ini membuat vanda merasa tidak nyaman dan jantungnya berdebar dengan kencang

__ADS_1


__ADS_2