
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Hari ini anton membawa adrian dan bobby ke rumah neneknya.
Di dalam mobil kedua anak kecil mengobrol.
"Bagaimana cara membantu mami mengusir wanita jahat?" kata bobby.
Adrian menghela nafas dan melirik ke arah anton."Dia tidak berguna"
Anton sedikit kesal dengan ucapan adrian, namun dia tetap membantu kedua anak-anak memberikan solusi.
"Paman memang tidak berguna, tapi ada seseorang yang bisa membantu, apakah kalian bisa mengundangnya?"
Bobby berpikir sambil memegang kepalanya, sedangkan adrian menatap dingin pamannya.
"Adrian, kita paman dan keponakan,kita bukan musuh,tidak baik menatapku seperti itu"
Adrian langsung melotot kearah pamannya.
"Oke.. lupakan ucapan paman barusan"
Bobby menoleh kearah kakaknya."Apakah kamu mengerti maksud paman?"
"Orang yang paman bicarakan adalah nenek" kata adrian santai
"Cerdas, ayo kita cari nenek" bobby merasa semangat.
Begitu sampai di rumah kedua anak kecil berlari ke kamar neneknya.
Agnes sedang berbaring memakai masker wajah.
Tiba-tiba pintu kamarnya di dorong tiba-tiba oleh kedua cucu kesayangannya.
"Nenek" adrian berkata dingin.
"Nenek" bobby bersikap manja.
"Ada apa cucuku?"
"Nenek, daddy akan menikah dengan wanita jahat, kami bakal mempunyai mami tiri yang akan menyiksa kami" bobby pura-pura menangis.
"Mami tiri? siapa yang mengatakan itu"
Agnes terkejut.
"Nenek, daddy akan menikahi wanita jahat" adrian berkata dengan serius.
"Iya, wanita itu akan berubah jadi serigala besar, dia akan memukul dan memakan kami"
Melihat kedua cucunya sedih, agnes berusaha membujuk dan menenangkan mereka.
Anton ikut masuk ke dalam kamar, lalu berkata.
"Mereka pasti sudah di jahati oleh vanda dan menjadi trauma"
"Apa?
Jika anak-anak sampai trauman, ini akan menjadi masalah besar! butuh banyak waktu untuk menyembuhkannya.
__ADS_1
"Jangan menangis lagi, nenek bakal pergi dan usir wanita serigala itu,lalu memastikan daddy kalian tidak bersama dengannya di masa depan"
"Beneran,nenek?"
"bener"
Bobby mengacungkan jempolnya kearah anton secara diam-diam.
Anton merasa senang, ibunya akan membantu mengusir vanda,ini akan menjadi pertujukan yang bagus.
Agnes menyuruh mereka menunggu di bawah, ia melepaskan masker dan mengganti pakain seperti bangsawan.
Mereka bergegas pergi ke villa mawar.
Saat berada di mobil anton memberikan sedikit ide."Bu, vanda adalah aktris yang hebat, kalau kamu mau lihat wajah aslinya harus menggunakan strategi"
"Stop,omong kosongmu, katakan padaku, apa rencanamu?"
"Jadi gini.... " anton mengatakan rencananya secara rinci.
"Apa ini bakal berhasil?" agnes merasa sedikit khawatir.
"Pasti berhasil"
Agnes menurut saja dengan rencana anaknya.
"Aku serahkan semua pada kalian"
Suasana hati vanda yang cerah langsung mendung begitu melihat anton datang bersama kedua anak kecil.
Vanda diam saja duduk di sofa, ia merasa jijik melihat mereka.
Hanya butuh sedikit waktu!
Untuk melihat sifat aslinya!
"Tidak semua orang di terima disini" vanda hanya melirik anton sebentar.
"Aku tidak paham, bagaimana bisa kakakku menyukai wanita seperti kamu?"
Hati vanda berdebar, anton belum mengetahui alasannya,jika anton mengetahui semua yang di milikinya akan hilang.
Agar aman vanda memilih tutup mulut.
Karena vanda menutup mulut,anton merasa ada sesuatu dan merasa semakin curiga.
"Gimana kalau kita membuat kesepakatan, kamu beritahu aku dan aku akan mengabulkan permintaanmu"
Vanda mendengus."Kamu terlalu banyak berpikir,rendy menyukaiku dengan hati,dan rasa suka tidak bisa dikendalikan"
"Kkkkk, ternyata kakakku menyukai wanita sampah tanpa alasan"
"Kamu.. siapa yang kamu sebut sampah?"
Anton tidak menjawab, malah berkata dengan kedua ponakannya."Aku akan pergi ke ruang kerja daddymu, apakah dia berada disana tidak? kalian jangan pergi kemana-mana"
Kedua anak kecil mengangguk dengan serius.
Setelah kepergian anton, vanda tersenyum mengejek."Kalian kesini untuk mencari daddy kalian?"
Bobby mengangguk.
"Buat apa kalian cari daddy?"
"Kami akan memohon untuk mengusirmu dari sini"
__ADS_1
Vanda merasa cemas, sudah lama ingin hidup bersama rendy, namun anak ini malah ingin mengusirku,mustahil!!!!
"Kalian tidak boleh berbicara seperti itu ke daddy kalian, atau aku akan menendang pantat kalian"
Kedua anak saling memandang dan menangis secara bersamaan.mereka menangis dengan keras.
Vanda merasa gemas melihat kedua anak itu, mereka berdua berani menggodanya, bagaimana bisa mereka berdua tiba-tiba menangis dengan keras?
Apa mereka benar-benar ketakutan dengan kata-katanya barusan?
Mereka menangis dengan keras, bagaimana jika rendy datang dan apa yang harus dikatakan?
Vanda bergegas membujuk mereka berdua, namun tangisan mereka malah semakin keras. Saat vanda putus asa, hanya bisa mengancamnya dengan keras.
"Berhenti menangis, siapapun yang menangis lagi, bakal aku lempar ke kolam dan menenggelamkannya"
"Siapa yang ingin kamu lempar ke kolam?"
Tiba-tiba terdengar suara teguran keras, suara itu mengejutkan vanda.
Vanda berbalik dan melihat nyonya adiguna berjalan mendekat dengan wajah marah.
Kenapa dia tiba-tiba datang? apa nyonya adiguna mendengar, apa yang barusan ia katakan?
Hati vanda langsung bergetar."Bibi,kenapa kamu datang kesini?Aku...aku cuma bercanda sama mereka"
"Bercanda?"
Nyony menatap lurus kearah wajahnya."Orang macam apa yang berani bikin lelucon seperti itu dengan cucuku?"
"Aku... aku vanda, pacarnya rendy"
"Omong kosong! siapa kamu berani manggil anakku dengan nama rendy?"
Vanda sudah lama mendengar,kalau ibunya rendy adalah wanita yang tegas,tampaknya rumor itu benar!
Sekarang apa yang harus ia lakukan?
Vanda untuk sementara waktu tidak bisa membela dirinya,ia memutuskan untuk berlutut.
"Bibi, aku yang salah, kamu jangan marah"
Tindakan ini mengejutkan agnes, wanita rubah ini masih bisa berlutut,tidak heran putranya jatuh dengan kehebatan mantranya.
Rendy dan anton keluar dari ruang kerja,mereka terkejut melihat vanda berlutut..
Anton mengggela nafas, ibunya benar-benar kuat,baru bertemu sekali sudah membuatnya jatuh berlutut.
Rendy berjalan kearah vanda dan ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi?
Mata vanda penuh dengan air mata,ia menatap rendy dengan menyedihkan.
"Kamu bilang ingin melempar kami ke kolam untuk di tenggelamkan" kata bobby
"Benar, dasar wanita jahat" adrian menambahkan.
Ucapan kedua anak itu membuat vanda panik dan buru-buru menjelaskan.
"Rendy, aku hanya bercanda dengan mereka"
Nyonya adiguna terlalu malas menonton drama wanita ini dan buru-buru Berkata untuk menghabisinya.
"Oke, villa mawar tidak mengizinkan wanita sepertimu untuk tinggal, cepat keluar"
"Rendy,... aku tidak mau ninggalin kamu"
__ADS_1
Rendy menunduk dan melihat wajah vanda menangis sedih, ia membuka mulutnya dan memohon pada ibunya.