
"Vanda, aku tidak tahu apa yang kamu katakan untuk membalas budi. Aku bisa memenuhi permintaan lain, seperti memberimu uang."
"Uang?"
Vanda tampak acuh tak acuh, "Kamu rasa aku kekurangan uang?"
Tidak kekurangan? Itu aneh!
Masih ingin berpura-pura di depannya.
"Melihat cara berpakaianmu hari ini sangat berbeda dari masa lalu. Ibumu masih bergantung padamu untuk menafkahinya. Kamu kekurangan uang atau tidak, kamu tahu sendiri."
Raut wajah Vanda langsung menyuram. Dia mengepalkan jari-jarinya sambil berpikir dengan dalam. Jika Cindy bersikeras menolak untuk melepaskan ayahnya, maka itu akan menjadi kesepakatan yang baik untuk mendapatkan uang.
Tetapi tidak tahu berapa banyak yang akan diberikan Cindy.
"Ini adalah rahasia yang berkaitan dengan kisah hidup kamu. Kamu berencana untuk mengeluarkan berapa banyak uang?"
Cindy tidak tahu berapa banyak yang Vanda ketahui tentang peristiwa tahun itu. Akan sangat merugikan bagi Cindy untuk membeli berita yang tidak begitu berguna dengan harga mahal.
Cindymenyimpulkannya, "Itu akan berdasarkan informasi yang kamu berikan. Satu infromasi berguna berharga dua puluh juta. Bagaimana?"
"Dua puluh juta? Apakah kamu sedang menghina dirimu sendiri?"
Vanda menatap Cindy dengan tatapan menghina.
Rendy kecelakaan dan mati. Cindy sekarang tidak memiliki dukungan, Perusahaan Amanda masih harus terus beroperasi dan dia juga harus merawat keempat anaknya. Mungkin dia memang tidak bisa membayar banyak.
Tidak bisa mengeluarkan banyak uang, tadi masih menertawakan Dirinya kekurangan uang?
Benar-benar seekor gagak yang tidak bisa melihat dirinya hitam.
"Berapa yang kamu inginkan?" Cindy menatap Vanda dan bertanya.
Vanda mendengus dingin, "Sebuah informasi berguna akan bernilai 2 miliar, tidak boleh kerkurangan sedikit pun."
"2 miliar, kamu memang sangat berani meminta."
"Nyonya, 2 miliar tidak mahal. Kamu bisa menyetujuinya."
Roni tiba-tiba menyela.
Vanda mengangkat matanya untuk menatap Roni, dia tidak menyangka manusia jelek ini akan berbicara untuknya, yang benar-benar tidak terduga.
Roni begitu baik tanpa alasan. Atau dia telah tertarik dengan Vanda karena kecantikannya?
Benar-benar tidak tahu diri!
Namun, bukan tidak mungkin untuk memanfaatkan Roni untuk mendapatkan lebih banyak uang.
"Kakak, kamu lihat, seorang bawahan saja merasa bahwa 2 miliar itu tidak mahal. Jika kamu masih ragu-ragu, maka kamu tidak sepandan dengan bawahanmu itu. Apakah kamu pikir kisah hidupmu itu sangat tidak berharga?"
__ADS_1
Vanda bangkit, mengayunkan sosok montoknya dan berjalan ke depan Roni, meletakkan tangannya di bahu Roni.
"Coba katakan, 2 miliar untuk sebuah informasi penting itu tidak mahal, bukan?"
Bibir merah Vanda terbuka sedikit dan tangannya dengan lembut membelai telinga Roni, sebuah gerakan yang gerah.
Roni melirik Vanda dengan jijik, bau parfum yang bercampur di tubuh Vanda membuat perut Roni mual dan ingin muntah.
Vanda terkejut dengan reaksinya dan menatapnya dengan marah, "Kamu, sikap apa ini?"
Cindy mencibir, "Dia merasa jijik terhadapmu, tidak bisakah kamu melihatnya?"
Merasa jijik padanya?
Sialan, seorang manusia jelek dengan wajah menakutkan ini berani merasa jijik terhadapnya?
Apakah dia tidak tahu seperti apa penampilannya? Apa dia tidak pernah bercermin?
"Benar-benar sangat banyak orang yang tidak tahu diri."
Vanda memutar bola matanya ke arah Roni dengan jijik, memutar pinggangnya dan kembali ke tempat duduknya.
Cindy melirik Vanda , Vanda tidak tahu wajah siapa yang ada di balik topeng jelek Roni ini.
Akan lebih baik jika kata tidak tahu diri ini ditujukan pada dirinya.
"Cukup, jangan bicara omong kosong lagi. 2 miliar untuk satu informasi, kurang sedikit saja pun tidak bisa."
"Kalau begitu, cepat mulai."
"Yang pertama, orang tuamu bertemu di kafe. Kedua, hari itu sedang hujan. Ketiga, ibumu sedang hamil pada saat itu. Keempat, ibumu sangat lapar saat itu. Kelima……"
Brengsek!
Apa dia sudah gila karena uang?
Jika demikian, bukankah Vanda akan menghasilkan ratusan miliar kalau dia bicara sepanjang sore?
Cindy mengerutkan kening sambil mendengarkannya.
Vanda berkata dengan berlengah-lengah, tetapi pada akhirnya informasi tidak cukup, sehingga dia sembarang mengarang, dan total dia mengatakan seratus informasi.
“Udah, aku sudah selesai, dua miliar, berikan aku uangnya.”
“... …” Cindy meratapi Vanda dengan tatapan sinis.
“Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, satu informasi senilai Dua puluh juta, jangan harap bisa ingkari janji.”
Cindy berdiri, kemudian mengeluarkan selembar kartu atm dari tas: “Dua ratus juta, silahkan ambil.”
“Dua ratus juta? Tetapi aku sudah beritahu seratus informasi, dua miliar! Kenapa kamu hanya beriku dua ratus juta saja?”
__ADS_1
Vanda merasa sangat emosi, dia berdiri dari tempat duduk, kemudian berkata dengan nada tinggi dan penuh amarah.
Cindy mengernyit: “Apakah kamu sudah beritahu seratus informasi? Tetapi aku hanya dengar satu saja! Mulutmu bermasalah, atau telinga aku sedang tidur?”
“Kamu, telingamu bermasalah, tuli! Aku sudah beritahu seratus informasi!”
Cindy menoleh ke samping, melihat ke arah Roni: “Benarkah? Kamu sudah dengar dia beritahu seratus informasi?”
Roni melangkah maju ke depan, dan meratapi Cindy dengan tatapan serius: “Nona, aku dengar informasi yang seperti anda dengarkan, dia hanya beritahu satu informasi saja. Pendengaran anda tidak bermasalah, mulut dan otak dia yang bermasalah.”
“Mulut dan otakmu yang bermasalah! Kalian, kalian——”
Vanda baru menyadari bahwa dirinya tertipu, tadi Cindy tidak menghentikannya, dan menghitung informasi yang dia katakan, demi mengumpulkan seratus informasi, dia mulai mengarang cerita dari informasi yang dia tahu dan dia ingat.
Tidak menyangka pada akhirnya, dirinya dijebak oleh Olehnya!
Roni melihat VandA memarahi Cindy sambil menunjuk-nunjuk, hatinya merasa sangat marah.
“Ambil uang dua ratus juta ini dan segera pergi dari sini, jika tidak, kamu jangan berharap bisa dapat satu rupiah pun!”
Vanda membalikkan kepala, merasakan aura dingin yang dipancarkan oleh Roni, Vanda memiliki firasat yang buruk.
Meskipun Vanda dapat bermain kasar dengan Cindy, tetapi dia pasti tidak akan bisa mengalahkan pria galak yang dihadapannya,
Karena tidak ingin dirugikan, sehingga Vanda memutuskan untuk mengambil uang dua ratus juta tersebut dan langsung pergi, kemudian hari masih ada kesempatan untuk menagih hutang.
“Cindy, aku akan ingat utangmu, aku pasti akan tagih utang.”
Vanda mengambil kartu atm yang di atas meja, melirik Cindy dengan tatapan tajam, kemudian pergi dengan penuh amarah.
Roni duduk di sampingnya, meratapi Cindy dengan tatapan penuh kekaguman dan sedikit khawatir: “Berpura-pura bodoh adalah cara yang baik, hanya saja… …”
“Kenapa?”
“Aku takut Vanda dendam padamu, dan lukaimu.”
“Aku tidak takut! Kamu sendiri juga dengar apa yang dia katakan tadi, ibuku minum berapa teguk air dihitung dua ratus juta, apabila aku kasih dia dua miliar, bukankah aku adalah orang bodoh!”
Uang, bagi Rendy, hanya serangkaian angka saja.
Jangankan satu miliar, bahkan sepuluh miliar juga dirinya tidak akan memperdulikan, dia khawatir Cindy akan dimusuhi oleh orang lain karena uang, dan terjebak dalam bahaya, dia tidak ingin semua ini terjadi.
Akan tetapi, memikirkan kata-kata yang dikatakan oleh Cindy, tidak sepenuhnya tidak masuk akal juga.
Tampaknya dia harus mencari seseorang, ketika dia sedang sibuk, dapat mengikuti Cindy dan melindunginya di setiap saat.
Kembali ke topik pembicaraan, mereka berdua mulai menganalisis informasi yang mereka dapatkan.
“Apa yang dikatakan oleh Vanda barusan, sangat berguna sekali: ketika ibumu nikah dengan Gerard sudah hamil. Sedangkan Gerard nikahinya, karena ingin dapatkan bantuan dari Kakekmu, demi harta dan ketenaran.”
“Benar juga, mungkin ibuku tidak rela nikah dengannya, tadi Vanda bilang, di dalam hati ibuku terus memikirkan ayah kandungku, sama sekali tidak punya perasaan terhadap Gerard, karena merasa bersalah terhadapnya, sehingga ketika Gerard tabrak nenekmu, ibuku langsung ganti posisi duduk dengannya, menjadi kambing hitam.”
__ADS_1