
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Rendy menatap adiknya yang terlihat kasihan duduk di sofa."Kamu mandi dulu, dokter keluarga akan segera datang"
"Kak, kanyaknya kakiku retak, cepat cari orang untuk membantuku mandi"
Rendy meminta pelayan membawa anton dan membersihkan tubuhnya.
Setelah pemeriksaan dokter keluarga menyarankan untuk ke rumah sakit dan hasilnya tulang kakinya retak.Jadi hanya menggunakan gips dan membutuhkan perawatan.
"Kak, kecelakaan mobil itu terlalu mencurigakan, kamu harus menemukan pelakunya untukku"
Rendy mengangguk.Anggota keluarga adiguna menjadi korban kecelakaan, bagaimana bisa rendy tetep diam.
Anton bersikeras pulang ke villa mawar dan untuk mengawasi vanda.
Keesokan harinya
Rendy menjemput anak-anaknya untuk makan bersama dengan ibunya, kedua anak merajuk tidak mau makan dari pagi hari.
Setelah anak-anak makan bersama mereka pergi ke kamar untuk bermain bersama. mereka sudah tidak bertemu semenjak bobby dan adrian tidur di rumah neneknya.
Setelah selesai mencuci piring cindy keluar ke ruang tamu dan mendapati rendy duduk sendirian.
"Aku ingin memberitahumu sesuatu" kata rendy dingin.
"Tentang apa?"
"Vanda ingin membuat perusahaan ayahmu bangkit lagi, bagaimana menurutmu?"
Kepanikan muncul di hati cindy.
Vanda pasti ingin menggunakan rendy untuk membangkitkan perusahaan ayahnya.
Jika rendy benar-benar membantu perusahaan , maka idenya untuk mendapatkan perusahaan akan sangat sulit dan akan sulit untuk membalaskan dendam ibunya.
"Tuan adiguna,apakah kamu berencan untuk membantunya?"
"Apa kamu mau aku bantuin dia?"
"Tidak" cindy Berkata dengan tegas.
Siapa yang mau harapannya pupus?
Jawaban tegasnya tidak mengejutkan bagi rendy.
Rendy sudah mendengar dari vanda,kalau kakaknya berniat untuk merebut perusahaan untuk dirinya sendiri.
Kenapa cindy memiliki pemikiran seperti itu? ini yang membuat rendy penasaran.
"Apa alasanmu untuk merebut perusahaan ayahmu?"
Karena perusahaan amanda adalah hasil keras ibunya dan kakeknya,karena ibunya di bunuh oleh asnia, ia harus membalas dendam.
Tapi alasan tidak berani cindy katakan, sekarang vanda dan rendy memiliki hubungan yang dekat,ketika mereka menikah, asnia akan menjadi ibu mertuanya.
__ADS_1
"Karena aku juga anggota amanda, aku punya hak untuk memegang perusahaan,perusahaan akan berjalan kearah yang baik jika aku yang menjalankan"
Rendy dapat melihat kebohongan dari wajahnya dan sorot matanya.
"Cindy, kalau kamu ingin aku tidak membantu perusahaan,kamu lebih baik bilang yang sebenarnya"
Rendy langsung berkata dengan keras.
Mana mungkin tuan adiguna dapat mudah untuk dibohongi?
"Tuan adiguna,kalau aku bilang yang sebenarnya,apa kamu berjanji tidak akan membantu perusahaan?"
"Akan aku pertimbangkan"
Mempertimbangkan!
Ini semacam kesempatan!
"Tuan adiguna,kamulah yang membuat perusahaan runtuh,kamu tahu betul dengan kemampuan ayahku menjalankan perusahaan, jadi kamu jangan membantunya.Alasan aku ingin mengambil perusahaan adalah karena perusahaan itu hasil kerja keras ibuku dan kakekku.Aku ingin membalas dendam untuk ibuku dan membalas perbuatan mereka padaku"
Rendy mengetahui konflik ini tidak sederhana! Di dalamnya ada konflik keluarga.
"Balas dendam? kamu ingin membalas dendam ke siapa?"
"Tentu saja aku akan balas dendam pada orang yang telah membunuh ibuku dan aku"
Rendy menatapnya dengan serius.
Cindy juga mengerti kebingungan rendy.
"Emmm! aku gak mati, tapi mereka membunuh ibuku,mereka mau aku mati juga, batu nisan bahkan disiapkan untukku,apa kamu pernah melihat orang yang belum meninggal dibuatkan batu nisan?"
Bagaimana..
Batu nisan ini, berapa banyak yang dibuat?
"Kamu bilang mereka membuat batu nisan untukmu, padahal kamu belum mati"
"Iya"
"Dimana batu nisan itu?"
"Di sebelah batu nisan ibuku, batu nisannya ada gambarku"
Cindy tiba-tiba teringat.
Saat terakhir kali ke makam ibunya,ia bertemu dengan rendy disana.
Selama bertahun-tahun,seseorang sudah menempatkan bunga di depan nisannya.
Di batu nisan ada fotonya saat kecil!
Apa seseorang yang selalu menaruh bunga untuk penghormatan kematiannya, apakah selama ini rendy yang menaruh bunga itu?
Jika itu benar! maka rendy mengira dirinya sudah meninggal,kan?
Tapi dirinya masih hidup.
Cindy tidak berbicara lebih jauh, jika rendy mengetahui makam itu adalah makamnya, maka gadis kecil kesayangan sekarang adalah orang yang di bencinya.
"Sana pergi tidur" rendy berkata dingin.
__ADS_1
"Tapi, apakah kamu tetap ingin membantu perusahaan?"
"Bakal aku pertimbangkan"
Cindy merasa ada yang tidak beres dengan ,barusan menanyainya dengan agresif ,tapi sekarang dia melunak.
Rendy kembali ke rumah depan dan membiarkan anak-anak tidur di rumah belakang.
Rendy masuk ke kamarnya dan merenungkan kembali kata-kata cindy.
Jika makam itu di dirikan untuknya.
Jika yang dikatakan oleh cindy adalah benar, maka ada informasi yang salah yang di dapatkan oleh bimo.
Rendy takut ada seseorang yang menyesatkan dirinya.
Beraninya seseorang mengaturnya, sialan.
"Presdir,ada apa?"
Rendy menjelaskan apa yang perlu di selidiki dan menambahkan beberapa kata."Kumpulkan informasi dalam tiga hari, kalau tidak, aku bakal hukum kamu berdiri di depan perusahaan"
Berdiri di depan perusahaan?
Bimo ingin menangis."Baik.. baik"
Bimo menghela nafas tidak berdaya, susahnya menjadi asisten presdir.
Keesokan paginya cindy bangun pagi dan membuat sarapan.
Satu per satu anak-anak datang ke meja makan, rendy juga tumben datang.
Rendy memandang sosok cindy yang sedang menata makanan di meja."Apa kamu butuh uang untuk makan malam?"
"Anak-anak makan gratis, kamu harus bayar"
"Berapa harganya?"
"Dua juta" cindy mengacungkan dua jarinya.
Rendy melihat pizza, susu dan bubur kacang ijo hampir menyetujuinya.
Tapi ia mendapatkan pesan masuk di ponselnya.
"Dua juta terlalu mahal,aku mau makan"
Presdir adiguna bilang dua juta terlalu mahal!
"Bobby, adrian, cepat ikut daddy untuk menonton pertunjukkan"
Kedua anak saling memandang dan bertanya dengan penasaran."Daddy,nonton apa? nonton dimana?"
"Di rumah depan, kita bakal nonton pertunjukkan bagus disana"
Kedua anak kecil langsung merasa semangat, rendy tanpa basa-basi mengemas banyak makanan dan berkata untuk di makan bobby dan adrian.
Cindy meliriknya dan merasa aneh jika kedua anak itu bisa menghabiskanya.
Rendy tidak ingin membayar makanan dan menggunakan anak-anaknya untuk mendapatkan makanan.
Berani rendy menipunya seperti ini!
__ADS_1