Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Membawa shelly dan shella konferensi pers


__ADS_3

Cindy masuk ke dalam ruangannya, lalu hp dia pun langsung berdering.


Setelah mengangkat beberapa panggilan, orang-orang itu pun ingin akhiri kontrak dengan dirinya.


Saat dirinya berjaya, semua orang pun ingin bekerja sama dengan dirinya, saat dirinya sedang ada masalah, orang-otang ini pun langsung lari.


Saat dirinya punya rumor dengan Rendy, juga adalah mereka semua yang berinisiatif untuk bekerja sama dengan dirinya.


Sekarang setelah dirinya ada masalah, mereka semua pun mau langsung akhiri kontrak dengan dirinya.


Orang-orang ini sungguh realistis.


Bella yang ada di samping pun merasa marah, dia pun memaki orang- orang ini.


Cindy hanya tersenyum saja, kemudian hp-nya pún berdering lagi. Sesuai dugaan, ingin mengakhiri kontrak dengan dirinya lagi.


Setelah mengangkat panggilan- panggilan tadi, Cindy merasa secercah harapan Perusahaan Amanda yang didapatkan dengan tidak mudah pun hilang lagi.


Sekarang harus lakukan apa?


Bella juga bisa melihat Cindy tampak sedih, dia pun menenangkannya, dan menjamin


Woody Corp akan bekerja sama


dengan Perusahaan Amanda.


"Makasih."


Setelah Bella pergi, Cindy pun duduk di atas kursi dengan tampak lelah.


Pada detik ini, Cindy tiba-tiba mengingat: Pasang surut kehidupan. Tidak bisa dihindari, dan tidak sanggup untuk menerimanya, dalam


menghadapi situasi seperti ini, Cindy pun merasa dirinya sangat tak berguna...


Grup Adiguna Corporate.


Setelah bimo selesai melakukan semua yang disuruh oleh Rendy, dia pun buru-buru masuk ke dalam ruangan Rendy


"Presdir adiguna, semuanya sudah beres.


"Ok, satu jam lagi, konferensi persnya disiarkan secara langsung!"


"Presdir Adiguna, kamu sudah


pikirkan apa akibatnya?" Bimo menatapnya dengan tampak khawatir.


"Sudah." rendy menjawabnya.


"Kalau kamu sudah mikirkan akibatnya, kamu...masih mau lakukan ini?"


"Jika bisa bantu dia, apa akibatnya tidak masalah"


Demi membantu Cindy, rendy pun tidak mempedulikan apa pun lagi! Keberanian ini pun membuat orang lain merasa sangat kagum.


Meskipun Bimo mengetahui apa akibatnya, dia pun mengacungkan jempolnya ke rendy dengan diam-diam.


Rendy bangkit, dia meninggalkan ruangannya, dan mengendarai mobilnya menuju ke sekolah.


Saat shella dengan shelly melihat rendy datang jemput mereka, apalagi waktu pulang masih belum sampai, mereka berdua pun merasa sangat kaget.


Setelah menyapa dengan Guru mereka berdua, Rendy pun berhasil bawa mereka berdua pulang.

__ADS_1


Shelly menatap rendy dengan sambil mengedipkan matanya,"Paman, Mami suruh kamu datang ya?"


Rendy menggandeng tangan shelly, dan menunjukkan senyumannya.


"Kalian berdua bantu Paman, boleh tidak?"


"Bantu apa?" Shella memutarkan matanya, dan menatap rendy.


"Paman hadapi sebuah masalah, jadi perlu bantuan dari kalian berdua, setelah masalah ini berlalu, Paman akan berterima ke kalian. Kalian juga akan."


"Paman, apa yang akan terjadi?" shelly bertanya dengan penasaran.


Rendy tersenyum, dan membelai kepalanya, "Akan ada kejutan besar."


Kalau gitu, kamu bilang mau bawa aku ke studio, masih berlaku?" Shella menatapnya.


Rendy mengangguk, "Jika kalian bantu Paman, apa pun permintaan dari kalian, semuanya ök."


Mereka dua berpikir sejenak, shelly pun menyetujuinya terlebih dahulu.


"Paman, aku mau bantu kamu."


Shella pun mengatakan dua halnlagi, lalu dia baru menyetujuinya.


Sesudah shelly membeli dua porsi dessert ke mereka berdua, dia pun langsung membawa shelly dengan Shella pergi hadiri konferensi pers.


Saat melihat terdapat begitu banyak orang dengan kamera, Shella tiba-tiba berhenti di sana, dia mengerutkan keningnya, dan menatap


Rendy, "Aiya! Oh tidak!"


Rendy menatap shella yang tampakncemas, dan bertanya padanya, "Ada apa?


"Tidak perlu make up, kamu sepertinini sudah cantik kok."


"Bener?"Shella menatap rendy sambil mengedipkan matanya. Hanya saja, shella tetap mau make up, dia mau muncul di depan


kamera dengan cantik.


Rendy menggandeng tangan mereka berdua, dan berjalan ke depan.


Sebagai Presdir Grup adiguna Corporate, biasanya rendy memang merupakan pusat perhatian dari berbagai media, kali ini juga sama.


Cekrek cekrek cekrek.


Eh, kenapa Presdir adiguna bawa dua anak perempuan kecil ke sini?


Jika dilihat dengan jelas, dua anak ini terlihat cantik, jangan-jangan mereka berdua adalah artis kecil dari Program Mencari Bintang?


Yang kurus ini, matanya terlihat jernih, kulitnya terlihat mulus, wajahnya juga terlihat cantik, anak dengan usia kecil seperti ini pun sudah punya aura kuat dan terlihat angkuh.


Yang gemuk ini, wajahnya terlihat bulat dan manis, sepasang mata besarnya pun terlihat jernih, bahkan terkadang dia masih akan menjulurkan lidahnya, imut sekali.


Dalam waktu yang singkat, kamera-kamera yang ada di sana pun ditujukan ke shella dengan shelly yang menarik perhatian.


Cekrek cekrek cekrek


Melihat kamera-kamera yang ada di sana ditujukan ke mereka berdua,


Shella merasa harus make up.


Shella menemukan seorang wartawan cantik, dan dia pun langsung menghampirinya.

__ADS_1


"Kakak, apakah tas make up kamu


boleh pinjam aku? Aku mau make up."


Wartawan itu tidak merasa ragu sama sekali, dan langsung memberikan tasnya ke shella.


"Makasih"


Setelah Shella mendapatkan tas make up, dan saat dia berencana untuk mulai make up, rendy pun berjalan ke depannya.


"Shella, sekarang bukan masalah cantik atau tidak, Paman butuh bantuan kamu."


Shella mengerutkan keningnya, dia mengembalikan tas make up itu ke


wartawan dengan penuh keengganan.


"Bentar aja, aku make up sangat cepat kok, di depan kamera, kita harus jaga image."


Selesai ngomong, Shella menatap Rendy dengan manja, dan mulai make up di sana.


Shelly pun mengedipkan matanya, melihat shella sedang make up, dia pun berpikir, apakah Paman suruhnmereka datang ke sini adalah untuk tunjukkan bakat mereka?


Kalau gitu dirinya juga harus tunjukkan sesuatu.


Shelly melihat kamera dengan sopan, "Paman, dan Tante semuanya, namaku shelly, bakat aku adalah makan, sekarang aku akan tunjukkan


ke kalian."


Kemudian, Shelly membuka dessert yang dibeli oleh Rendy, dan mulainmakan.


Shelly makan dengan cepat danbtampak sangat imut.


Seorang bocil yang kuat makan.


Satunya make up, satunya makan,nwartawan yang ada di sana punnmenebak, apakah Presdir adiguna mau berlatih orang yang bertalenta di


industri kosmestik dengan industrinfood & beverage?


Sudah melihat peluang di masa depan!


Rendy menatap Bimo, Bimo langsung lari ke depan shelly, dan memberi tahu dia tidak perlu makan,


Presdir adiguna membawa dia datang itu


karena ada hal penting.


Shelly menatapnya, "Kamu kasihbaku makan sampai habis aja, dessert ini sangat enak."


Shelly makan dengan cepat, tidak lama kemudian, sepotong kue manis yang lembut pun sudah masuk ke dalam perutnya.


Selesai makan, Shelly pun berpose yeay di sana!


Wartawan-wartawan menatapnya,


dan mengacungkan jempol ke shelly, mereka mengatakan rendy sangat hebat, shelly ke depannya pasti merupakan sosok yang Top di industri food & beverage.


Shella juga sudah selesai make up, dia pun tampak seperti princess kecil yang terlihat angkuh.


Shella masih sengaja berpose di depan kamera, yang membuat wartawan-wartawan di sana jadi ribut.


"Anak ini juga sangat hebat, ke depannya pasti merupakan sosok yang Top di industri kecantikan."

__ADS_1


__ADS_2