
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Agnes dan harris saling memandang,mereka segera menelepon rendy dan menyuruhnya segera pulang.
Mereka sangat bahagia saat rendy menjelaskan semuanya.
Tetua sangat gembira dan bertanya kehidupan bobby selama beberapa tahun terakhir.
"Kakek buyut,aku tinggal bersama mami selama ini, dia susah payah untuk membesarkanku"
Tetua menghela nafas, seorang wanita membesarkan anak tanpa seorang pria, pasti akan sangat kesusahan.
"Kakek, bobby dan nona cindy benar-benar menderita, mereka tinggal di rumah kumuh sebelumnya,benar-benar tidak mudah membesarkan anak sambil bekerja" anton tiba-tiba berkata.
Tetua melirik rendy sepertinya cucunya tidak memiliki kasih sayang pada cindy.
Tetua memegang tangan kecil bobby."Kakek buyut akan memberimu hadiah! aku akan memberikan kamu tempat tinggal,jadi kamu dan mamimu tidak perlu tinggal di tempat kumuh lagi, oke"
"Kakek buyut,kata mami tidak bisa menerima hadiah dari orang lain"
"Bobby, kamu adalah anggota keluarga adiguna dan properti keluarga adiguna juga milikmu, mamimu sudah kesusahan selama ini, sekarang waktunya kamu membalas budi, kamu harus menerima properti ini dan menjadi anak yang berbakti,jangan menolak, janji pada kakek buyut"
Bobby ragu-ragu dan melihat ke arah ayahnya.
"Ambillah,terima kasih kakek" kata rendy.
Bobby tersenyum."Terima kasih kakek"
"Oke, villa mawar di daerah pinggir setatan, aku berikan padamu,ibumu bisa tinggal disana"
Rendy diam membeku...
Villa mawar selama ini selalu di bersihkan, ia pernah memintanya,namun kakek tidak pernah setuju.
Bagaimana bisa tempat itu di berikan untuk bobby?"
Villa mawar adalah tempat yang memberikan kenangan dalam hidupnya dan ingin menjebaknya dengan cindy untuk tinggal disana.
Anton menghela nafas, apakah setelah cindy tinggal disana kakaknya akan melepaskan kesedihannya selama ini?
"Kakek, apakah villa mawar besar dan nyaman untuk di tinggali?"
"Bobby, kakek sudah lelah, biarkan pamanmu mengajakmu berkeliling,kakek ingin istirahat dulu"
"Oke, adrian, bobby,ayo aku akan mengajak kalian berkeliling"
Setelah mereka pergi rendy menuju ruangan kerjanya dan menelepon cindy.
__ADS_1
"Presdir adiguna,ada apa?"
"Aku ingin membuat kesepakatan denganmu"
"Tidak perlu, aku tidak akan menyerahkan hak asuh bobby"
"Bukan soal itu"
"Soal apa?"
Rendy meminta cindy untuk jangan menerima villa mawar dan menawarkan tempat lain atau cindy punya villa yang disukai, ia aka membelikan.
Cindy merasa familiar dengan nama villa mawar.
"Apakah villa ini berada di pinggiran selatan?"
Bagaimana wanita ini tahu, pasti sudah menyelidiki properti milik keluarga adiguna.
"Iya, asalkan kamu tidak menerima, aku bisa membelikan tempat lain yang lebih besar"
Apakah villa itu begitu penting bagi rendy dan tidak ingin dirinya pindah kesana?
Ia penasaran."Aku pikir-pikir dulu"
"Oke"
Anton membawa adrian dan bobby ke villa mawar.
Malam hari
Disana ada banyak tanaman mawar merah dan putih.
Dan bobby membicarakan masalah ini pada ibunya dan mengatakan maminya harus pindah, kalau tidak ia tidak akan menjadi anak yang berbakti.
"Mami, besok,aku akan mengajakmu pergi kesana,kamu pasti suka, shella dan shelly juga diajak"
Cindy teringat rendy yang mengingatkan agar tidak menerima villa itu.
Ia hanya berencana pergi untuk melihat-lihat saja.
Di villa mawar, dirinya sering menyelinap masuk diam-diam ketika remaja,ia sering memetik bunga mawar dan diberikan untuk ibunya... tapi kemudian..
"Oke, mami akan pergi melihatnya"
Bobby sangat gembira,ia yakin begitu mami melihatnya akan menyukai tempat itu.
Keesokan paginya
Setelag sarapan rendy membawa kedua putranya ke rumah sewa cindy.
Rendy mengerutkan keningnya melihat rumah yang di sewa cindy, tempatnya sangat kecil, kalau wanita itu tinggal di villa mawar seperti pindah ke surga..
Cindy merasa terkejut dengan kedatangan anaknya."Mami baru akan menjemput kalian"
__ADS_1
"Kami tidak sendiri,ayah juga ingin melihat villa mawar"
Cindy buru-buru mengajak kedua putrinya untuk keluar dan masuk ke dalam mobil.
Semua anak-anak masuk ke mobil cindy, kedua anaknya telah membelot ke musuh,mereka lebih memilih mobil bobrok milik cindy, ia merasa anaknya lebih dekat dengan ibunya.
Bobby menceritakan villa mawar dengan detail, shella dan shelly sangat bersemangat melihat tempat itu.
Cindy sendiri merasa masam mendengarnya, Ia punya kenangan sendiri di tempat tersebut.
Sepuluh tahun yang lalu,ia sering masuk villa lewat lubang anjing.
Apakah tempat itu sudah berubah sekarang?
Perjalanan terasa begitu cepat dan sudah sampai di halaman villa mawar."Tuan muda, mobil nona cindy tidak kelihatan di belakang"
Dia sangat lambat seperti sifut."Kita masuk duluan"
"Baik" kata sopir.
Sepuluh menit kemudian mobil cindy baru sampai halaman villa.
Begitu sampai shella memandangi mawar merah yang banyak."Wow! ini taman bunga terindah yang pernah aku lihat"
Shella melihat ke arah ibunya."Mami, apakah aku boleh petik satu bunga untuk aku pakai di telingaku?"
Cindy mengangguk."Satu saja,kamu jangan memetik yang lain,oke"
"Oke, mami"
Shella berjalan ke arah bunga mawar dan saat akan memetik terdengar suara yang dingin.
"Tidak boleh dipetik" wajah rendy merah kerena marah.
Cindy tidak menyangka rendy akan bersikap seperti itu,ia berjalan mendekat dan menjelaskan."Tuan adiguna,shella sangat menyukai bunga,dia hanya ingin memetik satu, gpp kan?"
"Tidak boleh"
Ada banyak bunga di halaman ini, hanya memetik satu bunga saja tidak boleh.
Seperti pria ini sangat mementingkan tempat ini dan menghargai bunga yang tumbuh disini.
Cindy tidak memperdulikan rendy memetik bunga dan menyerahkan pada anaknya.
"Cindy"
"Tuan adiguna,sekarang tempat ini punya bobby, dan kami akan tinggal disini, jadi halaman ini punya bobby sekarang dan kamu tidak punya hak untuk melarang mengambil bunga disini"
Belum pindah saja, wanita sudah seperti pemilik tempat ini.
"Kamu tidak boleh tinggal disini, aku akan mencarikan tempat untukmu"
"Aku tidak akan tinggal di tempat lain, aku akan segera pindah kesini"
__ADS_1
Rendy menjadi marah, wanita pasti ingin membantahnya.