
Cindy memikirkan pertanyaan ini dengan serius.
Jika dia mengatakan tidak, maka Peter pasti akan bertanya apa tujuan dia tinggal di sini.
Jika memberitahu pada Peter bahwa dia sedang mencari ayah kandungnya, apakah Peter akan merasa keluarganya terdapat pria yang tega dan hal ini secara serius memengaruhi reputasi dari keluarga Ducal, kemudian mencoba untuk menghentikannya dari penyelidikan ini dan memaksanya untuk pergi!
Iya, hati Peter memang agak sempit. Cindy pernah memfitnahnya sebagai pencuri, dia langsung mengingatnya dan membawanya ke sini secara paksa.
Peter pasti tidak akan membiarkan hal yang merusak reputasi keluarga Ducal terjadi.
Ketika memikirkan hal ini, Cindy menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaannya.
Peter menatapnya dengan hati-hati, sejak pertama kali melihatnya, dia merasa bahwa alis dan matanya mirip dengan seseorang.
Pada saat ini melihat penampilannya yang sedang merenung itu semakin mirip.
Peter terdiam dan bertanya dengan serius, "Apa yang kamu suka dari Zenitsu?"
Cindy berpikir sejenak, jika masih ingin tinggal di sini pasti tidak boleh mengatakan bahwa dia suka status dan kedudukannya.
Dia menjawab, "Kepribadian."
“Bukan status dan kedudukan, ataupun kemuliaan dan kekayaan ya?” Tanya Peter.
Cindy mengerutkan kening. Apakah seorang wanita jatuh cinta dengan seorang pria yang memiliki kondisi yang lebih baik pasti bukan karena orangnya?
Apakah harus karena material?
Walaupun dia sebenarnya tidak menyukai Zenitsu, tetapi dia juga ingin bertanya.
"Jika kamu melihat identitas Zenitsu, kamu mungkin akan kecewa."
"Aku tidak peduli dengan identitasnya."
"Posisiku tidak akan jadi milik Zenitsu. Aku bisa katakan padamu dengan jelas! Jadi, kamu pikirkan sendiri mau tinggal atau pergi. Tentu saja, jika kamu ingin tinggal harus tergantung pada kemampuanmu, apakah kamu memiliki kemampuan untuk menangani gangguan dari Marry dan istriku."
Cindy terkejut dengan kata-kata Peter.
Peter hanya memiliki satu putra yaitu Zenitsu, mengapa posisi Peter bukan warisankan ke Zenitsu?
Apakah dia takut Cindy mendambakan posisi Nyonya Ducal dan tidak percaya bahwa Cindy, akan memperlakukan Zenitsu dengan tulus sehingga dia sengaja mengatakan demikian?
Tetapi berdasarkan ekspresi yang serius dan penampilan yang tegas tampaknya bukan sedang bercanda.
Posisi Ducal diwariskan kepada siapa juga tidak berkaitan dengan dia, tetapi pertanyaan tentang tinggal atau pergi itu sangat penting.
"Peter, maksudmu, kamu tidak akan usir aku, selama aku bisa menangani Marry dan istrimu, aku bisa tinggal di sini?"
"Benar!"
"Aku sangat penasaran, mengapa kamu menyetujui aku tinggal?"
"Aku ingin melihat apakah cinta di antara kalian dapat melewati segala penghalang, pada akhirnya bisa hidup bersama."
Hmm--
__ADS_1
Cinta apaan.
Bukan seperti ini, dia sulit mengatakannya.
Dia memperhatikan ketika Peter mengatakan hal ini, kesedihan yang mendalam melintas di matanya.
Dari tatapan yang sedih itu, dia bisa merasakan Peter merupakan orang yang memiliki kisah hidup.
"Sudah, kamu kembali saja."
" Tuan Peter, aku masih punya satu pertanyaan terakhir."
Cindy ragu-ragu selama beberapa detik, kemudian memberanikan diri untuk bertanya.
Meskipun dia juga merasa dirinya sedikit bertele-tele, tetapi ketika berpikir bahwa ini adalah kesempatan yang langka, mana tahu bisa mendapatkan petunjuk, kedepannya menyelidiki tentang identitas ini akan lebih mudah.
"Tanya lah!"
"Apakah kamu tahu siapa dari keluarga Ducal yang pandai akupunktur?"
Peter terdiam, pada hari itu melakukan akupunktur padanya, dia berada dalam keadaan pingsan. Apakah sekarang dia sudah tahu ada yang melakukan akupunktur padanya, dia bertanya demikian adalah ingin berterima kasih kepada orang itu?
Akupunkturnya sudah tidak digunakan selama bertahun-tahun, dia tidak ingin orang mengetahuinya.
Dia menggelengkan kepala dan menjawab, "Tidak tahu."
Di dalam hati berpikir, jika kamu benar-benar ingin berterima kasih, terima kasih pada Agata saja.
Jika bukan karena alismu mirip dengannya, aku juga tidak akan menyelamatkan kamu.
Jawaban ini membuat Cindy sedikit kecewa, sepertinya ingin menemukan pria yang tega itu tidak gampang!
Pada malam hari, ponselnya tiba-tiba berdering. Dia merasa gugup ketika melihat panggilan tersebut dari Bobby.
Di dalam kamar terdapat pelayan. Jika dia menjawab panggilan tersebut berarti dia telah mengungkapkan masalah terkaitan dirinya yang tidak idiot. Oleh sebab itu, dia memutuskan untuk membiarkan ponsel tersebut berdering.
"Kenapa Mami tidak menjawab telepon?"
Ekspresi kecurigaan muncul di wajah Bobby.
Bella menepuk bahunya dan menghiburnya, "Mungkin Mami lagi sibuk sehingga tidak dengar."
Shella menghelakan nafas, "Bukankah pengawal telepon paman bilang Mami sudah idiot, mungkin Mami sudah tidak tahu bagaimana cara menjawab telepon."
"Jika demikian berarti kondisi Mami sangat buruk."
"Hais, sepertinya kita harus segera pergi lihat Mami"
"Bibi, apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Jangan khawatir, karena Mami kalian berada di tempat Zenitsu, jadi harus telepon dia."
Setelah mengatakan demikian, Bella mengeluarkan ponselnya dan menelepon beberapa orang untuk menanyakan nomor ponsel Zenitsu.
Tanpa basa-basi, dia langsung menelepon Zenitsu.
__ADS_1
Zenitsu menjawab dan mengetahui bahwa anak-anak Cindy datang untuk mencari ibu mereka, suasana hatinya menjadi kacau.
Anak-anak yang usil itu datang ke kediaman Ducal, tidak tahu akan menimbulkan kekacauan seperti apa.
Namun, tidak bisa menolak mereka melihat Ibunya juga. Jika tidak mengizinkan mereka melihatnya, Zenitsu mempunyai firasat bahwa anak-anak ini tidak akan diam, mereka mungkin akan membuat keributan.
Jika hal ini sampai ke telinga Peter semakin sulit ditangani lagi.
Oleh karena itu, setelah mmepertimbangkan dengan cermat, dia secara pribadi membawa keempat anak itu bersama Bisma dan Bella masuk ke kediaman Ducal.
"Mami tinggal dimana?"
Shelly menatap rumah yang begitu besar, dia merasa pusing.
"Jangan tergesa-gesa, bentar lagi sudah bisa jumpa Mami kalian."
Zenitsu membawa mereka, berbelok dua koridor dan terus berjalan.
Bimo dan Bella saling menatap, seolah-olah sedang bertanya satu sama lain, apakah kamu ingat jalan di sini?
Perlu diketahui bahwa sembilan tikungan dan delapan belas tikungan dari rumah ini benar-benar sangat besar.
Bimo menganggukkan kepala, dia sangat mahir dalam mengenal jalan.
Bella tidak bisa mengingatnya dengan jelas, dia memberitahu kepada empat anak kecil itu, jangan lari ke mana-mana karena akan tersesat.
Shelly menganggukkan kepala dengan penuh semangat.
Dia tidak bisa mengingat jalan, sedikit belokan saja dia akan tersesat. Di matanya, kediaman Ducal ini seperti labirin.
Adrian dan Bobby menganggap sepele, mereka mengatakan bahwa mereka bisa mengingat semuanya setelah melewati sekali.
Jika melewati sekali lagi, mereka dapat melukis jalan di sini.
"Kalian berdua sangat hebat!" Bisma memuji mereka.
"Paman Bimo, lihat dulu kami itu anak siapa."
"Iya loh, kami adalah anak dari Rendy dan Cindy yang super pintar dan tak terkalahkan, mana mungkin bodoh".
Bella tertawa dan penasaran siapa yang menjuluki super pintar dan tak terkalahkan itu?
Ketika mendengar nama Rendy, ekspresi Zenitsu yang sedang memimpin jalan itu langsung berubah menjadi muram.
Dia telah meninggal selama beberapa bulan, tampaknya tidak ada yang meragukan tentang kecelakaan pesawat itu.
Batu di dalam hatinya juga bisa lepas.
Zenitsu terus memikirkan betapa senangnya jika tidak ada keberadaan Rendy, alangkah baiknya jika anak-anak ini merupakan anaknya dengan Cindy.
Ketika memikirkan hal ini, dia tiba-tiba berkata, "Kalian akan punya Daddy baru."
Daddy baru?
Ketika empat anak kecil ini mendengar kalimat ini, satu per satu mengerutkan bibir dan menggerakkan matanya.
__ADS_1
Shella menoleh dan menjawab dengan ekspresi yang dingin, "Kami tidak butuh Daddy baru!"
“Iya, Daddy kami adalah Rendy adiguna , kami hanya ada satu Daddy.” Shelly menyatakan persetujuan.