Anak Kembar Empat

Anak Kembar Empat
Mulai pengobatan


__ADS_3

Hallo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.


Tolong berikan like dan komen.


Happy reading


""___""


Cindy berusaha keras untuk menyemangati dirinya sendiri, wajah yang di dandani shella sangat jauh dari penampilannya biasanya.


Pintu terbuka, pengurus tua yang membuka mengamati dari atas sampai bawah, ketika matanya melihat kotak medis, ia langsung paham.


"Anda adalah dokter jenius yang datang untuk mengobati tuan kecil?" pelayan tua menyapa dengan senyuman.


"Benar" cindy mengangguk.


"Silahkan ikuti saya, tuan muda saya sudah menunggu anda"


Berjalan masuk mengikuti pelayan, cindy mengamati dekorasi villa, memang keluarga adiguna seluruh fasilitas juga desainnya penuh dengan aura elegan dan dingin.


Di ruang tamu, ketika melihat rendy duduk di sofa jantung cindy berdetak kencang.


"Kamu adalah dokter jenius Chloe?" rendy sambil mengamati penampilannya.


"Benar" cindy mengepalkan tangan diam- diam untuk mengatur emosi dalam tubuhnya.


"Kamu bisa memulai pengobatan" rendy berkata dengan sedikit ramah.


Kali ini cindy baru benar- benar lega,pasti dandanan shella ini terlalu menyakinkan, rendy hanya akan menatap wanita cantik, kini dandanannya dibikin cacat.


"Dokter Chloe, silahkan ikut denganku" pelayan berjalan menuju kamar adrian.


Kamar adrian didekorasi dengan warna cerah dan begitu nyaman,namun tidak mengurangi nuansa elegan, sungguh seperti pangeran kecil keluarga adiguna membuat cindy merasa lega.


Melihat adrian yang berbaring diatas kasur dengan wajah pucat membuat cindy merasa sakit hati dan gelisah.


"Dokter Chloe, ini adalah tuan kecil kami, cepat periksa, bagaimana caranya menyembuhkan tuan kecil?"


Cindy mengangguk, lalu berjalan mendekat menyentuh dahinya.


Adrian membuka matanya, ia merasa terkejut melihat ada perempuan di hadapannya, tiba- tiba ia mengerutkan alis.


Mami dan anak saling bertatapan, membuat perasaan cindy menjadi campur aduk.


Perasaan pahit, sedih,dan sakit hati sangat sulit di ungkapkan dengan kata- kata.


"Tuan kecil, bagian mana dari tubuhmu yang merasa tidak enak?" cindy bertanya dengan lembut.


"Siapa kamu?" andrian muncul sifat permusuhan.


Semua wanita yang datang ke villa ini semua berdandan tebal dan cantik, namun tante ini berdandan tipis juga ada tanda lahir merah di pipinya.


Meskipun tidak cantik, namun hati adrian sedikit nyaman dan ada semacam perasaan aneh.


"Aku adalah dokter,aku datang untuk mengobatimu"

__ADS_1


Cindy memeriksa nadinya, hatinya menengang saat memegang tangan anaknya.


Usia masih muda namun hawa dingin dalam tubuhnya sudah begitu kuat, pencernaan tidak bagus,paru- parunya juga tidak baik.


"Dokter Chloe, barusan tuan kecil muntah darah lagi, sebenarnya ada apa?"


"Fisiknya lemah,biasanya muntah darah berhubungan dengan pencernaan dan pernafasan yang tidak baik,muntah darah yang terjadi tadi karena sistem pencernaan yang tidak baik,harus sangat memperhatikan makanannya,aku akan memberikan treatmen akupuntur terlebih dahulu, lalu aku akan memberikan resep, semua harus sesuai dengan cara yang kuberikan"


"Baik" begitu pengurus tua mengiyakan, langsung terdengar suara adrian yang mengamuk.


"Aku tidak mau diakupuntur,aku tidak mau diobati, aku tidak sakit"


"Tuan kecil, ini adalah dokter jenius, kamu harus mendengarkannya"


"Aku tidak mau! suruh dia pergi"


Rendy yang sedang di ruang tamu mendengar teriakan anaknya datang ke kamar dengan cepat.


"Adrian, bersikaplah dengan baik" suara rendy terdengar seperti perintah dan kasih sayang.


Cindy melirik sebentar ke arah rendy, lalu mengeluarkan jarum dari dalam tasnya.


Belum bertindak, adrian sudah mengamuk lagi.


"Aku tidak sakit, aku tidak mau ditusuk!aku tidak mau"


"Adrian! kamu jangan membuat keributan"


Rendy membentak anaknya.


Mendengar adrian menginginkan mami, hati cindy seperti ditusuk jarum, terasa sakit hingga wajahnya sedikit berubah.


Cindy sebenarnya ingin memeluk anaknya yang merindukannya, ia ingin menghapus air mata di pipinya.


"Adrian"


Cindy reflek memeluk tubuh kecil anaknya.


"Aku sudah bilang mamimu sudah mati,kelak jangan mengungkit wanita itu lagi" rendy berkata dengan dingin


Sudah mati?


Rendy mengatakan pada anaknya, ia sudah mati!


Bajingan lelaki ini


"Tidak, kamu bohong, mami belum mati" adrian bersikeras.


Begitu membicarakan cindy, aura ganas dan emosi muncul di tubuh rendy.


"Kalau aku bilang mati, berarti sudah mati, sebaiknya kamu bekerja sama dengan baik, kalau tidak...."


"Bagaimana kamu bisa bicara seperti itu kepada anak- anak! aku merasa penyakit dalam tubuh anakmu, karena kamu tidak bisa merawat anakmu dengan baik, bagaimana bisa ada ayah sepertimu" cindy berkata dengan marah.


Ucapannya dipotong, bahkan dibentak, kondisi seperti ini membuat rendy begitu terkejut.

__ADS_1


Menyadari kalau dirinya tadi emosional, cindy menundukkan kepala, berusaha menekan emosi dalam tubuhnya."Maksudku adalah anak ini masih terlalu kecil, seharusnya anda bicara baik- baik dengannya"


"Suaramu barusan"


"Tadi aku terlalu emosional,ketika seseorang emosi suaranya akan terdengar sedikit berbeda"


Cindy berusaha keras menjelaskan, tatapan rendy sekarang menjadi curiga, membuat hatinya merasa was- was.


"Presdir adiguna, kamu jangan melupakan kesepakatan yang telah kita sepakati! Aku adalah dokter, prosedur pengobatan semu mengikuti caraku, silahkan anda keluar"


Rendy mengamati dokter Chloe dengan seksama, tadi suaranya agak aneh.


Cindy melihatnya diam sambil menatap dirinya segera mengusirnya keluar."Mohon kerjasamanya, silahkan anda keluar"


Rendy pergi tanpa suara, namun rasa curiga dalam hatinya tidak sirna.


Cindy menenangkan adrian yang sedang menangis, ia menenangkan dengan lembut.


"Adrian adalah pria sejati, tidak boleh cengeng"


Andrian mulai mengusap air matanya.


Selain merindukan maminya, adrian tidak pernah menangis biasanya.


Cindy menenangkan dengan sabar dan penuh perhatian, sekarang adrian sudah mau diakupuntur.


"Sakit tidak?"


Adrian menggelengkan kepala.


Mata cindy berkaca-kaca, bagaimana tidak sakit, tadi anak ini menangis begitu kencang, sekarang jarumnya sudah masuk dalam tubuhnya, namun anak ini berusaha menahan sakit.


"Adrian hebat sekali"


"Tentu saja"


Mendengar adrian mau menjawab dengan sedikit ramah, cindy memberanikan diri mengusap kepalanya.


Adrian sangat membenci sentuhan orang lain, namun ketika cindy menyentuhnya, ia menahan untuk tidak membentaknya.Di dalam hatinya muncul perasaan aneh.


"Adrian, kelak kamu harus makan dengan teratur,jangan makan dengan sembarangan lagi dan juga...."


"Sudah diam, kamu sangat cerewet" adrian menjadi kesal.


Melihat adrian tidak mau mendengar cindy langsung diam, lebih baik berbicara dengan rendy.


Setelah keluar dari kamar cindy menulis resep obat- obatan dan list makanan harus di makan adrian dengan teratur.


"Dokter Chloe, aku sudah mencatatnya" kata seorang pelayan.


"Baiklah, besok aku akan datang lagi untuk melakukan akupuntur dan mengecek kondisi tuan kecil"


Setelah berkata rendy mendekat ke arah dapur.


"Apakah adrian harus melakukan akupuntur setiap hari?"

__ADS_1


Cindy tertegun sebentar." Besok aku akan datang untuk melihat kondisinya, perlu berapa kali akupuntur aku tidak bisa memastikan sekarang"


__ADS_2