
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""_""
Villa mawar
Saat ini perang kata-kata sedang berlangsung.
Anton duduk di tempat tidur menatap vanda dengan marah, dia menegurnya karena melakukan hal-hal yang menyebalkan.
"Baru saja kakakku tidak ada di rumah dan kamu sudah melecehkanku seperti ini, vanda, sebenarnya hatimu terbuat dari apa?"
Vanda meliriknya dan memandangnya penuh ejekan."Tidak usah marah-marah,beraninya kamu menyalahkanku"
"Emang benar bukan kamu yang jaga aku, tapi kamu melakukan hal jahat di belakang layar, benar kan?"
"Aku tidak mengerti kamu ngomong apa?"
"Gak ngerti? semalam kamu diam-diam pergi ke dapur dan menambahkan garam ke masakanku, semuanya menjadi asin sehingga aku tidak bisa makan"
Vanda merasa puas di dalam hatinya."Ucapanmu tidak ada buktinya, jika kamu tidak mau makan disini silahkan pergi, kamu bahkan menyuruh orang memesan makanan di luar"
"Kapan kamu memasukkan garam ke makananku, kamu dasar wanita kejam"
"Jangan nuduh aku, kamu tidak punya bukti"
"Semalam kamu juga menyuruh orang untuk membuka semua jendela padahal udara sedang dingin, kamu benar-benar keterlaluan"
"Kamu benar-benar tidak tahu terima kasih, semalam aku sudah mengantarkan selimuti kesini"
"Cihhh! kamu tidak tahu malu menyebut tentang selimut,bagian dalam selimut basah kuyup sampai bisa diperas,vanda,kamu benar-benar wanita yang kejam"
Kelicikan muncul di hati vanda dan pura-pura terkejut."Jendela bisa saja kebuka karena ketiup angin,kan? untuk masalah selimut yang basah bisa saja kamu mengompol"
"---"
Anton terkejut, ternyata mulut wanita ini begitu manis memutar balikan fakta.
Wanita ini berhati ular seperti dia harus segera di singkirkan.
Mendengar suara langkah kaki vanda segera merubah Expresinya dan berkata lembut pada anton."Anton kamu benar, aku yang salah, aku tidak bisa merawatmu dengan baik"
Ternyata yang datang adalah bella dan ia mengerutkan keningnya.
Bella melihat dengan seksama kalau pakaian vanda bukan seperti pelayan..
Vanda juga penasaran dengan kedatangan bella, lalu bertanya."Kamu siapa?"
"Aku?"
Bella tersenyum dan menunjukkan jarinya ke arah anton."Aku tunangannya"
Jawaban ini membuat vanda merasa terkejut.
Vanda belum mendengar anton mempunyai tunangan, jangankan tunangan, pacar saja tidak punya.
Bella sebenarnya memang wanita pilihan dari agnes untuk anton.
Bella segera menjelaskan."Karena anton tidak bisa mendapatkan pacar, jadi nyonya adiguna pergi ke keluarga indrajaya dan menjodohkan kami"
Keluarga indrajaya merupakan keluarga kelas atas dan memiliki asal usul yang kuat.
"Kamu sendiri siapa?" bella berkata dingin.
__ADS_1
Sebelum vanda menjawab anton berkata duluan."Dia penguntit,dia gangguin kakakku dan menempel terus,dia ganas, licik dan wanita paling menjijikkan di dunia"
Bella tiba-tiba tertawa keras."Aku pikir wanita yang paling kamu benci adalah aku"
"Anton, aku ini pacar kakakmu, bisa-bisanya kamu bilang kanyak gitu"vanda menatapnya dengan marah.
"Pacar kakakku? kamu jangan mimpi, dia tersihir olehmu karena belum mengetahui sifat aslimu,aku saranin kamu pergi dari sini..."
Sebelum anton menyelesaikan kalimatnya, kedua keponakan kecilnya berlari masuk.
"Paman" bobby memanggilnya lembut, ia merasa khawatir dengan kaki pamannya yang terbungkus perban.
"Bobby, paman bersyukur kamu masih mempunyai hati nurani,sini paman peluk kamu"
Bobby tersenyum dan naik ke ranjangnya dan bersandar di dadanya.
"Suruh siapa kamu naik mobil sport dan bertingkah sombong,ini pelajaran untukmu"
"Adrian,kamu masih kecil dan berani berbicara seperti itu kepada pamanmu"
"Aku pikir dia ada benarnya juga, kalau kamu tidak bertingkah sombong, kamu tidak akan di pukuli,kan"
Bella menyukai energi dan sikap sombong adrian.
Ketika topik ini disebutkan anton melirik tajam ke arah vanda.
Mobilnya ditabrak bukan tanpa alasan! namun ada seseorang yang sudah merencanakan.
Tapi sayangnya anton belum mempunyai bukti!!
Tatapan suram anton membuat vanda merasa tidak nyaman. "Kalian bisa mengobrol, aku masih ada urusan, permisi dulu ya"
Setelah vanda keluar,rendy masuk ke kamar.
Anton berkata dengan wajahnya yang sedih.
Sebelum anton menyelesaikan kalimatnya vanda kembali masuk dan berdiri di samping rendy.
Kenapa wanita jahat ini kembali lagi? dasar tidak tahu malu.
Jika ia mengeluh saat ini, vanda pasti melakukan pembelaan dan terlalu malas berbicara omong kosong dengannya.
"Paman, kenapa kamu berhenti ngomong?" bobby merasa penasaran.
"Iya, kamu ngomong apa tadi? wanita yang mana?" bella juga ikut berkata.
Anton tidak mau terlihat konyol dan tersenyum.
"Aku cuma mau bilang semala kakak tidak ada vanda sudah merawatku dengan baik"
Adrian melirik pamannya, pamannya tidak berani berkata terus terang di depan wanita jahat, dasar pecundang.
"Kak, aku menyuruhmu pulang untuk menonton pertunjukkan bagus, bagaimana kalau mulai di sore hari?"
Rendy hanya mengangguk.
Tiba-tiba ponsel anton berdering, ternyata ini telepon dari cindy.
Karena rendy berada disini anton ragu-ragu untuk mengangkatnya.
"Kenapa kamu tidak jawab?" kata rendy merasa pusing mendengar dering telepon.
Anton takut cindy akan menyebutkan asal-asalan usul kedua putrinya.
Bella yang penasaran juga ikut berkata.
"Siapa yang menelepon?"
__ADS_1
"Kakak ipar"
"Kakak ipar yang mana?" bella merasa bingung.
"Itu mami kita" bobby berkata dengan lantang.
Bella merasakan sesuatu yang aneh, ia melihat cindy dan batuk ringan.
Ternyata vanda adalah wanita simpanan rendy, jadi wajar saja anton memarahinya tadi.
Vanda merasa sangat malu dan menunggu rendy menjelaskan siapa wanita yang akan di nikahinya.
Tapi, rendy tidak mengatakan apapun tentang ucapan anton dan bobby.
Hal ini membuat vanda merasa tidak senang dan nyaman.
"Rendy, suruh anton jangan memanggil kakak ipar lagi,akulah yang bakal menjadi.... "
"Jawab teleponnya"sebelum kata-kata vanda selesai terdengar suara perintah rendy yang tegas.
Vanda langsung merasa terhina dan langsung mengubah expresi wajahnya menjadi tersenyum."Rendy, kamu memang penyanyang dan tidak pendendam,aku percaya setelah kita menikah akan memperlakukanku dengan baik"
Bobby dan adrian melemparkan tatapan jijik ke vanda."Daddy tidak akan menikah denganmu"
"Daddy akan menikah dengan mami"
"Betul sekali"
Vanda terbakar amarah beberapa orang di depannya tidak cocok dengannya,ia tidak akan mendapatkan keuntungan dari mereka, jadi ia memutuskan untuk pergi.
Anton menjawab telepon dari cindy.
"Kakak ipar, kakak, adrian dan bobby ada disini, kamu ingin mencariku atau mencari mereka?"
Rendy mengedipkan matanya.
Disisi lain telepon terdengar suara shelly.
"Paman, adrian dan bobby pulang ke villa mawar untuk menonton pertunjukkan,aku juga mau kesana"
Anton merasa lega mendengar suara shelly.
"Kalau kamu ingin kesini, bisa menyuruh mamimu antar"
"Mami gak mau pergi, shella juga tidak mau pergi, aku tidak bisa pergi sendirian.Paman, apakah kamu bisa menjemputku?" suara shelly terdengar melas.
Saat ini anton tidak bisa sendirian dan melirik kearah kakaknya."Kak,bagaimana kalau kamu menjemput dia?"
"Aku gak mau jemput anak itu, biarkan maminya antar kesini"
"---"
Anton membeku, rendy tidak melarang cindy datang, berarti dia ingin bertemu dengannya.
Tepat pada waktunya,biarkan cindy datang untuk menonton pertunjukkan bagus.
"Shelly, minta mamimu untuk antar kesini, oke? paman habis kecelakaan dan tidak bisa menjemputmu,paman kangen kamu, kamu bisa membawakan hadiah parsel atau lainnnya"
Bella melirik anton dengan jijik, bisa-bisanya minta sesuatu dengan anak kecil, sungguh tidak punya malu.
Shelly mengatakan pada ibunya kata-kata anton.
"Mau hadiah?" cindy merasa terkejut
"Kamu kug bisa kecelakaan?" cindy kembali berkata.
"Kakak ipar, tidak enak menjelaskan di telepon, kamu bawa shelly sore ini, aku tunggu lho" anton segera menutup telepon.
__ADS_1
Rendy merasa puas dengan hasil ini.