
"Ganggu apa? Omong kosong, itu bukan aku!” Bella teringat tentang perilaku dirinya yang keterlaluan pada hari itu, dia tidak ingin mengakuinya.
Anton mendengus dingin dan menariknya, "Tidak mau ngaku ya? Sini, sini, lihat tampilan layar".
Di layar CCTV menampilkan semua hal yang terjadi pada hari itu.
Dia muncul di kamera dengan tampilan yang mengesankan, dia tidak dapat menyangkal lagi.
Dihadapan bukti ini, Bella tampak terkejut. Ya sudah kalau memang terungkap. Tidak peduli dari segi mana pun tetap salah Anton yang diam-diam pergi kencan. Metode pengacauan Bella sedikit keterlaluan, tetapi hal ini juga karena tak berdaya dan terpaksa, bisa dimaafkan.
Ketika memikirkan hal ini, dia menepuk dadanya dan penampilannya langsung berubah menjadi berani.
"Ya, akulah pengacau pada hari itu! Tapi aku merasa aku tidak salah. Jika kamu merasa aku salah, kita pergi cari orang tuamu, lalu ceritakan dengan jelas dihadapan mereka."
Bella menatapnya dengan gagah. Dia teringat bahwa Agnes adalah ibu mertua yang bijaksana dan tidak akan melindungi anaknya jika anaknya berbuat kesalahan, penampilannya sangat tegas.
Ketika Anton mendengar bahwa dia berencana untuk mengadu ibunya lagi, wajah Derick langsung berubah jadi muram.
"Wedhus Gembel, aku peringatkan kamu, jangan ceritakan hal ini kepada siapa pun."
"Wah, siapa yang tidak tahu kalau kamu itu suka goda wanita lain? Apakah kamu takut malu?"
Setelah mengatakan kata-kata itu, dia memberinya tatapan yang sangat menghina.
Selanjutnya dia berkata bahwa dia ingin mengadu kepada Tetua Adiguna dan Hendy, menyuruh keluarga adiguna mendidiknya dengan baik!
"Wedhus Gembel, kamu jangan asal ngomong ya, kemarin aku jumpa wanita itu karna ada urusan penting yang perlu diselidiki."
“Omong kosong!” Bella menatapnya dengan ekspresi tak percaya.
Demi reputasi dirinya, demi tidak disalahkan oleh orang tua dan kakeknya, Anton melihat sekeliling dengan hati-hati, kemudian dia menarik Bella masuk ke dalam kamar yang lain dan menceritakan semua kejadian pada hari itu padanya.
"..."
"Apakah yang kamu katakan itu benar? Hal ini karna demi selidiki apakah Gerard masih hidup?"
"Aku jamin semua ini benar! Aku sumpah!"
Bella menatap penampilannya yang serius, dia berpikir dengan cermat. Jika memang demikian berarti dia yang salah paham dengan Anton, bukankah Cindy juga salah paham dengan Rendy?
Apakah hal itu akan mempengaruhi hubungan di antara mereka?
Apakah dia harus memberitahu Cindy, tetapi Anton menyuruhnya untuk tidak memberitahu pada siapa pun tentang masalah Gerard masih hidup. Bagaimana dia mengatakannya?
Villa Royal Garden.
Maybach Rendy melaju perlahan ke garasi. Rendy keluar dari mobil dan langsung berjalan ke ruang tamu dengan tidak sabar.
Beberapa hari ini tidak pulang, dari langkahnya yang tergesa-gesa dapat melihat bahwa dia sangat merindukan Cindy.
Dia mendorong pintu, kemudian berjalan masuk ke ruang tamu, tetapi tidak ada seorang pun berada di dalam.
__ADS_1
Dia berjalan mengikuti sumber suara. Di dalam kamar bermain terdapat empat anak kecil sedang bermain dengan gembira.
Adriam melihat dia berdiri di luar pintu, Adrian segera berjalan ke arahnya.
"Daddy--"
Ketika Shelly mendengarnya, dia segera berlari ke arahnya dengan kaki pendeknya yang besar sambil merentangkan tangan untuk memeluknya.
"Daddy, aku semakin gemuk dan berat, makan malam nanti aku tidak mau makan daging lagi, aku mau makan sayur."
"Oke!" Mata Rendy yang dalam itu dipenuhi dengan cinta dari seorang ayah, dia mengulurkan tangannya untuk mencubit wajah Shelly yang gemuk itu, "Malam Daddy bawa kamu jalan santai mau tidak?"
Shelly teringat dengan penampilan dirinya yang terengah-engah ketika capek, dia menyilangkan tangannya yang gemuk itu sambil ragu-ragu.
Shella yang berada di samping itu menyetujuinya.
"Daddy, aku setuju pergi jalan santai setelah makan malam, aku juga terlalu gemuk, aku mau diet."
Shelly melirik Shella yang kurus seperti mie itu, kemudian dia melihat dirinya yang gemuk seperti adonan yang bulat, mulutnya terbuka lebar hingga membentuk lingkaran.
Orang kurus mengatakan dirinya gemuk di depan orang gemuk? Apakah dia tidak menjaga perasaannya?
Tidak, dia juga harus diet. Suatu hari nanti, dia akan berubah menjadi lebih kurus dari Shella, lalu dia akan mengatakan hal yang sama padanya!
"Daddy, setelah makan malam aku mau jalan beberapa putaran lagi, aku juga mau kurus."
Rendy melihat Shelly memiliki kemajuan, dia menganggukkan kepala dengan puas, "Oke, ada kemauan pasti akan berhasil. Daddy percaya Shelly pasti bisa kurus."
Selanjutnya, terdengar suara Cindy yang sedang memanggil mereka untuk makan.
Rendy membawa keempat anak itu keluar dari kamar bermain, dia sengaja mengamati sikap Cindy terhadapnya.
Tanpa diduga, Cindy bahkan tidak menatapnya, dia langsung menggandeng keempat anak ini pergi mencuci tangan.
Cindy memanggil dia untuk pulang, mengapa Cindy masih memperlakukannya seperti ini?
Rendy mengerutkan kening dan termenung, Bobby mendesaknya untuk makan.
Dia melihat makanan yang berada di atas meja sambil berpikir di dalam hati, mungkin sifat Cindy agak keras, sehingga malu untuk menunjukkan kebaikan terhadapnya, jadi hidangan ini mungkin adalah cara dia menunjukkan ketulusan.
Rendy mencuci tangan dan duduk di tempatnya.
Cindy meliriknya dari samping dan mulai mengambil sayuran untuk keempat anak itu.
Rendy melihat beras miliknya, dia merasa ada sesuatu yang aneh.
Setelah makan satu suap, sialan, nasi itu asam sekali, pasti dicampur cuka putih.
Berdasarkan tingkat keasaman ini, campuran tersebut lumayan banyak.
Tidak dapat dikonsumsi.
__ADS_1
Ketika melihat keempat anak ini sedang makan dengan gembira, dia melirik Cindy, dia takut akan mempengaruhi suasana hati anak-anak, sehingga dia memilih untuk bersabar.
"Daddy, makan sayur, masakan ibu sangat enak."
Rendy menganggukkan kepala. Ketika dia mengambil sumpit bambu untuk menjepit jamur, Cindy segera merebut dengannya.
Dalam kondisi yang tergesa-gesa, Cindy langsung mengambil piring tersebut, membagikan kepada empat anak ini, kemudian menuangkan sisanya ke dalam mangkuk sendiri.
Pada akhirnya, dia meletakkan piring tersebut di depan Rendy. Piring tersebut hanya tersisa adas Irisan bumbu dan irisan jahe, dia berkata dengan sopan, "Presdir Sumitro, selamat menikmati."
"..."
Apakah dia menyuruhnya untuk makan bumbu?
Apakah hal ini termasuk memperlakukannya dengan baik?
Rendy tiba-tiba merasa dirinya salah paham, Cindy memintanya untuk kembali itu bukan karena dia merindukannya, tetapi karena dia ingin mempermainkannya!
Awalnya dia ingin meletakkan sumpit bambu dan pergi, tetapi dia sudah berjanji untuk menemani keempat anaknya pergi jalan santai sehingga dia tidak boleh mengingkari janji.
Dia berkata "Aku sudah kenyang" dan berjalan ke ruang tamu sambil menunggu keempat anak itu selesai makan.
"Mengapa Daddy makan sedikit saja?"
"Eh, apakah kamu mau antarkan apel untuk Daddy? Aku lihat ada sebuah apel besar di dapur, seukuran wajahku."
ADrian menganggukkan kepala, berlari ke dapur untuk mengambil apel dan memberikan pada Ayahnya.
"Daddy, apel ini sangat manis, kamu coba makan."
Setelah sibuk sepanjang hari, Rendy yang sudah lapar melihat apel yang sudah dibersihkan itu, dia mengulurkan tangan untuk mengambilnya.
"Pergi makan dulu, selesai makan Daddy bawa kalian pergi jalan santai."
"Ya."
Adrian menatap Ayahnya dengan rasa simpati, dia menganggukkan kepala dan berjalan menuju ruang makan.
Rendy menggigit dan mengunyah dengan lahap. Tiba-tiba dia mendengar Cindy memekik, lalu tiba-tiba meninjunya,Rendy tidak sempat mencegah sehingga apel yang berada di tangannya berguling ke lantai.
"..." Dia melirik apel yang tergeletak di tanah dengan sedih, dan menatap Cindy dengan ekspresi kesal.
Cindy berkata dengan galak, "Apel ini tidak layak dipandang, aku tidak tahan jadi aku senggol, maaf ya."
Apakah Apel yang tidak layak dipandang, atau dia yang kesal melihat dirinya?
Rendy menatapnya dengan ekspresi yang dingin, Rendy berkomentar dengan serius, "Kemampuan kamu dalam membuat orang kesal itu memang luar biasa."
Cindy tampak sombong dan tersenyum nakal, "Presdir adiguna , harap maklum."
Keempat anak itu keluar dari ruang makan dan meminta Rendy untuk membawakan mereka pergi jalan santai.
__ADS_1
Rendy bangkit, berjalan melewati Cindy, menggertakkan gigi dan berkata, "Nanti pulang aku baru selesaikan dengan kamu"