
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Gerard menegur asnia untuk diam."Cindy tidak akan sekejam itu dan meninggalkan kita begitu saja"
"Cindy, kamu ingin perusahaan,kan? terus kamu akan memberikan kita apa?" gerard berkata sambil melihat ke arahnya.
Perusahaan sanjaya sebelumnya milik ibu dan kakek,80% dana di suntikkan oleh kakek.Sejak kematian ibunya gerard dan asnia mengambil alih perusahaan.
Dan sekarang mereka bertanya apa yang akan diberikan? Cindy merasa sangat geli.
"Apa yang kalian inginkan?"
"Cindy, perusahaan sanjaya bisa kamu ambil, tapi kita perlu memperkirakan harganya, sekarang perusahaan bernilai 160 milyar dan kamu hanya perlu membayar 100 milyar, perusahaan itu akan menjadi milikmu"
160 milyar untuk perusahaan yang sudah bangkrut dan terlilit hutang, meskipun perusahaan di jalankan dengan benar, juga tidak akan seharga itu.
Apa gerard sedang mabuk? atau ingin membodohi dirinya yang masih kecil?
"Ayah, kamu pikirkan baik-baik,sebenarnya kamu ingin apa?"
"100 milyar sudah murah"
"Aku bisa memberikan uang yang cukup banyak, tapi kamu harus bercerai dengan wanita rubah ini"
"Cindy, kamu.. kamu.. " asnia menjadi sangat marah.
Gerard merenung, sepertinya cindy dan rendy sangat rukun dan tidak memperhitungkan soal uang.
Cindy mendapatkan dukungan dari rendy dan datang kesini dengan sikap arogan dan sombong.
"Ayah, bagaimana kalau bantu aku menghajar wanita ini untuk memperingati kematian ibuku?"
"Gerard, aku sudah mengikutimu selama bertahun-tahun,meskipun kamu menghajarku dia tidak akan memberikan apa-apa padamu" asnia tahu betul sifat gerard.
Pria ini mencintai uang, kalau tidak,ia tidak akan menikah dengan ibunya cindy.
Saat ini vanda keluar dari kamar tidur dan marah-marah.
"Sini pukul aku, aku akan menekan titik akupuntur di lenganmu dan kamu akan menjadi lumpuh"
Cindy mengeluarkan jarum perak dari dalam tasnya.
"Ayah, dia tidak akan membantu kita, usir saja dia pergi"
"Aku tidak akan membantumu dan ibumu, namun dia adalah ayahku, aku tidak akan diam saja melihatnya menderita"
Gerard saat ini berpikir hanya cindy yang bisa membantunya keluar dari situasi sulit ini.
Ia menampar wajah asnia dengan keras.
"Plakk"
"Gerard, aku sudah hidup bersama denganmu selama bertahun-tahun,jangan perdulikan ucapan ****** kecil itu"
"Dia adalah putriku bukan ******"
__ADS_1
Kata-kata gerard terdengar sarkatis di telinga cindy.
Ia ingin asnia merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya dan ingin mengambil semua yang menjadi milik ibunya.
"Satu tamparan belum cukup, ibuku belum melihatnya"
"Tentu saja dia tidak bisa melihatnya, dia sudah mati"
"Ibuku sedang menonton dari surga, cepat tampar lagi dan ibuku harus melihatnya dengan jelas"
Ini baru permulaan,suatu hari nati akan membalas mereka semua dengan tangannya sendiri.
Asnia ditampar beberapa kali hingga terduduk di lantai sambil menangis.
Vanda hanya bisa memegang kaki ayahnya dan memohon untuk jangan memukul lagi.
"Cindy, kamu sudah lihat aku memukulny, cepat berikan uang padaku"
"Tidak usah khawatir,aku akan pulang dan menyiapkan uang yang banyak, setelah kamu bercerai dengannya dan mengganti namaku menjadi pemilik perusahaan,aku akan memberikan uang yang membuatmu puas"
Setelah berkata cindy berjalan keluar. Ia menghentikan langkahnya.
Di belakangnya gerard membujuk asnia, ini hanya untuk mendapatkan uang.Setelah mendapatkan uang akan menikahinya lagi.
Asnia menangis dan mengutuk cindy sebagai wanita brengsek.
Cindy sudah mengerti, mereka mungkin menebak hubungan dengan rendy berjalan mulus dan jika mereka mengerti keadaan yang sebenarnya tidak akan menurut padanya.
Bagaimanapun melihat asnia ditampar berulang kali membuatnya merasa bahagia.
Cindy memutuskan uang pemberian dari rendy untuk membeli bahan makanan.
Malam hari cindy menyuruh bobby dan andrian mengantar makanan untuk rendy.
Adrian juga merasa aneh.
"Mami membuat banyak makanan, sayang sekali kalau harus dibuang" cindy menjawabnya dengan santai
Bobby memang melihat makanan terlalu banyak dan beraneka macam menu.
Wow! sepertinya mami sudah memperlakukan daddy dengan lebih baik.
Kedua anak saling memandang dan tersenyum nakal.
"Mami, makanan ini terlalu panas dan kami tidak bisa membawa sendiri, mami sendiri saja yang mengantarkan"
Cindy sengaja memasukkan makanan dalam rantang sehingga anak-anaknya bisa membawanya.
"Mami, kenapa kamu tidak mengantarkan sendiri?"
"Mami masih ada kerjaan lain"
"Oke, aku akan mengantar ke daddy"
Mereka berdua membawa makanan ke tempat ayahnya.
"Daddy, ini makanan untukmu,sini cepat makan"
"Bawa kembali aku tidak lapar" rendy mengira wanita itu kehabisan dan menyuruh anak-anak mengantar makanan,lalu menagih uangnya setelah memakannya.
Setelah berkata rendy masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Kedua anak menghela nafas sang daddy tidak menghargai niat baik maminya.
"Kenapa dibawa pulang lagi?"
"Mami, daddy bilang tidak lapar,jadi dia menolak untuk makan"
"Mungkin makanan ini bukan seleranya dan sudah meminta koki untuk memasak makanan lezat untuknya"
Lezat?
Shelly memikirkan makanan apa yang lezat? apakah ada abalon dan lobster?
"Mami, aku sudah kenyang dan akan nonton tv duluan"
Pernyataan ini mengejutkan banyak orang.
Shella melihatnya dan berkata."Bagus, kamu harus makan lebih sedikit agar dietmu berhasil"
Shelly tersenyum."Selamat makan"
Ia berjalan keluar dari ruang makan dan berlari ke rumah rendy dengan cepat.
Dalam fikirannya terus memikirkannya makanan enak.
Saat masuk melihat rendy dengan wajah dingin sedang duduk di ruang tamu.
"Paman"
"Siapa yang menyuruhmu datang? kamu mau ngapain?" rendy curiga wanita itu mengirim kembali anaknya.
"Aku kesini datang sendiri" shelly berkata jujur.
Rendy merasa aneh mengapa anak ini tersenyum malu-malu.
"Paman, mami bilang kamu punya makanan enak disini, makanan apa itu? apakah kamu bisa menghabiskan sendiri?"
Rendi merasa aneh, ia disini tidak ada makanan enak.Orang dapur sendiri tidak masak setelah melihat kedua anaknya membawa makanan tadi dan sekarang sangat lapar.
"Mau makan apa?"
"Lobster, abalon,ceker pedas"
Semua makanan yang disebutkan adalah makanan enak dan rendy semakin lapar saat mendengarnya.
"Kalau kamu ingin makan semua itu, aku akan mengajakmu makan diluar"
Shelly melompat dengan gembira, sudah lama maminya tidak mengajaknya makan di luar.
Rendy adalah daddynya jadi tidak salah mengajaknya makan makanan enak diluar.
Setelah berganti pakaian rendy mengendarai mobilnya dan pergi dengan shelly ke restoran mewah.
"Mami, mami gawat"
Saat cindy sedang mencuci piring shella berteriak dengan panik.
"Ada apa?" cindy keluar dari dapur.
"Shelly menghilang"
"Apa?"
__ADS_1
Cindy terkejut dan dengan bersama dengan anak-anaknya mencari di sekitar rumah.
Setelah memastikan tidak menemukan di sekitar rumah dan bergegas ke rumah utama untuk menemui rendy.