
Halo semuanya! terima kasih banyak yang sudah mau baca novel ini.Semoga kalian suka.
Tolong berikan like dan komen.
Happy reading
""___""
Tengah malam
Saat rendy duduk di ruang tamu yang gelap, melihat cindy masuk ke dalam rumah dengan diam-diam,rendy hanya diam dan mengawasi setiap gerakannya.
Cindy dengan lembut membuka pintu dan berjalan menuju kamar kedua anaknya.
Rendy mengikuti dari belakang diam-diam.
Cindy mengulurkan tangannya ke bobby yang sedang tertidur pulas, lalu tersenyum puas.
Kemudian berjalan ke tempat tidur sisi lain, lalu mengelus wajah adrian."Wajah kecilmu kuyu banget, kamu harus belajar dari bobby, dia mempunyai hati lebih besar, kamu harus makan kalau waktunya makan,jangan main-main dengan tubuhmu"
Cindy merasa sakit hati melihat anaknya tampak sedikit pucat.
Setelah membenarkan selimut adrian dan hendak pergi tiba-tiba mendengar adrian memanggil dengan lembut."Mami"
"Kamu belum tidur?" cindy dapat melihat wajah sedih anaknya.
"Kamu sedang mikirin apa?"
"Mami, aku dan bobby tidak bersalah, kenapa daddy hukum kami berdua?"
Cindy berpikir sejenak dan mengelus kepalanya."Itu karena daddy ingin kalian menjadi anak yang baik, daddy sayang kalian dan tidak mau melihat kalian berdua jadi jahat, ada pepatah bilang, orang memarahi karena kasih sayang dan tanggung jawab"
"Tapi, daddy hukum kita karena wanita jahat itu"
"Daddy sayang kalian, dia sangat sedih sudah menghukum kalian dan tidak makan malam"
"Beneran?"
"Benar"
Di luar pintu rendy tidak menyangka cindy akan mengatakan hal seperti ini.
Orang seperti apa wanita ini?
Cindy menghibur adrian untuk beberapa saat dan setelah adrian menghabiskan kedua paha ayam, ia menyelinap pergi.
Rendy yang berada di luar terpesona mendengar percakapan mereka dan tidak mempunyai waktu untuk bersembunyi lagi. Ia hanya bisa duduk di ruang tamu yang gelap.
Untungnya Cindy tidak melihatnya.
Cindy sampai di kamarnya dengan tenang, ia memikirkan apakah rendy memiliki bekas gigitan di tubuhnya
Ia mempunyai ide dan akan meminta bantuan kedua anak laki-lakinya.
__ADS_1
Keesokan paginya
Setelah cindy mengantar anak-anak sekolah, ia membeli sayuran untuk makan anak-anaknya.
Di ruang tamu, vanda sudah menunggu rendy.
"Rendy, hari ini apakah aku boleh ikut kamu ke kantor?"
"Aku tidak mempunyai waktu untuk menemani kamu saat di kantor, hari ini mall ramayana baru datang barang-barang baru dan semua edisi limited dari desainer ternama, kamu bisa membeli yang kamu suka"
Setelah mengatakan itu rendy mengeluarkan kartu atm dan berkata dengan lembut."Ambil"
Vanda membeku.
Vanda tersenyum puas."Rendy, kamu baik banget sama aku"
Rendy menaruh kartu ke tangannya."Asal kamu bahagia"
Vanda merasa bahagia perasaan di manjakan olehnya dan merasa lebih senang saat memiliki uang yang besar untuk di belanjakan.
"Uhuk.. uhuk.. nona vanda, akhirnya keinginanmu untuk dekat dengan sama dewa kekayaan kesampaian juga,lihat expresimu senang banget" kata anton sinis.
Vanda berbalik dan menatap tajam anton.
"Iya, aku memang mau hidup bersama dengan kakakmu, aku akan biarin kamu nonton suatu saat aku akan menikah dengan kakakmu"
Anton tersenyum dingin."Aku ingetin kamu, jangan bermimpi terlalu tinggi, nanti jatuhnya akan sakit, cepat ambil kartu itu dan pergi, jangan sampai kamu menyesal... "
"Pada akhirnya kamu akan memanggilku kakak ipar, jadi belajarlah bersikap sopan denganku"
"Aku mau pergi ke mall untuk membeli baju baru.. bye" Vanda berbalik pergi dan memikirkan bagaimana cara menyingkirkan anton dari sisi rendy.
Malam hari
Cindy sudah selesai memasak untuk keempat anaknya.Mereka semua sudah berada di meja makan.
"Ayo makan" kata cindy.
Setelah selesai makan cindy melihat ke arah bobby dan adrian."Mami ingin meminta bantuan kalian berdua"
"Bantuan apa?"
"---"
Cindy menjelaskan rencananya kepada mereka. berdua.
"Kenapa mami harus malu-malu dengan kami" kata bobby
"Jadi, kalian berdua akan membantu mami?"
"Tentu saja, gak usah khawatir mami, kami berdua akan selesaikan misi ini"
Hati cindy bersuka cita, selama anaknya bisa mengambil foto untuknya, akan melihat jelas ada bekas gigitan atau tidak di bahu rendy.
__ADS_1
"Mami, apakah kliniknya sudah di buka?"
"Mami sudah beresin semua, kliniknya akan dibuka lusa, mami pasti mempunyai banyak uang,jadi kalian bisa hidup dengan baik"
"Mami baik banget"
"Mami hebat"
"Mami keren"
"Mami akan memasak makanan yang lezat setiap hari"
Cindy merasa bahagia anak-anaknya ceria dan imut,ia merasakan banyak emosi di dalam hatinya.
Kebahagiaan terbesar adalah bisa membahagiakan anak-anaknya.
Di luar pintu rendy melihat pemandangan mengharukan ini,ia tidak tega untuk mengganggunya, dengan ragu-ragu berjalan pergi.
"Rendy, dimana bobby dan adrian?"
"Mereka lagi makan"
Vanda mengerutkan keningnya."Terus baju yang aku belikan untuk mereka"
"Mereka akan mencoba saat sudah pulang nanti"
"Oke, kamu jangan bilang aku yang belikan untuk mereka, aku takut mereka tidak mau pakai dan kalau tidak sesuai dengan ukuran mereka,aku akan pergi menukarnya"
Rendy mengangguk, ia mendengar tawa andrian dan bobby yang tidak terlalu keras.
Adrian menyukai suasana seperti ini, kehangatan keluarga dan kasih sayang seorang ibu, dia selalu merindukannya.
Melihat rendy melamun, vanda merasa tidak senang.
"Rendy, menurutmu baju yang aku beli bagus tidak?"
Gaun merah membuat wajah vanda semakin cerah dan desainnya yang ramping membuat lekuk tubuhnya terlihat sempurna.
"Bagus"
"Awalnya, aku ingin membelikan untukmu juga, tapi aku takut kamu tidak menyukainya, jadi bagaimana kalau kita pergi belanja bareng?"
Setelah berkata vanda meraih lengannya.
Rendy mengerutkan keningnya dan merasa tidak nyaman, ia melepaskan rangkulan tangan vanda, lalu mengangguk.
Hati vanda berkedut.
Sepertinya ia terlalu terburu-buru,rendy tidak suka disentun dan jika ingin mendapatkan rendy harus secara perlahan,ia harus mengikat hatinya.
"Rendy, kamu bisa kasih tahu kebutuhan adrian dan bobby, aku akan siapkan untuk mereka"
Rendy merasa puas dengan sikapnya.
__ADS_1
Tapi dia menolak sentuhannya barusan? ia sendiri tidak tahu alasannya.
Ini adalah tindakan di bawah alam sadarnya, mungkin karena ini belum terbiasa.