
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 100
Virani dan Gusmon berpapasan dengan Jendral Perang Wilayah tengah itu, Niya berbalik dan melihat dua orang itu. ia mengembangkan senyum termanisnya kepada Gusmon. Namun ia melirik Virani sejenak, ia sedikit cemburu dengan Virani yang menggandeng tangan Ketua Besarnya itu. meski ia sadar bahwa sesungguhnya Virani adalah Calon Istri dari Ketua Besarnya sesuai yang disampaikan oleh Grudul Hiko, Ketua Gangster Elang Hitam.
“Wah Niya, kamu terlihat cukup bersemangat meski tugas pengamanan sedikit berat” Gusmon menyapa Niya dengan sedikit pujian. Diluar kejadian dengan si botak, maka pengamanan dari Gangster ini memang cukup sukses. Mengenai dua botak, mereka memang berada di luar garis manusia. Intinya para murid Jhon Karabau memang tidak bisa ditangani dengan standar manusia biasa, meski ahli beladiri sekalipun.
“Tuan Hantu, itu tidak ada apa-apanya, justru anggota saya lah yang bekerja keras untuk pengamanan ini. saya hanya sekedar memberikan semangat” Niya merendah menerima pujian dari Gusmon, jelas Niya sama sekali tidak tahu dengan kekacauan yang disebabkan oleh dua botak mesum. Gusmon hanya tersenyum mendengarkan.
“Oke kalau begitu kami permisi dulu” Kata Gusmon.
“Ya.. Jangan lupa dengan acara makan malam kita besok” Niya mengingatkan janjinya kepada Gusmon tempo hari.
“Aku tidak akan melupakan itu” Gusmon berkata meyakinkan, Niya mengangguk senang. Gusmon mengajak Virani menuju mobilnya setelah mengatakan itu.
Dan Mobil Kijang Innova Silver itu melaju diiringi dengan deru angin malam yang sudah memasuki dini hari. Sebenarnya Gusmon ingin mengajak Virani ke pantai, namun ia takut Virani salah paham. Kenapa sudah sangat larut ini malah ingin pergi ke pantai. Akhirnya Gusmon mengantarkan Virani Ke Villa Duns.
Sesampainya di Villa Duns, Virani paham bahwa Gusmon belum memiliki tempat tinggal. Ia ingin membawanya kembali untuk tinggal di Villa Duns, namun khawatir itu akan mendapat banyak tentangan terutama sekali dari pihak Alex Duns.
“Tidak apa-apa, aku akan mencari penginapan agak beberapa hari. Atau aku bisa tidur di toko Peralatan olahraga ku, ataupun di arena catur Pusat perbelanjaan South Coast lantai tujuh. Atau bisa juga di....” ucapan Gusmon terputus.
__ADS_1
“Rumah Niya Noune” ia melanjutkan dalam hatinya dan tercengang. Kenapa jadi rumah Niya Noune?. Gusmon memandang Virani dengan mimik lucu. Apakah karena Niya bawahannya sehingga ia jadi berinisiatif untuk tidur di sana?
“Atau bisa juga apa..?” kata Virani penasaran.
“Atau bisa juga tidur di dalam mobil” Gusmon berkata sambil garuk-garuk kepalanya.
“Oke... Virani tidak banyak pikir. Ia segera memasuki kediaman keluarga Duns. Gusmon pun berlalu dari tempat itu.
Di jalan antah berantah Gusmon telah terlelap dalam tidurnya. Ternyata ia benar-benar tidur di dalam mobilnya. Ia sudah berjuang mencari penginapan murah meriah, namun tidak ada yang buka selarut ini, kecuali hotel yang mahal. Hingga ia sedikit tersesat, dan memilih tidur di dalam mobilnya.
Pagi hari Gusmon terbangun oleh suara berisik bebek-bebek yang ber Kwek kwek dengan nyaring. Ternyata ia telah behenti di jalan dekat kandang bebek yang lumayan luas. Suasana di jalan itu tidak ramai. boleh dikatakan ini adalah sisi yang memiliki sedikit orang di kota South Coast. Karena kebanyakan dari tanah-tanah di sisi kiri dan kanan jalan dimanfaatkan untuk usaha peternakan.
Gusmon menguap beberapa saat, kemudian ia menggeliat dengan malas. Sinar matahari sudah sedikit terik menembus kaca mobilnya, ternyata ia terlambat bangun pagi. Ia melihat keluar jendela sesaat. Ada beberapa orang yang berkumpul di sudut bangunan kayu yang sepertinya merupakan kandang bebek. Orang-orang itu tampak memperhatikan mobil Gusmon.
Melihat Gusmon turun dan melangkah mendekati mereka, sekumpulan orang itu terlihat pucat.
“Tu... Tuan... mohon maaf kami tidak menyambut mu, si .. silahkan mampir di kandang bebek kami”. Berkata salah seorang dari mereka, seorang laki-laki yang berumur sekitar 40 tahun. Terlihat ia agak gugup melihat Gusmon.
Gusmon tertegun sejenak, ia merasa sedikit aneh dengan reaksi sekumpulan orang ini yang terlihat seolah-olah ketakutan saat melihatnya.
“Bapak-bapak sekalian, ada apa. Kenapa kalian seperti ketakutan melihat ku?” Gusmon bertanya terus terang. Jelas sekali bahwa mereka adalah para pekerja yang bekerja di peternakan bebek ini.
__ADS_1
“ka..mu... eh... Tuan apakah kamu Tuan Grudul Hiko Ketua Gangster Elang Hitam?” Tanya salah seorang dari mereka.
Gusmon tersenyum pahit tatkala mendengar pertanyaan itu. kenapa ia di sangka sebagai Grudul Hiko oleh orang-orang ini. Gusmon berpikir, pastilah orang-orang ini sebelumnya belum pernah melihat Ketua Gangster Elang Hitam itu, atau jikapun melihat itu pasti samar-samar. Gusmon menebak bahwa mereka mungkin hanya mendengar tentang Grudul Hiko.
Gusmon melirik kearah mobil yang di kendarainya. “Mobil ini sangat terkenal sebagai tunggangan dari Grudul Hiko, kemungkinan ini yang menyebabkan mereka menganggapku sebagai Grudul Hiko” demikian membatin Gusmon dalam hati.
“Begini aku bukan Grudul Hiko, namaku Gusmon. Aku dan Grudul Hiko memang berteman” kata Gusmon tersenyum getir saat menjelaskan namanya kepada orang-orang itu.
“Ooh ternyata temannya Tuan Grudul Hiko”Seru orang-orang itu hampir berbarengan, terlihat beberapa dari mereka menghela napas lega. Gusmon cukup tertarik kenapa mereka sepertinya taut terhadap Ketua Gangster ini. tapi ia kemudian berpikir adalah wajar jika rakyat biasa seperti mereka takut dengan Ketua Gangster yang sudah malang melintang melakukan pekerjaan kelam dunia bawah tanah. Mungkin Grudul Hiko dulunya pernah beraksi di daerah sekitar tempat ini dan meninggalkan sedikit kesan buruk.
“Tuan Gusmon, boleh masuk ke sini melihat-lihat tempat peternakan bebek kami” Lelaki berumur sekitar 40 tahun tadi mempersilahkan Gusmon mampir untuk melihat-lihat aktivitas di peternakan mereka.
“Okey, apakah di dalam sini ada fasilitas MCK” Gusmon menyambut niat baik dari kumpulan orang itu. tapi niat sebenarnya adalah untuk mencuci muka atau kalau bisa mandi, bila di dalam tempat ini ada fasilitas MCK yang memadai.
“Oh ada, ada di dalam sini ada fasilitas MCK” kata orang itu bersemangat. Ia tahu siapapun yang membawa mobil Grudul Hiko sang Ketua Gangster pastilah bukan sembarangan orang, meskipun pemuda itu mengaku bahwa ia adalah temannya Grudul Hiko. dapat berteman dengan temannya Ketua Gangster yang menakutkan membawa kebanggaan tersendiri bagi mereka.
“Perkenalkan namaku Mukmar Kede” Lelaki berumur 40 tahun itu memperkenalkan dirinya. ia adalah seorang tangan kanan yang sangat dipercaya oleh Juragan kaya yang memiliki peternakan bebek ini. intinya Mukmar Kede adalah yang memimpin di Peternakan bebek ini.
Gusmon melihat peternakan bebek ini cukup luas dengan beberapa bangunan yang terbuat dari kayu, dengan fungsi yang beraneka ragam. Ada bangunan yang berfungsi sebagai tempat pembibitan. Ada tempat khsusus untuk anak-anak bebek, dan ada bangunan untuk bebek dewasa.
Mereka memisahkan bangunan-bangunan itu untuk memudahkan dalam mengurus segala hal yang berkaitan dengan peternakan ini.
__ADS_1
Sebagai hasil dari peternakan itu adalah telur bebek yang siap jual kepasar dan bahkan didistribusikan ke berbagai kota di archipelagos.