
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 49
“Urusan kita belum selesai, kamu berlagak sombong di depanku kemaren karena ada Virani kan, sekarang tinggal kita berdua. Aku ingin lihat apakah kamu masih berani sombong gembel!” Kayla Ridz menumpahkan seluruh kekesalannya kepada gembel yang tidak menghormatinya ketika berbicara di Cafe Purnama kemarin. Beberapa orang berhenti demi melihat sedikit keributan itu.
Sentung Yolk dan Kiuna Eham yang mendengar umpatan keras Kayla Ridz menjadi tertarik dan melangkah menuju tempat mereka berada.
Gusmon yang melihat teman dari perempuan binal ini datang hanya tersenyum tipis. Tampaknya ia akan dibuli habis-habisan kali ini.
“Oh masalah di cafe itu, bukannya aku tidak pernah bicara kasar kepada kalian. Justru kalian yang senang mengganggu orang lagi makan” Gusmon menjelaskan dengan sedikit menahan rasa kesalnya. Sementara Kiuna Eham dan pacarnya Tuan Muda Sentung Yolk telah berdiri di sekitarnya. “walah aku sudah di kepung oleh para cecunguk gila hormat ini”, begitu pemikiran Gusmon di dalam hatinya.
Saat ini keadaan mulai ramai di sekitar Gusmon ditambah lagi orang-orang yang ingin menonton pertunjukan drama gratis. Di sana juga ada Domes Jikon ahli beladiri tingkat dua, pengawal pribadi Sentung Yolk. Domes Jikon tampak menatap Gusmon dengan garang. Ia memasang sikap siaga tempur, jika Tuan Mudanya gores sedikit saja sudah pasti ia akan membikin orang itu setengah mati.
__ADS_1
Beberapa pelayan toko Yolk Sport juga mulai mendekati tempat keributan itu ingin tahu apa yang terjadi. Karena ini kelihatannya juga melibatkan Tuan Muda mereka. Termasuk juga pelayan perempuan yang bermaksud menarik perhatian Gusmon tadi, karena mengira bahwa Gusmon adalah Tuan Muda dari salah satu Keluarga Top. Pelayan dari Toko lain yang terdekat juga ada yang datang menyaksikan.
Intinya semua orang yang melihat ini hanya ingin melihat drama tanpa berani melerai, karena mereka tahu siapa Sentung Yolk. Jika tidak ingin bermasalah dengan Keluarga peringkat dua ini maka jangan pernah ikut campur.
“Gembel busuk, atas sikap sombongmu tempo hari kami ingin kamu menjilat sepatu kami bertiga. Setelah itu besujud membenturkan kepalamu tiga kali ke lantai dan kamu boleh pergi” Kali ini Kiuna Eham yang sudah ikut nimbrung. Sehingga menambah semangat dari Kayla Ridz dalam mempermalukan pemuda di hadapannya. Akan halnya Pelayan Perempuan yang berusaha menarik perhatian Gusmon tadi terkejut manakala Pacar Tuan Mudanya menyebut Gusmon sebagai Gembel. “Sialan aku tertipu oleh penampilannya, ternyata ia lebih rendah dari ku”. Gumam perempuan itu, seketika ia merasa kesal dan marah kepada Gusmon.
Gusmon menengadahkan kepalanya ke atas, kemudian Ia melirik kearah Body Guard Sentung Yolk yang memandangnya seakan ingin menelan dirinya hidup-hidup.
“Hei, kalau aku tidak mau kenapa!” Kali ini Gusmon menghardik Kiuna Eham dengan kasar. Membuat perempuan itu terlonjak dan memasang wajah ketakutan. Segera ia bersembunyi di belakang Sentung Yolk.
Tetapi sesaat kemudian sebuah tangan kekar muncul mencengkeram tangan Gusmon. Itu adalah tangan Pengawal Pribadi Tuan Muda Sentung Yolk, yakni Domes Jikon yang sudah siap siaga dari tadi untuk menjaga segala macam kemungkinan bagi Tuan Mudanya. Sentung Yolk memberi isyarat kepada Domes Jikon untuk melepaskan tangan Gusmon. Ia tidak ingin dalam menghadapi gembel jalanan ini harus menggunakan tangan Pengawalnya itu.
Domes Jikon melepaskan tangan Gusmon dan Gusmon pun melepaskan tangan Sentung Yolk.
__ADS_1
“kamu beruntung, dapat menangkap pukulan ku!. Sekarang aku hanya ingin kamu minta maaf kepadanya, bersujud kepada Pacarku kemudian pergi dari Kota ini tinggalkan Virani!” kata Sentung Yolk pula. Kalimat awalnya cukup menyentuh di hati Kiuna Eham namun akhir kalimat membuat hatinya sakit. “Kenapa harus Virani lagi, ada apa dengan pria-pria ini, sedikit-sedikit Virani yang di bahas. Memangnya begitu cantikkah dia dibanding diriku?” Begitu isi hati dari Kiuna Eham yang mencuat.
Akan halnya Sentung Yolk demi melihat wajah pacarnya yang cemberut, ia menjadi sadar bahwa telah salah ucap. Gusmon hanya tertawa sedikit mendengar kata-kata aneh dari Sentung Yolk.
“Kenapa kamu harus memaksaku berlutut?, aku rasa kamu memang terlalu lemah untuk menjadi lawan ku” Gusmon memandang Sentung Yolk dengan tajam, seolah ingin mecabik-cabik jiwanya. Sentung Yolk jadi bergidik juga melihat tatapan tajam orang di hadapannya. Sementara orang-orang sedikit heran dengan sikap berani pemuda ini. Dia berani menantang Tuan Muda Sentung Yolk, apakah orang ini idiot. Tidak tahu siapa Sentung Yolk, pasti ia akan mengalami kejadian yang tragis. Demikian bisik-bisik dari orang-orang yang ramai berkumpul. Meski ramai orang yang menonton kejadian itu namun mereka menjaga jarak dari tampat kejadian, mereka tahu siapa Sentung Yolk dan mereka tidak akan berani ikut campur. Meskipun Sentung Yolk nantinya akan membunuh pemuda malang itu. Salah sendiri berani mencari permusuhan dengan orang yang tidak patut untuk disinggung. Diam-diam orang ramai merasa kasihan dengan pemuda malang itu.
“Jahanam!, aku sudah berbaik hati untuk melepaskanmu karena kamu kenal dengan Virani. Baiklah ternyata kamu tidak tahu apa itu Keluarga Yolk. Kamu tidak tahu apa itu lautan yang dalam dan apa itu gunung yang tinggi, kau kira aku lemah akan ku buat kau menyesal”. Mendengar Gusmon menyebutnya, lemah Sentung Yolk merasa kehormatannya dihancurkan didepan pacarnya. Ia bertekat memukul Gusmon dan ia tidak takut bahwa Gusmon akan memukulnya balik, bukankah Pengawal Andalannya ada di tempat itu!.
Kiuna Eham sempat khawatir juga dengan keselamatan Pacarnya itu meskipun ia kesal karena pacarnya itu lagi-lagi menyebut nama Virani, seolah-olah pertarungan ini karena memperebutkan Virani Duns. Kiuna tahu bahwa Sentung Yolk hanyalah anak manja yang sama sekali tidak pandai berkelahi. Ia hanya mengandalkan Body Guardnya dalam memukul orang.
“Oh begitu, jadi merasa kuat juga. Kamu bisa maju sendirian atau bersama cecungukmu itu?” lagi-lagi Gusmon memprovokasi dengan mempertanyakan kejantanan dari Sentung Yolk. Membuat Sentung Yolk makin panas.
“Aku akan maju sendiri, kau kira Gembel sepertimu mampu menjatuhkan ku! Hiaaargh!” Di iringi teriakan dahsyat Tuan Muda Sentung Yolk menerjang dengan tendangan terbang ke arah Gusmon namun Gusmon melihat gerakan itu terlalu lambat. Ia sama sekali tidak perlu memutar file video sistemnya. Ia hanya menggeser sedikit kaki kesamping dan tendangan itu lewat setengah jengkal dari kepalanya.
__ADS_1
“Gedebuggh!”
Terdengar bunyi gedebuk saat Tuan Muda Sentung Yolk mendarat dengan tidak sempurna. Punggungnya menghantam lantai terlebih dahulu saat kaki kirinya yang tidak tepat dalam mendarat tergelincir. Wah dia berani menghindari tendangan dari Tuan Muda Yolk dia pasti mencari mati, begitu desas-desus dari penonton namun banyak juga yang kagum atas keberanian dari Gusmon ini.