
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 37
Pagi-pagi sekali Gusmon sudah bangun dari tidur nyenyak nya, ia termenung sejenak atas mimpi yang serasa nyata malam tadi. Aneh! Kenapa ia bisa mimpi Virani malam tadi?. Dirabanya selangkangannya, dan ia pun kaget.
“Sial!, aku mimpi basah!” Gusmon terkejut bukan main. “Bagaimana bisa hal ini terjadi”, pikirnya. Kemudian tanpa membuang-buang waktu ia segera pergi ke kamar mandi yang ada di kamar itu. Namun sebelum masuk, ia mencium ketiaknya sejenak.
“Hoek!... Walah baunya seperti ikan asin” Gusmon mengeluarkan suara seperti mau muntah. Wajar bau tubuhnya menyengat, karena kemarin sewaktu mau tidur ia tidak mandi. Ditambah keadaan dirinya yang bergelimang debu dan kotoran tanah, baik itu runtuhan supermarket maupun debu di Pabrik terbengkalai. Apalagi saat itu tubuhnya remuk dan dipenuhi darah serta keringat sebelum akhirnya disembuhkan oleh sistem. Maka bau tidak enak mana yang tidak akan singgah di tubuhnya.
Sesaat kemudian, bunyi Shower yang memancarkan air yang memerciki tubuh Gusmon terdengar. Gusmon meregangkan tubuhnya sambil merasakan sensasi hangat air yang cukup menghilangkan pegal-pegal tubuhnya.
“Wuih mandi air hangat cukup segar, kata Gusmon seraya mengambil sabun cair di tempat sabun dan shampo yang ada di dinding kamar mandi. Kemudian ia melumuri seluruh tubuhnya dengan sabun tersebut termasuk selangkangannya. Shower kembali memercikkan air keseluruh tubuh Gusmon.
Selesai mandi ia dengan sigap mengeringkan tubuh dengan handuk yang sudah tersedia di gantungan kamar mandi tersebut. Kemudian ia melilitkan handuk ke tubuhnya. Ia bercermin di cermin besar yang ada di kamar mandi tersebut dan sadar bahwa belum gosok gigi. Segera ia menggosok giginya, memang kamar mandi di dalam kamar tidur tamu VIP itu sudah dilengkapi semuanya dengan peralatan mandi yang komplet dan tentunya bermutu tinggi.
Gusmon keluar dari kamar mandi menuju lemari pakaian besar yang ada di kamar tidur tamu VIP tersebut. Pastinya tuan rumah sudah menyediakan baju bersih yang akan dipakainya. kemudian ia membuka lemari pakaian dan mengamati sesaat.
“Ini.. apa-apaan” Gusmon tampak mengernyit tidak mengerti, karena yang ada di lemari pakaian itu sama sekali bukan pakaian laki-laki namun semuanya adalah pakaian perempuan. Ia menarik bh yang ada di lemari itu dan memandanginya sesaat. Kemudian memasukkannya lagi ke dalam lemari pakaian itu.
Gusmon memandang berkeliling barangkali ada lemari pakaian lain di tempat itu. Namun memang hanya itu lemari pakaian satu-satunya yang ada di ruangan itu.
“Walah, jangan-jangan Tuan Rumah memang tidak menyediakan pakaian untuk ku” Gusmon kembali kesisi tempat tidur kemudian duduk di sana. Ia berpikir sesaat dan teringat bahwa ruangan ini dilengkapi dengan Telepon khusus yang bisa menelepon ke Kepala Pelayan Keluarga.
Berpikir demikian ia segera menuju ke telepon yang ada di atas meja kaca di kamar itu, di samping telepon itu ada semacam kertas yang di tempelkan ke meja kaca yang berisi nomor telepon di meja kepala pelayan. Ketika ia akan mengangkat gagang telepon, terdengar bunyi ketukan pintu, seseorang sedang mengetuk pintu kamar itu.
__ADS_1
“Ya.., siapa?” Gusmon bertanya.
“Ini aku, Virani” Kata suara lembut yang ada di luar.
“O iya” kata Gusmon lagi kemudian ia membuka pintu kamar itu, dan terlihatlah Virani yang tersenyum dengan pakaian kasual yang cantik dan mempesona. Sesaat kemudian Gusmon terpana dengan rahang yang jatuh. Bagaimana tidak, pada saat Virani dalam keadaan kumal saja ia sudah cantik, apalagi dalam keadaan sekarang yang sudah bersih berkilau dan berdandan dengan baik. Benar-benar bagai bidadari. Sesaat Gusmon tidak sadar apakah ini bidadari atau bukan?
“Hei ... Gusmon kamu kenapa” Virani bertanya dengan heran melihat Gusmon yang ternganga seperti melihat hantu. Virani sebenarnya cukup terkejut karena Gusmon hanya menggunakan handuk sehingga tubuhnya yang sedikit kurus terlihat oleh Virani dan itu sedikit membuatnya jengah.
“Eh.. oh tidak apa-apa” kata Gusmon, “
“mm ada apa pagi-pagi kesini?” tanya Gusmon kemudian.
“Nggak apa-apa, Cuma... kita ditunggu oleh kedua orang tua ku di kamar mereka. Ada yang akan mereka bicarakan sebelum rapat keluarga dimulai, cepat berpakaian!” kata Virani lagi sambil menatap Gusmon.
“Aaau!.. i..ii tu.. itu!” Virani kontan menjerit tertahan dan dengan reflek memejamkan matanya kemudian menutupinya dengan dua telapak tangan. Ia segera memalingkan wajahnya yang sudah menjadi sangat merah. Seumur hidup baru kali ini ia melihat pemandangan spektakuler seperti ini.
Gusmon yang terkesiap segera melompat ke atas tempat tidur kemudian meraih selimut tebal dan menggulung dirinya dalam selimut itu.
“Apa yang kamu lakukan!”, kata Virani yang tidak berani melihat ke arah kamar
“Aku tidak sengaja!” Jawab Gusmon, ia juga merasa malu atas kejadian tersebut.
“Sudah cepat berpakaian, aku pergi duluan!” Virani yang sudah sangat malu, kemudian berbalik dan langsung pergi ke kamar orang tuanya tanpa melihat ke arah kamar tamu VIP itu lagi.
“Salah sendiri kenapa masuk kamar cowok, saat orang mau berpakaian” Gerutu Gusmon, namun saat itu juga ia cemberut
__ADS_1
“Walah kenapa pintu kamarnya tidak ditutupnya, dasar perempuan” Lagi-lagi Gusmon menggerutu. Ia segera bangkit dengan kain selimut tebal yang melilit tubuhnya dan segera menutup pintu kamar itu.
“Huh!... ada-ada saja” Gusmon melepas perasaan lega sejenak, kemudian pergi ke tempat telepon tadi. Ia akan melanjutkan untuk menelepon Kepala Pelayan Keluarga ini.
Sesaat kemudian telepon yang ada di tangan Gusmon sudah terhubung dengan Kepala Pelayan Keluarga Duns.
“Hello, ini Kepala Pelayan Keluarga Duns, ada yang bisa dibantu?” Terdengar suara dari seberang telepon.
“Ya Hello, ini Gusmon tamunya nona Virani di Kamar tidur Ruang tamu VIP. Kenapa di lemari ini tidak ada pakaian ganti untuk laki-laki” Gusmon langsung bertanya perihal lemari yang hanya berisi pakaian ganti untuk perempuan.
“Ooo itu...” suara di seberang sana berhenti sejenak, kelihatannya seperti sedang berfikir.
“mmm, tamunya nona Virani yang kemarin ya.... jadi begini, Kemungkinan Nyonya Besar keliru membawa Tamu Yang Terhormat ke kamar untuk perempuan. Kamar yang untuk tamu laki-laki ada di sampingnya, jadi mohon dimaafkan” menjelaskan Kepala Pelayan itu.
“Walah pakai keliru segala!” Gusmon menyeringai dengan lucu. Ternyata ia salah masuk kamar tamu, pantaslah jika yang ditemukannya di lemari pakaian adalah pakaian ganti perempuan karena ini kamar tamu untuk perempuan.
“Jadi solusinya bagaimana” Tanya Gusmon lagi karena ia tidak mungkin memakai pakaian kotornya kembali, atau menyelinap dengan selimut ke kamar tamu yang di sebelah.
“Baiklah saya akan menyuruh orang untuk mengantarkan Pakaian Ganti untuk Tamu Yang Terhormat” Lanjut berkata Kepala Pelayan itu memberikan solusi yang cukup bagus.
“Baiklah, jangan lupa Pakaian Dalamnya sekalian!” Kata Gusmon kembali mengingatkan apa yang dibutuhkannya.
“Oke, harap Tamu Yang Terhormat bersabar sementara orang suruhan saya mengatarkan keperluan Tamu Yang Terhormat” Berkata kembali Kepala Pelayan.
“Terima kasih” Gusmon mengakhiri percakapan itu dengan menutup telepon, meletakkan gagang telepon ke posisi semestinya.
__ADS_1