
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 63
Niya Noune sedikit mengernyitkan dahi ketika mendengar lagi-lagi nama Virani di sebut. “Menarik, ada apa dengan Virani ini, akhir-akhir ini tampaknya sedang viral”. Begitu pikiran dari Niya. Ia menjadi penasaran pemuda gembel mana yang berani menantang bermain catur dengan Sentung Yolk. Apakah orang itu sakit?, bukankah Tuan Muda Sentung Yolk ini ahli dalam bermain catur meskipun ia bukan master catur. Kemudian lagi-lagi ini berkaitan dengan Virani, kenapa? Apa hubungan orang ini dengan Virani?. Seorang Gembel berhubungan dengan artis papan atas, memang terdengar sedikit aneh.
“Oke... mari kita lihat pertandingan catur itu” Niya menyetujui usul itu dikarenakan sedikit merasa penasaran, karena ini berhubungan dengan Virani!.
Sementara itu Kiuna hanya mengiyakan, namun dalam hati ia sedikit kesal dengan Kayla karena terlalu lancang mendahuluinya dalam hal pelayanan tamu terhormat ini. bukankah ini tokonya, kemudian tamu ini bukankah tamu ayahnya. Terlebih lagi ia adalah anak dari Tuan Lodong Eham, majikan dari ibu Kayla Ridz yang merupakan pelayan di Villa Keluarga Eham. Otomatis sebagai teman Kayla, sesungguhnya ia juga merupakan majikan dari perempuan itu.
“Aku rasa pemuda itu bodoh, tapi ini memang sedikit hiburan yang cocok untuk mengocok perut. Aku jadi tidak sabar ingin melihat ekspresi menyedihkan dari orang itu” Kayla masih mengoceh sambil berjalan, Ia mengikuti kedua orang itu dari belakang. Sementara Kiuna berada di depan sebagai tuan rumah dan penunjuk jalan. orang-orang Niya membuntuti di belakang dengan tertib.
Saat ini, suasana di Lantai tujuh Pusat perbelanjaan Kota South Coast tampak ramai, terutama sekali di sekitar arena pertandingan catur. Kelihatan sekali banyak orang-orang yang menyaksikan pertandingan catur itu, terutama sekali di dominasi oleh kaum adam yang sudah bapak-bapak.
__ADS_1
Namun saat ini banyak juga penonton yang emak-emak dan beberapa orang dengan usia muda. Mereka adalah orang-orang yang ingin mengetahui kelanjutan dari drama yang terjadi tadi siang di depan toko Yolk Sport.
Pertandingan Catur berlangsung sengit di setiap meja. Saat ini sedang berlangsung babak ke empat, Master Catur Nasional Sunu Prayindos terlihat masih berada di meja satu. Saat ini perolehan pointnya adalah 9 point. Bila ia menang lagi maka akan menjadi 12 point, dengan begitu akan semakin dekat kepada podium juara.
Jam hampir menunjukkan Pukul 10 malam. Beberapa dari pecatur sudah menyelesaikan permainannya, ada yang berjalan dengan wajah tegak ada juga yang berjalan dengan lesu dari meja pertandingan itu.
Sentung Yolk yang berada di samping meja panitia terlihat memandang berkeliling, seperti mencari-cari seseorang.
“Agaknya gembel itu tidak berani datang ke sini” Kata Sentung Yolk dengan geram. Pria berpakaian putih yang disiapkan sebagai komentator pertarungannya, terlihat menoleh manakala mendengar geraman dari Sentung Yolk.
Sentung Yolk tersenyum sinis manakala Pemuda yang dianggapnya gembel itu, ternyata berani datang. Namun ia sedikit bertanya-tanya siapa sosok satunya itu. Ketika ia memperhatikan perawakan yang sedemikian rupa, ia sedikit yakin bahwa sosok itu adalah Virani!. Karena tadi siang Virani sempat datang demi membela pria ini. lagi pula di Cafe Purnama pria ini juga ditemani oleh Virani. Jadi prasangkanya tak pelak lagi, sosok ramping ini pastilah Virani!.
Pria dengan setelan putih itu, juga mengarahkan matanya ke arah pandangan mata Tuan Muda Sentung Yolk. Terlihat ia tersenyum meremehkan. Kali ini tampaknya ia memiliki misi yang mudah, terbayang penghasilan yang cukup banyak akan didapatkan dalam pekerjaannya kali ini.
__ADS_1
Gusmon mengambil tempat duduk di kursi penonton deretan belakang, Virani duduk di samping Gusmon. Saat ini beberapa pecatur lagi sudah menyelesaikan permainan caturnya. Hanya tinggal 5 pasang pecatur yang masih bertanding. Layar LCD sekarang menampilkan diagram pertandingan catur dari salah satu peserta yang masih bertanding.
Beberapa saat berlalu dan seluruh pertandingan sudah usai, keadaan arena sudah kosong dari para pemain catur. Masing-masing pemain catur tidak ada yang pulang, mereka justru mengambil tempat di bangku penonton. Karena sebelum acara dimulai tadi, pihak panitia sudah mengumumkan bahwa, setelah babak empat nanti jangan pulang dulu, karena ada Dwi Tarung antara Tuan Muda Sentung Yolk dengan Pemuda Gembel sebagai Penantang. Dan ini juga diperkuat dengan kata sambutan Tuan Muda Sentung Yolk saat pembukaan tadi .
Tuan Muda Sentung Yolk melirik jam tangannya, kemudian bertepuk tangan dua kali. Dari balik sebuah ruang peristirahatan yang ada di arena catur itu muncul beberapa orang dengan pakaian kru televisi. Dua orang terlihat membawa kamera besar dan tiga orang membawa peralatan penyiaran lainnya. Mereka Kemudian memberi hormat kepada Sentung Yolk dengan membungkukkan badan.
Orang-orang itu memasang Mikropon berlogo televisi di Podium, logo channel televisi itu adalah ‘Handresiar’ yang merupakan stasiun televisi milik Keluarga Ken dan dikelola oleh putra mereka yakni Handre Ken. Keluarga Ken merupakan Keluarga Peringkat Pertama di Kota South Coast ini.
Selesai memasang Mikropon mereka kemudian memasang tripod di dua tempat, tempat pertama tidak berapa jauh dari podium dan tempat kedua adalah di depan meja utama pertandingan catur ini. sementara dua orang sedang memasang tripod tiga, orang lainnya mengeluarkan beberapa peralatan tambahan dan menyambung beberapa kabel, termasuk kabel yang menghubungkan kamera kepada alat pemancar di atas atap gedung. Dimana alat pemancar itu akan terhubung ke studio televisi Handresiar. Memang gedung ini sudah dilengkapi dengan pemancar sinyal yang terpasang di atap gedung, sehingga hal-hal yang menyangkut dengan penyiaran bisa memanfaatkan alat itu untuk terhubung ke studio televisi mereka.
Setelah penyetelan kamera dan beberapa peralatan lainnya terpasang, kamera tersebut akhirnya terhubung ke studio Televisi Handresiar. Dua orang kameraman bersiap di posisi masing-masing. Satu seorang bertindak sebagai editor dengan mengamati gambar yang muncul dikomputer mereka, untuk kemudian memproyeksikan gambar tersebut ke studio utama televisi mereka. akhirnya kemera-kamera tersebut menangkap layar yang ada di depannya. Tampaknya mereka sudah siap melakukan siaran langsung.
Sentung Yolk maju ke depan Podium. Dengan lantang memberikan sedikit ceramah mengenai pertandingan Dwi Tarung Catur dua babak dengan durasi masing-masing waktu adalah sepuluh menit, antara dirinya dengan seorang pemuda gembel.
__ADS_1
“Selamat Malam para pemirsa sekalian, hari ini saya hadir di siaran televisi kebanggaan kalian semua Handresiar. Beri sambutan yang meriah untuk saya malam ini sebagai pemilik Toko Yolk Sport dan tentunya ayah saya juga memiliki beberapa bisnis lain di kota South Coast ini“. Sentung Yolk memberi kata-kata pembukaannya dengan berapi-api, yang mana kata-kata itu langsung muncul di siaran Televisi Handresiar secara live.
“Para pemirsa sekalian izinkan saya seorang yang kaya dan terhormat hari ini memberikan hiburan kepada kalian semua, dengan mempermalukan seorang Gembel yang pantas di permalukan” Sentung Yolk melanjutkan ocehannya. Ia tidak peduli dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, ia telah membayar stasiun televisi ini dengan cukup banyak demi untuk menampilkan siaran langsungnya.