Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 64


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 64


Sentung Yolk tersenyum sejenak sebelum melanjutkan ocehannya, sementara itu rumah-rumah warga yang memiliki televisi, terlihat tayangan siaran langsung, dimana Tuan Muda Sentung Yolk sedang berbicara di atas podium. Terus terang masyarakat sebenarnya penasaran dengan apa yang diperbuat oleh Putra salah seorang orang terkaya di South Coast ini.


Salah seorang anggota Keluarga Yolk yang kebetulan menonton siaran langsung ini, tampak mengerutkan keningnya. Apa yang sedang diperbuat oleh Tuan Muda Yolk ini?. namun ia hanya mendengus sejenak dan tidak mempedulikan aksi dari Anak Kepala Keluarga Yolk itu. 


Sentung Yolk melakukan ini semua, tentunya memiliki alasan. Dan alasan dari semua itu hanyalah Virani. Ia hanya ingin menarik perhatian dari Virani, dari dulu ia sudah menyukai perempuan itu, meskipun sekarang ia sudah memiliki Kiuna. Namun jelas Kiuna tidak dapat dibandingkan dengan Virani. Virani adalah kecantikan alami yang sangat sempurna. 


Ia ingin menyingkirkan si Gembel yang membuatnya cemburu, dan menunjukkan kepada semua orang bahwa ia mengagumi Virani. Meskipun dengan konsekwensi melanggar apa yang sudah di wanti-wanti oleh orang tuanya, bahwa ia harus menjauh dari perempuan itu. Tapi ia sama sekali tidak paham dengan peringatan orang tuanya.


“Hari ini saya juga mengundang seorang komentator untuk Dwi Tarung Catur ini, sehingga anda semua dapat menikmati Dwi Tarung ini di depan Televisi Kalian masing-masing. Inilah dia Komentator kita, mari kita sambut Juara Nasional Archipelagos kita, Grandmaster Catur Sasano Mangarontos!!” Tuan Muda Sentung Yolk berteriak penuh semangat saat mengenalkan Komentator yang akan mengomentari Dwi Tarung ini. jelas bahwa ia mempersiapkan Grandmaster Catur ini sebagai senjata untuk memuluskan tujuannya.

__ADS_1


Seorang Pria dengan setelan putih yang dari tadi duduk di samping operator komputer untuk layar LCD dan diagram-diagram catur, tampak berdiri sambil mengangkat kedua belah tangannya. Sosok itu tampak tersenyum lebar saat Tuan Muda Sentung Yolk menyebutkan namanya. Dialah orangnya Juara Catur Nasional Achipelagos, Grandmaster Catur Sasano Mangarontos yang bertindak sebagai komentator di acara Dwi Tarung Catur ini. Sasano Mangarontos sengaja di sewa oleh Tuan Muda Sentung Yolk dari Kota Lain di Archipelagos, Juara Nasional itu sama sekali tidak berasal dari kota South Coast.


“Demikian Kata pembukaan dari saya selaku orang yang mensponsori acara ini, dan juga acara Pertandingan Catur menyambut tahun baru yang baru menginjak babak ke empat. Untuk selanjutnya kita persilahkan wasit yang memimpin pertandingan untuk memasuki arena. dan juga kepada si Gembel harap datang dan duduk di meja utama” Sentung Yolk dengan bangga menyebutkan beberapa prestasinya dan dengan nada merendahkan memanggil Gusmon untuk memasuki arena.


Gusmon hanya tersenyum ia memandang Virani sejenak. sedangkan Virani terlihat tidak senang dengan ucapan-ucapan Tuan Muda itu yang dari tadi terus-terusan memojokkan Gusmon.


“Hai Gembel kamu sudah boleh masuk arena, atau kamu sudah menyerah karena ketakutan dengan siaran langsung ini!” Tuan Muda Sentung Yolk terus memprovokasi Gusmon. Orang-orang yang berada di tempat itu hanya geleng-geleng kepala. Mereka jelas tidak menyukai kesewenangan dari Tuan Muda itu, namun tidak berani menyela. Mereka kasihan dengan Gusmon yang akan menjadi korban sia-sia dari tantangannya bermain catur. 


Virani yang mendengar itu terlihat marah, ia ingin berdiri untuk mendamprat Tuan Muda itu di depan umum. Namun Gusmon mencegahnya dan berbisik.


Master Catur Nasional Sunu Prayindos yang ada di barisan penonton sedikit terkejut, manakala melihat orang yang akan menantang Sang Tuan Muda adalah Pria yang ditemuinya siang tadi di depan toko. Ia tampak terpana dan tiba-tiba saja wajahnya menjadi sedih. “sungguh pria yang malang”. Demikian pikirnya dalam hati.


Saat Ini Gusmon sudah duduk di salah satu kursi di Meja Utama yang di atasnya ada set perlengkapan catur lengkap dengan jam catur yang sudah di stel masing-masing 10 menit. Tuan Muda Sentung Yolk Melangkah dengan gagah sambil melambai kepada penonton, seolah-olah ia adalah seorang yang sangat berkuasa.

__ADS_1


Tepat saat kedua orang ini saling berhadapan, serombongan orang terlihat bergerak menuju arena catur. Ini adalah rombongan Gangster Elang Hitam yang dipimpin oleh Niya Noune. ikut dalam rombongan itu adalah Kiuna Eham dan Kayla Ridz. 


Sesaat orang-orang terlihat terpana melihat kemunculan rombongan itu, ini adalah anggota Gangster Elang Hitam yang terkenal. Meskipun terlihat tiga orang perempuan cantik yang menyegarkan pandangan mata, namun karena di kelilingi oleh para anggota Gangster yang terkenal ganas,  itu tetap saja membuat banyak orang menahan nafas. Ada apa rombongan Gangster ini berada di arena catur malam-malam begini?. 


Di antara perempuan bertiga itu, terlihat sosok Niya yang paling menonjol. Ia cantik dan paling tinggi di antara mereka. Orang-orang tidak berani menatap lebih lama, mereka tahu siapa perempuan tinggi seksi bagai model itu. Di antara para Gangster yang ada di tempat ini sekarang, perempuan inilah yang paling berbahaya. 


Tetapi Sasano Mangarontos masih terpana melihat keindahan itu. Sang Grandmaster Catur tampaknya tidak mengerti dengan situasi yang mengundang bahaya itu. Beberapa anggota Gangster melihat hal itu menjadi berang. Melihat Gelagat itu, Tuan Muda Sentung Yolk yang sudah duduk di kursi pemain catur segera bangkit dan menampar muka Sasano Mangarontos.


“Plakk!!”


“Tundukkan Kepala mu!!” Bentak Sentung Yolk membahana, ia tentu paham apa konsekuensinya bila berani menatap dalam-dalam Jendral perang Gangster Elang Hitam itu. Apalagi bila menatapnya dengan penuh napsu. 


Juara Nasional Grandmaster Catur Sasano Mangarontos kontan tersentak dengan kejut yang amat sangat, saat merasakan tamparan dari Tuan Muda Sentung Yolk. Kenapa ia di tampar?. Namun ia tampak menyadari sesuatu saat para anggota Gangster dengan tampang ganas mendekati tempat itu. Dengan wajah yang pucat Sasano Mangarontos segera memalingkan wajah dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Maafkan anggota saya itu, ia bukan berasal dari South Coast ini. ia tidak tahu tentang yang di lakukannya” Tuan Muda Sentung Yolk segera meminta maaf, saat dua orang dengan tampang bengis memasuki arena untuk menghampiri Sasano Mangarontos. Dua orang itu berhenti sejenak, ia tahu siapa Sentung Yolk. Saat ini Domes Jikon yang berada tidak jauh dari tempat itu sudah berdebar-debar.


Domes Jikon tetap harus melindungi Tuan Mudanya itu apapun yang terjadi, meskipun level kekuatannya sama dengan Niya Noune yaitu sama-sama Ahli Beladiri Tingkat Dua, namun ia tentu saja tidak berani macam-macam mengingat reputasi Niya Sebagai Jendral Perang Gangster Elang Hitam. Apalagi saat ini Niya membawa banyak anggota Gangster yang rata-rata adalah Ahli Beladiri tingkat 1. 


__ADS_2