
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 19
Antara Pieter Duns dan Alex Duns sama-sama tidak memiliki penerus laki-laki, maka mau tidak mau akan ada persaingan antara Virani Duns dan Fitria Duns nantinya di masa yang akan datang untuk menjadi penerus dari Kepala Keluarga Duns. Sebagai keluarga utama yang tidak memiliki anak laki-laki maka anak perempuan otomatis akan dipilih untuk menjabat sebagai Kepala Keluarga nantinya apabila sudah waktunya.
Disinilah persaingan dimulai, dimana dari pihak Rumah Tangga Alex Duns tentunya sangat ingin bahwa Fitria Duns nantinya akan terpilih sebagai Kepala Keluarga Duns berikutnya. Meskipun dalam hal ini ada kandidat lain yang lebih kuat yakni Virani Duns.
Tetapi bila mereka menyadari dan memahami keinginan dari Virani Duns yang sebenarnya, bahwa Virani Duns sama sekali tidak tertarik akan hal-hal menyangkut Kepala Keluarga Duns. Artinya dia sama sekali tidak ingin jabatan apapun, yang diinginkannya hanya kehidupan yang tenang dan tetap menjalankan hobinya yaitu bernyanyi. Maka tentu saja, baik itu Alex Duns maupun Fitria Duns tidak perlu khawatir tentang jabatan Kepala Keluarga Duns berikutnya.
Akan tetapi baik itu Fitria Duns maupun Alex Duns sudah terlanjur tidak menyukai Virani Duns. Itu disebabkan juga oleh faktor-faktor lain seperti kecantikan Virani Duns yang luar biasa.
Saat ini di ruang pertemuan utama Keluarga Duns, terlihat bahwa Pieter Duns sedikit kecewa dengan dukungan dari Wirda Duns akan pendapat kakaknya yaitu Alex Duns. Wajahnya terlihat muram. Apakah ia tidak bisa mendapatkan kembali putri semata wayangnya?.
“Apa tidak ada pendapat lain?” Pieter Duns tetap mecari pendapat yang terbaik.
__ADS_1
“Begini saja!” tiba-tiba sebuah suara berat terdengar. Itu adalah suara dari Gingger Duns Tetua Utama Keluarga Duns.
“Kita temui Kepala Keluarga Bene dengan baik-baik, kapan perlu dengan merendah. Dan kita membicarakan tentang persetujuan kita menikahkan Tuan Muda Mereka dengan Virani Duns”. Kata Gingger lagi dengan berat.
“Walaupun ini berarti akan menunjukkan kelemahan kita sebagai keluarga kelas dua di mata orang-orang.” Gingger melanjutkan lagi. Tampaknya memang tidak ada pilihan yang lebih baik. Dengan cara yang diajukan oleh Gingger itu, maka otomatis Keluarga Duns akan dipandang rendah oleh keluarga lain dikarenakan kesediaan mereka. Dengan pengertian bahwa Keluarga Duns menghamba kepada keluarga Bene. Betapa tidak setelah halnya mereka menolak meski diprakarsai oleh putri mereka, tiba-tiba saja mereka menyetujui walaupun dengan cara memaksa putri mereka. Maka ludah yang telah di buang akan dijilat kembali, benar-benar memalukan. Itu pun jika mereka setuju, jika mereka tidak setuju maka habislah muka dari keluarga Duns. Dan Putri dari Kepala Keluarga tetap akan menjalani kehidupan yang hina.
Pieter Duns memejamkan matanya, ia paham akan kata-kata dari ayahnya. Namun ia tahu konsekuensi dari hal itu. Artinya kehormatan keluarga Duns akan berada di bawah kaki Keluarga Bene. Namun ia harus mencobanya siapa tahu ada keajaiban. Karena jika ia mencoba dengan cara kekerasan dapat dipastikan bahwa keluarga Duns kedepannya akan tinggal nama.
Sementara itu beberapa orang tampak memiliki wajah yang tidak senang dengan pernyataan Gingger Duns Tetua Utama itu, namun mereka tidak berani membantah. Bahkan Genol Duns sebenarnya merasa bahwa kakaknya terlalu memanjakan garis keturunannya. Karena menurut hematnya, akan lebih baik kehilangan satu anggota keluarga asalkan marwah dan kehormatan keluarga Duns dapat diselamatkan. Karena itu ia berfikir akan lebih baik jika Virani Duns di coret dari daftar keluarga Duns dan di umumkan ke publik melalui saluran radio atau televisi atau juga jaringan internet di komputer. Meskipun Bumi ini tidak mengenal Handphone namun bukan berarti mereka tidak memiliki internet. Mereka memiliki internet yang bisa di akses dengan komputer dan ditampilkan melalui layar monitor. Hanya satu-satunya yang tidak ada di Bumi Super bagian satu ini adalah Handphone.
Tapi tampaknya kakaknya lebih memilih opsi yang merendahkan diri demi untuk menyelamatkan cucunya itu.
“Aku hanya memberikan saran, semua keputusan ada ditanganmu sebagai kepala keluarga!” Gingger Duns berkata kembali, ia menyerahkan keputusan hanya kepada Pieter Duns. Karena selain Pieter sebagai kepala keluarga, Gingger juga tidak mau memaksakan kehendak meskipun Pieter adalah anak kandungnya sendiri.
Lain halnya dengan Pieter meskipun ia adalah kepala keluarga dan berhak memutuskan suatu keputusan tertentu namun ia juga diharuskan untuk melakukan musyawarah dengan anggota keluarga Duns lainnya, terlebih lagi dengan para tetua. Dan ia juga wajib menyampaikan apa yang akan dilakukannya sebagai suatu bentuk keputusan yang telah dibuatnya. Sementara itu Fanny Wen tampak merah matanya, ia beberapa kali mengelap air mata yang meleleh di pipinya dengan tisu.
__ADS_1
Setelah menimbang beberapa saat, Kepala keluarga Duns akhirnya memiliki sikap yang bulat atas keputusannya itu. Sebenarnya memang seperti apa yang diutarakan oleh ayahnya itu, akan tetapi ia sebenarnya butuh dukungan untuk mengungkapkan keinginannya itu. Untunglah sebenarnya ayahnya cukup tanggap dan memiliki pemahaman akan keinginan anaknya itu.
“Baiklah, aku sudah memutuskan. Lakukan seperti apa yang disarankan oleh tetua Duns” Kata Pieter Duns, tidak menyebut nama ayahnya. Melainkan dengan sebutan Tetua. Alasannya jelas, karena ia berada di depan Forum, meskipun itu semuanya adalah anggota keluarga Duns!.
Para hadirin yang ada di tempat itu mulai berbisik-bisik tidak jelas. Ini wajar, karena setiap keputusan pasti akan dibarengi dengan pro dan kontra. Yang pro dalam hal ini jelas adalah mereka yang setia kepada Pieter Duns sang kepala keluarga Duns. Dan yang kontra pastinya para pendukung dari Alex Duns.
Namun mereka hanya berbisik-bisik demikian karena keputusan sudah dibuat oleh Kepala Keluarga. Yang jelas anggota Rumah Tangga dari Alex Duns tidak akan pernah tunduk dengan keputusan itu, dan para pendukungnya tentu akan berusaha untuk menghindari ataupun mempersulit keputusan itu.
“Karena keputusan sudah diputuskan, silahkan segera melaksanakan persiapannya!. Rapat terbatas Keluarga Duns diakhiri saat ini. Terima Kasih!” Kemudian Pieter Duns berdiri dari kursi kebesarannya sebagai Kepala Keluarga Duns.
Pieter Duns berjalan keluar dari ruangan rapat utama keluarga Duns diikuti oleh dua orang ahli beladiri kepercayaannya. Dan orang-orang yang berada ditempat itu pun segera bubar.
Semua orang telah bubar termasuk Tetua Keluarga Duns, namun tidak demikian halnya dengan Alex Duns dan Anggota Rumah Tangganya. Disana ada Fitria Duns dan Emery Kin istri dari Alex Duns, disana juga ada Wirda Duns adik kandung Alex dan juga ada sekitar lima orang kerabat jauh yang mendukung Kelompok Alex Duns.
Alex Duns tersenyum sinis dan di hadapan pendukungnya yang ada di tempat ini dia berucap.
__ADS_1
“Kita lihat saja nanti, mereka pasti akan hancur dan kita akan memetik hasilnya”. Mereka yang ada di tempat itu paham maksud kata-kata Alex, pasti Alex Duns sudah memiliki rencana tersendiri.