
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 79
Gusmon mengamati Sepeda Motor pria itu, terlihat sangat berantakan. Kelihatannya ia hanya bisa dijual sebagai besi kiloan. Tapi entah mengapa pria tersebut hanya mengalami luka ringan, sungguh beruntung.
Faktanya motor itu selain menabrak mobil Fitria ia juga menabrak pembatas jalan dan menghantam sebatang pohon sebelum kembali terbang kejalan raya. Untung itu hanya motornya saja, sebab pria itu ternyata telah meloncat sebelum motornya membentur mobil Fitria. Itulah sebabnya ia hanya mengalami luka ringan dan lecet-lecet di beberapa tempat. Namun kaki pengendara itu tampaknya terkilir.
“Ayo cepat, tunggu apalagi, mari kita saling ganti rugi” Kata Gusmon dengan lantang, Fitria tampak menggelap wajahnya, sementara Bodyguard nya tampak memutar-mutar kepala seolah-olah orang yang sedang senam.
“Sudahlah Fitria, jangan hiraukan orang gila ini, kita kan mau menikmati malam tahun baru. Ayo kita pergi” Emery Kin ibu dari Fitria, tampak menarik tangan Fitria mengajaknya masuk kedalam mobil. kelihatannya ini cukup bijaksana. Dari pada membuat urusan jadi panjang, lagi pula Gusmon kelihatannya sama sekali tidak takut. Sepertinya ada sesuatu yang diandalkan oleh pemuda itu.
Sopir sekaligus Bodyguardnya sudah kembali masuk kedalam mobil dan menghidupkan kontak. Fitria masih cemberut dengan wajah yang terlihat marah. Belum pernah ia diperlakukan sedemikian rupa seumur hidupnya. Emery Kin juga terlihat murung. Mobil itu pun berlalu dari hadapan khalayak ramai.
Orang-orang yang bubar tadi, terlihat kembali mendekat kearah pengendara motor yang terluka, beberapa orang terlihat menatap kagum kearah Gusmon.
“Tolong bantu angkat Motornya dari jalan raya, pindahkan ketepi dekat trotoar itu” Gusmon meminta bantuan warga. Serentak warga itu bergerak untuk memindahkan sepeda motor yang rusak itu ke tepi jalan.
“Oke, tolong juga angkat pria ini ke mobilku, biar aku antar ke rumah sakit terdekat” Lanjut Gusmon. Dalam waktu singkat orang-orang itu bergerak mengangkat pria yang cedera ke arah mobil Gusmon berada. Mereka tertegun sejenak manakala menatap plat mobil Gusmon, sepertinya mereka kenal mobil ini. namun mereka tidak banyak berpikir, segera di letakkannya orang itu dengan posisi berbaring di bangku belakang sopir.
Sekejap kemudian Kijang Innova Silver itu meninggalkan debu menjauh dari tempat itu menuju Rumah Sakit terdekat.
Rumah Sakit Umum South Coast, demikian yang tertera di atas bangunan itu. Tulisan itu sangat besar sehingga orang-orang yang berkendara dapat melihatnya dengan jelas walaupun dari jarak yang jauh.
__ADS_1
Gusmon mengarahkan mobilnya ke UGD agar bisa memberikan pertolongan dengan cepat kepada pria terluka yang dibawanya.
“Bantu aku mengangkat orang yang terluka di dalam mobil ku” Kata Gusmon, dengan sigap dua orang petugas medis pria mengangkat pria pengendara yang terluka dari dalam mobil Gusmon dan membawanya kedalam UGD.
“Baiklah aku akan memarkirkan mobilku dulu” Kata Gusmon lagi, ia membaritahu itu kepada Pria yang terluka. Tentu saja Gusmon ingin menenangkan pria itu bahwa ia bersedia membantu meringankan biaya pengobatannya. Pria itu hanya memandang Gusmon, dari pandangan matanya terpancar perasaan terima kasih yang amat sangat, yang sama sekali tidak bisa diucapkannya dengan kata-kata.
Gusmon memarkirkan kendaraannya, di tempat parkir yang tersedia. Terlihat beberapa orang mengatur tempat parkiran itu. Tampaknya walaupun ini rumah sakit yang cukup besar namun tetap saja tidak bebas parkir.
“Oke bang.. terus mundur kebelakang sedikit lagi. Nah... ops! Cukup!” Kata Petugas Parkir itu mengarahkan mobil Gusmon di tempat parkir itu.
Terlihat petugas parkir itu memakai semacam lencana kecil di kerah bajunya. Gusmon merasa pernah melihat lencana itu. Ia pun menengadahkan wajahnya berusaha melihat lebih detail lagi. Ia pun ingat sekarang, itu adalah lencana anggota kelompok Gangster Elang Hitam. Namun yang di pakai petugas parkir itu adalah lencana yang terbuat dari kayu. Sedangkan milik Gusmon adalah terbuat dari Intan Hitam Pekat. Gusmon sendiri tidak tahu ada berapa jenis lencana yang ada di Kelompok Gangster nya. Pastinya setiap jenis lencana itu menggambarkan tingkatannya.
Selesai terparkir, Gusmon turun dari mobilnya
“Oke Bang, Langsung bayar biaya parkirnya!” Kata petugas parkir itu dengan entengnya, ia berbicara sambil menghitung uang yang ada di tangan kirinya, sama sekali tidak melihat kearah Gusmon berada.
“Berapa biaya parkirnya Bang!” Tanya Gusmon
“Biasa hanya 5 dolar” Kata Petugas itu dengan lancar
“Mahal sekali” Gusmon kembali memasukkan dompetnya, tidak jadi membayar parkir tersebut. sedangkan minum teh saja ia hanya membayar 2 dolar, kenapa biaya parkir harus lebih mahal dari minum teh?
“Kenapa bang, tidak mau bayar” Kata Petugas parkir itu sedikit meningkat nada suaranya.
__ADS_1
“Aku mau lihat harga di karcisnya” Kata Gusmon kalem.
“Kamu kira aku menipu mu” Kata Petugas itu tampak marah.
Saat itu seseorang rekan petugas parkir itu terlihat mendatangi karena tertarik dengan bentakan dari petugas parkir itu. Orang ini memiliki lencana kecil sebesar tiga jari di kerahnya, itu adalah lencana Gangster Elang Hitam namun bahannya adalah plastik.
Ia menatap Gusmon sejenak, dan menatap mobil Gusmon dengan ragu.
“Ada Apa!” Tanya orang itu kepada rekannya
“Dia tidak mau membayar parkir” Kata petugas parkir dengan lencana kayu
“Maaf Tuan, apakah ini mobil mu” Tanya rekannya yang memakai Lencana Plastik. Ia tidak menghiraukan pernyataan petugas parkir dengan lencana kayu.
“Itu benar!” Kata Gusmon acuh tak acuh. Petugas Parkir dengan Lencana kayu heran akan sikap rekannya yang seolah-olah bingung. Orang yang memakai lencana plastik itu terdiam sejenak dan tiba-tiba saja wajahnya terlihat seperti orang ketakutan.
“I.. ini, Tuan maafkan teman saya, ia baru direkrut dalam Organisasi, ia masih lencana kayu, yang artinya anggota baru dan masih pemula” Pria dengan Lencana Plastik tersebut tampak membungkuk dengan sangat dalam. Sedangkan temannya dengan lencana kayu tampak terbengong-bengong. sebenarnya siapa orang yang ada dihadapannya ini.
“Cepat minta ampun kepada Tuan Hantu!!” Bentak orang itu kepada rekannya yang memakai lencana kayu. Mendengar bentakan dari rekannya pria dengan lencana kayu itu terkejut dan sekaligus heran. Namun ia tetap menjalankan apa yang dikatakan oleh seniornya itu.
“Maafkan saya Tuan Hantu atas ketidak tahuan saya” Kata petugas parkir itu, ia pun membungkuk berulang-ulang demi untuk menunjukkan kesungguhannya.
“Sudah-sudah, aku ada hal penting yang ingin di urus, tapi lain kali kalau mau minta uang parkir mintalah sesuai dengan yang tertera di karcis jangan pernah menaik-naikkan harga parkir. Ingat ini rumah sakit, tidak semua orang yang berobat kesini adalah orang mampu!” Kata Gusmon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
“Siap Tuan Hantu” mereka menanggapi berbarengan.
“Lain kali aku akan menginstruksikan pemimpin kalian agar menertipkan anggotanya yang berbuat sewenang-wenang” Kata Gusmon dengan menunjukkan rasa tidak senangnya. Ia berniat mengadakan pertemuan dengan para pemimpin dari Gangster Elang Hitam ini dan menertibkan anggota-anggota Gangster yang sewenang-wenang dalam berhadapan dengan khalayak ramai.