
Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
Bab 62
Saat ini Niya Noune hanya ingin melihat-lihat Keadaan toko perlengkapan kecantikan di lantai empat Pusat perbelanjaan ini. salah satu pemilik toko di pusat perbelanjaan ini telah berjanji kepada Niya akan menemuinya esok siang. Namun Niya ingin melihat-lihat keadaan dari Toko Perlengkapan kecantikan itu malam ini, sekaligus ingin mengetahui sejauh mana prospek toko itu kedepannya.
Biasanya toko-toko di pusat perbelanjaan ini akan buka sampai larut malam. Apalagi pada saat-saat menjelang akhir tahun ini, semakin malam akan semakin ramai.
Sebenarnya Gedung Pusat Perbelanjaan South Coast City ini adalah milik seorang Taipan dari ibu kota. Taipan tersebut mengembangkan bisnisnya di tiap-tiap Kota Archipelagos, termasuk Kota South Coast ini. setiap petak toko yang ada di dalamnya dijual dengan harga yang bervariasi, dalam waktu singkat banyak petak-petak toko tersebut yang terjual. Sebagian besar pembelinya adalah keluarga-keluarga peringkat atas kota ini. ada juga dari kota lain yang membeli, sehingga semua petak toko terjual.
Namun pengelolaan gedung, tetap oleh Taipan ibu kota tersebut dengan perusahaannya City Building Company. Pengelolaan ini menyangkut Parkir, Kebutuhan air bersih, listrik dan jasa Kebersihan serta Keamanan. Meskipun para pengusaha sudah membeli petak-petak toko tersebut, biaya bulanan tetap dikeluarkan untuk jasa-jasa tersebut. tentu saja biaya bulanan tersebut tidak seberapa bila di bandingkan dengan keuntungan yang didapat tiap-tiap toko. Bahkan biaya bulanan tersebut sama sekali tidak dianggap oleh para pengusaha tersebut karena menurut mereka relatif kecil dan murah.
Untuk jasa keamanan Pihak Taipan ibukota itu telah bekerja sama dengan Gangster Elang Hitam, khususnya para anggota gangster yang menukangi wilayah tengah. Tentu saja mereka adalah orang-orang dari Grudul Hiko yang berada dibawah Pengawasan Niya Noune, dan Niya sendiri sebagai Jendral Perang Gangster Elang Hitam untuk wilayah tengah ini.
Bagi Niya melihat-lihat keadaan toko, sama saja dengan jalan-jalan di wilayah kekuasaannya sendiri. Niya memang jarang untuk pergi ke Pusat Perbelanjaan ini, dikarenakan kesibukannya dengan bisnis Perlengkapan Kecantikan miliknya.
Saat ini Niya sudah sampai di lantai empat, dimana berderetan toko alat-alat dan perlengkapan kecantikan. Ia masih berjalan dengan anggun, menyusuri setiap petak toko. Beberapa pelayan toko laki-laki tampak terpana dengan sosok tinggi ramping mempesona itu. Namun urung melanjutkan keterpanaannya itu, tatkala menyadari siapa yang datang ini. mereka kembali bekerja seolah-olah tidak melihat apa-apa, meskipun hati mereka sangat ingin melihat sosok yang indah itu. Tapi mereka tahu sosok cantik itu terlalu mematikan.
Niya Noune terlihat cuek dan acuh tak acuh kala menangkap beberapa pelayan toko yang laki-laki sedikit mencuri-curi pandang. Namun pelayan toko itu terlihat pucat dan keringat dingin tatkala beberapa anggota gangster yang sangar memelototinya dengan bengis, seolah-olah ingin memakannya. Kontan pelayan itu berpura-pura memungut sampah yang sebenarnya tidak ada, demi untuk berlalu dari tatapan anggota gangster itu.
__ADS_1
Bukan hanya pelayan toko laki-laki yang terkesima, beberapa pelayan toko perempuan juga tidak luput untuk kagum akan perawakan Niya Noune. Ini semua berkat perawatan kecantikan yang selama ini memanjakan Niya. Namun tak dapat dipungkiri bahwa Niya memang sosok yang mempesona, meskipun seandainya ia tampil tanpa make up.
Di sebuah toko yang memakai dua petak ruang, Niya berhenti berjalan. Ia mengamati sejenak. “Toko alat kecantikan Eham”.
Di toko ini tampak ada beberapa orang yang berbelanja. Meskipun hari sebenarnya cukup larut, namun warga kota ini tampak masih antusias. Dikarenakan ada banyak diskon akhir tahun yang menggiurkan, sayang untuk dilewatkan.
Niya berdiri di depan toko sementara pengikutnya berbaris di belakangnya, ada beberapa yang menyebar dengan maksud memberi pengamanan ekstra.
Dua orang perempuan yang sedang berbincang di kursi empuk di bagian dalam toko, terlihat menghentikan pembicaraan dan melihat ke luar toko. Melihat sesuatu yang tidak biasa, mereka berdua keluar.
“Nona Noune, senang dikunjungi oleh anda. Bukannya a ...anda datang kesini besok siang, itu... pertemuan dengan ayah ku?” Bertanya salah seorang perempuan itu, kepada Niya Noune.
“Oh iya perkenalkan nama aku Kiuna Eham, anak dari Lodong Eham pemilik toko ini, dan ini teman ku Kayla Ridz” Perempuan itu sadar bahwa dari tadi ia sama sekali belum memperkenalkan diri terhadap tamu yang terhormat ini. Kiuna memperkenalkan dirinya sambil menengadah karena Niya lebih tinggi darinya.
“Oh .. ini nona Niya Noune, aku pernah mendengar tentang nona. Ternyata benar nona adalah orang yang merawat diri. Tinggi, cantik dan mulus. Aku rasa nona tidak kalah dari Virani Duns perempuan tercantik di Kota ini” kali ini Kayla Ridz yang berbicara, terlihat sekali bahwa ia memuji Niya untuk dapat dekat dengannya.
“Oh ya... !” Niya sedikit tertarik dengan pernyataan dari Kayla Ridz bahwa ia tidak kalah dari Penyanyi terkenal Virani Duns.
“Apa yang kamu ketahui tentang perbandingan itu?” tanya Niya kepada Kayla
__ADS_1
“Itu... aku membuat perbandingan sendiri, itu adalah menurutku. Bukankah setiap orang punya penilaian sendiri-sendiri tentang standar kecantikan” Kayla menjawab dengan cepat, takut seandainya Niya tersinggung dengan jawabannya. Padahal tujuannya hanya ingin menarik perhatian Jendral Perang wilayah tengah Gangster Elang Hitam ini. Dengan begitu suatu saat ia berharap dapat berteman dengannya dan tentu saja bisa memanfaatkan bantuan dari orang ini. jarang Kayla Ridz bisa bertemu Niya Noune seperti ini, maka ia harus memanfaatkan situasi.
Niya Noune hanya tersenyum mendengar jawaban dari Kayla, ia merasa bahwa perempuan ini cukup cerdik dalam menyenangkan hati orang. namun mendengar nama Virani Duns, pikirannya melayang kepada perempuan dengan cadar masker yang ditemuinya beberapa saat lalu. Kemudian lelaki tampan di pelataran parkir itu, entah kenapa ia tidak bisa melupakan tatapan matanya. Seumur hidup ia tidak pernah ditatap sedemikan rupa oleh seorang pria.
“Nona Noune sebaiknya kita mengobrol di dalam, sambil minum teh” Kiuna menawarkan teh kepada Niya untuk menunjukkan kesopanannya dalam melayani tamu yang terhormat ini.
“Ide yang bagus” Jawab Niya acuh tak acuh, kelihatannya ia mulai menyukai gaya gadis-gadis ini.
“Ya atau kita bisa minum teh di lantai tujuh, sambil menonton pertandingan catur yang sedang berlangsung di sana” Kali ini Kayla yang mengajukan usul, Ia memang pintar dalam mencari muka.
“hm, ternyata ada yang seperti ini di lantai tujuh. Tapi aku tidak suka catur, itu terlalu membosankan” Niya menanggapi ajakan tersebut.
“Itu Benar, Catur itu membosankan. Tapi ada yang seru di sana!” Kayla Ridz, yang merasa sudah mengambil hati Niya Noune berkata dengan semangat.
“Apa keseruan itu?” Bertanya Niya dengan sedikit rasa ingin tahu.
“Seorang Pemuda Gembel akan bertanding catur dengan Tuan Muda Yolk kami dengan menggunakan taruhan!” Kayla melanjutkan ocehannya.
“Apa taruhannya” Tanya Niya seraya menoleh ke arah Kayla, menunggu kelanjutan ocehannya.
__ADS_1
“Jika Pemuda itu kalah maka ia harus meninggalkan Virani dan pergi dari kota ini , kemudian meninggalkan salah satu lengannya. Bila Tuan Muda Yolk yang kalah maka ia akan memberikan toko Perlengkapan Olahraga beserta isinya dan juga arena catur di lantai tujuh!” Kata Kayla disertai senyum yang mengembang.