Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video

Berkelana Di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video
BAB 66


__ADS_3

Berkelana di Bumi Lain Dengan Sistem Edit Video


Bab 66


Adegan-adegan yang terjadi tentunya tidak luput dari tayangan siaran langsung di Acara Televisi Handresiar, termasuk adegan saat Niya Noune datang ditemani oleh Kiuna dan Kayla. Memang hari saat ini sudah larut, namun beberapa orang warga Kota South Coast masih berada di depan televisi dan menonton acara siaran langsung ini. 


Saat ini dua orang saling berhadapan di meja catur utama di arena itu. Mereka adalah Tuan Muda Sentung Yolk dan Gusmon. 


“Sebaiknya kamu umumkan dulu taruhan kita, agar kamu tidak mengelak saat kamu kalah” Kata Gusmon kepada Sentung Yolk.


“Persetan, kamu kira gembel seperti mu akan menang melawan ku!” Tuan Muda Sentung Yolk merasa terhina dengan permintaan Gusmon itu.


“Terserah kamu, bukankah kau ingin aku meninggalkan Virani dan salah satu tangan ku, serta ingin mengusirku dari kota ini, kenapa tidak di umumkan saja” Gusmon berbicara sambil membenahi biji-biji catur yang kurang pas berada di dalam petaknya. Akhirnya Tuan muda Sentung Yolk berdiri dan meraih Mikropon di podium.


“Saudara-saudara sekalian, pertandingan catur kali ini adalah spesial, dengan taruhan.... Jika Gembel itu kalah maka ia akan meninggalkan Virani Duns, dan Pergi diusir dari Kota ini seumur hidupnya dan ia juga harus meninggalkan salah satu tangannya.” Sentung mengumumkan dengan lantang, matanya melirik kearah perempuan Bercadar Masker di deretan bangku penonton yang diyakini nya sebagai Virani.


“Umumkan sekalian jika kamu kalah!” Gusmon berteriak 

__ADS_1


“Jika Aku kalah, maka toko Yolk Sport dan Arena Catur ini menjadi milik Gembel itu!!” Sentung ikut berteriak dengan marah. Gusmon tersenyum mendengar pengumuman itu. Sentung berjalan dengan langkah besar menuju meja catur dan duduk di hadapan Gusmon.


“Sekarang apa kamu sudah puas!” Bentak Sentung dengan kasar.


“Ya... mari kita lanjutkan permainan” Kata Gusmon dengan tenang. 


Niya Noune yang saat ini sudah memegang teh menyeruputnya dengan pelan. Saat ini Ia yakin bahwa Gusmon adalah Ketua Besar gangster Elang Hitam. Sebagai perempuan yang cerdas dari Gangster ini, Niya juga yakin bahwa Gusmon pasti memiliki sesuatu sehingga bisa bertindak setenang itu. Ia ingin tahu seberapa tangguh ketua besarnya itu. 


Wasit memperhatikan jam catur yang sudah disetel, sementara kameraman membidik dengan akurat. Operator LCD yang menampilkan diagram sudah bersiap, demikian juga dengan para kru televisi. 


“Oke pemirsa sekalian tampaknya pembukaan putih sedikit agresif dan seharusnya hitam membalas dengan c4 sehingga memasuki pertahanan sisilia yang terkenal”. Grandmaster catur sekaligus Juara Nasional Sasano Mangarontos menjalankan tugasnya sebagai komentator yang didengar oleh seluruh orang di arena catur itu dan tentu juga di siaran televisi. Orang-orang yang berada di arena tentu saja terkejut. Apa ini yang sedang berlaku?!.


Tuan Muda Sentung Yolk dengan santai mengikuti arahan dari komentator, ia melangkah dan menekan jam catur dengan senyum-senyum sendiri. Begitu seterusnya setiap langkah yang di jalankan oleh Gusmon maka komentator akan mengarahkan Tuan Muda Sentung Yolk untuk melangkah sesuai instruksinya. Hal ini tentu saja membuat Gusmon jengkel. Apa-apaan ini, ini sama saja dengan dirinya melawan Grandmaster Sasano Mangarontos sang Juara Nasional Archipelagos. Ternyata ini skenario licik dari Tuan Muda ini.


orang-orang yang menonton acara di televisi tidak mengetahui bahwa komentar-komentar Sang Grandmaster Catur juga terdengar di arena catur itu. Mereka mengira Komentator memberikan komentar di ruang tertutup yang hanya terdengar oleh pemirsa televisi, sebagaimana biasanya penampilan komentator olahraga di acara-acara siaran langsung televisi.


Orang-orang yang ada di arena catur lantai tujuh Pusat Perbelanjaan ini tidak berani berkomentar karena ini adalah skenario dari tuan muda Sentung Yolk. Termasuk Master Catur Nasional Sunu Prayindos ia hanya mengutuk dalam hati, ”benar-benar kecurangan yang masif” pikirnya dalam hati.

__ADS_1


Virani ingin protes, tapi melihat Gusmon masih tenang ia urung melakukan hal itu dan hanya diam menonton. Ia berharap kata-kata Gusmon ‘Lihat saja pertunjukan yang akan terjadi’ yang Gusmon katakan sebelumnya akan membuat Gusmon keluar dari masalah itu. Niya Noune tampak mengernyitkan kening, ia heran dengan sikap Ketua Besarnya. Namun ia masih yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh Ketua Besarnya itu.


Gusmon saat ini sudah kehilangan dua perwira ringan dengan imbalan hanya dua pion, dan posisi rajanya dalam keadaan terjepit dengan sebuah baterai turton mengarah ke perbentengan rajanya. Jelas ia telah kalah total. Dengan kesal ia memanggil wasit.


“Wasit....!! bisakah kementator itu berada di ruang terpisah dari arena ini, ini sama saja saya bertarung dengan dia, yang seorang Juara nasional!!”. Gusmon akhirnya sudah tidak tahan lagi. Wasit yang ada disekitar tempat itu segera mendekat.


“Ini sudah peraturan dari panitia dan yang mensponsori acara ini, anda tidak diizinkan untuk komentar, untuk itu waktu anda di kurangi 2 menit.” Wasit menanggapi protes Gusmon dengan menyetel Jam Catur di sisi Gusmon, mengurangi waktunya dua menit. Hingga saat ini waktunya tinggal 6 menit lagi bagi Gusmon. Sentung Yolk tersenyum lebar penuh kemenangan. Namun penonton di arena catur itu tampak murung.


“Apa-apaan dengan kepemimpinan kamu ini, kamu jelas-jelas berpihak pada tuan muda ini, sebagai wasit harusnya kamu berada pada posisi yang netral ini jelas-jelas melanggar sumpahmu sebagai seorang pengadil!!” Gusmon membentak atas perlakuan tidak adil yang dialaminya. Sementara di bangku penonton di barisan belakang tampak Virani yang membeku ia masih berharap dengan kata-kata Gusmon tadi, namun air mata perlahan menetes di pipinya. Sedangkan Niya Noune masih tampak tenang. Namun dua orang perempuan di sampingnya tampak tertawa-tawa dengan berisik.


“Membantah keputusan wasit, waktu kamu dikurangi dua menit lagi!” kali ini wasit itu tampak berang karena Gusmon membantah keputusannya, dan dengan cekatan wasit itu kembali mengurangi waktu Gusmon 2 menit lagi hingga waktu yang tinggal enam menit menjadi 4 menit.


“Baiklah...!!” Gusmon akhirnya kembali duduk dengan menggaruk kepalanya wajahnya tampak marah, kali ini ia akan mengalahkan kedua orang itu sekaligus. Dengan mengalahkan Sentung Yolk berarti Sasano Mangarontos juga ikut kalah, karena semua langkah-langkah yang di mainkan Sentung Yolk adalah hasil pemikiran dari Grandmaster yang sekaligus juara nasional itu. Gusmon sebelumnya tidak ingin menggunakan sistem ia ingin menguji kemampuan bermain caturnya saat SMA dulu, tapi situasinya sudah seperti ini. 


Sentung Yolk kali ini malah tertawa-tawa dengan menyebalkan, ia mencibir ke arah Gusmon.


“Tampaknya ada sedikit insiden saudara-saudara, tetapi ini tidak akan mengurangi inti dari permainan ini, yaitu untuk menjalin kekeluargaan. Sebagaimana semboyan catur kita, ‘Gens Una Sumus’ yang memiliki makna bahwa kita adalah satu keluarga!”. Tampak Sasano Mangarontos memberikan kata-kata bijaksana sebagai seorang komentator. 

__ADS_1


__ADS_2